Hubungan Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Akuntansi Siswa

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakangMasalah

Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (UUPN No. 2 1989, pasal 1). Sehingga dalam mengemban tugasnya guru dituntut dapat mendidik, mengajar dan melatih agar penguasaan konsep lebih tertanam.

Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala unsur-unsur yang mendukung pendidikan. Adapun unsur tersebut adalah siswa, guru, alat dan metode, materi dan lingkungan pendidikan. Semua unsur tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan.

Perkembangan dunia pendidikan dari tahun ke tahun mengalami perubahan seiring dengan tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di era global. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita adalah masih rendahnya kualitas pendidikan pada setiap jenjang. Banyak hal yang telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Namun demikian mutu pendidikan yang dicapai belum seperti apa yang diharapkan. Perbaikan yang telah dilakukan pemerintah tidak akan ada artinya jika tanpa dukungan dari guru, orang tua, siswa, dan masyarakat.

Pembaharuan dan pengembangan di bidang pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang selalu maju dan berkembang. Hal ini akan tercapai apabila proses belajar mengajar dilaksanakan secara efektif sehingga hasil pendidikan yang akan dicapai dapat optimal. Salah satu keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar siswa.

SMK Negeri 1 Kota Solo sebagai salah satu SMK yang mempunyai 4 program keahlian yaitu Akuntansi(AK), Administrasi Perkantoran (AP), Tata Niaga (TN) dan Teknologi Komputer Jaringan (TKJ).Hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X sebagian belum membuahkan hasil yang diharapkan. Siswa masih menemui kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal akuntansi. Hal ini terlihat dari hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hasil ulangan per kompetensi untuk Mata Pelajaran Produktif Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang yang masih belum mencapai hasil yang maksimal. Rata-rata nilai ulangan masih di bawah 7,00.

Nilai yang memenuhi standar ketuntasan yang ditetapkan oleh SMK Negeri 1 Kota Solo adalah sebesar 7,00. Jadi hanya terdapat 39% siswa yang telah memenuhi standar ketuntasan sedangkan sisanya 61% siswa belum tuntas. Hal ini bias juga dikarenakan terjadi perubahan jenjang dari siswa SMP menuju SMK dimana waktu masih duduk di SMP belum mendapatkan pelajaran akuntansi.

Keberhasilan seorang siswa dalam belajar dapat dilihat dari hasil belajar akuntansi siswa yang bersangkutan. Di dalam pendidikan siswa akan dinilai keberhasilannya melalui tes hasil belajar. Hasil yang diharapkan adalah hasil belajar akuntansi, yang baik karena setiap orang menginginkan hasil yang tinggi, baik siswa, guru, sekolah, maupun orang tua hingga masyarakat. Namun antara siswa satu dengan siswa yang lainnya berbeda dalam pencapaian hasi lbelajar. Ada yang mampu mencapai hasil yang tinggi dan ada juga siswa yang rendah hasil belajarnya.Bagi siswa sendiri hasil belajar akuntansi sangat penting mengingat jurusan mereka adalah akuntansi agar siswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya terutama dalam belajar akuntansi sehingga dapat membuat perencanaan studi kelanjutannya.

Adanya perbedaan hasil belajar akuntansi siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Hasil belajar akuntansi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang bersumber dari dalam individu seperti kecerdasan, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan dan kesiapan. Sedangkan faktor eksternal adalah semua faktor yang bersumber dari luar seperti lingkungan. Lingkungan ini terdiri dari tiga yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga meliputi cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. Lingkungan sekolah meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah dan lain-lain. Sedangkan lingkungan masyarakat meliputi keadaan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat.

Berkaitan dengan proses interaksi belajar mengajar ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah motivasi belajar dan gaya belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal yang cukup penting dalam proses belajar mengajar. Motivasi diperlukan untuk menumbuhkan minat terhadap pelajaran yang diajarkan oleh guru.

Menggerakkan motivasi belajar dapat mendorong pencapaian hasil belajar akuntansi secara optimal. Walaupun siswa mempunyai bakat dan minat yang tinggi tetapi bila tidak disertai dengan motivasi belajar maka hasil belajar akuntansi tidak optimal begitu juga sebaliknya. Bisa juga siswa yang mempunyai intelegensi tinggi boleh jadi gagal karena kekurangan motivasi. Sehingga motivasi mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar karena motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan seseorang.
Selain motivasi belajar, seorang siswa juga harus memiliki gaya belajar yang baik. Gaya belajar merupakan cara-cara yang harus ditempuh oleh siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.

Seorang siswa memiliki gaya yang baik apabila siswa mampu memilih cara-cara belajar yang baik dan menerapkan dalam kehidupannya. Siswa yang memiliki gaya yang baik yaitu siswa yang dalam belajar selalu memperhatikan faktor fisiologis, psikologis dan kesehatan serta memilih metode yang tepat sehingga akan tercapai suasana belajar yang benar-benar mendukung siswa untuk belajar. Dengan suasana demikian, maka siswa cenderung lebih mudah menangkap dan memahami apa yang dipelajari sehingga penguasaan terhadap materi pelajaran juga akan semakin meningkat. Semakin tinggi penguasaan materi oleh siswa berarti semakin tinggi pula hasil belajar akuntansi yang dicapai oleh siswa.

Dari keterangan di atas peneliti mempunyai dugaan bahwa ada keterkaitan antara tinggi rendahnya motivasi belajar dan gaya belajar yang digunakan terhadap hasil belajar. Berdasarkan pengamatan tersebut di atas peneliti tertarik untuk meneliti masalah ini ke dalam skripsi dengan judul “Hubungan Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo”.

1.2 Pembatasan Masalah
Agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda-beda, maka penulis membatasi masalah dalampenelitianiniyakni sebagai berikut:
1. Motivasi belajar yang akan diteliti yaitu motivasi ekstrinsik atau motivasi yang datang dari luar diri siswa yang terdiri dari sekolah, keluarga, dan masyarakat.

2. Gaya belajar siswa merupakan ciri atau tipe yang digunakan siswa dalam melakukan atau meningkatkan kemampuan pemahaman terhadap suatu mata pelajaran.

3. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu siswa/i kelas X Jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo

4. Hasil belajar dalam penelitian ini yaitu nilai ujian siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas X semester 1 tahun pelajaran 2011/2012 SMK Negeri I Kota Solo.

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo?

2. Apakah terdapat hubungan gaya belajar siswa dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo?

3. Apakah terdapat hubungan motivasi belajar dan gaya belajar siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X Jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo?

1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo.

2. Mengetahui hubungan gaya belajar siswa dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo.

3. Mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan gaya belajar siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas X jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo.

1.5 ManfaatPenelitian

1. ManfaatTeoritis
Memberikan masukan dalam rangka penyusunan teori dan konsep-konsep baru terutama untuk mengembangkan bidang ilmu pendidikan khususnya ilmu akuntansi.

2. ManfaatPraktis
a. Bagi Siswa, diharapkan siswa selalu meningkatkan motivasi belajar akuntansi pada khususnya.

b. Bagi Guru, mendorong guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang bisa menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap akuntansi dengan menggunakan gaya belajar yang tepat dan efektif dalam penyampaian materinya.

c. Bagi Sekolah, sekolah dapat lebih meningkatkan kualitas proses belajar mengajar untuk keseluruhan mata pelajaran pada umumnya.

d. Bagi Peneliti, penelitian ini akan sangat berguna bagi peneliti yakni untuk mengetahui adakah hubungan motivasi belajar dan gaya belajar dengan hasil belajar akuntansi siswa kelas X jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Kota Solo.

1.6 Definisi Operasional
Judul yang dikemukakan oleh peneliti terdapat istilah-istilah yang perlu dijelaskan agar tidak terjadi salah penafsiran atau salah pengertian, oleh karena itu penulis akan membatasi istilah-istilah tersebut sehingga pembaca dapat mengerti apa yang dimaksudkan peneliti. Adapun istilah yang perlu ditegaskan adalah:

1. Motivasi belajar adalah dorongan yang timbul dari dalam diri yang menggerakkan atau mendorong perilaku manusia, termasuk perilaku belajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Motivasi belajar yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah motivasi ekstrinsik yang terdiri dari tiga indikator motivasi belajar yaitu (1) memerlukan informasi-informasi dari guru

(2) adanya umpan balik

(3) memerlukan penguatan.

2. Gaya belajar merupakan suatu gaya yang konsisten yang ditunjukkan individu untuk menyerap informasi, mengatur, mengolah informasi tersebut dengan mudah dalam proses penerimaan, berfikir, mengingat, dan pemecahan masalah dalam menghadapi proses belajar mengajar agar tercapai hasil maksimal sesuai dengan kemampuan, kepribadian, dan sikapnya.

3. Hasil belajar merupakan prestasi belajar atau nilai pelajaran sekolah yang dicapai oleh siswa berdasarkan kemampuan atau usahanya belajar dan biasanya digunakan dalam bentuk angka atau nilai yang berasal dari nilai ulangan. Dalam penelitian ini hasil belajar adalah nilai ujian siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas X semester I tahun pelajaran 2011/2012 SMK Negeri I Kota Solo.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Group Resume
  2. Pelaksanaan RKL dan RPL PKS PT. Asiatic Persada Dalam Pengolahan Limbah Cair BAB II
  3. Contoh Skripsi Korelasi Hubungan Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Siswa
  4. Study Kritis Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Ekonomi Islam Dan Konvensional
  5. Dampak Pola Kemitraan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
  6. Pengembangan Bahan Ajar Dalam Proses Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar
  7. Daya Hambat Ekstrak Buah Mengkudu terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella dysenteriae
  8. Pengembangan Bahan Ajar Dalam Proses Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar BAB II
  9. Pelaksanaan RKL dan RPL PKS PT. Asiatic Persada Dalam Pengolahan Limbah Cair
  10. Pengaruh Strategi Permainan Scramble | Susunan Kata| Terhadap Hasil Belajar Siswa (BAB II)