Hubungan Keseimbangan (Balance) Dengan  Kemampuan Bermain Sepak Takraw BAB III

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

contoh skripsi sepak takraw porkes

 

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

 

Tempat penelitian dilaksanakan di lapangan sepak takraw SD Sinar Wajo,waktu penelitian dilaksanakan lebih kurang

 

3.2 Jenis Penelitian

            Dalam memecahkan masalah sangat diperlukan metode atau cara karena metode merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan dari suatu penelitian terhadap obyek penelitian.  Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional (correlational research).Menurut Riduwan (2005:141) analisis korelasi untuk mencari besarnya pengaruh atau hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).

3.3 Rancangan Penelitian

            Rancangan penelitian ini adalah gambaran dari seluruh pemikiran dan kegiatan yang dilakukan dalam penelitian.

3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1.   Populasi

Pengertian populasi menurut Sudjana (1992 :2) adalah totalitas nilai yang mungkin, hasil menghitung atau pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.  Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (1998 :115) adalah keseluruhan subyek penelitian.

Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD 54/x sinar Wajo Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 32 orang.

3.4.2.   Sampel

Menurut Suharsimi Arikunto (1998:117) menjelaskan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.Apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua hingga penelitian merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika jumlah subjek besar dapat diambil antara 10-25 % atau lebih. Berdasarkan pendapat di atas maka pengambilan sample dalam penelitian ini adalah semua populasi siswa Kelas V SD 54 Sinar Wajo. sebanyak  32 orang, terdiri dari 17 orang pria dan 15 orang wanita.

           

3.5 Variabel Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (1998 : 99) variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Sedangkan menurut Ibnu Hadjar (1996 : 56) variabel penelitian dapat diartikan sebagai objek pengamatan atau fenomena yang diteliti, maka dalam penelitian ini ditetapkan dua macam variabel, yaitu (1) variabel bebas dan (2) variabel terikat.

  1. Variabel Bebas

Menurut H. Hadari Nawawi dan H. Mimi Martini (1996 : 50) variabel bebas (independence variable) adalah himpunan sejumlah gejala yang memiliki pula berbagai aspek atau unsur yang berfungsi mempengaruhi atau menentukan munculnya variabel lain yang disebut variabel terikat.

Adapun variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah keseimbangan.

  1. Variabel terikat

Variabel terikat adalah himpunan sejumlah gejala yang memiliki pula sejumlah aspek atau unsur yang di dalamnya, yang berfungsi menerima atau menyesuaikan diri dengan kondisi variabel lain yang disebut variabel bebas, H. Hadari Nawawi dan H. Mimi Martini (1996 : 51).

Adapun yang menjadi varibel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah kemampuan bermain sepak takraw.

 

3.6 Instrumen Penelitian

            Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran terhadap variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini. Adapun instrumen yang digunakan adalah sebagai berikut: (1) Hasil pengukuran Keterampilan Sepak Takraw dari Keterampilan Sepak Takraw siswa Kelas V SD 54 Sinar Wajo. (2) Hasil tes keseimbangan menggunakan Uji Stork. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan dasar sepak takraw adalah instrumen yang belum standar jadi perlu diuji tingkat Validitas dan Reliabilitasnya.Sedangkan Instrumen yang digunakan untuk mengukur keseimbangan adalah yang sudah standar jadi tidak perlu diuji tingkat Validitas dan Reliabilitasnya.

3.7 Teknik Pengumpulan Data

            Adapun untuk pelaksanaan penilaian dan norma dari Tes Keseimbangan dan Sepak Takraw adalah sebagai berikut:

3.7.1 Tes Keseimbangan (balance)

a.   Stork Stand

Tujuan : mengukur keseimbangan statis.

Tes ini memiliki reliabilitas sebesar  0,87 dan validitas masih dalam kualitas  face validity.

Alat/ fasilitas :

  1. Ruangan dengan bidang yang datar.
  2. Stop watch
  3. Petugas pelaksana

-          Penghitung waktu

-          Pencatat dan penghitung nilai

      Normatif data untuk Stork Uji

Table 1: Arnot R and Gaines C, Sports Talent, 1984 Tabel Referensi:   Arnot R dan C Gaines, Olah Raga Bakat, 1984

Gender

Sempurna

Baik Sekali

Baik

Cukup

Kurang

Laki-laki

> 50 detik

50 – 41 detik

40 – 31 detik

30 – 20 detik

<20 detik

Perempuan

> 30 detik

30 – 23 detik

22 – 16 detik

15 – 10 detik

<10 detik

      Pelaksanaan tes :

  1. Testee mengambil posisi pada tempat yang ditentukan.
  2. Berdiri nyaman di kedua kaki.
  3. Angkat kedua tangan dan letakkan di samping pinggang.
    1. Angkat kaki kanan dan tempatkan telapak kaki kanan diatas lutut pada kaki kiri.
    2. Angkat tumit kaki kiri dan berdiri, tahan selama mungkin, waktu akan berhenti apabila tumit menyentuh lantai dan kaki kanan pindah dari lutut.         

Cara menskor :

  1. Stop watch dijalankan pada waktu tumit diangkat.
  2. Skor diambil dari lama waktu bertahan dalam posisi stork stand.
    1. Semakin lama waktu bertahan dalam posisi stork stand skor yang diperoleh akan lebih baik.

Skor keseluruhan diperoleh dengan cara membandingkan waktu yang diperoleh testee dengan tabel uji stork sesuai gender, sehingga akan didapat  skor akhir.


Gambar 2: Gerakan Stork Stand untuk tes keseimbangan.

3.7.3 Tes Keterampilan Sepak Takraw

Tes yang telah diujicobakan pada siswa Kelas V SD 54 Sinar Wajoini memiliki tingkat reliabilitas 0,78 dan validitas 0,99. Tes keterampilan sepak takraw terdiri dari 4 butir tes yaitu:

  1. Tes servis
  2. Tes kontrol bola ( ball control)
  3. Tes operan (passing)
  4. Tes smash

Petunjuk administrasi pelaksanaan dari masing-masing butir tes adalah sebagai berikut :

  1. a.    Tes Servis

Tujuan : mengukur keterampilan servis

Alat/ fasilitas :

  1. lapangan bermain sepak takraw
  2. beberapa buah bola sepak takraw
  3. net sepak takraw
  4. tali yang direntangkan setinggi 20 cm dari net
  5. stop watch
  6. formulir pencatat skor
  7. seorang pelambung bola

Pelaksanaan tes :

  1. Subyek melakakukan servis ke lapangan lawan yang telah diberi angka-angka.
  2. Setiap subyek diberi kesempatan melakukan servis sebanyak lima kali.

Cara menskor :

  • Skor diambil dari skor yang terdapat di daerah sasaran dimana bola jatuh dan waktu kecepatan bola jatuh ke daerah sasaran.
  • Bola yang melewati dibawah tali hasilnya dikalikan dengan skor daerah dimana bola jatuh dipetak lapangan.
  • Stopwatch dijalankan pada waktu bola tersentuh kaki dan dihentikan pada saat bola menyentuh lantai, waktunya dicatat.
  • Jika bola jatuh tepat pada garis yang membatasi dua petak sasaran maka skor yang dicatat adalah angka yang tertinggi.
  • Bola yang terkena net ataupun ke luar dari lapangan permainan tidak dinilai.
  • Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlah skor sasaran dengan skor waktu dari 5 kesempatan melakukan servis.

Gambar 5: Lapangan sepak takraw untuk tes servis.

  1. Tes Kontrol Bola (Ball Control)

Tujuan : mengukur keterampilan mengontrol bola

Alat/ fasilitas :

  1. Sebuah bola takraw
  2. Stop watch
  3. Lapangan rata
  4. Petugas pelaksana
  • Pencatat dan penghitung jumlah kawalan bola
  • Pencatat waktu

      Pelaksanaan tes :

  1. Bola dikontrol dengan menggunakan sepak sila (bagian depan kaki) atau dengan kepala saja.
  2. Bola yang jatuh ke tanah dapat dimainkan lagi, tapi penghitungan skor pada sepakan kedua dihitung dari awal dan berlaku pada setiap kali setelah bola jatuh sampai waktu yang terseia habis.
  1. Kontrol bola yang dihitung harus setinggi dada.
  2. Luas lapangan kontrol tidak dibatasi.
  3. Waktunya selama 1 menit.

      Penilaian :

  1. Skor diambil dari jumlah kontrolan bola yang dapat dilakukan selama satu menit.
  2. Setiap tiga kali sepakan dihitung dengan nilai satu dan seterusnya.
  3. Sepakan yang tidak setinggi dada tidak akan dihitung.
    1. Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlahkan kesemua skor kontrol yang telah dibagi dengan tiga.
    2. c.    Tes Operan (Passing)

Tujuan : mengukur keterampilan mengoper bola.

Alat/ fasilitas :

  1. Beberapa buah bola takraw
  2. Tali direntangkan setinggi 250 cm dari lantai.
  3. Net takraw
  4. Lapangan bermain sepak takraw
  5. Petugas pelaksana :
  • Penghitung jumlah nilai
  • Pencatat nilai
  • Pelambung bola

      Pelaksanaan tes :

  1. Subjek berada di batas garis serang yang telah ditetapkan.
    1. Seorang pelambung bola dari daerah lawan, melambungkan bola kepada testee melewati net.
    2. Subjek mengontrol bola satu kali dulu, kemudian barulah melakukan operan menggunakan sepak sila.
    3. Operan yang dilakukan harus melewati tali yang direntangkan dan bola jatuh dalam daerah serang yang mempunyai nilai.
    4. Setiap subjek diberi kesempatan melakukan 5 (lima) kali operan.

Cara menskor :

  1. Skor diambil dari skor yang terdapat dimana bola jatuh di daerah sasaran dengan syarat bola tersebut harus melewati tali yang direntangkan.
  2. Operan bola yang tidak melewati tali dan tidak jatuh di daerah serang dinilai satu, dengan syarat bola yang melambung melebihi titik ketinggian tali dan jatuh mendekati garis serang.
  3. Operan yang melewati net tidak akan dinilai.
    1. Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlahkan kesemua skor sasaran dari 5 kali melakukan operan.

Gambar 6: Lapangan sepak takraw untuk tes operan.

  1. d.    Tes smash  

Tujuan : mengukur keterampilan smash

Alat/ fasilitas :

1.   Lapangan bermain sepak takraw.

2.   Beberapa buah bola takraw.

  1. Stop watch
  2. Petugas pelaksana

-          Penghitung waktu

-          Pencatat dan penghitung nilai

Pelaksanaan tes :

1.   Testee mengambil tempat di depan net dan siap melakukan smash.

2.   Bola dilambungkan ke arah testee berdasarkan ketinggian yang dikehendaki, biasanya setinggi tiga meter di udara dekat net.

3.   Testee akan melompat dan melakukan smash melewati atas net ke lapangan lawan.

4.   Setiap testee diberi kesempatan melakukan lima kali smash.

Cara menskor :

1.   Stop watch dijalankan pada waktu bola menyentuh kaki testee yang melakukan smash dan dihentikan saat bola menyentuh lantai.

  1. Skor diambil dari skor yang terdapat di daerah sasaran dimana bola jatuh dan waktu kecepatan bola jatuh ke daerah sasaran.
  1. Jika bola jatuh tepat pada garis yang membatasi dua petak sasaran maka skor yang dicatat adalah angka yang tertinggi.
  2. Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlahkan skor sasaran dengan skor waktu dari 5 kesempatan melakukan smash.

Gambar 7: Lapangan sepak takraw untuk tes smash.

 

3.8 Teknik Analisis Data

            Menurut Riduwan (2005:141), analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi ganda, untuk mencari besarnya hubungan dan kontribusi dua variabel bebas (X) atau lebih secara simultan (bersama-sama) dengan variabel  terikat (Y). variabel bebas pada penelitian ini adalah keseimbangan (X1) dan reaksi (X2), sedangkan variabel terikat adalah kemampuan bermain sepak takraw (Y).

  1. 1.    Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk memperoleh informasi apakah kedua kelompok sampel memiliki varians yang homogen atau tidak. Menurut Sudjana (2002:250) untuk pengujian homogenitas digunakan rumus sebagai berikut :

Membandingkan nilai F hitung dengan F tabel dengan rumus

Dk pembilang  : n-1 (untuk varians terbesar)

Dk penyebut    : n-1 (untuk varians terkecil)

Taraf signifikan (0,05) maka dicari pada tabel F

Didapat dari tabel F

Dengan kreteria pengujian

Jika  F hitung ≥ F tabel tidak homogen

        F hitung ≤ F tabel berarti homogen

Pengujian homogenitas ini bila F hitung ≤ dari F tebel maka data tersebut mempunyai varians yang homogen. Tapi sebaliknya F hitung ≥ dari F Tabel maka kedua kelompok mempunyai varians yang berbeda.

  1. 2.    Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji untuk melihat apakah data penelitian yang diperoleh mempunyai distribusi atau sebaran normal atau tidak.Untuk pengujian normalitas ini adalah menggunakan uji liliefors. Langkah pengujiannya mengikuti prosedur Sudjana (2002 : 446) yaitu :

  1.  

    Zi= Xi-X

    SD

    Pengamatan X1,X2,…..,Xn dijadikan bilangan baku Z1,Z2,…..,Zn dengan menggunakan rumus :

SD  : Simpangan baku

Z     : Skor baku

X    : Row skor

: Rata-rata

  1. Untuk setiap bilangan baku ini dengan menggunakan daftar distribusi normal baku. Kemudian dihitung peluang F(Z1) = P(Z≤Z1)
  2. Selanjutnyan dihitung Z1,Z2,…..Zn yang lebih kecil atau sama dengan Z1 kalau proposi ini dinyatakan dengan S(Z1) maka :
  1. Hitung selisih F(Z1)-S(Z1) kemudian tentukan harga mutlaknya
    1. Ambil harga yang paling besar diantara harga mutlaknya. Sebutlah harga mutlaknya ini dengan Lo. Setelah Lo, nilai hasil perhitungan tersebut dengan nilai kritis Lo untuk uji liliefors dengan taraf signifikan 0,05. Bila harga Lo ≤ dari L tabel maka data yang akan diolah tersebut berdistribusi normal, sedangkan bila Lo ≥ dari L tabel maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
    2. 3.    Uji Linieritas

Tujuan digunakan uji linieritas adalah untuk mengetahui sifat hubungan yang linier atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat, adapun rumusnya :

Kreteria pengujian adalah jika F hitung ≤ F tabel, maka variabel tersebut berdistribusi normal atau linier, sedangkan jika F hitung ≥ F tabel, maka variabel berdistribusi tidak normal atau tidak linier. Ridwan (2004 :125)

  1. 4.    Uji Hipotesis Statistik

Menurut Riduwan (2005:98), untuk menguji hipotesis antara X1 dengan Y dan X2 dengan Y digunakan statistik melalui korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan :

r xy    = Koefesien korelasi

n       = Jumlah sampel

X      = Skor variabel X

Y      = Skor variabel Y

∑X   = Jumlah skor variabel X

∑Y   = Jumlah skor variabel Y

∑X2  = Jumlah kuadrat skor variabel X
∑Y2  = Jumlah kuadrat skor variabel Y

Untuk menguji hipotesis antara X1 dengan Y digunakan statistik melalui korelasi product moment dengan rumus :

Keterangan :

   = Koefesien korelasi

n       = Jumlah sampel

X1     = Skor variabel X1

Y      = Skor variabel Y

∑X1= Jumlah skor variabel X1

∑Y   = Jumlah skor variabel Y

∑X2= Jumlah kuadrat skor variabel X1
∑Y2  = Jumlah kuadrat skor variabel Y

Untuk menguji hipotesis antara X2 dengan Y digunakan statistik melalui korelasi product moment dengan rumus :

Keterangan :

   = Koefesien korelasi

n       = Jumlah sampel

X2     = Skor variabel X2

Y      = Skor variabel Y

∑X2  = Jumlah skor variabel X2

∑Y   = Jumlah skor variabel Y

∑X2  = Jumlah kuadrat skor variabel X2
∑Y2  = Jumlah kuadrat skor variabel Y

Menurut Riduwan (2005:98), harga r yang diperoleh dari perhitungan hasil tes dikonsultasikan dengan Tabel r  product moment.interprestasi tersebut adalah sebagai berikut:

Table 2: Interpretasi Nilai r

               Besarnya nilai r       Interprestasi

 

Antara 0,800 sampai dengan 1,000

Antara 0,600 sampai dengan 0,799

Antara 0,400 sampai dengan 0,599

Antara 0,200 sampai dengan 0,399

Antara 0,000 sampai dengan 0,199

 

Sangat Tinggi

Tinggi

Cukup Tinggi

Rendah

Sangat rendah (tak berkorelasi)

 

 

Setelah diketahui besar kecilnya r xy maka taraf signifikan dilihat dengan :

Kriteria pengujian hipotesis tolak H0 jika  thitung> ttabel, terima jika thitung< ttabel. Untuk dk distribusi  t  diambil n-2 dengan α = 0,05.

Menurut Riduwan ( 2005:144), untuk menguji hipotesis antara X1 dengan X2 digunakan statistik F melalui model korelasi ganda antara  X1 dengan X2, dengan rumus :

Keterangan:

r x1x2                =  Koefesien korelasi antara X1 dengan X2

n                      =  Jumlah sampel

X1                    =  Skor variabel X1

X2                      =  Skor variabel X2

∑ X1                 =  Jumlah skor variabel  X1

∑ X2                =  Jumlah skor variabel  X2

∑ X12               =  Jumlah dari kuadrat skor variabel X1

∑ X22               =  Jumlah dari kuadrat skor variabel X2

 

Setelah dihitung r x1x2, selanjutnya dihitung dengan rumus korelasi ganda.  Analisis korelasi ganda dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dilakukan yaitu untuk mengetahui besarnya hubungan variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y) baik secara terpisah maupun secara bersama-sama.  Pengujian hipotesis menggunakan rumus Korelasi Ganda dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan :

            R X1 X2   =  Koefisien Korelasi Ganda antar variabel X1 dan X2 secara       bersama-sama dengan variabel Y

rX1.Y     =  Koefisien Korelasi X1 terhadap Y

rX2.Y     =  Koefisien Korelasi X2 terhadap Y

r X1 X2    =  Koefisien Korelasi X1 terhadap X2

Silahkan baca BAB I dan BABII nya di bawah ini :

Hubungan Keseimbangan (Balance) Dengan Kemampuan Bermain Sepak Takraw BAB II

Hubungan Keseimbangan (Balance) Dengan Kemampuan Bermain Sepak Takraw

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Pengaruh Variasi Latihan Lompat Gawang Dan Lari Sprint 50 Meter Terhadap Hasil Lompat Jauh Gaya Menggantung BAB II
  2. Penerapan Balanced Scorecard Pada Pt Telekomunikasi Tbk
  3. Study Kesehatan Tentang Kesehatan Pemain Tenis Lapangan Usia 56 Tahun ke Atas
  4. Identifikasi Jenis Jenis Lumut (Bryophyta) di Kebun Raya Bukit Sari
  5. Pengaruh Latihan Multi Zig-Zag Terhadap Kemampuan Menggiring Bola Dalam Permainan Sepak Bola
  6. Contoh Surat Pernyataan Bebas dari Plagarisme | Plagiat Skripsi
  7. Penerapan Media Realia Dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Bilangan Pecahan
  8. Reliabilitas
  9. Perkembangan Pertanian Organik Bagi Petani Indonesia
  10. Pengaruh Pembiayaan Qardhul Hasan Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kecil BAB II