Pengaruh Pembiayaan Qardhul Hasan Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil BAB III

BAB III
GAMBARAN UMUM

A. Sejarah berdirinya BMT AL-Amanah Kota Jambi

Pada bulan Februari 1995 diadakan pelatihan BMT di Kaliwung Yogyakarta, yang diselenggarakan oleh Dompet dhuafa. Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 minggu. Utusan dari Propinsi Jambi saat itu Zainal Abidin Yahya. Sepulang dari pelatihan BMT mulai disusun rencana dan rancangan untuk mendirikan BMT di Propinsi Jambi.

Atas prakarsa ICMI ORSAT Kota Jambi, MUI, DMI, tokoh masyarakat Muslim Kota Jambi yang berjumlah 40 orang, pada tanggal 21 April 1995 didirikan BMT Al-Amanah Jambi. Pada saat akan mengesahkan BMT Al-Amanah sebagai suatu lembaga yang berbadan hukum koperasi mengalami suatu kendala, karena pada saat itu istilah koperasi syari’ah dianggap mengandung SARA. Sampai pada akhirnya masalah ini diurus ke Dinas Koperasi Pusat di Jakarta. Kemudian pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah yang menyatakan bahwa koperasi dapat didirikan dengan berbasis syari’ah.

Akhirnya pada tanggal 21 September 1995 disyahkanlah BMT Al-Amanah sebagai Koperasi Syari’ah oleh menteri koperasi dan Pembina pengusaha kecil dengan 28 orang anggota dan dengan badan hokum No.75/BH/KWK.5/IX/1995. Pengesahan akan pendirian sekaligus berlaku sebagai izin usaha dengan PP No. 9/1995 Pasal 3 ayat3. Ruang lingkup atau wilayah operasi BMT Al-Amanah adalah cakupan propinsi.

Pada tahun 1995 hingga tahun 1997 dilakukan sosialisasi mengenai keberadaan BMT Al-Amanah dan mulai mengumpulkan orang untuk direkrut menjadi anggota. Tahun 1996-1997 BMT Al-Amanah bekerja sama dengan PINBUK Jambi untuk mengadakan pelatihan pengelola BMT. Orang-orang yang mengikuti pelatihan inilah yang kemudian menjadi penggerak/pengelola BMT.
Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) BMT Al-Amanah mulai beroprasi pada tanggal 1 April 1997 yang beralamatkan di daerah Tehok, dekat makam pahlawan Jambi. Setelah tiga bulan beroprasi KJKS BMT Al-Amanah pindah kelokasi Islamic Centre / Masjid Agung Al-Falah Jl. Sultan Thaha No. 58 Jambi 36121. Diawal pendirian yang mengoperasikan KJKS BMT Al-Amanah berjumlah 7 orang, dan sejak tahun 2002 dirubah menjadi 5 orang sesuai dengan anggaran dasar KJKS BMT Al-Amanah.

Sebagai baitul maal, BMT Al-Amanah juga berfungsi sebagai amil zakat (LAZ) yang dibina dan dilindungi oleh pemerintah dengan tugas pokok mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunakan zakat sesuai ketentuan Islam (UU No.38 Th. 1999).

Isi BMT Al-Amanah adalah untuk membantu pengembangan ekonomi umat Islam, khususnya kaum dhua’fa, agar menjadi wirausahawan muslim yang tangguh dan mandiri dilandasi oleh Iman dan T aqwa kepada Allah SWT. Tujuan didirikanya BMT Al-Amanah adalah untuk menghimpun dan menggerakan potensi serta kemampuan ekonomi umat Islam, khususnya para anggota.

Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan tersebut, maka KJKS BMT Al-Amanah melakukan kegiatan usaha-usaha sebagai berikut:
1. Menghimpun dana dan memyalurkan dana dari dan untuk anggota, calon anggota, koperasi lain dan anggotanya berdasarkan prinsip syari’ah, diantaranya : Al-Mudharabah, Musyarakah, Bai’ Bitsaman Ajil, Qardhul Hasan dan Murabahah (kegiatan pokok dari baitul tamwil).

2. Menerima dana umat Islam berupa zakat, infaq, sadaqah, wakaf, hibah, waris, wasiat dan kafarat dari anggota ataupun bukan dari anggota, serta menyalurkan kepada yang berhak dan atau dipinjamkan secara Qardhul Hasan (kegiatan pokok dari baitul maal).

B. Letak Geografis BMT Al-Amanah
Baitul mall wattamwil (BMT) Al-Amanah terletak di lokasi gedung Masjid Al-Falah yang berdiri di Jalan Sulthah Thaha Saifuddin No.58 Kelurahan Beringin Kecamatan Pasar Kota Jambi, letaknya bersebelahan dengan Masjid Agung Al-Falah Jambi yang merupakan masjid terbesar di kota Jambi.

Letak kantor yang merupakan tempat melakukan kegiatan dan pemasaran BMT, keberadaanya memang masih menumpang dengan gedung cabang sekretariat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Propinsi Jambi (ICMI), organisasi wilayah (orwil) Jambi.

Disamping itu kantor BMT berdekatan dengan kantor Badan Amil Zakat (BAZDA) Kota Jambi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Jambi dan Yayasan pendidikan Islam Al-Falah Kota Jambi.
Dengan demikian dapat dijelaskan secara mendetail sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan gedung Sekolah Dasar (SD) Islam Al-Falah Jambi.

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan kantor Majlis Ulama Indonesia (MUI) Tingkat Propinsi Jambi.

3. Sebelah Timur berbatasan dengan jalan raya, yang lebih dikenal dengan jalan Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Sekolah Taman Kanak (TK) Islam Al-Falah Jambi

C. Struktur Organisasi BMT Al-Amanah
Pada dasarnya struktur organisasi adalah bagian dari penuangan bagian fungsi-fungsi pelimpahan tanggung jawab dan wewenang dari atasan sampai kepada karyawan yang lebih rendah tingkatnya. Tugas harus dibagi-bagi sesuai dengan keterampilan, pengalaman dan kemampuan tenaga kerja yang telah ada dan menetapkan siapa orang yang harus melaksanakan suatu bagian pekerjaan tersebut, dengan demikian dapat mereka laksanakan dengan penuh semangat dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Lebih jelasnya dilihat dari struktur organisasi BMT Al-Amanah adalah sebagai berikut:

1. Rapat Anggota
Rapat Anggota merupakan rapat yang diadakan satu kali dalam setahun, yang dihadiri oleh seluruh anggota BMT Al-Amanah.

2. Badan Pendiri
Badan pendiri terdiri atas 7 orang anggota yang diberi kekuasaan oleh anggota awal BMT Al-Amanah yang berjumlah 40 orang

3. Badan Pengurus dan Pengelola bertugas sebagai berikut:
1) Ahmad Zubairi, SE
a) Mengisi buku daftar hadir pengelola setiap hari
b) Mengetik surat masuk dan keluar dan mencatat kedalam buku surat masuk atau keluar
c) Menyimpan daftar nama penabung baru kedalam computer
d) Memasukan data klad kas harian kedalam computer, mencetak dan menyimpan kedalam file
e) Membuat neraca mutasi, mencetak dan menyimpan kedalam map
f) Membuat neraca bulanan, mencetak dan menyimpan dalam map file
g) Membuat laporan perkembangan BMT setiap bulan dan menyimpan dalam map file
h) Membuat laporan rugi laba tahunan
i) Membuat laporan perkembangan BMT tahunan
j) Menghitung SRR tabungan siswa dalam ummat, mencetak dan menyimpan dalam map file

2) Ernawati, S.Ag

a) Mencatat anggota baru kedalam buku NDA
b) Mencatat penabungan baru kedalam buku agenda tabungan
c) Memindahkan slip penerimaan /penarikan tabungan kedalam buku agenda tabungan
d) Mencatat seluruh penerimaan maupun pengeluaran selama satu hari kedalam buku harian
e) Mencatat angsuran pinjaman kedalam map file angsuran (mingguan/bulanan)
f) Memasukan data simpanan wajib masing-masing anggota kedalam kartu simpanan wajib (termasuk yang membayar angsuran)
g) Memasulkan hasil print bagi tabungan kedalam buku agenda tahunan

3) Hayati. SP

a) Menerima permohonan pinjaman dan mencatat kedalam buku pembayaran
b) Menerima pendaftaran anggota baru
c) Melayani tabungan siswa dan tabungan ummat
d) Menghitung kas tunai setiap hari
e) Membuat klad kas setiap hari
f) Mendata beberapa jumlah pinjaman dan beberapa jumlah angsuran
g) Mengatur keuangan (pengeluaran/pemasukan) dan keamanan
h) Membuat, menghitung SRR tabungan siswa dan ummat
i) Mengisi prosedur pinjaman (formulir) dan mengurus hingga pencairan pinjaman

4) Fauzi S.Ag

a) Membuat daftyar nama peminjam setiap bulan dan tahun
b) Mensurvai daerah/lokasi pinkaman dan mencatat keadaanya
c) Memberikan penjelasan mengenai pinjaman dan menentukan besarnya provit
d) Melaksanakan penagihan kepada setiap peminjam dan menyerahkan kepada bendahara
e) Membuat laporann pajak setiap bulan (paling lambat tanggal 10) dan tahunan
f) Mensosialisasikan BMT kepada masyarakat dan mencari nasabah peminjam baru
g) Bertanggung jawab terhadap neraca, pengembangan dan penambahan modal serta penyaluran dana yang produktif dan bisa dikoreksi kembali
h) Melaporkan setiap hari kegiatan kepada pengurus

4. Badan Pengawas

Badan pengawas terdiri atas 1 orang anggota, 1 orang pengawas syariah yang bertugas untuk mengawasi agar BMT Al-Amanah berjalan sesuai dengan syariah dan 1 orang pengawas akuntansi, mengawasi proses transaksi dari awal sampai pembuatan laporan. Mereka juga bertugas membuat laporan penilaian kesehatan BMT.

D. Sarana Prasarana BMT Al-Amanah

Untuk mendukung operasionalnya maka BMT Al-Amanah memiliki sarana dan prasarana dalam melayani nasabah untuk kegiatan operasionalnya sehari-hari, adapun sarana prasarana yang dimiliki oleh BMT Al-Amanah yaitu

E. Aktivitas BMT Al-Amanah
Sebagai koperasi syariah yang merupakan gabungan dari baitul mal dan baitul tamwil, BMT Al-Amanah mempunyai karakteristik yang berbeda dari koperasi-kopersi biasa yang ada. Di mana pada BMT Al-Amanah diterapkan sistem bagi hasil sebagai ganti dari sistem bunga.

Sistem bagi hasil merupakan system yang meliputi tatacara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dan pengelola dana. Pembagian hasil usaha ini dapat terjadi antara Bank/Koperasi dengan penyimpanan dana. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini adalah mudharabah dan musyarakah.
Aktivitas BMT Al-Amanah adalah menghimpun dana dan menyalurkannya melalui kegiatan simpan pinjam dari dan untuk anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya berdasarkan prinsip bagi hasil.

1. Penghimpunan Dana (Tabungan)
Penghimpunan dana yang dilakukan BMT diperoleh melalui simpanan yaitu dana yang dipercayakan oleh nasabah kepada BMT untuk dapat disalurkan kesektor produktif dalam bentuk pembiayaan. Simpanan ini dapat berbentuk wadi’ah, simpanan mudharabah jangka pendek dan jangka panjang.

2. Penyaluran Dana
Penyaluran dana pada BMT kepada nasabah terdiri dari dua jenis: pertama, pembiayaan dengan system bagi hasil, dan kedua, jual beli dengan bayaran ditangguhkan. Pembiayaan merupakan penyaluran dana BMT kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan pembiayaan antara BMT dengan pihak lain dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. Penyaluran dalam bentuk jual beli dengan pembayaran ditangguhkan adalah penjualan barang dari BMT kepada nasabah dengan harga ditetapkan sebesar biaya perolehan barang ditambah margin keuntungan yang disepakati.

3. Jenis-jenis Penyaluran Dana

a. Sistem Bagi Hasil
1) Al-Mudharabah (Trust Financing Trust Investment)
Mudharabah adalah adlah suatu akad kerja sama kemitraan antara penyedia dana usaha (disebut shahibul maal/rabulmal) dengan pengelolaan dana/ manajemen usaha (disebut sebagai mudharib) untuk memperoleh hasil usaha dengan pembagian hasil usaha sesuai porsi (nisbah) yang disepakati bersama pada awal.

Tujuan akad ini adalah untuk mempertemukan kerjasama antara :

a) Pemilik modal yang tidak memiliki pengalaman/keahlian, waktu ataupun peluang untuk berusaha sendiri menjalankan proyek dengan;
b) Pihak yang mempunyai keahlian/pengalaman, peluang dan waktu untuk menjalankan suatu proyek tetapi tidak memiliki modal.

Dengan melakukan prinsip mudharabah ini maka titik temu dan alternatif pemecahan untuk tidak mendirikan dana, keterampilan dan pengalaman tidak dimanfaatkan secara optimal. Keuntungan yang dibagikan sesuai dengan rasio yang disepakati bersama, sedangkan jika usaha yang dijalankan mengalami kerugian maka shahib Al-mal akan kehilangan imbalan dari kerja keras dan manajerial skill selama proyek berlangsung.

2) Al-Musyarakah (Patnership, Project Financing Prticipation)
Musyarakah adalah akad Musyarakah adalah akad kerjasama di antara para pemilik modal yang mencampurkan modal mereka untuk tujuan mencari keuntungan.
Firman Allah SWT dalam surat Shaad ayat 24:

Artinya : “… dan Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini…”.

Keuntungan dari hasil usaha ini dibagi menurut hitungan secara proporsional antara proporsi penyertaan modal atau berdasarkan kesepakatan bersama. Jika terjadi kerugian, kewajiban masing-masing pihak yang menyertakan sahamnya hanya terbatas sampai jumlah modal masing-masing.

b. Jenis-jenis Jual Beli

1) Al-Mudharabah

Pembiayan mudharabah merupakan pembiayan di mana koperasi dalam hal ini bertindak sebagai shahibul maal (pemilik modal) sedangkan nasabah sebagai bai’ (pembeli), koperasi akan membeli komoditas dan menjual kepada nasabah pada harga yang telah disepakati kedua belah pihak. Pada pembiayaan jenis ini mengharuskan nasabah untuk melakukan pembayaran atas pokok pinjaman serta pendapatan margin atas pembiayaan pada saat jatuh tempo.

2) Bai’ Bitsaman Ajil
Pembiayaan Al-Bai’ Bitsaman Ajil disasarkan pada prinsip Bai’ (jual beli) di mana koperasi bertindak sebagai bai’ (penjual) dan nasabah bertindak sebagai musytari (pembeli). Koperasi akan membeli komoditas dan menjualnya kepada nasabah pada tingkat harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Koperasi dalam hal ini memperoleh keuntungan dari harga jual tersebut yang harus diangsur oleh nasabah secara bulanan.

c. Pembiayaan Al Qardh Ul-Hasan
Koperasi dalam hal ini bertindak sebagai muqaridh, menyediakan fasilitas dana kepada nasabah, dalam hal ini sebagai muqtaridh untuk pengelolaan usaha tanpa mengharapkan imbalan dari nasabah. Fasilitas ini biasanya merupakan fasilitas pembiayaan lunak yang diberikan kepada nasabah dalam rangka pelaksanaan kewajiban social terhadap nasabah yang betul-betul membutuhkan dan berhak menerimanya. Sistem pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun angsuran.

F. Produk-produk BMT AL-Amanah

Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) BMT Al-Amanah memiliki beberapa produk simpanan mudharabah yaitu dalam bentuk tabungan. Salah satu produk tabungan yang ada di BMT Al-Amanah adalah tabungan umat. Tabungan ini adalah bentuk simpanan dana milik masyarakat yang peduli dengan urusan ekonomi umat Islam di mana penyetoran dan pengambilannya dapat dilakukan setiap saat. Karakteristik dari tabungan umat adalah; pembukaan rekening dapat dilakukan secara perorangan atau kelompok, merupakan titipan murni dari nasabah, penyetoran dan pengambilan dana dilakukan dengan menggunakan slip yang tersedia, dan dana tabungan dapat dimanfaatkan untuk membantu modal usaha ummat khususnya anggota.

Selain tabungan ummat, KJKS BMT Al-Amanah juga memberikan fasilitas tabungan untuk pelajar atau siswa. Tabungan siswa adalah bentuk simpanan dana milik pelajar atau siswa yang penyetorannya dan pengambilannya dapat dilakukan setiap saat.

Karakteristik tabungan siswa adalah; pembukaan rekening dapat dilakukan dengan mudah dan praktis oleh pelajar/siswa, merupakan titipan murni dari pelajar/siswa, penyetoran dan pengambilan dana dapat dilakukan dengan menggunakan slip yang BMT sediakan, pengambilan lebih dari Rp.5.000,- slip pengambilan harus ditandatangani oleh orang tua/wali, dan dana tabungan apat dapat dimanfatkan oleh BMT Al-Amanah untuk membantu modal usaha ummat khususnya anggota.

Salah satu produk terbaru dari BMT Al-Amnah adalah deposito berjangka syari’ah yang diberi nama deposito amanah. Keistimewaan deposito amanah ini adalah; pengelolaanya secara syari’ah yang berarti menabung/mendepositokan uang di BMT AL-Amanah akan dinilai sebagai amal kebajikan karena sebagai suatu syiar agama untuk mengembangkan ekonomi Islam yang selama ini di dambakan, profit yang akan diterima disesuaikan dengan tingkat profit yang didapat olehBMT dengan tingkat asumsi 6%-13% setahun, dan profit yang tidak diambil akan dikreditkan kedalam rekening tabungan nasabah secara otomatis dan perpanjangan priode berikutnya akan dilakukan secara otomatis atau sesuai dengan permintaan deposan.

Di bawah ini adalah keterangan sumber dana pembiayaan Bai’ Bitsaman Ajil (BBA) BMT Al-Amanah:
a. Induk Koperasi Syariah (INKOPSYAH KE I 09) sebesar Rp 49.381.300,00
b. Induk Koperasi Syariah (INKOPSYAH KE II 10) sebesar Rp 93.683.168,00
Jadi total dana dari Induk Koperasi Syariah untuk pembiayaan Bai’ Bitsaman Ajil (BBA) adalah Rp 143.064.468,00

Terimakasih telah berkunjung di blog makalah gratis ini dan membaca contoh skripi lengkap Pengaruh Pembiayaan Qardhul Hasan Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil BAB III.

Mungkin anda tertarik untuk membaca :

Pengaruh Pembiayaan Qardhul Hasan Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil

Pengaruh Pembiayaan Qardhul Hasan Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil BAB II

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Pengaruh Pembiayaan Qardhul hasan Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil
  2. Contoh Proposal Akuntansi Manajemen Download
  3. Study Kritis Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Ekonomi Islam Dan Konvensional
  4. Contoh Skripsi Budaya Organisasi Sebagai Penunjang Peningkatan Kinerja Organisasi
  5. Dampak Pola Kemitraan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
  6. Perbandingan Pendapatan Usahatani Karet yang Menjual Karet ke Pasar Lelang dengan Non Pasar Lelang BAB II
  7. Penerapan Balanced Scorecard Pada Pt Telekomunikasi Tbk
  8. Perbandingan Pendapatan Usahatani Karet yang Menjual Karet ke Pasar Lelang dengan Non Pasar Lelang
  9. Pengaruh Pembiayaan Qardhul Hasan Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil BAB II
  10. Contoh Skripsi Dampak Pola Kemitraan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Kesejahteraan Masyarakat BAB II