Model Pembelajaran Simulasi

makalah Model Pembelajaran Simulasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam memebelajarkan siswa agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam pembelajaran. Setiap metode mengajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam membentuk pengalaman balajar siswa, tetapi satu dengan yang lainnya saling menunjang.

Dalam kegiatan belajar ini akan dikemukakan tantang konsep, karakteristik, prosedur, keterbatasan, dan keunggulan metode mengajar simulasi yang mungkin banyak digunakan oleh guru.

Penggunaan metode mengajar yang didasarkan pada pembentukan kemampuan siswa, seperti memiliki kreativitas. Setiap metode mengajar memiliki keunggulan dan kekurangan sehingga hal tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih metode tersebut. Kelemahan-kelemahan metode harus diantisipasi dan dikaji oleh guru agar penggunaannya dapat efektif

BAB II
PEMBAHASAN

Metode simulasi merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. Proses pembelajaran yang menggunakan simulasi cenderung objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan mengajar yang bersifat pura-pura. Kegiatan simulasi dapat dilakukan oleh siswa pada kelas tinggi di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran, siswa akan dibina kemampuannya berkaitan dengan keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam kelompok. Disamping itu, dalam metode simulasi siswa diajak untuk bermain peran beberapa perilaku yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Ada beberapa jenis model simulasi di antaranya, yaitu:

1. Bermain peran (role playing)
Dalam proses pembelajarannya metode ini mengutamakan pola permainan dalam bentuk dramatisasi. Dramatisasi dilakukan oleh kelompok siswa dengan mekanisme pelaksanaan yang diarahkan oleh guru untuk melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan / direncanakan sebelumnya. Simulasi ini lebih menitik beratkan pada tujuan untuk mengingat atau menciptakan kembali gambaran masa silam yang memungkinkan terjadi pada masa yang akan datang atau peristiwa yang aktual dan bermakna bagi kehidupan sekarang.

2. Sosiodrama
Dalam pembelajarannya yang dilakukan oleh kelompok untuk melakukan aktivitas belajar memecahkan masalah yang berhubungan dengan masalah individu sebagai makhluk sosial. Misalnya, hubungan anak dan orangtua, antara siswa dengan teman kelompoknya.

3. Permainan simulasi (Simulasi games)

Dalam pembelajarannya siswa bermain peran sesuai dengan peran yang ditugaskan sebagai balajar membuat suatu keputusan.

A. Karakteristik Metode Simulasi
Metode mengajar simulasi banyak digunakan pada pembelajaran IPS, PKn, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Apresiasi. Pembinaan kemampuan bekerjasama, komunikasi dan interaksi merupakan bagian dari keterampilan yang akan dihasilkan melalui pembelajarn simulasi. Metode mengajar simulasi lebih banyak menuntut aktivitas siswa sehingga metode simulasi sebagai metode yang berlandaskan pada pendekatan CBSA dan keterampilan proses.

Disamping itu, metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis konstektual, salah satu contoh bahan pembelajaran dapat diangkat dari kehidupan sosial, nilai-nilai sosial maupun permasalahan-permasalahan sosial yang aktual maupun masa lalu untuk masa yang akan datang. Permasalahan- permasalahan yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan sosial maupun membentuk sikap atau perilaku dapat dilakukan melalui pembelajaran ini.

Langsung maupun tidak langsung melalui simulasi kemampuan siswa yang berkaitan dengan bermain peran dapat dikembangkan. Siswa akan menguasai konsep dan keterampilan intelektual, sosial, dan motorik dalam bidang-bidang yang dipelajarinya serta mampu belajar melalui situasi tiruan dengan sistem umpan balik dan penyempurnaan yang berkelanjutan.

B. Prosedur
Prosedur metode simulasi yang harus ditempuh dalam pembalajaran adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan topik simulasi yang diarahkan oleg guru
2. Menetapkan kelompok dan topik-topik yang akan dibahas
3. Simulasi diawali dengan petunjuk dari guru tentang prosedur, teknik, dan peran yang dimainkan
4. Prose pengamatan terhadap proses, peran, teknik, dan prosedur dapat dilakukan dengan diskusi.
5. Kesimpulan dan saran dari kegiatan simulasi

Menurut Suwarna, M.Pd Langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam melaksanakan simulasi adalah:
a. Menentukan topik serta tujuan yang ingin dicapai.
b. Memberikan gambaran tentang situasi yang akan disimulasikan.
c. Membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing.
d. Menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaan simulasi.
e. Melaksanakan simulasi.
f. Melakukan penilaian

C. Prasyarat Yang Mengoptimalkan Pembelajaran Simulasi
Untuk menunjang efektivitas penggunaan metode simulasi perlu dipersiapkan kemampuan guru meupun kondisi siswa yang optimal. Dibawah ini dijelaskan tentang kemampuan guru dan kondisi siswa guna mendukung efektivitas metode simulasi dalam pembelajaran.

Kemampuan guru yang harus diperhatikan untuk menunjang metode simulasi di antaranya:
a. Mampu membimbing siswa dalam mengarahkan teknik, prosedur, dam peran yang akan dilakukan dalam simulasi.
b. Mampu memberikan ilustrasi.
c. Mampu menguasai pesan yang dimaksud dalam simulasi tersebut.
d. Mampu mengamati secara proses simulasi yang dilakukan oleh siswa
Adapun kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan dalam penerapan metode simulasi adalah:
a. Kondisi, minat, perhatian dan motivasi siswa dalam bersimulasi
b. Pemahaman terhadap pesan yang akan menstimulasikan
c. Kemampuan dasar berkomunikasi dan berperan

D. Keunggulan
Beberapa keunggulan penggunaan metode simulasi diantaranya adalah:
a. Siswa dapat melaksanakan interaksi sosial dan kominikasi dalam kelompoknya.
b. Aktivitas siswa cukup tinggi dalam pembelajaran sehingga terlibat langsung dalam pembelajaran.
c. Dapat mebiasakan siswa untuk memahami permasalahan sosial , hal ini dapat dikatakan sebagai implementasi pembelajaran yang berbasis konstekstual.
d. Melalui kegiatan kelompok dalam simulasi dapat membina hubungan personal yang positif.
e. Dapat membangkitkan imajinasi.
f. Membina hubungan komunikatif dan kerjasama dalam kelomok

E. Kelemahan
Namun demikian, dalam metode simulasi masih tetap ada kelemahan atau kendala-kendala yang kemungkinan perlu diantisipasi oleh para guru jika akan menerapkan metode ini, diantaranya adalah:
a. Relatif memerlukan waktu yang cukup banyak.
b. Sangat bergantung pada aktivitas siswa.
c. Cenderung memerlukan pemanfaatan sumber belajar.
d. Banyak siswa yang kurang menyenangi simulasi sehingga simulasi tidak efektif.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penggunaan metode simulasi esensinya menyejikan bahan pelajaran melalui objek atau kegiatan pembelajaran yang bukan sebenarnya. Pengalaman belajar yang diperoleh dari metode ini meliputi kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian.
B. Saran
Agar kegiatan belajar mengajar berjalan efektif , maka guru harus mampu memilih metode mengajar yang paling sesuai. Proses pembelajaran akan efektif jika berlangsung dalam situasi dan kondisi yang kondusif, hangat, menarik, menyenangkan, dan wajar. Oleh karena itu guru perlu memahami berbagai metode mengajar dengan berbagai karakteristiknya, sehingga mampu memilih metode yang tepat dan mampu menggunakan metode mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan maupun kompetensi yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Arief, DR. Armai. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press.
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. 1994. Cet. I. Jakarta: Kalam Mulia.
Egan, M.D. (1983) Concepts in Architectural Lighting, Mc Graw-Hill Inc., New York.
Caram, R.M. (2002) Solar Refelectance of Colours for External Paints Obtained by Spectrophotometric Analysis, International Symposium 14-16 October 2002, Jakarta-Indonesia.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Fenomena Pendidikan Di Lingkungan Keluarga
  2. Cara Mengatasi Mode Visual Hilang | Visual Editor WordPress Hilang
  3. Penting Nya Air Hangat
  4. Mengapa Babi Haram Secara Ilmiah
  5. Kebudayaan Suku Sunda
  6. Kontes Seo Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia
  7. Bahaya Seks Bebas dan Akibatnya
  8. Mengoptimalkan Daya Ingat
  9. Raja Gypsum
  10. Contoh Proposal Budidaya Belut