Makalah Ilmu Sosial Budaya Dasar : Pada postingan kali ini kita akan membahas makalah ISBD atau Makalah lengkap Ilmu Sosial Buaya Dasar. Adapaun Cara Membuat Makalah Ilmu budaya Dasar ini adalah dengan menulis ulang buku Ilmu Budaya Dasar dan merangkum nya, sekaligus menjadikan nya Makalah Ilmu Dan Budaya dasar. Semoga Makalah ISBD di bawah ini bisa memberi manfaat bagi anda yang sedang kebingunan mencari makalah budaya dasar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ilmu Sosial Dasar ( ILMU SOSIAL DASAR ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social. Pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-asalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan teori-teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu–ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).

1.2. Rumusan Masalah

1) Bagaimana masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan?

2) Apa saja masalah individu, keluarga dan masyarakat?

3) Bagaimana masalah yang di hadapai pemuda dan cara bersosialisasi?

4) Apa saja masalah hubungan antara warga negara dan Negara?

5) Bagaimana mengatasi masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat?

6) Apa yang membedakan masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan?

7) Apa saja pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi?

8) Bagaimana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan?

1.3. Tujuan

Ilmu Sosial Dasar membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan ciri – ciri kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia -manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik.

Ilmu Sosial Dasar juga merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

2.1.1. PETUMBUHAN PENDUDUK DAN MIGRASI

Dalam sebuah buku “Masalah Penduduk” karangan Claudio Esteva Fabrengat dan S. Gopianthan disebutkan : “jam berdetak. Tiap detik muncul dua mulut tambahan untuk diberi makan, tiap hari terdapat kelebihan kelahiran 200.000 ketimbang kematian, sehingga tiap bulan bertambah enam juta lebih.

Problem kependudukan juga mengetahui Indonesia sebagai salah satu negara dunia ketiga yang sedang giat-giatnya membangun. Bila dilihat penyebabnya maka beberapa faktor yang mendorong terjadinya problem kependudukan tersebut baik secara kuantitatif maupun kualitatif, antara lain :

a. Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban manusia terutama di bidang teknologi baru, pelayanan kesehatan, pendidikan, komunikasi dan lain-lain.

b. Dorongan atau hasrat naluri manusia yang selalu memperoleh kondisi yang labih baik dari pada sebelumnya di dalam kehidupannya baik materil maupun intelektual.

c. Keterbatasan kemampuan dukungan alam dan sumber alam serta dukungan lainnya yang diperlukan.

d. Keamanan dan kestbilan negara terutama setelah pemerintah Orde Baru dengan titik perhatian utama kepada usaha di bidang pembangunan telah membawa pengaruh terhadap tingkat kesejarteraan yang lebih baik.

Perkembangan Penduduk Dunia Tahun 1830 – 2006
Tahun Jumlah Penduduk Perkembangan Penduduk
1830 1 milyard -
1930 2 milyard 1 %
1960 3 milyard 1,7 %
1975 4 milyard 2,2 %
1987 5 milyard 2 %
1996 6 milyard 2 %
2006 7 milyard 2 %

Pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :

a. Kematian (Mortalitas)
b. Kelahiran (Fertilitas)
c. Migrasi

2.1.2. PEMBAGIAN KERJA DALAM MASYARAKAT

Mata pencaharian, kegiatan ekonomi, merupakan suatu aktivitas menusia guna mempertahankan hidupnya dan memperoleh hidup yang layak. Corak dan macam aktivitas berbeda sesuai dengan kemampuan masyarakat yang bersangkutan.

Menurut Koentajaraningrat urutan system mata pencaharian hidup adalah sebagai berikut :
1. Berburu dan meramu.
2. Perikanan.
3. Bercocok tanam di lading.
4. Bercocok tanam menetap.

Sedangkan menurut Jones dan Darkenwald adalah sebagai berikut :
1. Pengumpulan.
2. Perburuan.
3. Perikanan.
4. Peternakan dan Pertanian (Farming).
5. Kehutanan.
6. Kerajinan dan Perusahaan Rumah Tangga.
7. Industri, Pertambangan dan Pengangkutan.
8. Perdagangan (Trade).

2.1.3. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan dan masyarakat adalah ibarat dua sisi mata uang, satu sama lain tidak dapat dipisahkan.

Kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang berarti budi akal.
Unsur – Unsur Kebudayaan

Mengenai unsure-unsur pokok dari kebudayaan tersebut ada beberapa pandangan dari beberapa sarjana. Melvil Le Y. Herskovit mengajukan ada empat unsure pokok dari kebudayaan yaitu :
1. alat-alat teknologi
2. system ekonomi
3. keluarga
4. kekuasaan politik

Sarjana lain yaitu C. Kluck Hohn menguraikan ulasan-ulasan para sarjana mengenai pokok unsure dari kebudayaan dan menyimpulkan pendapat-pendapat para sarjana bahwa menunjukkan adanya tujuh unsure kebudayaan yang dianggap Culture Universal, yaitu :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (Pakaian, Perumahan, Alat-alat Rumah Tangga, Senjata, Alat-alat Produksi, Transport, dan sebagainya).
2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (Pertanian, Peternakan, Sistem Produksi, Sistem Distribusi dan sebagainya).
3. Sistem kemasyarakatan (Sistem Kekerabatan, Organisasi Politik, Sistem Hukum, Sistem Perkawinan).
4. Bahasa (Lisan maupun Tertulis).
5. Kesenian (Seni Rupa, Seni Suara, Seni Gerak dan sebagainya).
6. Sistem Pengetahuan.
7. Religi (Sistem Kepercayaan).

Apabila dirinci secara khusus kedalam unsure-unsurnya, maka kebudayaan itu sedikitnya ada 7 unsur :
1. Sistem religi dan upacara keagamaan
2. Sistem dan organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Bahasa
5. Kesenian
6. Sistem mata pencaharian hidup
7. Sistem teknologi dan peralatan (Koentjaraningrat, 1974)

Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat

Fungsi kebudayaan bagi masyarakat sangat besar. Hal ini disebabkan ada dua, yaitu :

1. Bermacam-macam hakikat yang ahrus dihadapi oleh masyarakat dan anggota-anggota masyaeakat misalnya kekuatan alam sekitan dan kekuatan-kekuatan dalam masyarakat itu sendiri.

2. Manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik di bidang spiritual maupun material. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tersebut sebagian besar harus dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri.

2.1.4. PRANATA-PRANATA DAN INSTITUSIONALISASI

a. Pranata-pranata

Pranata adalah sistem pola sosial yang tersusun rapi dan bersifat permanen serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang bersifat kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Pranata sosial adalah terjemahan dari istilah asing “Social Institution”. Walaupun Social Institution, ada yang menterjemahkan dengan istilah lembaga kemasyarakatan.

Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat daripada nomra-norma tersebut, dikenal adanya empat pengertian, yaitu :

1. Cara (Usage)

2. Kebiasaan (Folkways)

3. Tata Kelakuan (Mores)

4. Adat Istiadat (Custom)

Contoh-contoh dari apa yang disebutkan pranata sosial itu sebagai berikut:

1. Pranata kekeluargaan, ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan ketertiban.

2. Pranata ekonomi, ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi pencarian hidup, memproduksi, menimbun dan mendistribusi harta dan benda.

3. Pranata pendidikan, ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penerangan dan pendidikan manusia supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna.

4. Pranata ilmiah, ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia, menyelami alam semesta sekelilingnya.

5. Pranata keindahan dan rekreasi, ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia menyatakan rasa keindahan dan untuk rasa rekreasi.

6. Pranata kaegamaan, ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia berhubungan dengan tuhan atau dengan alam gaib.

7. Pranata pemerintah, ialah pranata yang bertujuan untuk mengatur kehidupan berkelompok secara besar-besaran atau kehidupan bernegara.

8. Pranata kesehatan jasmani, ialah pranata yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan jasmani manusia.
`
b. Institusionalisasi

Institusionalisasi adalah perkembangan sistem yang teratur dari norma status dan peranan-peranan yang ditetapkan yang diterima masyarakat. Melalui instusionalisasi, perilaku yang spontan dan semuanyadigantikan dengan perilaku yang teratur dan direncanakan.
Suatu perkumpulan baru dinyatakan sebagai institusi (Lembaga) bila di dalamnya ada unsure-unsur sistem sosial yang teratur, seperti yang telah dikemukaan oleh Loomis (1960) sebagai berikut :

1) Kepercayaan
2) Sentimen
3) Tujuan
4) Norma
5) Status-peranan (kedudukan)
6) Ranking
7) Power
8) Sanksi
9) Fasilitas

Fungsi Lembaga

a) Fungsi lembaga keluarga meliputi :
1) pengaturan perilaku keturunan.
2) memelihara kelangsungan, keturunan melalui kelahiran-kelahiran.
3) merawat dan melindungi anak-anak.
4) mensosialisasikan anak.
5) mengatur penempatan status, sebagai penerus warisan sosial.
6) mencukupi kebutuhan ekonomi sebagai unit pokok produksi dan konsumsi ekonomi.

b) Fungsi lembaga-lembaga pendidikan meliputi :

1) memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan.
2) benrtindak sesuai perantara pemindahan warisan kebudayaan.
3) memperkenalkan kepada individu- individu tentang berbagai peranan dalam masyarakat.
4) mempersiapkan para individu dengan berbagai peranan sosial yang dikehendaki.
5) member landasan bagi penilaian dan pemahaman status relatif.
6) meningkatkan kemajuan melalui pengikutsertaan dalam riset-riset ilmiah.
7) memperkuat penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan sosial.

c) Fungsi lembaga-lembaga keagamaan, meliputi:

1) bantuan terhadap pencarian identitas moral
2) memberikan penafsiran-penafsiran untuk membantu menjelaskan keadaan lingkungan fisik dan sosial seseorang
3) peningkatan kadar keramahan bergaul, kohesi sosial, dan solidaritas kelompok.

d) Fungsi lembaga-lembaga ekonomi meluputi :

1) produksi barang dan jasa
2) distributor barang dan jasa serta pendistribusian sumber-sumber daya ekonomi (tenaga, peralatan)
e) Fungsi lembaga-lembaga pemerintahan meliputi :
1) pelembagaan norma meliputi undang-undang yang disampaikan oleh badan-badan legeslatif
2) melaksanakan undang-undang yang telah disetujui
3) penyelesaian konflik yang terjadi di antara para anggota masyarakat
4) penyelenggaraan pelayanan-pelayanan seperti perawatan kesehatan, kesejahtaraan dan lain-lain
5) melindungi para warga Negara dari serangan bangsa-bangsa lain dan pemeliharaan kesiapsiagaan menghadapi bahaya.

2.2. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

2.2.1. PERTUMBUHAN INDIVIDU

Manusia sebaga makhluk yang paling sempurna diantara makhluk hidup ciptaan Tuhan, karena manusia memiliki akal. Namun demikian sebagai makhluk biologis merupakan individu yang memikili potansi-potensi kejiwaan yang harus dikembangkan. Dalam rangka perkembangan individu ini diperlukan suatu keterpaduan antara pertumbuhan jasmani dan rohani.

Perkembangan Individu

Manusia mempunyai masa muda yang panjang dan masa belajar yang panjang pula, karena :

1) Tugas-tugas hidup yang dihadapi jauh lebih banyak dan kompleks daripada yang dihadapi oleh binatang.

2) Makin banyak seluk-beluk yang terdapat dalam masyarakat, makin banyak pula hal-hal yang harus dipelajari oleh generasi baru, dan makin panjanglah masa mudanya.

HUKUM DAN TEORI PERKEMBANGAN

Hukum-hukum Perkembangan :
1) Hukum konvergensi (perpaduan)
2) hukum mempertahankan diri dan perkembangan
3) Hukum kesatuan organis
4) Hukum pemto perkembangan
5) Hukum irama (rythme) perkembangan
6) Hukum masa peka
7) Hukum perbandingan di masa perkembangan
8) Hukum Predestinasi (Hukum Nasib-Takdir)
9) Hukum Rekapitulasi

Teori-teori Perkembangan

1) Teori Nativisme (natiyus = pembawaan)
Tokoh Schopenhauer (Jerman)

2) Teori Empirisme (empiris = pengalaman)
Tokoh J. Locke (Inggris)

3) Teori Konvergensi (konvergensi = kerjasama perpaduan)
Tokoh W. Stern (Jerman)

4) Teori Biogenetis = Teori Rekapitulasi = Teori Ulangan.

Biogenetis = pertumbuhan

rekapitulasi = ulangan

Tokoh-tokoh aliran ini :

 Haeckel (Jerman)
 Stanley Hall (USA)

Konsep-konsep Perkembangan

1) Konsepsi-konsepsi asosiasi
2) Konsepsi-konsepsi Gestalt
3) Konsepsi Neo-Gestalt
4) Konsepsi-konsepsi Sosiologis
5) Konsepsi Freudianisme
6) Konsepsi Bio-sosial

Tahap-tahap Perkembangan

a) Tahap perkembangan berdasarkan Biologis
b) Tahap perkembangan berdasarkan Didaktis/Instruksional
c) Tahap perkembangan berdasarkan Psikologis

2.2.2. FUNGSI-FUNGSI KEKELUARGAAN

Kekeluargaan adalah merupakan kelompok primer yang paling penting penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.

Di sini kita sebutkan 5 macam sifat yang terpenting, yaitu ;

a) Hubungan suami – istri.
b) Bentuk perkawinan di mana suami-istri itu diadakan dan dipelihara.
c) Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan.
d) Milik atau harta benda keluarga
e) Pada umumnya keluarga itu mempunyai tempat tinggal bersama/rumah bersama.

Dasar Pembentukan Keluarga

Di dalam membicarakan masalah pembentukan keluarga tidak dapat lepas dari pembentukan kelompok pada umumnya. Ada beberapa pendapat yang mendasari apa sebab individu membentuk kelompok.

Pendapat I : Pembentukan kelompok atas dasar persamaan.
Pendapat II : Pembentukan kelompok atas dasar perbedaan.
Pendapat III : Pembentukan kelompok atas dasar hubungan yang tertentu baik persamaan maupun perbedaan.

Fungsi Keluarga

Keluarga mempunyai fungsi-fungsi pokok yang meliputi : pemenuhan kebutuhan biologis dan emosional/perasaan, pendidikan sosialisasi, ekonomi dan pengawasan sosial.

Secara khusus dapat dikemukakan bahwa :
1) Fungsi keluarga ini meliputi : hubungan seks, ekonomi, reproduksi dan edukasi.
2) Keluarga juga mempunyai fungsi ekonomi, artinya bagi kelangsungan hidupnya, keluarga harus mengusahakan penghidupannya.
3) Fungsi ke tiga yang vital dari keluarga inti adalah reproduksi.
4) Fungsi keluarga inti yang ke empat adalah fungsi edukasi.

2.2.3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

a. Arti Masyarakat
Masyarakat adalah pergaulan hidup manusia, sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan-katan antara aturan tertentu.

Unsur dari masyarakat adalah :

1) Harus ada kelompok (pengumpulan) manusia, dan harus banyak jumlahnya, dan bukan mengumpulkan binatang.
2) Telah berjalan dalam waktu yang lama dan bertempat tinggal dalam daerah yang tertentu.
3) Adanya aturan (undang-undang) yang mengatur mereka bersama, untuk maju kepasa satu cita-cita yang sama.

Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk Hidup Bermasyarakat : Manusia sejak lahir sampai mati selalu hidup dalam masyarakat tidak mungkin manusia itu hidup di luar masyarakat. Aristoteles mengatakan : bahwa makhluk hidup yang tidak hidup dalam masyarakat adalah ia sebagai malaikat atau seekor hewan.

b. Masyarakat sebagai tempat antar hubungan sosial

1) Kelompok primer dan sekunder
Kelompok primer adalah kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat dan bersifat pribadi.

2) In Group dan Out Group
In Group atau kelompok dalam, adalah setiap kelompok yang dipergunakan oleh seseorang untuk mengidentifikasikan dirinya sendiri, sedangkan Out Group atau kelompok luar adalah semuanya berada di luar kelompok dalam.

3) Gemeinschaft dan Gesellschaft
Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama dimana terdapat unsure pengikat berupa hubungan batin yang murni yang bersifat alamiah dan kekal.

4) Formal Group dan Informal Group

5) Community
Community adalah kelompok yang memperhitungkan keanggotaannya berdasarkan hubungan anggotanya dengan lingkungan setempat (local).

6) Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota
Salah satu perbedaan yang ada dalam masyarakat modern adalah antara desa dan kota.

7) Kerumunan dan Pulik
Ada kelompok yang tidak terorganisir yang kiranya perlu kita singgung seperti kerumunan dan public. KElompok yang kadang-kadang menampilkan kelakuan yang irrasional, tidak dikehendaki, emosional, merupakan suatu studi yang menarik bukan saja bagi ahli ilmu-ilmu sosial, tetapi juga bagi orang yang berminat terhadapnya.

2.3. PEMUDA DAN SOSIALISASI

2.3.1. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI

Sebelum membicarakan internalisasi belajar da spesialisasi, baiklah kami kutip sebuah artikel yang dimuat pada harian kompas, hari Senin, tanggal 11 februari 1985, sebagai berikut :

Masa ramaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematic, masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi (keadaan tanpa norma atau hukum, Red) akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua.
Masalah kepemudaan dapat ditinjau dari 2 asumsi yaitu :
1) Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri-sendiri. Pemuda dibedakan dari anak dan orang tua dan masing-masing fragmen itu mewakili nilai sendiri.
2) Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri. Tafsiran-tafsiran klasik didasarkan pada anggapan bahwa kehidupan mempunyai pola yang banyak sedikitnya. Sudah tentu dan ditentukan oleh mutu pemikiran yang diwakili oleh generasi tua yang bersembunyi di balik tredisi.
Dalam hal terakhir ini ia mengidentifikasi dirinya dengan sebuah kelompok di luar membership-group-nya kelompok tempat identifikasi dirinya disebut juga reference-group.
Jadi, reference-group merupakan kelompok yang norma-normanya, sikap-sikapnya, dan tujuannya sangat ia setujui, dan ia ingin ikut serta dalam arti bahwa ia senang kepada kerangka norma, sikap, dan tujuan yang dimiliki kelompok tersebut.

2.3.2. PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya.
a. Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pola dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda diterapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978.
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda di susun berlandaskan :
1) Landasan idiil : Pancasila
2) Landasan konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945
3) Landasan strategis : Garis-garis Besar Haluan Negara
4) Landasan historis : Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
5) Landasan normative : Etika, tata nilai dan tradisi luhur
yang hidup dalam masyarakat

b. Masalah dan Potensial Generasi Muda
1) Permasalahan Generasi Muda
Berbagai Permasalahan Generasi Muda yang muncul pada saat ini antara lain :
a) Dirasa menurunnya jiwa idealism, patriotism dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
b) Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c) belum seimbangnya antara generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal amupun yang nonformal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hany merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
d) Kurangnya lapangan kerja/kesempatan kerja serta tingginya tingakt pengangguran/setelah pengangguran dikalangan generasi muda dan menyebabkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat keceatan laju perkemabangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e) Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan dikalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan seimbang di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
f) Masih banyaknya perkawinan dibawah umur, terutama dikalangan masyarakat daerah pedesaan.
g) Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
h) Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
i) Belum adanya peraturan perundang-undanganyang menyangkut generasi muda.

2) Potensi-potensi Generasi Muda/Pemuda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a) Idealisme dan daya kritis
b) Dinamika dan kreatifitas
c) Keberanian mengambil resiko
d) Opyimis da kegairahan semangat
e) Sikap kemandirian dan disiplin murni
f) Terdidik
g) Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h) Patriotisme dan nasionalisme
i) Sikap kesatria
j) Kemampuan pengasaan ilmu dan teknologi

2.3.3. PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
A. Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Jika pada abad ke 20 ini planet bumi ini dihuni oleh mayoritas penduduk berusia muda, denga perkiraan berusia 17 tahunan, tentu akan menimbulkan beberapa pertanyaan. Dua diantara deretan pertanyaan yang muncul adalah :
1. Apakah generasi muda itu telah mendapat kesempatan mengeyam dunia penidikan dan keterampilan sebagai modal utama bagi insane pembangunan?
2. Sampai di mana penyelenggaraan pendidikan foramal dan non-formal berperan bagi pembangunan, terutaa bagi Negara-negara yang sedang berkembang?

B. Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Namun demikian tidak dapat dbahwa kualitas sum ber daya manusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalam proses pembangunan.

2.3.4. PERANAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT
Peranan pemuda di dalam masyarakat dapat kita bedakan atas dua hal, yaitu :
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya.
Berdasarkan peran yang pertama dibedakan atas :
1) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang meneruskan tradisi mendukung tradisi dan yang oleh sebab itu dengan sendirinya berusaha mentaati tradisi yang berlaku dalam tingkah laku perbuatan masing-masing. Dalam hubungannya dengan persoalan ini menjadi kewajiban bagi pemuda untuk melestarikan kebudayaan bangsa.
2) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang berusaha menyesuaikan diri, baik dengan orang-orang atau golongan-golongan yang berusaha mengubah tradisi, dengan demikian akan terjadi perubahan dalam tradisi dalam masyarakat.
b. Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Berdasarkan peranan pemuda yang kedua dibedakan atas :
1) Jenis pemuda urakan
2) Jenis pemuda nakal
3) Jenis pemuda radikal

C. Tujuan Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda/Pemuda
Jalur Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda :
a. Kelompok Jalur Utama
Kelompok Peminaan dan Pengembangan Generasi Muda lewat jalur utama ini meliputi :
1) Jalur Keluarga
2) Jalur Generasi Muda
b. Kelompok Jalur Penunjang
Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda melalui jalur ini meliputi :
1) Jalur sekolah/pra sekolah
2) Jalur Masyarakat
c. Kelompok Jalur Koordinatif
Yang dimaksud dengan jalur koordinatif di sini adalah jalur pemerintah.

2.4. WARGANEGARA DAN NEGARA

2.4.1. HUKUM, NEGARA DAN PEMERINTAH
a. Hukum
Manusia menurut Aristoteles adalah Zoon Politiconyaitu manusia yang hidup bermasyarakat. Hidup bersama itulah disebut hidup bermasyarakat. Hidup yang bermasyarakat berarti dalam mencapai tujuan dan melaksanakan atau mempertahankan hak-hak anggota masyarakat harus bersama pula.
Oleh karena itu diperlukan adanya tata aturan norma yang akan mengatur tugas-tugas dan hak-hak dalam mencapai tujuan bersama/perorangan maupun untuk mempertahankan tujuan bersama/perorangan dan mempertahankan hak-hak bersama/perorangan.
Apabila tata itu mengatur masyarakat besar yaitu suatu bangsa yang telah sadar akan hak-haknya,maka itu disebut tata kenegaraan atau tata Negara. Dengan adanya tata/norma ini baik tertulis maupun tidak, maka udah ada aturan yang harus diikuti. Sebagai suatu contoh tata/norma yang tidak tertulis dalam pergaulan sehari-hari ialah tata karma (Jawa Barat) dan di Jawa Tengah disebut toto kromo.
Aturan atau kaidah ada 4 macam :
a. norma agama
b. norma kesusilaan
c. norma kesopanan
d. norma hukum
Aturan-aturan tersebut lazimnya disebut kaidah atau “norma”, berasal dari bahasa Latin “norma”.
Kaidah-kaidah atau norma yang dapat mempengaruhi tingkah laku orang dalam masyarakat itu, berasal dari agama, kesusilaan, kesopanan dan hukum. sebagai contoh :

a. Jangan Mencuri ! (Kaidah Agama)
b. Kamu tidak boleh membunuh orang ! (Kaidah Kesusilaan)
c. Kamu jangan memfitnah orang ! (Kaidah Kesopanan)
d. Jalanlah di sebelah kiri ! (Kaidah Hukum)

Macam-macam Hukum
Hukum adalah suatu perasaan tidak enak (sengsara) yang dijatuhkan oleh Hakim dengan vonis pada orang yang telah melanggar Undang-undang Hukum Pidana.
Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), hukuman itu dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
a) Hukum Pokok, yang terdiri dari :
1) Hukuman mati.
2) Hukuman penjara.
3) Hukuman kurungan.
4) Hukuman tutupan.
5) Hukuman denda.
b) Hukum an Tambahan, yaitu :
1) Pencabutan beberapa hak tertentu.
2) Perampasan beberapa barang tertentu.
3) Pengumuman putusan Hakim.
b. Negara
Negara adalah kelompok besar manusia yang telah lama tinggal di suatu wilayah tertentu dan memiliki undang-undang untuk mengatur mereka serta mempunyai tujuan yang sama. Jadi dapat dikatakan, bahwa unsur-unsur Negara itu ialah:
1) Harus ada wilayah (daerah)
2) Harus ada rakyat
3) Harus ada pemerintahan, yang menguasai seliruh daerah dan rakyat (Pemerintah yang berkedaulatan)
4) Harus ada tujuan.

Asal Mula Terjadinya Negara
1) Sejarah Terjadinya Negara
Sudah menjadi kodrat alam bahwa manusia sejak dahulu kala selalu hidup bersama-sama dalam suatu kelompok. Dalam kelompok manusia itu mereka berjuang bersama-sama mempertahankan hidupnya : mencari makan, melawan bahaya dan bencana serta melanjutkan keturunan.
Mula-mula kelompok-kelompok manusia itu hidup dari perburuan dank arena itu mereka selalu berpindah-pindah tempat. Kemudian oleh perkembangan peradaban, mereka mulai hidp menetap pada suatu tempat tertentu karena mereka telah mulai mengenal peternakan dan bercocok tanam.
Untuk mempertahankan hak hidup mereka pada tempat tinggal yang tertentu yang mereka anggap baik untuk sumber penghidupan bagi kelompoknya, diperlukan seseorang atau sekelompok kecil orang-orang yang bertugas untuk mengatur dan memimpin kelompoknya.

c. Pemerintah
Pemerintah tidak dapat dipisahkan dari pengertian Negara. Sebab, Negara sebagai organisasi dan lembaga bangsa memiliki kekuasaan. Pengaturan penggunaan kekuasaan dan batas-batasnya ditetapkan dalam undang-undang Negara. Demikian pula pengaturan urutan (hirarkhi) kekuasaan serta sumber kekuasaan Negara.

Hak Warga Negara Republik Indonesia
Seperti telah disebutkan di depan, hak-hak dasar warga Negara Republik Indonesia telah tercantum dalam UUD 1945 antara hak-hak dasar itu :
 Hak politik : pasal 1 (2), pasal 2, pasal 3, pasal 9, 20, 22, dan pasal 28.
 Hak ekonomi : pasal 23, dan pasal 27.
 Hak sosial : pasal 33, dan pasal 34.
 Hak dibidang kebudayaan : pasal 29, pasal 31, dan 32
Perhatikan lagi kata-katanya dalam UUD 1945 !
Sebagai pelaksanaan dari hak-hak dasar itu dipunyailah oleh setiap warga Negara dalam hidup di masyarakat hak-hak yang diatur oleh undang-undang Negara RI. Di antara hak-hak itu :
1) Bidang politik antara lain :
 Berhak menjadi anggota suatu partai
 Berhak dipilih dan memilih untuk perwakilan
 Hak mengajukan permohonan (petisi) kepada pemerintah
2) Bidang ekonomi antara lain :
 Berhak mengumpulkan harta benda dengan jalan halal. Tetapi hak itu harus berfungsi sosial. Artinya harta benda itu tidak boleh digunakan untuk maksud-maksud jahat; bahkan dimana perlu disumbangkan kepada masyarakat atau Negara untuk kepentingan umum.
 Berhak memindahkan hak miliknya kepada orang atau pihak lain.
 Berhak mendapatkan ganti rugi
 Berhak memiliki hak cipta atas karangan-karangan atau barang hasil pemikirannya.
 Berhak melamar menduduki suatu dinas resmi
 Penguasa boleh berserikat untuk menambah produksi, tetapi bukan untuk memonopoli
3) Bidang sosial antara lain :
 Hak kemerdekaan pribadi. Tidak ada larangan bepergian.
 Berhak mengatur hidup di rumah tangga sendiri.
 Berhak mendapatkan perlakuan hukum yang adil dan cepat.
 Berhak memeluk agama yang disukai dan menjalankan ibadahnya.
Rakyat suatu Negara umumnya diartkan sejumlah orang atau semua orang yang ada di suatu wilayah Negara. Untuk itu apa yang ada di dalam pengertian rakyat mencakup penduduk dan bukan penduduk, warga Negara dan warga Negara asing. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

2.5. PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

2.5.1. PELAPISAN SOSIAL : KENYATAAN
a. Pelapisan Sosial (Stratifikasi Sosial)
Stratifikasi berasal dari kata Stratus yang artinya lapisan (berlapis-lapis). Sehingga Stratifikasi Sosial berarti “lapisan masyarakat”.

b. Status Sosial
Dalam pembagi kelompok atau masyarakat seorang (individu) memiliki apa yang dinamakan Status Sosial. Status Sosial merupakan kedudukan seseorang (individu) dalam suatu kelompok pergaulan hidupnya.
Status seorang individu dalam masyarakat dapat dilihat dari dua aspek yakni :
1) Aspek statis :
Yaitu kedudukan dan derajat seseorang di dalam suatu kelompok yang dapat dibedakan dengan derajat atau kedudukanu individu lainnya. Seperti : petani dapat dibedakan dengan nelayan, pegawai negeri, pedagang dan lain-lain.

2) Aspek dinamis :
Yaitu hubungan erat dengan peranan sosial tertentu yang berhubungan dengan pengertian jabatan, fungsi, dan tingkah laku yang formal serta jasa yang diharapkan dari fungsi dan jabatan terse but.
Contoh : Direktur perusahaan, pimpinan sekolah, komandan batalion, camat dan sebagainya.

c. Peranan Sosial
Dalam tiap-tiap keluarga, biasanya terdapat tipe yang berbeda-beda. Tipe keluarga jerman, misalnya, ayah adalah yang berkuasa. Sedangkan keluaga negro, Ibu lah yang berkuasa. Demikian juga dalam hubungan kulturalnya terdapat perbedaan-perbedaan. Misalnya :
 Keluarga Khatolik berbeda dengan keluarga Protestan dalam pengajarannya.
 Orang Jawa mengajar anaknya dengan bahasa Jawa, sedang orang Prancis mengajar anaknya dengan bahasa Prancis, dan sebagainya.

d. Faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya Sertifikasi dan status sosial
Status : adalah kebudayaan sosial seseorang dalam kelompoknya (masyarakatnya). Status seseorang biasanya mempunyai dua aspek, yaitu :
1) Aspek structural, aialah status yang ditujukan oleh adanya atau susunan lapisan sosial dari atas kebawah. Aspek ini sifatnya lebih stabil dibandingkan dengan fungsional.
2) Aspek fungsional, juga disebut social role atau peranan sosial, yang terdiri dari kewajiban/ keharusan-keharusan yang harus dilakukan seseorang karena kedudukannya di dalam status tertentu.

2.5.2. KESAMAAN DERAJAT : CITA-CITA

Manusia sering mendapat sebutan sebagai “homo homini lupus”. Jika kita menyelami hakikat kemanusiaan maka :homo homini lups” dan stratifikasi sosial yang kita kenal sekarang adalah merupakan suatu kesenjangan dan sekaligus tantangan bagi ekstensi kemanusiaan. Pernyataan di atas sebenarnya telah terjawab dalam pembicaraan tentang beberapa teori pelapisan sosial yang dapat kita simpulkan bahwa : Pertama, Atribut kemanusiaan yang utama berupa akal pikiran membuatnya memandang kehidupan ini sebagai suatu rahasia yang harus dicarikan jawabannya. Kedua, Atribut “kebinatangan” yang melekat pada manusia berupa nafsu menuntutnya untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan baik yang bersifat fisik maupun non fisik(biologis maupun psikis).

Hal ini menjadikan manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah diperolehnya. Ketiga, Ketidakpuasan manusia dengan apa yang telah dicapainya dalam dua bidang tersebut menyebabkan terjadinya perlombaan antara satu dengan yang lain untuk saling mendahilui dan saling menguasai.
a. Kesamaan derajat sebagai cita-cita
Untuk memulai pembicaraan kesamaan derajat sebagai cita-cita kemanusiaan ini, saya ingin menyampaikan bahwa cita-cita bukanlah merupakan milik manusia secara individual, tetapi merupakan cita-cita kelompok, masyarakat, bagsa sampai cita-cita seluruh umat manusia dalam pengertian hakiki.

b. Usaha mencapai cita-cita
Bagi Negara-negara berkembang khususnya yang memiliki kepadatan penduduk yang relatif tinggi dengan tingkat pendapatan kapital rendah, maka kemiskinan bukanlah merupakan fenomena baru.
Fenomena inilah yang lebih mempertegas garis stratifikasi dalam masyarakat.

2.5.3. ELITA DAN MASA
Istilah “elite” pertama kali digunakan pada abad ketujuh belas untuk menyambut barang-barang dagang yang mempunyai keutamaan khusus : Istilah tersebut kemudian digunakan juga untuk menyambut kelompok-kelompok sosial tinggi, seperti kesatuan militer yang utama atau kalangan bangsawan atas. Pleto pernah berkata, bahwa suatu komunitas harus diperintahkan oleh individu-individu yang unggul (superior).

2.5.4. PEMBAGIAN PENDAPATAN

a. Komponen Pendapatan
Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi itu, hanya ada dua kelompok, yaitu rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen. Dalam rumah tangga produsen dilakukan proses produksi, yang mempergunakan faktor-faktor produksi. Pemilik faktor produksi yang telah menyerahkan atau mengikutsertakan faktor produksinya ke dalam proses produksi akan memperoleh balas jasa. Pemilik alam (tanah) akan memperoleh sewa. Pemilik modal akan memperoleh bunga dan pengusaha (skill) akan memperoleh keuntungan.

b. Perhitungan Pendapatan
apabila diteliti lebih lanjut, masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi besarnya upah atau sewa tanah, walaupun hasil yang dapat diperolehnya tetap. Namun demikian, tingkat upah atau sewa tanah itu tidak bergerak bebas naik terus menerus.

1) Sewa Tanah
Bunga tanah atau sewa tanah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah, karena ia telah menyewakan tanahnya kepada penggarap. Pendapatan yang diterima tersebut hanya semata-mata karena hak milik dan bukan karena ia ikut serta menyumbang jasanya dalam proses produksi.

2) Upah
Upah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh buruh, karena menymbangkan tenaganya dalam proses produksi.

3) Bunga modal
Sewa modal atau bunga adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi. Modal yang ikut serta dalam proses produksi-produksi akan memperbesar hasil produksi.

4) Laba pengusaha
Pengusaha memperoleh balasan jasa yang berupa keuntungan, karena telah mengorganisasi faktor-fator produksi dalam melakukan proses produksi.

c. Distribusi Pendapatan
Setelah dilakukan perhitungan pendapatan nasional, maka dapat diketahui kegiatan produksi dan struktur perekonomian suatu Negara. Lebih lanjut akan mempermudah perencanaan peekonomian Negara, karena telah diketahui bahan-bahan/keterangan mengenai situasi ekonomi baik secara makro amupun sector. Sektor mana yang memberikan sumbangan paling banyak dan juga golongan mena yang memperoleh bagian pendapatan nasional yang terbanyak.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu, H. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.
Cohen, J. Bruce. 1992. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hartono, dkk. 2001. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Model Penelitian Jurisprudensial
  2. Makalah Pertumbuhan Dan Perkembangan
  3. Keterampilan Bertanya Dasar Dan Lanjut
  4. Perbandingan Antara Latihan Menggunakan Media Trampolin Dengan Latihan Media Matras Busa
  5. Fungsi Keluarga Dalam Pendidikan
  6. Makalah Organisasi dan Kepemimpinan | Tipe Tipe Kepemimpinan Di Indonesia
  7. Model Pembelajaran Afektif dan Psikomotor
  8. Afektif dan Psikomotor
  9. Arti Pendidikan | Pengertian Pendidikan
  10. Contoh Soal Ujian Pengantar Pendidikan 2013