Tumbuhan Langka Kantong Semar | Contoh Makalah Nepenthes sp | Contoh Makalah Kantong  semar

BAB I
PENDAHULUAN

Di Indonesia pada umumnya dan di Sumatera Utara pada khususnya. Akhir-akhir ini pemanfaatan tumbuhan Langka Kantong Semar (Nepenthes sp) oleh masyarakat terdapat kecenderungan meningkat sejalan dengan minat masyarakat untuk menangkarkan atau membudidayakannya. Namun sebelum memanfaatkan seharusnya masyarakat telah mengetahui terlebih dahulu status perlindungan jenis tumbuhan langka kantong semar tersebut, dimana seluruh jenis tumbuhan kantong semar (Nepenthes sp) termasuk jenis yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan telah terdaftar sebagai jenis yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa.

Pemanfaatan jenis tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp.) dapat dilakukan dengan mengikuti ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.19 / Menhut-II / 2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Pemanfaatan secara langsung jenis tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp.) berupa pengambilan dari dalam kawasan Taman Wisata Alam Sicikeh-Cikeh, hanya dapat dilakukan sebagai indukan dalam rangka penangkaran atau budidaya setelah mendapat izin dari Departemen Kehutanan dan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam selaku pelaksana Otoritas Pengelolaan (Management Authority. Berdasarkan rekomendasi dari lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai pemegang Otoritas Keilmuan (Scientific Authority) CITES di Indonesia. Selanjutnya tata cara pengambilan dan peredaran di dalam negeri maupun ke luar negeri mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar.

Dalam memanfaatkan jenis tumbuhan kantong semar (Nepenthes sp.) harus selalu memegang prinsip menghindari bahaya kepunahan atau menghindari penurunan potensi pertumbuhan populasinya. Hal tersebut dilakukan dengan mengendalikan penyalahgunaan jenis tumbuhan dan satwa liar atau bagian-bagiannya serta hasilnya dengan tetap menjaga keanekaragaman jenis dan keseimbangan ekosistem Taman Wisata Alam Sicikeh-Cikeh.

Kantung semar (Nepenthes spp.) merupakan tumbuhan eksotik dengan bagian yang berbentuk kantung di ujung-ujung bagian tumbuhan. Tumbuhan ini menjalar dan biasa tumbuh di daerah miskin unsur hara. Kantung yang dimiliki merupakan salah satu alat yang digunakan menangkap serangga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi

Sewaktu daun masih muda, Kantong pemangsa pada Nepenthes tertutup. Lantas, membuka ketika sudah dewasa. Namun bukan berarti kantung flora karnivora ini menutup sewaktu masih muda saja. Ia menutup diri ketika sedang mengganyang mangsa. Tujuannya supaya proses pencernaan berjalan lancar dan tidak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang sudah ia peroleh.

Bibir lubang kantung dilengkapi dengan alat penipu. Organ itu berwarna merah serta mampu menebarkan aroma manis. Warna bibir Kantong Semar yang merona serta beraroma manis itu akan memikat dan membuat lengah calon mangsa. Binatang yang terpikat akan tergelincir masuk ke dalam kantung antara yang licin. Cairan asam (enzim proteolase) yang berada dalam kantung tengah lalu mencerna tubuh mangsa itu. Tubuh mangsa naas itu kemudian diolah menjadi garam Posphat dan nitrat yang kemudian diserap oleh kantong Semar.

Tidak semua jenis Kantong Semar memiliki mangsa favorit yang sama. Semut adalah menu kesukaan bagi Nepenthes mirabilis namun ada juga yang menyukai rayap seperti N. albomarginata. Ada pula species katung semar yang “vegetarian” alias tak suka menyantap daging tetapi melalap guguran dedaunan dari tumbuhan yang berada di atasnya (Nepenthes ampullaria). Bahkan ada Kantung Semar yang menyukai kotoran burung (Nepenthes lowii).

BAB II
BAHAN DAN METODE

2.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan oktober 2008 sampai bulan februari 2009. Lokasi penelitian ini adalah taman wisata alam si cikeh-cikeh terdapat di pulau Pancur Nauli, Desa Lae Hole kecamatan Parbuluan kabupaten Dairi profinsi Sumatera Utara

2.2 Alat dan Bahan


Alat dalam penelitian ini antara lain Buku identifikasi spesies, Peta lokasi, Kompas, Kamera, Gunting, Parang, Meteran, Rol besi 30 m, Alat tulis, Lakban, Pasak, Aerothermo digital, Kamera digital, pH universal, bor tanah, hygrometer,

Bahan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : alcohol 70%, aquades, kantong plastic ukuran 40X50cm, kertas Koran, kertas label, karton tebal, label gantung, tali

2.3 Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Untuk mengetahui keberadaan spesies didalam komunitas, maka dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan metode kuadrat. Metode kuadrat ini adalah suatu teknik analisis vegetasi dengan menggunakan plot atau petak contoh yang pada umumnya berbentuk buju sangkar atau empat persegi panjang

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Tipe tipe Kantong semar atau tipe tipe Nepenthes yang telah di temukan sesuai habitat nya

a) Nepenthes Hutan Hujan Tropic Dataran Rendah

1. Nepenthes vaitchii
2. Nepenthes gymnamphora

b) Nepenthes Hutan Pegunungan


1. Nepenthes tentaculata
2. Nepenthes lowii

c) Nepenthes Hutan Gambut


1. Nepenthes refflesiana
2. Nepenthes ampullaria
3. Nepenthes gracilis

d) Nepenthes Padang Savanna


1. Nepenthes maxima

e) Danau
1. Nepenthes mirabilis

3.2 Komposisi Nepenthes di kawasan wisata alam sicikeh-cikeh


Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 7 spesies nephentes sp yang terdiri atas Nepenthes reinwardtiana, Nepenthes tobaica, Nepenthes spectabilis, Nepenthes rhombicaulis, Nepenthes rigidifolia dan 2 spesies diantaranya termasuk spesies hybrid alami yaitu Nepenthes reinwadtiana x Nepenthes stabilis dan Nepenthes reinwadtiana x Nepenthes tobaica

Gambar hasil penelitian Kantong semar : Gambar Nepenthes

1. Nepenthes reinwardtiana

Nepenthes reinwardtiana

2. Nepenthes tobaica

nepentes tobaika

3. Nepenthes spectabilis

Nepenthes spectabilis

4. Nepenthes rhombicaulis

Nepenthes rhombicaulis

5. Nepenthes rigidifolia

Nepenthes rigidifolia

6. Nepenthes reinwadtiana x Nepenthes stabilis

7.. Nepenthes reinwadtiana x Nepenthes tobaica

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang keanekaragaman Nepenthes dikawasan taman wisata alam sicikeh-cikeh sumatera utara dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Ditemukan 7 spesies nepenthes 2 diantaranya hibidra alami yaitu : Nepenthes reinwardtiana, Nepenthes tobaica, Nepenthes spectabilis, Nepenthes rhombicaulis, Nepenthes, Nepenthes reinwadtiana x Nepenthes stabilis dan Nepenthes reinwadtiana x Nepenthes tobaica
2. Kelembapan udara, pH tanah, pH air serasah dengan indeks kanekaragaman nepenthes didapatkan arah korelasi yang berlawanan. Sedangkan suhu udara, intesitas cahaya dan suhu tanah didaptkan arah korelasi yang searah

4.2 Saran
Perlu dialakukan pemantauan, pengawasan, dan perlindungan tumbuhan Nepenthes di taman wisata alam sicikeh-cikeh mengingat Nepenthes adalah tumbuhan langka dan dilindungi dan ada spesies endemic agar tidak terjadi exploitasi berlebihan

DAFTAR PUSTAKA

Akhriadi, P, Hernawati, R Tambrin. 20004. A new spesies of nepenthes from sumatra. Rainwardtiana (12)2.
Arief, A. 1994. Hutan, hakekat dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Yayasan obor Indonesia. Jakarta
Fachrul. 2007. Metode Sampling Biokologi. Bumi aksara. Jakarta

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Contoh Makalah Asam Lemak | Makalah Tentang Lemak
  2. Makalah Sistem Pencernaan Pada Manusia
  3. Anti Kuman Pada Lalat / Drosophila
  4. Cabang-Cabang Ilmu Biologi
  5. Contoh Laporan Variasi Individu
  6. Pengertian Lipid
  7. Imitasi Genetik III
  8. ALELOPATI
  9. Identifikasi Jenis Jenis Lumut (Bryophyta) di Kebun Raya Bukit Sari
  10. Materi Bioteknologi