Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman

BAB I
PENDAHULUAN

Pengendalian Hama dan Penyakit tanaman

1.1 Latar belakang
Dalam dunia pertanian kita mengenal beberapa aspek yang menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya pertanian salah satu dari aspek tersebut adalah bagaimana cara menjaga baiknya pertumbuhan tanaman dengan mengendalikan hama danpenyakit yang akan mengganggu dan menyerang pertumbuhan dan perkembangan tanaman baik tanaman perkebunan ataupun tanaman hortikultura yang dapat mengakibatkan menurunnya mutu hasil produksi dari sebagian kualitas dan kwantitas hasil.Selain penyakit kita juga tidak jarang menjumpai hal-hal yang dapat merusak tanaman seperti hama tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dapat berkembang menjadikan tanaman yang kita tanam sebagai inangnya.Oleh karena itu kita harus mengendalikan hama tersebut.Untuk mengendalikannya pertama-tama kita harus mengenali hama yang menyerang tanaman kemudian mencari cara untuk mengendalikannya sehingga pada periode tanaman berikutnya hama tersebut tidak lagi menyerang, minimal mengurangi intensitas penyerangan hama

Dalam hal pengendalian hama tanaman sangat penting mengenali jenis hama yang menyerang. karena dengan mengenali hama tersebut dapat diketahui apa yang seharusnya diperbuat untuk mencegah kerugian yang lebih parah. Untuk itu seiring dengan perkembangan jaman telah muncul berbagai macam cara pencegahan hama yang sesuai dengan setiap jenis hama yang menyerang tanaman. Tetapi kemajuan teknologi itu tidak dapat dinikmati oleh setiap kalangan sehingga sampai sekarang masih bisa kita lihat pengendalian hama dengan cara lama dan dengan hasil yang kurang optimal pula. Seperti adanya pestisida fungi untuk pengendalian jamu, insektisida untuk mengendalikan serangga, rodentisida untuk mengendalikan tikus, dan masih banyak yang lainnya (anonim, 2009).

Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktek istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan. Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Dalam pertanian, hama adalah organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik, dan ke dalamnya praktis adalah semua hewan yang menyebabkan kerugian dalam pertanian.

Penyakit sebenarnya adalah suatu proses dimana bagian-bagian tertentu dari organisme tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal dengan sebaik-baiknya karena adanya suatu gangguan. Tanaman dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu secara biologi dan ekonomi maka penyakit tanamanpun mengandung unsur dua sudut pandang ini. Dari segi biologi, tanaman adalah organisme yang melakukan kegiatan fisiologis, sehingga dari segi ini penyakit tanaman adalah penyimpangan dari sifat normal sehingga tanaman tidak dapat melakukan kegiatan fisiologis seperti biasanya.

Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses– proses dalam tubuh tanaman sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tanaman yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana pengendalian hama dan penyakit?
2. Apa saja yg mempengaruhi penyebaran hama?
3. Mengapa tanaman mudah terserang hama dan penyakit?

1.3 Tujuan
1. Dapat mengetahui hama dan penyakit tanaman.
2. Mengamati dan mengidentifikasi tanaman yang diserang oleh penyakit.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Hama adalah tiap hewan yang mengganggu atau merusak tanaman dan menyebabkan kerugian ekonomis. Setiap spesies serangga termasuk serangga hama sebagai bagian dari kompleks komunitas yang dapat diserang atau menyerang organisme lain. Bagi serangga yang diserang organisme penyerang kemudian disebut “musuh alami ”. Sebenar nya secara ekologik istilah tersebut kurang tepat karena adanya musuh alami tidak tentu merugikan bagi kehidupan serangga terserang. Hampir semua kelompok organisme dapatberfungsi sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vertebrata, nematoda,organisme mikro, invertebrata di luar serangga. Kelompok musuh alami yang paling penting adalah dari golongan serangga sendiri. Dilihat dari fungsinya musuh alami dapat kita kelompokkan menjadi parasitoid, predator, dan patogen.

Musuh alami terdiri dari pemangsa/predator, parasitoid dan patogen. Pemangsa adalah binatang serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memakan binatang lainsehingga menyebabkan kematian. Kadang-kadang disebut “predator”. Predator berguna karena memakan hama tanaman. Semua laba-laba dan capung merupakan contoh pemangsa. Parasitoid adalah serangga yang hidup di dalam atau pada tubuh serangga lain,dan membunuhnya secara pelan-pelan.

Parasitoid berguna karena membunuh seranggahama, sedangkan parasit tidak membunuh inangnya, hanya melemahkan.Ada beberapa jenis tawon (tabuhan) kecil sebagai parasitoid serangga hama. Kumbang coccinella juga pemangsa hama putih danpenggerek batang padi, Kepik merah (Diadyanus) merupakan pemangsa hama bubuk kopi (Hypothenemus) yang menyerang buah kopi di pertanaman.Larva Chrysopa dankumbang Coccinella memangsa kutu dan persik pada tanaman kentang.

Parasit Trichogama menyerang ulat buah (Heliothis) dan pengisap daun (Aphis) pada tanamankapas. Kepik (Rhinocoris) memangsa ulat Prodenia, Heliothis, dan kutu daun padatanaman tembakau, serta masih banyak lagi musuh-musuh alami dari berbagai jenis hama tanaman yang tidak mungkin disebut satu persatu.Penggunaan musuh-musuh alami untuk pengendalian serangga hama, yang juga disebut pengendalian hama secara biologis ataupengendalian hayati, sudah sejak lama dilakukan oleh manusia.( Martoredjo, 1984)

Faktor yang Mempengaruhi Penyebaran Hama

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan OPT dalam garis besarnya dapat dibagi menjadi dua (Little, 1971) yaitu:

1. Faktor dalam adalah faktor yang berada dalam tubuh orgnisme seperti organ tubuh dan keadaan fisiologisnya.
2. Faktor luar adalah faktor yang berada di luar tubuh organisme yang mempengaruhinya langsung dan tidak langsung yaitu faktor fisik, biotik dan makanan.
Hama pengganggu tanaman dibedakan berdasarkan ordonya, serangga memiliki enam ordo yaitu :
1.Ordo Lepidoptera
Lepidoptera berasal dari kata lepidos yang berarti sisik dan ptera yang berarti sayap, jadi Lepidoptera adalah hama atau serangga yang memiliki sayap yang bersisik, contohnya kupu-kupu (Erionata trax).
2. Ordo Ortoptera
Ortoptera berasal dari kata ortos yang berarti lurus dan ptera yang berarti sayap, jadi ortoptera adalah serangga yang yang memiliki sayap yang lurus, contohnya belalang (Valanga migricornis).
3.Ordo Diptera
Diptera berasal dari kata Di yang berarti dua dan ptera yang berarti sayap, jadi diptera adalah serangga yang memiliki dua sayap, contohnya lalat buah (Bactrocera Sp).

4.Ordo Coleoptera

Coleoptera berasal dari kata coleos yang berarti keras dan ptera yang berarti sayap, jadi coleopteran adalah serangga yang memiliki sayap yang keras, contohnya kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).

5.Ordo Homoptera

Homoptera berasal dari kata homo yang berarti sama dan ptera yang berarti sayap, jadi homoptera adalah serangga yang memiliki sayap yang sama, contohnya tengkerek (Diceroprocta apachae)
6. Ordo Hemiptera
Hemiptera berasal dari kata hemi yang berarti separuh dan ptera yang berarti sayap, jadi hemiptera adalah serangga yang memiliki sayap yang sebagian dari sayapnya mengeras, contohnya kepik penghisap (Riptortus linearis).
( Anonim: 2011 )

Jenis – jenis penyakit yang menyerang tumbuhan sangat banyak jumlahnya. Penyakit yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya jamur, bakteri, dan alga. Penyakit tumbuhan juga dapat disebabkan oleh virus.
1. Jamur
Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang, ranting, daun, bunga, hingga buahnya. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin, air, serangga, atau sentuhan tangan. Penyakit ini menyebabkan bagian tumbuhan yang terserang, misalnya buah, akan menjadi busuk. Jika menyerang bagian ranting dan permukaan daun, akan menyebabkan bercak – bercak kecokelatan. Dari bercak – bercak tersebut akan keluar jamur berwarna putih atau oranye yang dapat meluas ke seluruh permukaan ranting atau daun sehingga pada akhirnya kering dan rontok.
1. Bakteri
Bakteri dapat membusukkan daun, batang, dan akar tumbuhan. Bagian tumbuh tumbuhan yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh, baunya sangat menusuk, dan lengket jika disentuh. Setelah membusuk, lama – kelamaan tumbuhan akan mati. Tumbuhan yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida.

2. Virus
Selain bakteri dan jamur, dalam kondisi yang sehat, tumbuhan dapat terserang olehvirus. Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tumbuhan dengan cepat. Tumbuhan yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan.
3. Alga (Ganggang)
Keberadaan alga juga perlu diaspadai karena dapat menyebabkan bercak karat merah pada daun tumbuhan. Tumbuhan yang biasanya diserang antara lain jeruk, jambu biji, dan rambutan. Bagian tumbuhan yang diserang oleh alga biasanya bagian daun, ditandai adanya bercak berwarna kelabu kehijauan pada daun, kemudian pada permukaannya tumbuh rambut berwarnya cokelat kemerahan. Meskipun ukurannya kecil, bercak yang timbul sangat banyak.

BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum organisme pengganggu tanaman dilaksnakan pada tanggal 16 mei 2012 sampai tanggal 30 mei 2012, bertempat di laboraturium MIPA universitas jambi ( UNJA).

B. Alat dan Bahan Praktikum
a. Alat-alat praktikum
- Buku gambar
- pensil dan panghapus
- penggaris
- mikrosop
b. Bahan-bahan Praktikum
• belalang
• daun rimbang
• daun jambu biji
• kupu-kupu siang dan kupu-kupu malam
• kumbang kepik
• ulat daun pisang
• kepompong
C. Prosedur Kerja
- Disiapkan spesimen serangga yang akan diamati
- Digambar masing-masing ordo dari spesimen serangga hama yang ada
- Setelah selesai digambar, kemudian gambar dilengkapi dengan keterangan-keterangan berupa ciri-ciri yang dimiliki oleh masing-masing ordo bagian-bagian dari tubuh dan sistematika dari serangga tersebut.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.PENGAMATAN PADA TANGGAL 16 MEI 2012.

a. hama belalang
b.daun rimbang
c.daun jambu biji
A.HAMA BELALANG
Sistematika :
Filum : Arthopoda
Kelas : Hexapoda
Ordo : Ortoptera
Famili : Acrididae
Genus : Valanga
Spesies: Valnga migricornis

Ciri-cirinya
Belalang merupakan serangga herbivora, serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan memiliki ovipositor pendek. Suara yang dihasilkan oleh beberapa spesies belalang biasanya dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen ( disebut stridulasi ). Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat, belalangn memiliki dua pasang kaki, sayap lurus. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.

B.DAUN RIMBANG

Klasifikasi :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae, Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus: Solanum
Spesies: Solanum torvum Swartz
Takokak atau terung pipit

(Solanum torvumSw.) adalah tumbuhan dari suku Terung terungan (Solanaceae) yang buah dan bijinya dipakai sebagai sayuran atau bumbu.Nama dalam perdagangan internasional tidak baku, beberapa di antaranya adalah turkey berry(“buni turki”)ataumini-eggplant (“terung mini”). Nama lain di daerah-daerah adalah rimbang (Minangkabau) dan tekokak. Buah takokak muda dimakan sebagai lalap atau diolah dengan kuah bersantan ataudikari. Tumbuhan ini diduga berasal dari Amerika Serikattropis dan Hindia Barat namun sudah dikenal lama oleh masyarakat Indian mulai dari Meksiko sampai Brasil. Tumbuhan ini sekarangsudah menyebar di seluruh daerah tropis di dunia

Tumbuhan ini tergolong perdu dan masuk ke dalam famili Solanaceae. Tumbuhan inisering hidup liar di berbagai daerah, baik di daratan rendah hingga ke pegunungan.Perbanyakannya menggunakan biji yang banyak terdapat si dalam buah. Untuk tumbuh, ia memerlukan curah hujan minimal 1000 mm per tahun dan mampu bertahan hidup hingga ketinggian 2000 m.Tinggi tumbuhannya bisa mencapai dua meter lebih dengan batang berwarna hijau kecoklatan penuh duri tajam dan berbulu halus. Daunnya besar bergerigi lebar dan permukaannya pun berbulu. Bunganya kecil berwarna putih berkelompok lima hingga enam dalam satu tangkaidengan putiknya berwarna kuning. Bila bunga dibuahi, maka muncullah bakal buah berwarna hijau. Buahnya terus berwarna hijau dengan biji berwarna putih lunak. Bila buah sudah matang, berwarna kehitaman dengan biji berwarna kecoklatan dan keras. Pemeliharaan tanaman ini cukup mudah. Selain memang bisahidup liar, tumbuhan ini juga memerlukan cukup air dengan penyiraman atau menjagakelembaban tanah. Pemupukan juga diperlukan, tapi cukup dengan pupuk dasar saja. Tanaman ini juga mengandung banyak khasiat bagi kesehatan dan termasuk salah satu tanaman obat yang selain buahnya, daun dan bunganya juga dapat dimanfaatkan.

C.DAUN JAMBU BIJI

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus: Psidium
Spesies: Psidium guajava L.

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu, dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. Tumbuhan ini berbentuk pohon, Batang jelas terlihat, berkayu (lignosus), silindris, permukaanya licin dan terlihat lepasnya kerak (bagian kulit yang mati), batang berwarna coklat muda, percabangan dikotom. Arah tumbuh cabang condong keatas dan ada pula yang mendatar. Jambu biji memiliki cabang sirung pendek (virgula atau virgula sucre scens) yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas-ruas yang pendek.Daun jambu biji memiliki tulang daun yang menyirip (penninervis) yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping, keluar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada susunan sirip-sirip pada ikan.

Jambu biji memiliki ujung daun yang tumpul. Pangkal daun membulat (rotundatus), ujung daun tumpul (obtusus). Jambu biji memiliki tepi daun yang rata (integer), daging daun (intervinium) seperti perkamen (perkamenteus). Pada umumnya warna daun pada sisi atas tampak lebih hijau licin jika di bandingkan dengan sisi bawah karena lapisan atas lebih hijau, jambu biji memiliki permukaan daun yang berkerut (rogosus). Tangkai daun berbentuk silindris dan tidak menebal pada bagian pangkalnya.Hama yang mengerang daun jambu biji yaitu Serangan ulat kantong ditandai dengan kenampakan tanaman tajuk tanaman yang kering seperti terbakar. Basri (1993) menunjukkan bahwa kehilangan daun dapat mencapai 46,6%. Tanaman pada semua umur rentan terhadap serangan ulat kantong, tetapi lebih cenderung berbahaya terjadi pada tanaman dengan umur lebih dari 8 tahun.

Manfaat dari jambu biji (Psidium guajava L.) sangat banyak karena jambu biji merupakan buah yang memiliki banyak kandungan gizi serta bisa digunakan untuk mengobati beberapa macam penyakit.Jambu biji mengandung vitamin C hingga sebanyak 2x dari kandungan Vit C pada jeruk manis. Kandungan vitamin C ini paling banyak terdapat pada kulit dan daging buah terutama ketika buah akan matang. Dengan kandungan vitamin C ini, salah satu manfaat jambu biji adalah dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

B.PENGAMATAN PADA TANGGAL 23 MEI 2012.


a. kupu-kupu siang dan kupu-kupu malam
b. kumbang kepik
A.KUPU-KUPU SIANG DAN KUPU-KUPU MALAM
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Subphylum: Hexapoda
Class: Insecta
Order: Lepidoptera
Suborder: Glossata
Superfamily: Papilionoidea
Family: Pieridae
Subfamily: Pierinae
Tribe: Anthocharini
Genus: Leptosia

Kupu – kupu merupakan salah satu hewan yang memiliki ragam warna dan bentuk yang sangat indah dan sangat menarik untuk dilihat. Siapa sich yang gak tertarik dengan warna indah yang mereka miliki, dari para remaja, dewasa, bahkan dari kecilpun kita pasti sering menemui kupu – kupu ataupun seekor ngengat di halaman rumah kita.
Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Kupu-kupu umumnya aktif di waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya. Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat dijadikan pegangan yang pasti. (van Mastrigt dan Rosariyanto, 2005).

B.KUMBANG KEPIK
Kingdom Animalia Linnaeus, 1758 – kerajaan binatang (animals)
Phylum Arthropoda Latreille, 1829 – filum hewan beruas (arthropods)
Class Insecta Linnaeus, 1758 – kelas serangga (insects)
Order Coleoptera Linnaeus, 1758 – bangsa kumbang (beetles)
Family Coccinellidae Latreille, 1807 – keluarga kumbang koksi (ladybird beetles)
Tribe Epilachnini Mulsant, 1846 – suku bangsa kumbang koksi pemakan daun (leaf-eating lady beetles)
Genus Henosepilachna Li & Cook, 1961 – marga
Species Henosepilachna sparsa (Herbst, 1786) – jenis
Nama umum: Eggplant Ladybird (Inggris)

Kumbang koksi (kumbang kepik) memiliki penampilan yang cukup khas sehingga mudah dibedakan dari serangga lainnya. Tubuhnya berbentuk nyaris bundar dengan sepasang sayap keras di punggungnya. Sayap keras di punggungnya berwarna-warni, namun umumnya berwarna mencolok ditambah dengan pola seperti totol-totol. Sayap keras yang berwarna-warni itu sebenarnya adalah sayap elitra atau sayap depannya. Sayap belakangnya berwarna transparan dan biasanya dilipat di bawah sayap depan jika sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia mengepakkan sayap belakangnya secara cepat, sementara sayap depannya yang kaku tidak bisa mengepak dan direntangkan untuk menambah daya angkat. Sayap depannya yang keras juga bisa berfungsi seperti perisai pelindung.

Kumbang koksi (kumbang kepik) memiliki kaki yang pendek serta kepala yang terlihat membungkuk ke bawah. Posisi kepala seperti ini membantunya saat makan hewan-hewan kecil seperti kutu daun. Di kakinya terdapat rambut-rambut halus berukuran mikroskopis (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) yang ujungnya seperti sendok. Rambut ini menghasilkan bahan berminyak yang lengket sehingga kepik bisa berjalan dan menempel di tempat-tempat sulit seperti di kaca atau di langit-langit.

C.PENGAMATAN PADA TANGGAL 30 MEI 2012
a. ulat daun pisang
b. kepompong

A.ULAT DAUN PISANG
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Hesperiidae
Spesies : Erionota thrax L
Ulat Penggulung Daun (Erionata thrax L.)

Biologi dari hama ini adalah kupu-kupu dewasa betina meletakkan telur pada permukaan bawah daun pada sore atau malam hari secara berkelompok berkisar antara 3-35 butir. Stadia larva terdiri atas lima instar dan pada setiap instar terjadi penggantian kulit kepala (head capsule). Pupa berukuran 60 mm, berwarna putih dan dilapisi oleh tepung serta mempunyai belalai (proboscis) yang panjang. Siklus hama penggulung daun pisang dari telur sampai dewasa (imago) berlangsung 35-39 hari dengan temperature 27-30oC. Serangga dewasa aktif pada sore hari atau pagi hari dan memakan nectar pisang yang sedang berbunga. Seluruh siklus hidupnya terjadi di dalam gulungan daun. Makin tinggi curah hujan maka populasi hama ini makin meningkat.

Kerusakannya berupa larva yang baru menetas memakan daun pisang dengan membuat gulungan daun. Gulungan daun dibuat dengan cara memotong sebagian daun, dimulai dari pinggir daun dan sejajar dengan tulang daun utama serta direkat dengan benang-benang halus yang dikeluarkan oleh larva . jika makanan atau daun cukup tersedia maka larva dapat hidup terus sampai membentuk pupa dalam satu gulungan daun, gulungan tersebut makin lama makin membesar. Tetapi, apabila makanan kurang tersedia, larva ini dapat pindah ke bagian daun yang lain dengan membentuk gulungan daun yang baru. Bila populasi hama ini tinggi maka daun pisang dimakan habis, yang tertinggal hanyalah tulang daun yang tegak dengan gulungan-gulungan daun yang menggantung.

BAB V
KESIMPULAN

Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Dalam pertanian, hama adalah organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik, dan ke dalamnya praktis adalah semua hewan yang menyebabkan kerugian dalam pertanian.
Penyakit sebenarnya adalah suatu proses dimana bagian-bagian tertentu dari organisme tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal dengan sebaik-baiknya karena adanya suatu gangguan

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Mekanisasi Pertanian
  2. Ekosistem Dekomposer