Problem Posing berasal dari dua kata yaitu “Problem” dan “Posing”. “Problem” berarti masalah atau soal, dan “Posing” berarti mengajukan atau membentuk (Iskandar, 2004). Sutiarso (1999) dalam Iskandar (2004) mengartikan Problem Posing dengan membuat soal. Dengan demikian, Problem Posing dapat diartikan sebagai strategi pembelajaran yang menekankan siswa untuk dapat menyusun atau membuat soal setelah kegiatan pembelajaran dilakukan.

Strategi Problem dapat diangkat menjadi strategi pembelajaran yang tepat untuk mengkaji pokok bahasan yang melibatkan operasi matematika (Iskandar, 2004). Operasi matematika merupakan unsur pertama dari strategi pembelajaran Problem Posing. Unsur Problem Posing yang kedua adalah struktur pembelajaran, yang merupakan pembelajaran yang berpusat kepada pengajar (teacher centered instruction) dan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered instruction). Unsur Problem Posing yang ketiga adalah respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, yaitu mampu membuat soal dari kondisi yang diberikan oleh guru pengajar (Iskandar, 2004).

Suryanto (Sutiarso: 2000) mengemukakan bahwa problem posing merupakan istilah dalam bahasa Inggris, sebagai padanan katanya digunakan istilah “merumuskan masalah (soal)” atau “membuat masalah (soal)”. Sedangkan menurut Silver (Sutiarso: 2000) bahwa dalam pustaka pendidikan matematika, problem posing mempunyai tiga pengertian, yaitu: pertama, problem posing adalah perumusan soal sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan beberapa perubahan agar lebih sederhana dan dapat dipahami dalam rangka memecahkan soal yang rumit. Kedua, problem adalah perumusan soal yang berkaitan dengan syarat-syarat pada soal yang telah dipecahkan dala rangka mencari alternatif pemecahan lain. Ketiga, problem posing adalah merumuskan atau membuat soal dari situasi yang diberikan.

Menurut Usmanto (2007) pembelajaran proble posing dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:

1. Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing.

Siswa membuat pertanyaan dan jawaban berdasarkan pertanyaan dan jawaban berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh guru. Jadi, yang diketahui pada saol itu dibuat guru, sedangkan siswa membuat pertanyaan dan jawaban sendiri.

2. Problem Posing tipe Within Solution Posing.
Siswa memecahkan pertanyaan tunggal dari guru menjadi sub-sub pertanyaan yang relevan dengan pertanyaan guru.

3. Problem Posing tipe Post Solution Posing.
Siswa membuat soal yang sejenis dan menantang seperti yang dicontohkan oleh guru. Jika guru dan siswa siap maka siswa dapat diminta untuk mengajukan soal yang menantang dan variatif pada pokok bahasan yang diterangkan guru. Siswa harus bisa menentukan jawabannya sendiri. Jika siswa gagal menemukan jawabannya maka guru merupakan narasumber utama bagi siswanya. Jadi, guru harus benar-benar menguasai materi

Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan di atas, maka dirumuskan pengertian problem posing tipe Pre Solution Posing adalah perumusan atau pembuatan masalah/soal sendiri oleh siswa berdasarkan stimulus yang diberikan.

Filed under : Skripsi,
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Perbandingan Antara Latihan Menggunakan Media Trampolin Dengan Latihan Media Matras Busa
  2. Hubungan Antara Kekuatan Dengan Keseimbangan Terhadap Kemampuan gerak Dasar Tolak Peluru
  3. Identifikasi Jenis Jenis Lumut (Bryophyta) di Kebun Raya Bukit Sari
  4. Meningkatkan Hasil Lari Sprint 100 Meter Melalui Latihan Variasi Speed Ladder Drill
  5. Contoh Skripsi Peternakan
  6. Hubungan Antara Kekuatan Dengan Keseimbangan Terhadap Kemampuan gerak Dasar Tolak Peluru BAB II
  7. Contoh Skripsi Korelasi Hubungan Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Siswa
  8. Pengaruh Permainan Kecil Terhadap Kebugaran Jasmani Siswa
  9. Makalah Sistem Pemerintahan Desa
  10. Evaluasi Tingkat Pelunasan Ternak Sapi Bibit Gaduhan