<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495</id><updated>2012-02-10T15:52:07.777+07:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Puisi'/><category term='Suku sunda'/><category term='Reproduksi'/><category term='makalah ekonomi'/><category term='Genetika'/><category term='Tulis menulis'/><category term='Technology'/><category term='Contoh Skripsi'/><category term='kata hati'/><category term='makalah biologi'/><category term='Kitab Barincung'/><category term='Contoh Proposal Usaha'/><category term='Artikel'/><category term='Partai Politik'/><category term='Pendidikan'/><category term='Agama'/><category term='Tutorial BLog'/><category term='KESEHATAN'/><category term='EKOSISTEM'/><category term='Sales and Marketing'/><category term='Ekologi'/><category term='Online Business'/><category term='Finance'/><category term='Insurance'/><category term='Hewan'/><category term='PPKN'/><category term='suku jakarta'/><category term='Seks'/><category term='GEN'/><category term='Cerita Lucu'/><category term='University'/><category term='Enzim'/><category term='DARAH'/><category term='Iklan Gatis'/><category term='Narkoba'/><category term='ALAT INDRA'/><category term='Motivasi'/><category term='TUMBUHAN'/><category term='Kimia'/><category term='Car'/><category term='Minyak Bumi'/><category term='Hukum Adat'/><category term='Hidup'/><category term='Pencak Silat'/><category term='Sejarah'/><category term='Pasang Iklan Gratis'/><category term='DROSOPHILA'/><category term='Teknologi'/><category term='EKRESI'/><category term='Credit Cards'/><category term='KONTES SEO'/><category term='Hacker'/><category term='NASEHAT'/><category term='Software SPSS'/><category term='Vitamin'/><category term='Sahabatku'/><category term='Budaya suku sunda'/><category term='Tips'/><category term='Contoh Surat'/><category term='Business'/><category term='umum'/><category term='bakteri'/><category term='VARIASI INDIVIDU'/><category term='Economy'/><category term='photo'/><category term='Cerita Rakyat'/><category term='Susu'/><category term='Kumpulan Makalah'/><category term='Jasa Analisis Data Menggunakan SPSS Online'/><category term='Cerpen'/><category term='Sekolah Online'/><category term='opini agama'/><category term='Contoh Pidato'/><title type='text'>WWW.UNJABISNIS.NET</title><subtitle type='html'>Read news, politics, economics, business &amp;amp; finance on Our Site</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>335</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-589086810115272687</id><published>2012-02-08T22:40:00.000+07:00</published><updated>2012-02-08T22:40:33.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Adat'/><title type='text'>Hukum Pidana Adat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sistem hukum adat, sesungguhnya tidak ada pemisahan hukum pidana dengan hukum lain sebagaimana sistem hukum barat, penjatuhan pidana semata-mata dilakukan untuk menetapkan hukumnya (verklaring van recht) berupa sanksi adat (adatreaktie), untuk mengembalikan hukum adat yang dilanggar. Hukum pidana adat mendapat rujukan berlakunya dalam pasal 5 ayat 3 UU No. 1/Drt/1951.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Yurisprudensi penting mengenai Hukum pidana adapt adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan melawan Hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya PN Luwuk No. 27/Pid/ 1983, mengadili perkara hubungan kelamin di luar perkawinan, hakim memutus terdakwa melanggar hukum yang dihupo di wilayah banggai, Sulawesi Tengah, berdasarkan unsur pidana dalam pasal 5 ayat 3 sub b UU Drt 1/ drt/1951, yang unsurnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur pertama, suatu perbuatan melanggar hukum yang hidup;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur kedua, perbuatan pelanggaran tersebut tidak ada bandingannya dalam KUHP;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur ketiga, perbuatan pelanggaran tersebut masih tetap berlaku untuk kaula-kaula dan oarng-orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan PT Palu No. 6/Pid/1984 tanggal 9 April 1984 menguatkan putusan PN Luwuk, dengan menambahkan bahwa, untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat, yang menganggap perbuatan tersebut adalah perbuatan pidana, hakim memutuaskan terdakwa telah melakukan kejahatan bersetubuh dengan seorang wanita di luar nikah. Mahkamah Agung, dengan putusan No. 666K/ Pid/ 1984 tanggal 23 februari 1985, perbuatan yang dilakukan terdakwa dikatagorikan sebagai perbuatan zinah menurut hukum adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahkamah Agung dalam putusan Nomor 3898K/Pdt/1989, tanggal 19 Nopember 1992, mengenai pelanggaran adat serupa di daerah Kafemenanu, mamun diajukan secara perdata dengan gugatan, intinya: Jika dua orang dewasa melakukan hubungan kelamin atas dasar suka sama suka yang mengakibatkan di perempuan hamil, dan si laki-laki tidak bertanggung jawab atas kehamilan tersebut, harus ditetapkan suatu sanksi adat berupa pembayaran belis (biaya atau mas kawin) dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan (di kenal dengan nama Pualeu Manleu).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-589086810115272687?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/589086810115272687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=589086810115272687&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/589086810115272687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/589086810115272687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2012/02/hukum-pidana-adat.html' title='Hukum Pidana Adat'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-2628864571473642856</id><published>2012-02-08T22:37:00.000+07:00</published><updated>2012-02-08T22:37:44.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Adat'/><title type='text'>Perkembangan Hukum Adat Dalam Yurisprudensi Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Pengertian Yurisprudensi,&lt;/u&gt; berasal dari kata bahasa Latin: jurisprudential, secara tehnis artinya peradilan tetap atau hukum. Yurisprudensi adalah putusan hakim (judge made law) yang diikuti hakim lain dalam perkara serupa (azas similia similibus), kemudian putusan hakim itu menjadi tetap sehingga menjadi sumber hukum yang disebut yurisprudensi. Yurisprudensi dalam praktek berfungsi untuk mengubah49, memperjelas50, menghapus51, menciptakan52 atau mengukuhkan hukum53 yang telah hidup dalam masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam &lt;u&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2012/02/mediasi-dalam-hukum-adat-i-filosofi.html"&gt;hukum adat&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;, yurisprudensi hukum, selain merupakan keputusan pengadilan yang telah menjadi tetap dalam bidang hukum adat, juga merupakan sarana pembinaan hukum adat, sesuai cita-cita hukum, sekaligus dari yurisprudensi dari masa ke masa dapat dilacak perkembangan – perkembangan hukum adat, baik yang masih bersifat local maupun yang telah berlaku secara nasional. Perkembangan-perkembangan hukum adat melalui yurisprudensi akan memberikan pengetahuan tentang pergeseran dan tumbuhnya hukum adat, melemahnya hukum adat local dan menguatnya hukum adat yang kemudian menjadi bersifat dan mengikat secara nasional. Perkembangan hukum adat melalui yurisprudensi dapat dilacak dalam beberapa hal antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2012/02/mediasi-dalam-hukum-adat-i-filosofi.html"&gt;&lt;u&gt;Prinsip Hukum Adat.&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hukum adat antara lain bersandarkan pada azas: rukun, patut, laras, hal ini ditegaskan dalam yurisprudensi Mahkamah Agung-RI Nomor: 3328/Pdt/1984 tanggal 29 April 1986.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Putusan MA-RI Nomor 2898 K/Pdt/1989 tanggal 19 Nomember 1989, berdasarkan sengketa adat yang dimbul di Pengadilan Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, Mahkamah Agung menegaskan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Dalam menghadapi kasus gugatan perdata yang fondamentum petendi dan petitumnya berdasarkan pada pelanggaran hukum adat dan penegasan sanksi adat; Bila dalam persidangan penggugat dapat membuktikan dalil gugatannya, maka hakim harus menerapkan hukum adat mengenai pasal tersebut yang masih berlaku di daerah bersangkutan, setelah mendengar Tetua adat setempat“.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaedah hukum selanjutnya: “Penyelesaian pelanggaran hukum adat, disamping melalui gugatan perdata tersebut di atas, dapat pula ditempuh melalui tuntutan pidana ig pasal 5 (3)b UU No. 1 Drt/1951“.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menguatnya Kedudukan Keluarga Inti (Gezin)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Golongan masyarakat adat di Indonesia terdiri dari golongan masyarakat patrilineal, golongan masyarakat matrilineal dan golongan masyarakat parental (bilateral). Dalam Perkembangannya ternyata semakin kuat dan diakuinya pergeseran system kekeluargaan dalam masyarakat adat matrilineal dan masyarakat adat matrilineal ke arah system parental atau bilateral. Yurisprudensi tanggal 17 Januari 1959b Nomor 320K/ Sip/ 1958 sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si istri dapat mewarisi harta pencaharian sang suami yang meninggal dunia;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak yang belum dewasa dipelihara dan berada dalam pengampuan ibu;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena anak berada dalam pengampuan ibu, maka harta kekayaan anak dikuasai dan diurus oleh ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2012/01/kedudukan-anak-perempuan-dalam-hukum.html"&gt;Kedudukan laki dan perempuan dalam hukum adat&lt;/a&gt; sama&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-2628864571473642856?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/2628864571473642856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=2628864571473642856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2628864571473642856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2628864571473642856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2012/02/perkembangan-hukum-adat-dalam.html' title='Perkembangan Hukum Adat Dalam Yurisprudensi Indonesia'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-1483100931466794577</id><published>2012-02-08T22:35:00.000+07:00</published><updated>2012-02-08T22:35:00.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Adat'/><title type='text'>Perbuatan melanggar hukum adat Logika Sanggraha di Bali.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perkara Nomor 854K/Pid/1983 tanggal 30 Oktober 1984, Menurut Mahkamah Agung, seorang laki-laki yang tidur bersama dengan seorang perempuan dalam satu kamar dan pada satu tempat tidur, merupakan bukti petunjuk bahwa laki-laki tersebut telah bersetubuh dengan wanita itu. Berdasarkan keterangan saksi korban dan adanya bukti petunjuk dari para saksi-saksi lainnya, terdakwa telah bersetubuh dengan saksi korban sebagaimana dimaksud dalam dakwaan subsider.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai dakwaan primer, Mahkamah Agung berpendirian bahwa dakwaan ini tidak terbukti dengan sah , karena unsur barang dalam pasal 378 KUHP tidak terbukti de gan sah dan meyakinkan, dengan demikian maka terdakwa harus dibebaskan datri dakwaaan primer ex pasal 378 KUHP. Berdasarkan pertimbangan di atas Mahkamah Agung dalam diktum putusannya berbunyi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membebaskan terdakwa dari dakwaan primer;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyatakan terdakwa bersaklah terhadap dakwaan subsider melakukan tindak pidana adat Logika Sanggraha;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara dua bulan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2012/01/kedudukan-anak-perempuan-dalam-hukum.html"&gt;Hukum adat&lt;/a&gt; pidana Logika Sanggraha di Bali Peswara Bali, merupakan suatu perbuatan seorang pria yang memiliki unsur-unsur:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bersetubuh dengan seorang gadis;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis tersebut menjadi hamil karenanya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pria tersebut tidak bersedia mengawini gadis tersebut sebagai istrinya yang sah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Putusan Pengadilan negeri Mataram NO. 051/Pid.Rin/1988 tanggal 23 Maret 198854. Pengadilan mempertimbangkannnya telah menyebut pelanggaran terhadap hukum adat delik Nambarayang atau Nagmpesake.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MA-RI Nomor 481 K/Pid/1986 tanggal 31 Agustus 1989 dari PN Ende Problematika organ tubuh wanita55, beberapa kali diterapkan ketentuan pasal 378 KUHP, menempatkan organ tubuh peremuan sebagai barang. Solusinya diterapkan pasal 5 (3) b Undang-undang Drt Nomor 1 Tahun 1951 LN. Nomor 9 Tahun 1950 tanggal 13 Januari 1951. Dalam kasus serupa di pengadilan Negeri Medan Nomor 571/KS/1980 tanggal 5 Maret 1980 pernah diterapkan ketentuan pasal 378 KUHP dan dikuatkan oleh PT Nomor 144/Pid/ 1983 tanggal 8 Agustus 1983. Barang ditafsirkan secara luas , sehingga barang termasuk juga jasa. Barang sesuatu yang melekat bersatu pada diri seseorang ( kemaluan) juga termasuk pengertian barang, yang dalam bahasa Tapanuli dikenal dengan ” Bonda” yang artinya ” barang” yang tidak lain adalah ” kemaluan” . Sehingga bilama seorang gadis menyerahkan kehormatannya kepada pria, maka samalah artinya gadis tersebut menyerahkan barang kepada pri tersebut. Dengan penafsiran secara luas tersebut, maka telah terpenuhi unsur barang dalam pasal 378 KUHP. Dalam praktek kemudian banyak diikuti penegak hukum ( jaksa) Untuk menjerat seorang pria yang berhasil menyetubuhi gadis yang akan dikawini, tetapi akhirnya pria ingkar janji, dan gadis menjadi korban yang merana seumur hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam putusan MA-RI Nomor 61 K/ Pid/ 1988 tanggal 15 Maret 199056, berdasarkan perkara yang diputus pengadilan Negeri Pamekasan, penyelesaian tidak dapat menggunakan ketentuan pasal 378 KUHP, melainkan dengan melalui jalur delik adat zina ex pasal 5 (3) sub bUndang-undang Drt Nomor 1 Ytahun 1951 yang ada bandingannya dalam KUHP, yaitu pasal 381 KUHP, sehingga pria si pelaku dapat dipidana. Sikap MA-RI terhadap persoalan tersebut sejak putusannya Nomor 93K/Ke/1976, menjadi yurisprudensi tetap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerapan delik pasal 293 KUHP Pria yang ingkar janji kawin, MA menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan kejahatan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Penyesatan dengan sengaja , membujuk seorang yang belum dewasa untuk melakukan perbuatan cabul, padahal tentang belum cukup umurnya itu dihitung selayaknya harus diduganya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Kasus ini ada beberapa hal yang patut dicatat:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa batasan umur ” belum dewasa ” Mahkamah Agung tetap berpendirian seperti putusan sebelumnya, gadis yang belum mencapai umur 21 tahun; dalam kasus ini gadis tersebut berumur 20 tahun.;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Unsur membujuk dalam kasus ini berupa : ” Janji terdakwa untuk mengawini gadis setelah keinginanya bersetubuh tercapai, tidak ditepainya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kwalifikasi dirumuskan oleh judex factie (pertama maupun banding) dengan kata-kata : ” perempuan yang belum dewasa” sedangkan MARI merumuskan : ”seorang yang belum dewasa”;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diktum Putusan PT dijumpai perumusan hukuman : Pidana penjara selama 2, 5 tahun ( dua setengah tahun). Menururt psal 27 KUHP dengan menyebut banyaknya hari, bulan dan tahun..”, maka seharusnya: ” dua tahun enam bulan”;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-1483100931466794577?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/1483100931466794577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=1483100931466794577&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/1483100931466794577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/1483100931466794577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2012/02/perbuatan-melanggar-hukum-adat-logika.html' title='Perbuatan melanggar hukum adat Logika Sanggraha di Bali.'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-4963393285360992669</id><published>2012-02-05T20:19:00.000+07:00</published><updated>2012-02-05T20:19:28.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah biologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Makalah Motivasi Belajar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1 Latar Belakang Penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut (Wlodkowski:1985). Berdasarkan rumusan tersebut motif merupakan faktor dinamis, penyebab seseorang melakukan perbuatan. Suatu perbuatan dapat ditimbulkan oleh sesuatu motif. Namun juga bisa disebabkan oleh beberapa motif. Dalam belajar, motivasi punya peranan yang penting. Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”. Setiap anak harus memiliki motivasi belajar agar dapat tercapainya sesuatu atau hasil sesuai yang diharapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak diragukan lagi bahwa dorongan belajar mempunyai peranan besar dalam menumbukan semangat pada siswa untuk belajar. Karena seorang siswa meski memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat, pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan, tertimpa keengganan dan kelalaian. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar, lemahkanya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Selanjutnya mutu akan menjadi rendah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Motivasi yang diberikan dapat meliputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu, bila siswa mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah ilmu dam betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu, maka siswa akan merasa harus untuk menuntut ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, bagaimana seorang guru mampu membuat siswanya merasa membutuhkan ilmu, bila seseorang merasa membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun siswa akan mencari ilmu itu sendiri, sehingga semangat siswa untuk menuntut ilmu sangat tinggi dan hal ini akan sangat memudahkan proses belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2 Tujuan Penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didalam penulisan makalah ini ada beberapa tujuan yang kami jabarkan, diantaranya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas ujian akhir semester.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Dari hasil diatas, kami ingin mengetahui lebih dalam tentang motivasi belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sebagai persyaratan untuk mendapatkan nilai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3 Metode Pengumpulan Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mengumpulkan data, kami menggunakan metode pengambilan data secara sekunder, yaitu pengambilan data secara tidak langsung melalui informasi yang sudah ada seperti internet, dan berbagai macam buku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PEMBAHASAN&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1 Pengertian Motivasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi berasal dari bahasa Latin, movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move. Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan faktor lain, baik faktor eksternal, maupun faktor internal. Hal-hal yang mempengaruhi motif disebut motivasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku kea rah tujuan (Walgito, 2004: 220). Sedang menurut Plotnik (2005: 328), motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut (Wlodkowski:1985).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek motivasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga aspek motivasi menurut Walgito, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri organisme&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, keadaan mental (berpikiri dan ingatan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sasaran atau tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciri motivasi menurut Plotnik, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan suatu kegiatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Anda langsung mengarahkan energi anda, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Anda mempunyai intensitas perasaan-perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2 Pengertian Belajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja yang dapat menimbulkan tingkah laku (baik actual/nyata maupun potensil/tidak tampak) dimana perubahan yang dihasilkan tersebut bersifat positif dan berlaku dalam waktu yang relatif lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibawah ini pengertian belajar menurut para ahli:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Cronbach, Lindgren, Crow &amp;amp; Crow&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar adalah perubahan tingkah laku yang terjadi karena pengalaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Masrun, Sri Mulyani&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar adalah proses perubahan lahir dan batin dimana perubahan yang terjadi bersifat positif dan relative permanen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Morgan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar adalah segala perubahan perilaku yang relative permanent yang muncul sebagai akibat dari latuhan dan pengalaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap dikuatkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Teori-Teori Belajar Behavioristik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Teori Koneksionisme Thorndike&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Teori Conditioning Watson&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Teori Conditioning Edwin Guthrie&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Teori Operant Conditioning Skinner&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Teori Systematic Behavior Clark Hull&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Pengertian Belajar Menurut Teori Kogntivistik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Psikologi kognitif dianggap sebagai perpaduan antara Psikologi Gestalt dan psikologi behaviorisme. Dari sejarahnya diketahui bahwa perkembangan psikologi kognitif berawal dari hijrahnya Kurt Lewin ke Amerika Serikat karena kejaran NAZI Jerman menjelang Perang Dunia II. Di Amerika Serikat,dari universitas-universitas tempatnya bekerja di Iowa dan Massachussets, Lewin menyebarkan teori-teori Gestalt yang telah dikembangkannya menjadi teori lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kata lain teori belajar ini mengemukakan konsep dimana seorang manusia yang memiliki otak dengan dilengkapi akal pikirannya dapat diberikan kemampuan berpengetahuan dengan pembiasaan menghapal dan mengingat apa yang harus diketahui.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehingga, keinginan kognitivisme, bahwa manusia harus berpengetahuan, manakala diberikan pengetahuan oleh orang lain dan harus dihapal agar pengetahuan itu bisa dimiliki olehnya. Transformasi pengetahuan sering menjadi andalan dalam teori belajar kognitivisme&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. Teori-Teori Belajar Kognitivistik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut teori ini, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Asumsi dasar teori ini adalah setiap orang telah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya. Pengalaman dan pengetahuan ini tertata dalam bentuk struktur kognitif. Menurut teori ini proses belajar akan berjalan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi secara klop dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perkembangan setidaknya ada tiga teori belajar yang bertitik tolak dari teori kognitivisme ini yaitu: Teori perkembangan piaget, teori kognitif Brunner dan Teori bermakna Ausubel. Ketiga teori ini dijabarkan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Asimilasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Akomodasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Equilibrasi Proses belajar lebih ditentukan oleh karena cara kita mengatur materi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pelajaran dan bukan ditentukan oleh umur siswa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Enaktif (aktivitas)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Ekonik (visual verbal)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Simbolik Proses belajar terjadi jika siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan baru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses belajar terjadi melaui tahap-tahap:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Memperhatikan stimulus yang diberikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Memahami makna stimulus menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip kognitivisme banyak dipakai di dunia pendidikan, khususnya terlihat pada perancangan suatu sistem instruksional, prinsip-prinsip tersebut antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Si belajar akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Belajar dengan memahami akan jauh lebih baik daripada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciri kegiatan belajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Belajar merupakan suatu aktivitas yang menghasilkan perubahan tingkah laku, baik secara actual maupun potensial, baik maupun buruk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Perubahan yang terjadi bersifat positif dan berlaku dalam waktu yang relatif lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Perubahan tersebut terjadi karena adanya usaha (termasuk didalamnya latihan dan pengalaman). Perubahan karena efek perkembangan dan kematangan tidak termasuk dalam proses belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor yang mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• INTERNAL&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor yang berasal dari diri individu (sebagai input), meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Fisiologis, meliputi kondisi jasmani, fungsi alat indera, saraf sentral, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Psikologis, meliputi minat, motivasi, emosi, inteligensi, bakat, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• EKSTERNAL&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor diluar diri individu yang mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar, meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Sosial/Lingkungan, yaitu pola asuh keluarga, dukungan dari lingkungan disekitar individu, kehadiran seseorang secara langsung ataupun representasinya. Misalnya, bila teringat orangtua maka motivasi untuk menyelesaikan skripsi meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Instrumental, meliputi alat perlengkapan belajar, ruang belajar, ventilasi, penerangan, cuaca, materi yang diberikan, peraturan-peraturan yang mengikat dalam proses belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.3 Macam-macam motivasi belajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam membahas macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Motivasi Intrinsik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Syaiful Bahri (2002:115) motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni (2005) menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang. Sedangkan Sobry Sutikno (2007) mengartikan motivasi intrinsik sebagai motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Motivasi Ekstrinsik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut A.M. Sardiman (2005:90) motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan Rosjidan, et al (2001:51) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara belajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai cara belajar yang berbeda-beda. Pada dasarnya, cara Belajar terdiri dari tiga tipe,yaitu;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Visual: anak yang mempunyai cara belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Auditori: anak yang mempunyai cara belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakana. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan_kaset.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kinestetik: anak yang mempunyai cara belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.4 Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1). Perubahan terjadi secara sadar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini berarti bahwa seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuannya bertambah, kecakapanya bertambah, kebiasaanya bertambah. Jadi perubahan tingkah laku yang terjadi karena mabuk atau dalam keadaan tidak sadar, tidak termasuk perubahan dalam pengertian belajar , karena orang yang bersangkutan tidak menyadari akan perubahan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2). Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara berkesinambungan , tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. Misalnya jika seorang anak belajar menulis maka ia akan mengalami perubahan dari tidak dapat menulis menjadi dapat menulis. Perubahan ini berlangsung terus hingga kecakapan menulisnya menjadi lebih baik dan sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3). Perubahan dalam belajar bersifat Positif dan aktif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh Sesutu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian makin banyak usaha belajar itu dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang diperoleh. Perubahan yang bersifat aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan karena usaha individu sendiri. Misalnya perubahan tingkah laku karena proses kematangan yang terjadi dengan sendirinya karena dorongan dari dalam , tidak termasuk perubahan dalam pengertian belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4). Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. Misalnya kecakapan seorang anak dalam memainkan piano setelah belajar, tidak akan hilang begitu saja melainkan akan terus dimiliki bahkan akan semakin berkembang kalau terus dipergunakan atau dilatih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5). Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perbuatan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari. Misalnya seseorang yang belajar mengetik sebelumnya sudah menetapkan apa yang mungkin dapat dicapai dengan belajar mengetik, atau tingkat kecakapan mana yang akan dicapainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6). Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seorang belajar Sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.5 Peran Guru dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Hadiah &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Saingan/kompetisi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pujian &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Hukuman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-4963393285360992669?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/4963393285360992669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=4963393285360992669&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/4963393285360992669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/4963393285360992669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2012/02/makalah-motivasi-belajar.html' title='Makalah Motivasi Belajar'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-1644556349115350775</id><published>2012-01-10T21:08:00.002+07:00</published><updated>2012-01-10T21:08:44.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya suku sunda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suku jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suku sunda'/><title type='text'>Kebudayaan Suku Sunda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup wilayah administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Kerana letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi banyak mendiami daerah bagian barat yang bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, dan Depok. Sementara itu Orang Tionghoa banyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. KEBUDAYAAN SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Kebudayaan- kebudayaan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. SISTEM KEPERCAYAAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir semua orang Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak beragama Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi juga ada yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha. Selatan. Praktek-praktek sinkretisme dan mistik masih dilakukan. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda ditujukan untuk memelihara keseimbangan alam semesta.Keseimbangan magis dipertahankan dengan upacara-upacara adat, sedangkan keseimbangan sosial dipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong royong). Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon pantun Lutung Kasarung, salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang Tunggal) yang menitiskan sebagian  kecil diriNya ke dalam dunia untuk memelihara kehidupan manusia (titisan Allah ini disebut Dewata).  Ini mungkin bisa menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan Kabar Baik kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. MATA PENCAHARIAN &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Sunda umumnya hidup bercocok tanam. Kebanyakan tidak suka merantau atauhidup berpisah dengan orang-orang sekerabatnya. Kebutuhan orang Sunda terutama adalah hal meningkatkan taraf hidup. Menurut data dari Bappenas (kliping Desember 1993) di Jawa Barat terdapat 75% desa miskin. Secara umum kemiskinan di Jawa Barat disebabkan oleh kelangkaan sumber daya manusia. Maka yang dibutuhkan adalah pengembangan sumber daya manusia yang berupa pendidikan, pembinaan, dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. KESENIAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIRAB HELARAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kirap helaran atau yang disebut sisingaan adalah suatu jenis kesenian tradisional atau seni pertunjukan rakyat yang dilakukan dengan arak-arakan dalam bentuk helaran. Pertunjukannya biasa ditampilkan pada acara khitanan atau acara-acara khusus seperti ; menyambut tamu, hiburan peresmian, kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan kegiatan hari-hari besar lainnya. Seperti yang diikuti ratusan orang dari perwakilan seluruh kelurahan di Cimahi, yang berupa arak-arakan yang pernah digelar pada saat Hari Jadi ke-6 Kota Cimahi. Kirap ini yang bertolak dari Alun-alun Kota Cimahi menuju kawasan perkantoran Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah itu, diikuti oleh kelompok-kelompok masyarakat yang menyajikan seni budaya Sunda, seperti sisingaan, gotong gagak, kendang rampak, calung, engrang, reog, barongsai, dan klub motor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KARYA SASTRA &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah ini disajikan daftar karya sastra dalam bahasa Jawa yang berasal dari daerah kebudayaan Sunda. Daftar ini tidak lengkap, apabila para pembaca mengenal karya sastra lainnya dalam bahasa Jawa namun berasal dari daerah Sunda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Babad Cerbon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Cariosan Prabu Siliwangi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Carita Ratu Galuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Carita Purwaka Caruban Nagari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Carita Waruga Guru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Kitab Waruga Jagat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Layang Syekh Gawaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Pustaka Raja Purwa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Sajarah Banten&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Suluk Wuyung Aya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Wahosan Tumpawarang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Wawacan Angling Darma&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Wawacan Syekh Baginda Mardan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Kitab Pramayoga/jipta Sara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENCAK SIALAT CIKALONG&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya “Maempo Cikalong”. Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daerah Cianjur sudah sejak dahulu terkenal sebagai daerah pengembangan kebudayaan Sunda seperti; musik kecapi suling Cianjuran, klompen cianjuran, pakaian moda Cianjuran yang sampai kini dipergunakan dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SENI TARI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. TARI JAIPONGAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. TARI MERAK&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. TARI TOPENG&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SENI MUSIK DAN SUARA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.Dibawah ini salah salah satu musik/lagu daerah Sunda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bubuy Bulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Es Lilin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Manuk Dadali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tokecang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Warung Pojok&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WAYANG GOLEK &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jepang boleh terkenal dengan ‘Boneka Jepangnya’, maka tanah Sunda terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India.Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala dan Cepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ALAT MUSIK&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.      Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.      Angklung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.      KETUK TILU&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.      SENI BANGRENG&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seni Bangreng adalah pengembangan dari seni “Terbang” dan “Ronggeng”. Seni terbang itu sendiri merupakan kesenian yang menggunakan “Terbang”, yaitu semacam rebana tetapi besarnya tiga kali dari alat rebana. Dimainkan oleh lima pemain dan dua orang penabu gendang besar dan kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6 RENGKONG &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur dan orang yang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika menanam padi sampai dengan menuainya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.      KUDA RENGGONG Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran yang terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.      KECAPI SULING Kacapi Suling adalah salah satu jenis kesenian Sunda yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. SISTEM KEKERABATAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat parental, garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ibu bersama. Dalam keluarga Sunda, ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda.Dalam suku Sunda dikenal adanya pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan kekerabatan. Dicontohkannya, pertama, saudara yang berhubungan langsung, ke bawah, dan vertikal. Yaitu anak, incu (cucu), buyut (piut), bao, canggahwareng atau janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur atau gantungsiwur. Kedua, saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman, bibi, atau uwak, anak saudara kakek atau nenek, anak saudara piut. Ketiga, saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak kakak, keponakan anak adik, dan seterusnya. Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosa kata sajarah dan sarsilah (salsilah, silsilah) yang maknanya kurang lebih sama dengan kosa kata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna sajarah adalah susun galur/garis keturunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. BAHASA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahasa yang digunakan oleh suku ini adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda adalah bahasa yang diciptakan dan digunakan sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda, dan sebagai alat pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. Selain itu bahasa Sunda merupakan bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitas Suku Sunda yang merupakan salah satu Suku dari beberapa Suku yang ada di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah pendidikan dan teknologi di dalam masyarakat suku Sunda sudah bisa dibilang berkembang baik.Ini terlihat dari peran dari pemerintah Jawa Barat. Pemerintah Jawa Barat memiliki tugas dalam memberikan pelayanan pembangunan pendidikan bagi warganya, sebagai hak warga yang harus dipenuhi dalam pelayanan pemerintahan. Visi Pemerintah Jawa Barat, yakni “Dengan Iman dan Takwa Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010″ merupakan kehendak, harapan, komitmen yang menjadi arah kolektif pemerintah bersama seluruh warga Jawa Barat dalam mencapai tujuan pembangunannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat vital dan fundamental untuk mendukung upaya-upaya pembangunan Jawa Barat di bidang lainnya. Pembangunan pendidikan merupakan dasar bagi pembangunan lainnya, mengingat secara hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah membangun potensi manusia yang kelak akan menjadi pelaku pembangunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam setiap upaya pembangunan, maka penting untuk senantiasa mempertimbangkan karakteristik dan potensi setempat. Dalam konteks ini, masyarakat Jawa Barat yang mayoritas suku Sunda memiliki potensi, budaya dan karakteristik tersendiri. Secara sosiologis-antropologis, falsafah kehidupan masyarakat Jawa Barat yang telah diakui memiliki makna mendalam adalah cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Dalam kaitan ini, filosofi tersebut harus dijadikan pedoman dalam mengimplementasikan setiap rencana pembangunan, termasuk di bidang pendidikan. Cageur mengandung makna sehat jasmani dan rohani. Bageur berperilaku baik, sopan santun, ramah, bertata krama. Bener yaitu jujur, amanah, penyayang dan takwa. Pinter, memiliki ilmu pengetahuan. Singer artinya kreatif dan inovatif.Sebagai sebuah upaya mewujudkan pembangunan pendidikan berfalsafahkan cageur, bageur, bener, pinter, tur singer tersebut, ditempuh pendekatan social cultural heritage approach. Melalui pendekatan ini diharapkan akan lahir peran aktif masyarakat dalam menyukseskan program pembangunan pendidikan yang digulirkan pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. ADAT ISTIADAT&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adat Sunda merupakan salah satu pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. Adapun rangkaian acaranya dapat dilihat berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Nendeun Omong, yaitu pembicaraan orang tua atau utusan pihak pria yang berminat mempersunting seorang gadis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Lamaran. Dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. Disertai seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. Bawa lamareun atau sirih pinang komplit, uang, seperangkat pakaian wanita sebagai pameungkeut (pengikat). Cincin tidak mutlak harus dibawa. Jika dibawa, bisanya berupa cincing meneng, melambangkan kemantapan dan keabadian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Tunangan. Dilakukan ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Seserahan (3 – 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Ngeuyeuk seureuh (opsional, Jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah.) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Dipimpin pengeuyeuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan doa restu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten, pangradinan dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Diiringi lagu kidung oleh pangeuyeuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Disawer beras, agar hidup sejahtera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk kasih sayang dan giat bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. Melambangkan rumah tangga yang akan dibina masih bersih dan belum ternoda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria). Bermakna agar keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Membuat lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikuti kedua orang tua dan para tamu yang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Upacara Prosesi Pernikahan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Penjemputan calon pengantin pria, oleh utusan dari pihak wanita&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Ngabageakeun, ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Akad nikah, petugas KUA, para saksi, pengantin pria sudah berada di tempat nikah. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar, lalu didudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insan yang masih murni. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Sungkeman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Saweran, kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Kedua pengantin dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Meuleum harupat, pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o Nincak endog, pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buka pintu. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. MASALAH SOSIAL DALAM MASYARAKAT SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang berusia tua. Bahkan, dibandingkan dengan kebudayaan Jawa sekalipun, kebudayaan Sunda sebenarnya termasuk kebudayaan yang berusia relatif lebih tua, setidaknya dalam hal pengenalan terhadap budaya tulis. “Kegemilangan” kebudayaan Sunda di masa lalu, khususnya semasa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda, dalam perkembangannya kemudian seringkali dijadikan acuan dalam memetakan apa yang dinamakan kebudayaan Sunda. Dalam perkembangannya kebudayaan Sunda kini seperti sedang kehilangan ruhnya kemampuan beradaptasi, kemampuan mobilitas, kemampuan tumbuh dan berkembang, serta kemampuan regenerasi. Kemampuan beradaptasi kebudayaan Sunda, terutama dalam merespons berbagai tantangan yang muncul, baik dari dalam maupun dari luar, dapat dikatakan memperlihatkan tampilan yang kurang begitu menggembirakan. Bahkan, kebudayaan Sunda seperti tidak memiliki daya hidup manakala berhadapan dengan tantangan dari luar. Akibatnya, tidaklah mengherankan bila semakin lama semakin banyak unsur kebudayaan Sunda yang tergilas oleh kebudayaan asing. Sebagai contoh paling jelas, bahasa Sunda yang merupakan bahasa komunitas orang Sunda tampak semakin jarang digunakan oleh pemiliknya sendiri, khususnya para generasi muda Sunda. Lebih memprihatinkan lagi, menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari terkadang diidentikkan dengan “keterbelakangan”, untuk tidak mengatakan primitif. Akibatnya, timbul rasa gengsi pada orang Sunda untuk menggunakan bahasa Sunda dalam pergaulannya sehari-hari. Bahkan, rasa “gengsi” ini terkadang ditemukan pula pada mereka yang sebenarnya merupakan pakar di bidang bahasa Sunda, termasuk untuk sekadar mengakui bahwa dirinya adalah pakar atau berlatar belakang keahlian di bidang bahasa Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adanya kondisi yang menunjukkan lemahnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaan Sunda disebabkan karena ketidakjelasan strategi dalam mengembangkan kebudayaan Sunda serta lemahnya tradisi, baca, tulis , dan lisan (baca, berbeda pendapat) di kalangan komunitas Sunda. Ketidakjelasan strategi kebudayaan yang benar dan tahan uji dalam mengembangkan kebudayaan Sunda tampak dari tidak adanya “pegangan bersama” yang lahir dari suatu proses yang mengedepankan prinsip-prinsip keadilan tentang upaya melestarikan dan mengembangkan secara lebih berkualitas kebudayaan Sunda. Apalagi jika kita menengok sekarang ini kebudayaan Sunda dihadapkan pada pengaruh budaya luar. Jika kita tidak pandai- pandai dalam memanajemen masuknya budaya luar maka kebudayaan Sunda ini lama kelamaan akan luntur bersama waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai unsur kebudayaan Sunda yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan, bahkan untuk dijadikan model kebudayaan nasional dan kebudayaan dunia tampak tidak mendapat sentuhan yang memadai. Ambillah contoh, berbagai makanan tradisional yang dimiliki orang Sunda, mulai dari bajigur, bandrek, surabi, colenak, wajit, borondong, kolontong, ranginang, opak, hingga ubi cilembu, apakah ada strategi besar dari pemerintah untuk mengemasnya dengan lebih bertanggung jawab agar bisa diterima komunitas yang lebih luas. Lemahnya budaya baca, tulis, dan lisan ditengarai juga menjadi penyebab lemahnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaan Sunda. Lemahnya budaya baca telah menyebabkan lemahnya budaya tulis. Lemahnya budaya tulis pada komunitas Sunda secara tidak langsung merupakan representasi pula dari lemahnya budaya tulis dari bangsa Indonesia. Fakta paling menonjol dari semua ini adalah minimnya karya-karya tulis tentang kebudayaan Sunda ataupun karya tulis yang ditulis oleh orang Sunda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. SISTEM INTERAKSI DALAM SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jalinan hubungan antara individu- individu dalam masyarakat suku Sunda dalam kehidupan sehari- hari berjalan relatif positif. Apalagi masyarakat Sunda mempunyai sifat someah hade ka semah. Ini terbukti banyak pendatang tamu tidak pernah surut berada ke Tatar Sunda ini, termasuk yang enggan kembali ke tanah airnya. Lebih jauh lagi, banyak sekali sektor kegiatan strategis yang didominasi kaum pendatang. Ini juga sebuah fakta yang menunjukkan bahwa orang Sunda mempunyai sifat ramah dan baik hati kepada kaum pendatang dan tamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diakui pula oleh etnik lainnya di negeri ini bahwa sebagian besar masyarakat Sunda memang telah menjalin hubungan yang harmonis dan bermakna dengan kaum pendatang dan mukimin. Hal ini ditandai oleh hubungan mendalam penuh empati dan persahabatan Tidaklah mengherankan bahwa persahabatan, saling pengertian, dan bahkan persaudaraan kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari antara warga Sunda dan kaum pendatang. Hubungan urang Sunda dengan kaum pendatang dari berbagai etnik dalam konteks apa pun-keseharian, pendidikan, bisnis, politik, dan sebagainya-dilakukan melalui komunikasi yang efektif. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kesalahpahaman dan konflik antarbudaya antara masyarakat Sunda dan kaum pendatang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Yang menjadi penyebab utamanya adalah komunikasi dari posisi-posisi yang terpolarisasikan, yakni ketidakmampuan untuk memercayai atau secara serius menganggap pandangan sendiri salah dan pendapat orang lain benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkenalan pribadi, pembicaraan dari hati ke hati, gaya dan ragam bahasa (termasuk logat bicara), cara bicara (paralinguistik), bahasa tubuh, ekspresi wajah, cara menyapa, cara duduk, dan aktivitas-aktivitas lain yang dilakukan akan turut memengaruhi berhasil tidaknya komunikasi antarbudaya dengan orang Sunda. Pada akhirnya, di balik kearifan, sifat ramah, dan baik hati orang Sunda, sebenarnya masih sangat kental sehingga halini menjadi penunjang di dalamterjalinnya system interaksi yang berjalan harmonis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. STRATIFIKASI SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Jawa Barat, yaitu masyarakat Sunda, mempunyai ikatan keluarga yang sangat erat. Nilai individu sangat tergantung pada penilaian masyarakat. Dengan demikian, dalam pengambilan keputusan, seperti terhadap perkawinan, pekerjaan, dll., seseorang tidak dapat lepas dari keputusan yang ditentukan oleh kaum keluarganya. Dalam masyarakat yang lebih luas, misalnya dalam suatu desa, kehidupan masyarakatnya sangat banyak dikontrol oleh pamong desa. Pak Lurah dalam suatu desa merupakan “top leader” yang mengelola pemerintahan setempat, berikut perkara-perkara adat dan keagamaan. Selain pamong desa ini, masih ada golongan lain yang dapat dikatakan sebagai kelompok elite, yaitu tokoh-tokoh agama. Mereka ini turut selalu di dalam proses pengambilan keputusan-keputusan bagi kepentingan kehidupan dan perkembangan desa yang bersangkutan. Paul Hiebert dan Eugene Nida, menggambarkan struktur masyarakat yang demikian sebagai masyarakat suku atau agraris.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan status di antara kelompok elite dengan masyarakat umum dapat terjadi berdasarkan status kedudukan, pendidikan, ekonomi, prestige sosial dan kuasa. Robert Wessing, yang telah meneliti masyarakat Jawa Barat mengatakan bahwa ada kelompok&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“in group” dan “out group” dalam struktur masyarakat. Kaum memandang sesamanya sebagai “in group” sedang di luar status mereka dipandang sebagai “out group.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;W.M.F. Hofsteede, dalam disertasinya Decision-making Process in Four West Java Villages (1971) juga menyimpulkan bahwa ada stratifikasi masyarakat ke dalam kelompok elite dan massa. Elite setempat terdiri dari lurah, pegawai-pegawai daerah dan pusat, guru, tokoh-tokoh politik, agama dan petani-petani kaya. Selanjutnya, petani menengah, buruh tani, serta pedagang kecil termasuk pada kelompok massa. Informal leaders, yaitu mereka yang tidak mempunyai jabatan resmi di desanya sangat berpengaruh di desa tersebut, dan diakui sebagai pemimpin kelompok khusus atau seluruh desa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan seseorang dengan orang lain dalam lingkungan kerabat atau keluarga dalam masyarakat Sunda menempati kedudukan yang sangat penting. Hal itu bukan hanya tercermin dari adanya istilah atau sebutan bagi setiap tingkat hubungan itu yang langsung dan vertikal (bao, buyut, aki, bapa, anak, incu) maupun yang tidak langsung dan horisontal (dulur, dulur misan, besan), melainkan juga berdampak kepada masalah ketertiban dan kerukunan sosial. Bapa/indung, aki/nini, buyut, bao menempati kedudukan lebih tinggi dalam struktur hubungan kekerabatan (pancakaki) daripada anak, incu, alo, suan. Begitu pula lanceuk (kakak) lebih tinggi dari adi (adik), ua lebih tinggi dari paman/bibi. Soalnya, hubungan kekerabatan seseorang dengan orang lain akan menentukan kedudukan seseorang dalam struktur kekerabatan keluarga besarnya, menentukan bentuk hormat menghormati, harga menghargai, kerjasama, dan saling menolong di antara sesamanya, serta menentukan kemungkinan terjadi-tidaknya pernikahan di antara anggota-anggotanya guna membentuk keluarga inti baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pancakaki dapat pula digunakan sebagai media pendekatan oleh seseorang untuk mengatasi kesulitan yang sedang dihadapinya. Dalam hubungan ini yang lebih tinggi derajat pancakaki-nya hendaknya dihormati oleh yang lebih rendah, melebihi dari yang sama dan lebih rendah derajat pancakaki-nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-1644556349115350775?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/1644556349115350775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=1644556349115350775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/1644556349115350775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/1644556349115350775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2012/01/kebudayaan-suku-sunda.html' title='Kebudayaan Suku Sunda'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-3037003262309256767</id><published>2012-01-08T22:27:00.000+07:00</published><updated>2012-02-08T22:30:57.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Adat'/><title type='text'>Kedudukan anak Perempuan Dalam Hukum Waris I Hukum Waris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedudukan anak Perempuan Dalam Hukum Waris sangat penting dibahas dan kita jelaskan berdasarkan hukum resmi yang ada. Kenapa Kedudukan anak Perempuan Dalam Hukum Waris ini sangat penting? Karena sering kali anak perempuan terabaikan dalam Hukum waris di kehidupans sehari hari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semula menurut &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2012/02/mediasi-dalam-hukum-adat-i-filosofi.html"&gt;&lt;u&gt;hukum adat&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; dalam masyarakat patrilineal, anak perempuan bukan ahli waris. Namun dalam perkembangannya diakui oleh yurisprudensi bahwa anak perempuan sebagai ahli waris almarhum orang tuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedudukan Janda dalam Hukum Waris&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan awal seorang janda bukan ahli waris, dalam kenyataannya kemudian janda menjadi menderita sepeninggal suaminya, kemudian timbul praktek pemberian hibah oleh suami kepada istrinya untuk melindungi dan mempertahankan kehidupan sosial ekonomi sepeninggal suaminya, praktek demikian semakin lama semakin melembaga. Perkembangan hukum adat berikutnya adalah, janda sebagai ahli waris bersama-sama dengan anak-anak almarhum suaminya. Selanjutnya janda sebagai ahli waris yang kedudukannya sama dengan ahli waris anak. Perkembangan selanjutnya janda sebagai ahli waris kelompok keutamaan, yang menutup ahli waris lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yurisprudensi Putusan MA No. 387K/Sip/1956 tanggal 29 Okt0ber 1958, Janda dapat tetap menguasai harta gono gini sampai ia meninggal dunia atau kawin lagi. Puncaknya adalah Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung No. 3190K/ Pdt/`985, tanggal 26 Oktober 1987, janda memiliki hak waris dari harta peninggalan suaminya, dan haknya sederajad dengan anak kandungnya, jika tidak memiliki anak, ia jadi penghalang ahli waris saudara suaminya, terhadap harta gawan dan harta gono gini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip-prinsip Jual Beli Tanah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jual beli tanah sah bila memenuhi syarat terang dan tunai, hal ini ternyata secara konsisten dipegang dalam yurisprudensi tentang jual beli tanah. Terang artinya transaksi peralihan hak atas tanah harus disaksikan oleh Pejabat Umum. Tunai artinya jual beli tanah hanya sah bila berlangsung adanya pembayaran lunas dan penyerahan tanah pada saat yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip Pelepasan Hak Sebagai Dasar Timbul atau Hilangnya Hak Bukan Daluarsa Hukum adat tidak mengenal lembaga daluarsa, melainkan mengenal apa yang disebut lembaga pelepasan hak (rechsververking), artinya bila sebidang tanah dibiarkan, maka lama kelamaan haknya akan menyurut dan puncaknya akan terlepas, seiring semakin renggangnya hubungan fisik antara pemilik dan tanah yang bersangkutan demikian juga sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-3037003262309256767?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/3037003262309256767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=3037003262309256767&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3037003262309256767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3037003262309256767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2012/01/kedudukan-anak-perempuan-dalam-hukum.html' title='Kedudukan anak Perempuan Dalam Hukum Waris I Hukum Waris'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-2079545119673156607</id><published>2012-01-08T18:52:00.001+07:00</published><updated>2012-02-08T22:42:00.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Adat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Mediasi Hukum Adat I Filosofi Hukum Adat I Hukum Adat dan Mediasi Hukum Adat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mediasi Hukum Adat &lt;/b&gt;merupakan salah satu pola hukum di indonesia yang memiliki Pola tertentu disetiap masyarakta indonesia. &lt;b&gt;Hukum adat&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Mediasi Hukum Adat&lt;/b&gt; setiap daerah berbeda-beda. Penjelasan Mediasi Hukum adat ini akan dijelaskan secara rinci di &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2012/02/mediasi-dalam-hukum-adat-i-filosofi.html"&gt;Mediasi Dalam Hukum Adat I Filosofi Hukum Adat I Hukum Adat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     &lt;b&gt;Filosofi penyelesaian sengketa dalam masyarakat hukum adat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hukum adat sebagai suatu sistem hukum memiliki pola tersendiri dalam menyelesaikan sengketa. Hukum memiliki karakter yang khas dan unik bila dibandingkan dengan system hukum lain. Hukum adat lahir dan tumbuh dari masyarakat, sehingga keberadaannya bersenyawa dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Hukum adat tersusun dan terbangun atas nilai, kaidah,dan norma yang disepakati dan diyakini kebenarannya oleh komunitas masyarakat adat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hukum adat Indonesia&lt;/i&gt; merupakan penjelmaan dari kebudayaan masyarakat Indonesia. Hukum adat bersandar pada alam pikiran bangsa Indonesia yang tidak sama dengan alam pikiran yang menguasai system hukum barat atau system hukum lainnya. Soedarsono menyebutkan bahwa tata hukum adat Indonesia berbeda dengan tata hukum lainnya yang ada di Indonesia seperti tata hukum romawi yang dibawa colonial Belanda ke Indonesia (Barat), tata hukum Hindu India , dan tata hukum islam, dan berbagai tata hukum lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyelesaian sengketa dalam masyarakat hukum adat didasarkan pada pandangan hidup yang dianut oleh masyarakat itu sendiri. Pandangan hidup atau lebensaacbuung, adalah suatu pandangan objektif dari orang-orang yang ada di dalam masyarakat mengenai apa dan bagaimana dunia dan hidup itu. Koesnoe, menyebutkan bahwa pandangan hidup masyarakat adat tertumpu pada filsafat eksistensi manusia. Pandangan hidup masyarakat adat yang berasal dari nilai,pola pikir,dan norma telah melahirkan ciri masyarakat hukum adat. Imam sudiyat, menyebutkan masyarakat hukum adat memiliki ciri religious, komunal, demokrasi, mementingkan nilai moral spiritual, dan bersahaja/sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tradisi penyelesaian sengketa dalam masyarakat hukum adat cenderung menggunakan ‘pola adat’ atau dalam istilah lain sering disebut pola ‘kekeluargaan’. Pola ini diterapkan bukan hanya untuk sengketa perdata tetapi juga pidana. Penyelesaian sengketa dalam pola adat, bukan berarti tidak ada kompensasi atau hukuman apa pun terhadap pelanggar hukum adat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.     &lt;b&gt;Ruang lingkup mediasi dalam hukum adat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat hukum adat lebih mengutamakan penyelesaian sengketa melalui jalur musyawarah, yang bertujuan untuk mewujudkan kedamaian dalam masyarakat. Jalur musyawarah merupakan jalur utama yang digunakan masyarakat hukum adat dalam menyelesaikan sengketa, karena dalam musyawarah akan dapat dibuat kesepakatan damai yang menguntungkan kedua belah pihak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam system hukum adat, tidak dikenal pembagian hukum kepada hukum public dan hukum privat. Akibatnya, masyarakat hukum adat tidak mengenal kategorisasi hukum pidana dan hukum perdata, sebagaimana dalam system hukum Eropa Kontinental. Istilah “sengketa” bagi masyarakat hukum adat bukan hanya ditujukan untuk kasus perdata, yang menitikberatkan pada kepentingan perorangan, tetapi sengketa juga digunakan untuk tindak pidana kejahatan atau pelanggaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup mediasi dalam masyarakat hukum adat, tidak hanya terbatas pada sengketa ranah privat, tetapi dapat juga digunakan untuk menyelesaikan kasus public. Penggunaan mediasi, arbitrase, negosiasi dan fasilitasi jauh lebih luas dalam hukum adat, bila dibandingkan dengan hukum positif di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C.     &lt;b&gt;Pola mediasi dalam hukum adat : Model Aceh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Aceh memiliki pola tersendiri dalam penyelesaian konflik (sengketa), baik konflik vertical maupun horizontal. Pola penyelesaian konflik dalam masyarakat Aceh dikenal dengan pola penyelesaian adat gampong. Pola ini sebenarnya berasal dari syariat islam yang bersumber pada ajaran Al-Qur’an dan as-Sunnah. Pegangan suci umat islam ini, mengajarkan model dan cara penyelesaiaan konflik, baik dalam rumah tangga, antar individu di luar rumah tangga, antar masyarakat, bahkan antar Negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Cara dan pola penyelesaian konflik&lt;/i&gt; yang berasal dari syariat islam diterjemahkan oleh masyarakat Aceh dalam bingkai adat, sehingga tampak adanya pergeseran secara tekstual antara yang tertulis dalam doktrin syariah, dengan apa yang dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Aceh. Kenyataan ini bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan syariat, akan tetapi meweujudkan makna syariat melalui perangkat dan institusi adat dan budaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola penyelesaiaan konflik yang dipraktikkan turun temurun oleh masyarakat Aceh terdiri dari pola di’iet, sayam, suloh, dan peumat jaroe. Pola-pola ini sudah dikenal sejak awal, terutama ketika Islam menginjak kakinya ke Nusantara, dan bahkan institusi sayam, jauh lebih dahulu dikenal dalam masyarakat aceh bila dibandingkan dengan institusi di’iet dan suloh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asal usul di’iet, suloh dan peumat jaroe berasal dari tradisi dan ajaran Islam, sehingga pola ini langsung dikenal oleh masyarakat Aceh ketika Islam disebarkan pertama kali ke Nusantara. Institusi sayam berasal dari tradisi Hindu, sehingga sebelum Islam datang pola ini telah dikenal dan dipraktikkan oleh masyarakat Aceh. Ajaran dan tradisi Hindu tentang sayam, sebenarnya tidak murni lagi ajaran Hindu, namun sudah disaring (filter) oleh syariat islam. Oleh karenanya, praktik sayam sebagai model penyelesaiaan konflik dalam masyarakat Aceh, bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan syariat islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Di’iet&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata di’iet berasal dari istilah Arab, yaitu diyat. Secara bahasa, kata diyat bermakna pengganti jiwa atau pengganti anggota tubuh yang hilang atu rusak. Pengganti ini merupakan harta, baik bergerak maupun tidak bergerak. Diyat merupakan konsep yang terdapat dalam hukum pidana Islam. Para sarjana hukum Islam memahami diyat sebagai bentuk kompensasi atau ganti rugi yang diserahkan oleh pelaku pidana atau keluarganya, kepada korban atau keluarga korban (ahli warisnya) dalam tidak pidana pembunuhan atau kejahatan terhadap anggota tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sayam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayam adalah salah satu pola penyelesaian konflik yang ditemukan dalam kehidupan masyarakat Aceh. Pola ini telah lama dipraktikkan dan bahkan jauh lebih lama dari pola di’iet dan suloh. Sayam adalah bentuk kompensasi berupa harta yang diberikan oleh pelaku pidana terhadap korban atau ahli waris korban, khusus berkaitan dengan rusak atau tidak berfungsinya anggota tubuh. Bahkan sebagian daerah di Aceh memperlakukan sayam ini sebagai kompensasi dari keluarnya darah seseorang akibat penganiayaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Suloh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata suloh dalam bahasa Aceh berasal dari istilah Arab, yaitu al-shulhu atau ishlah, yang berarti upaya perdamaian. Suloh adalah upaya perdamaian antar para pihak yang bersengketa. Dalam tradisi penyelesaian konflik, masyarakat aceh menggunakan suloh sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan social, akibat adanya sengketa atau konflik. Suloh lebih diarahkan pada upaya perdamaian diluar kasus-kasus pidana. Ia ditujukan untuk menyelesaikan kasus perdata dan kasus-kasus yang tidak melukai anggota tubuh manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Peumat jaroe&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk aktivitas adat dan budaya yang melekat pada di’iet, sayam dan suloh adalah peusijuek dan peumat jaroe (saling berjabat tangan). Kedua institusi ini dianggap memegang peran penting dalam menjalin rasa persaudaraan (ukhuwah) antara para pihak yang bersengketa. Masyarakat Aceh menganggap belum sempurnanya penyelesaian konflik tanpa ada prosesi peusijuek dan peumat jaroe. Prosesi peusijuek sudah dijelaskan sebelumnya yang digunakan untuk semua perkara baik perdata atau pidana. Peusijuek juga dilaksanakan bukan hanya untuk menyelesaikan konflik, tetapi juga menyatakan rasa syukurpun biasanya diwujudkan dengan peusijuek dalam masyarakat Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah acara peusijuek selesai, maka dilanjutkan dengan peumat jaroe antara pihak yang bersengketa. Kegiatan ini dilakukan (difasilitasi), oleh keuchik, teungku imuem, dan tetua adat. Peumat jaroe merupakan symbol perbaikan hubungan antara para pihak yang bersengketa, dengan harapan konflik antar mereka dapat segera berakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D.    Proses mediasi dalam hukum adat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses mediasi yang digunakan masyarakat hukum adat pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan proses mediasi yang dikembangkan pada era modern. Secara garis besar proses mediasi dalam hukum adat dapat dikemukakan seperti dibawah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, para pihak yang bersengketa dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga (mediator) untuk menyelesaikan sengketa mereka. Mediator yang dipercayakan oleh para pihak, umumnya adalah tokoh adat atau tokoh ulama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, para pihak yang memberikan kepercayaan kepada tokoh adat sebagai mediator didasarkan pada kepercayaan bahwa mereka adalah orang yang memiliki wibawa, dihormati, disegani, dipatuhi perkataannya dan mereka adalah orang-orang yang mampu menutup rapat-rapat rahasia di balik persengketaan yang terjadi di antara para pihak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, tokoh adat yang mendapat kepercayaan sebagai mediator melakukan pendekatan-pendekatan yang menggunakan bahasa agama dan bahasa adat, agar para pihak yang bersengketa dapat duduk bersama, menceritakan latar belakang, penyebab sengketa, dan kemungkinan-kemungkinan mencari jalan keluar untuk mengakhiri sengketa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat, tokoh adat sebagai mediator dapat melakukan sejumlah pertemuan termasuk pertemuan terpisah jika dianggap perlu, atau melibatkan tokoh adat yang lain yang independen setelah mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak. Tujuannya adalah untuk membantu mempercepat proses mediasi, sehingga kesepakatan-kesepakatan dapat cepat tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelima, bila para pihak sudah mengarah untuk menawarkan alternative penyelesaian, maka mediator dapat memperkuat dengan menggunankan bahasa agama dan bahasa adat, agar kesepakatan damai dapat terwujud. Bila kedua belah pihak bersepakatan untuk berdamai dengan sejumlah tuntutan masing-masing yang mungkin dipenuhi,maka mediator dapat mengusulkan untuk menyusun pernyataan damai di depan para tokoh adat dan kerabat dari kedua belah pihak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keenam, bila kesediaan ini sudah dikemukakan kepada mediator, maka tokoh adat tersebut dapat mengadakan prosesi adat, sebagai bentuk akhir dari pernyataan mengakhiri sengketa dengan mediasi melalui jalur adat. Dengan demikian, maka berakhirlah proses mediasi dalam masyarakat hukum adat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E.     &lt;b&gt;Pelaksanaan hasil mediasi dan sanksi adat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelaksanaan hasil mediasi dalam praktik masyarakat adat, bukan hanya semata-mata menjadi tanggung jawab para pihak yang bersengketa, tetapi juga terlibat para tokoh adat yang telah bertindak sebagai mediator. Pada sisi lain keluarga besar para pihak yang bersengketa, dapat juga menjadi pendorong bagi memudahkan realisasi kesepakatan mediasi. Keluarga besar para pihak akan malu, bila diketahui oleh masyarakat bahwa mereka adalah penghambat dari mulusnya pelaksanaan hasil mediasi. Oleh karena itu, control masyarakat menjadi amat penting dalam pelaksanaan hasil mediasi. Hal ini dapat mengingatkan kembali bahwa masyarakat dapat melakukan intervensi, jika hasil mediasi tidak dilaksanakan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam masyarakat hukum adat,jika kesepakatan damai para pihak sudah diikrarkan dihadapan tokoh adat, apalagi dilakukan pada suatu upacara adat, maka kesepakatan tersebut harus dilaksanakan dengan segera. Bila salah satu pihak mengingkari atau tidak bersedia melaksanakan hasil mediasi, maka pihak tersebut akan mendapatkan sanksi adat dari masyarakat hukum adat. Sanksi ini sangat tergantung pada sejauh mana tingkat pengingkaran terhadap kesepakatan, dan juga tergantung pada dampak yang ditimbulkan oleh pengingkaran tersebut kepada nilai-nilai social dalam masyarakat hukum adat. Bentuk-bentuk sanksi yang diberikan kepada pihak yang tidak bersedia melaksanakan hasil mediasi dapat berupa pengucilan dari kegiatan social, dan bahkan sampai kepada pengusiran dari komunitas hukum adat. Penjatuhan sanksi kepada para pihak tidak dilakukan secara serta-merta, tetapi dilakukan setelah proses negosiasi guna merealisasikan hasil mediasi yang dilakukan oleh tokoh adat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-2079545119673156607?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.unjabisnis.net/2012/02/mediasi-dalam-hukum-adat-i-filosofi.html' title='Mediasi Hukum Adat I Filosofi Hukum Adat I Hukum Adat dan Mediasi Hukum Adat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/2079545119673156607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=2079545119673156607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2079545119673156607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2079545119673156607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2012/02/mediasi-dalam-hukum-adat-i-filosofi.html' title='Mediasi Hukum Adat I Filosofi Hukum Adat I Hukum Adat dan Mediasi Hukum Adat'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-8673089747420966722</id><published>2011-12-26T16:34:00.000+07:00</published><updated>2011-12-26T16:34:38.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software SPSS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jasa Analisis Data Menggunakan SPSS Online'/><title type='text'>Jasa Analisis Data Menggunakan SPSS Online</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini perkembangan teknologi telah berkembang begitu cepat, hal tersebut sangat membantu kita dalam berbagai hal. Salah satu contohnya adalah dalam mengolah dan menganalisis data. Sering kali kita kesulitan dalam mengolah data secara manual karena banyaknya masalah yang muncul selama proses analisis, seperti kesalahan dalam perhitungan, tidak tau rumus mana yang harus digunakan, kerumitan dalam perhitungan, waktu analisis yang begitu lama, dll. Hal seperti ini sering membuat kita putus asa!!!!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu kami menawarkan solusi cerdas dalam menganalisis data dengan menggunakan &lt;i&gt;Software SPSS 17.0.&lt;/i&gt; Data akan dianalisis dengan cepat dan tepat, sesuai tujuan analisa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda bisa menghubungi kontak kami di: &lt;span style="color: red;"&gt;085268948255&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk membatasi ruang dan waktu, anda dapat mengirimkan data melalui email ke &lt;span style="color: red;"&gt;afrizaza@yahoo.com&lt;/span&gt; dan hasil analisis akan kami kirim melalui email juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kami juga menyediakan free &lt;b&gt;SofTware SPSS 17.0&lt;/b&gt; walaupun sebenarnya anda dapat &lt;b&gt;dowload gratis Software SPSS&lt;/b&gt; tapi terkadang trial, untuk itu kami menyediakan &lt;b&gt;software SPSS original&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-8673089747420966722?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/8673089747420966722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=8673089747420966722&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8673089747420966722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8673089747420966722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/jasa-analisis-data-menggunakan-spss.html' title='Jasa Analisis Data Menggunakan SPSS Online'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-5735881379572145680</id><published>2011-12-20T10:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T10:03:01.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><title type='text'>Analisis Demografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Analisis penduduk “dari rahim ke liang kubur” (from the womb to the tomb) karena meliputi analisis penduduk pada seluruh siklus kehidupan manusia sejak 11/13/2008 24 dari kandungan sampai meninggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manfaat analisis demografi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masa lampau, kecenderungannya, dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang  tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungan dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pemperkirakan pertumbuhan penduduk (proyeksi penduduk) pada masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Kebijakan kependudukan di Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Orde Lama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Orde Baru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Otonomi daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orde Lama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pronatalis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Presiden Soekarno pada tahun 1964 pernah berkata, ”Bagi saya, penyelesaiannya ialah membuka tanah lebih luas lagi, sebab bila engkau membuka seluruh tanah di Indonesia, engkau dapat memberi makan 250 juta jiwa, dan saya hanya punya 103 juta jiwa ... Dalam negeriku, makin banyak (anak) makin baik.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pembatasan kelahiran terutama kontrasepsi bertentangan dengan moral bangsa Indonesia dan hanya dapat disetujui jika dimaksudkan untuk mengatur kelahiran demi menjaga kesehatan ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ketidaksetujuan tokoh-tokoh agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Permintaan di kalangan ibu-ibu yang tinggal di wilayah perkotaan dan berpendidikan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orde Baru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Anti-natalis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tahun 1967 Presiden Suharto menandatangani United Nations Decalaration on Population bersama 29 pemimpin lain di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Presiden Suharto dalam pidatonya tanggal 16 Agustus 1967 menyatakan: ”Indonesia harus benar-benar  memperhatikan usaha pembatasan kelahiran”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Deklarasi mengakui penentuan jumlah dan jarak kelahiran anak sebagai hak dasar manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pembentukan Lembaga Keluarga Berencana Nasional pada Oktober 1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pembentukan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional pada tahun 1970.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otonomi daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kebijakan pemerintah daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Isu utama: kualitas sumber daya manusia penduduk terutama kesehatan, pendidikan ekonomi dan mental pendidikan, ekonomi, masih harus ditingkatkan agar penduduk dapat menjadi pelaku dan calon pelaku pembangunan yang efisien dan efektif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemiskinan (Sosial Demografi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pada Tahun 2006, persentase penduduk perkotaan yang termasuk ke dalam kategori miskin mencapai 13,47%, sedangkan di perdesaan sebesar 21,81%. Rumah tangga miskin di perkotaan memiliki kondisi yang relatif lebih baik dibanding rumah tangga miskin di perdesaan baik dalam hal pendidikan kesehatan perdesaan, pendidikan, kesehatan, maupun pendapatan. Akses terhadap pelayanan dasar di perkotaan jauh lebih mudah dibanding di perdesaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dalam ekonomi kependudukan dikenal istilah transisi demografi, dan dapat dikaitkan dengan fenomena kemiskinan. Pada tahap pertama transisi demografi, angka kematian dan kelahiran sangat tinggi. Tahap kedua, adanya berbagai penemuan di bidang kesehatan menyebabkan masyarakat mengalami better living standard. Akibatnya angka kematian menurun, namun angka kelahiran tetap tinggi. Tahapan selanjutnya yang harusnya terjadi ialah karena angka kematian rendah, maka orang akan cenderung membatasi kelahiran (tidak perlu ”cadangan anak”), sehingga angka kelahiran pun turun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Transisi demografi akan mengubah struktur umur penduduk, dimana proporsi penduduk muda (0 – 15 tahun) makin menurun, proporsi penduduk usia kerja meningkat pesat, dan proporsi penduduk usia tua meningkat perlahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dampaknya ialah pada beberapa tahun berikutnya, akan terjadi penurunan dependency ratio. Pada saat angka dependency ratio mencapai titik terendah, seharusnya suatu negara berpotensi menghasilkan bonus demografi. Masalahnya, penduduk miskin di Indonesia (terutama perdesaan) masih mengalami kendala akses pelayanan kesehatan, sehingga tetap berparadigma ”perlu punya banyak anak”.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-5735881379572145680?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/5735881379572145680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=5735881379572145680&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5735881379572145680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5735881379572145680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/analisis-demografi.html' title='Analisis Demografi'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-7049472131855996324</id><published>2011-12-20T10:02:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T10:02:15.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><title type='text'>Asal Usul dan Pengertian Demografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Asal-usul kata demografi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kata demografi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata demos, yang artinya rakyat/penduduk grafein, yang artinya menggambar atau menulis. Demografi: adalah tulisan atau karangan tentang rakyat atau penduduk Achille Guillard (1885)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pertama kali menggunakan istilah “Demografi” ini dalam karyanya yang berjudul: “Elements de Statistique Humanie ou Demographic Comparee” Humanie, Comparee atau “ Elements of Human Statistics or Comparative Demography”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan pengertian tentang Demografi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Johan Sussmilch (1762): demografi mempelajari hukum Tuhan yang berhubungan dengan perubahan2 pada umat manusia yang terlihat pada kelahiran, kematian, dan pertumbuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Achille Guillard (1855): demografi sebagai ilmunyang mempelajari segala sesuatu dari keadaan dan sikap manusia yang dapat diukur yaitu meliputi perubahan secara umum, fisik, peradaban, intelektualitas, dan kondisi moral Perkembangan pengertian demografi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• David V.Glass (1953): demografi terbatas pada studi penduduk sebagai akibat pengaruh dari proses demografi, yaitu: fertilitas, mortalitas, dan migrasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• UN ( 1958); IUSSP ( 1982): demografi adalah studi ilmiah mengenai masalah penduduk yang berkaitan dengan jumlah, struktur, serta pertumbuhannya. Masalah demografi lebih ditekankan pada segi kuantitatif dari berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk , yaitu: fertilitas, mortalitas dan migrasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Donald J. Bogue (1973)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Demografi adalah ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;besar, komposisi dan distribusi penduduk dan perubahan-perubahannya sepanjang perubahan masa melalui bekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bapak demografi: John Graunt&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Menganalisis data kelahiran dan kematian yang diperoleh dari catatan kematian (bills of mortality) yang setiap minggu diterbitkan oleh petugas gereja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mencetuskan “hukum-hukum” tentang pertumbuhan penduduk (Natural and&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Political Observations, Made Upon the Bills of Mortality, 1662).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu demografi terbagi menjadi dua&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Adolphe Landry (1945)menyarankan dibedakan antara istilah demografi murni dan studi kependudukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Demografi murni (pure demography)  Demografi formal yang menghasilkan teknik-teknik untuk menghitung indikator-indikator kependudukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indicator&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Studi atau analisis kependudukan yang lebih luas  Studi mengenai hubungan antara faktor-faktor perubahan penduduk dan faktor-faktor pembangunan. Studi yang berusaha memberi penjelasan tentang sebab akibat perubahan variabel demografi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori-teori kependudukan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Malthus ke Neo-Malthusian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Teori kependudukan hubungan antara penduduk dan keterbatasan sumber alam/pangan penduduk optimum)  hubungan antara penduduk dan lingkungan (carrying capacity/daya dukung)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thomas Robert Malthus: Teori Kelebihan Penduduk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mengembangkan pemikiran yang sudah dikembangkan oleh ayahnya, Daniel Malthus, mengenai hubungan antara penduduk dan pangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Diterbitkan pertama kali sebagai Essay on the Principle of Population (1798).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Over population theory&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga proposisi besar T.R. Malthus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penduduk dibatasi oleh sumber-sumber subsistensi/pangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Penduduk dengan sendirinya akan meningkat kalau sumber-sumber subsistensi meningkat, kecuali kalau ada penghambat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Penghambat tersebut, dan penghambat yang menekan kekuatan perkembangan penduduk, serta penahan dampaknya pada tingkat subsistensi, semuanya dapat dipecahkan melalui ketahanan moral, kejahatan, dan kesengsaraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat Malthus yang terkenal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kalau tidak ada halangan maka penduduk akan tumbuh menurut deret ukur sedangkan sumbersumber pangan hanya akan berkembang menurut deret hitung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;– Ledakan penduduk (population boom) di koloni baru Eropa, Amerika Utara, yang tanahnya sangat luas dan kaya akan sumber alam. Penduduk berkembang dengan amat pesat menjadi 3 kali lipat dalam waktu 2 abad, 111 juta jiwa pd th 1650, menjadi 330 juta orang di tahun 1850&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malthus: Checks to Population&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Faktor yang menekan perkembangan penduduk: ultimate checks dan immediate checks. Immediate checks diperinci menjadi preventive checks dan positive checks&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Preventive check (pengekang pencegah): ukuran keluarga kecil dan usia perkawinan tinggi, terutama di negara-negara Eropa yang sudah maju ilmu pengetahuannya.Berbagai cara yang mengurangi jumlah bayi yang dilahirkan 11/13/2008 14&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Preventive checks lainnya: KB, dan aborsi (Malthus tidak mendukungnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Positive checks (pengekang positif); perang, epidemi, bencana alam, dan kelaparan berkepanjangan, yang umumnya tinggi di negara-negara yang belum maju ilmu pengetahuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran pada jaman Malthus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Diminishing returns (tambahan hasil yang makin berkurang) dari tanah, dalam keadaan statis (ceteris paribus).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pandangan Malthus:  Selama sumber-sumber subsistensi jauh melebihi kebutuhan penduduk maka penduduk akan berkembang cepat untuk mencapai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keseimbangan dengan sumber-sumber subsistensi yang ada. Kalau sumber-sumber subsistensi ditingkatkan maka penduduk dapat tumbuh lebih cepat lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kritik terhadap Malthus (Anti- Malthusian, Abad 19)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Malthus tidak setuju undang-undang kemiskinan (poor laws) yang memberi bantuan kepada orang miskin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Malthus berpendapat bahwa bantuan kepada orang miskin sama dengan meningkatkan sumber-sumber subsistensi orang-orang miskin, yang karenanya akan terdorong untuk mempunyai anak lebih banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Malthus berpendapat jika orang miskin tidak dibantu maka perilaku mereka akan berubah dan mereka akan mengurangi jumlah anak mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kritik terhadap Malthus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pertimbangan ekonomi: menekankan faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, pembagian pekerjaan dan upah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pertimbangan demografi: terutama penemuan dan pemikiran mengenai perkembangan penduduk (population trends) dan fertilitas, yang berlawanan dengan proposisi klasik Malthus mengenai penduduk (terutama di Eropa).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kelompok Anti-Malthusian berpendapat bahwa masalah jumlah penduduk dapat diatasi dengan lebih efektif melaui upaya pencegahan kelahiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mazhab Ekonomi Klasik (Abad 19)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Akhir abad 19: asumsi-asumsi mazhab klasik mengenai  teori pertumbuhan ekonomi dan penduduk makin dipertanyakan karena:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Fertilitas menunjukkan penurunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Emigrasi terjadi di beberapa negara Eropa (Irlandia terutama waktu terjadi potato famine).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Impor pangan terjadi kalau diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Perkembangan teknologi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Pengetahuan manusia dan kekayaan produktif makin meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marshal (1920)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Walaupun peranan alam dalam produksi menunjukkan hasil yang semakin berkurang, peranan manusia cenderung meningkatkan hasil atau hasil yang makin meningkat (increasing returns).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Peningkatan hasil (volume produksi):&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. bersumber pada kecenderungan external economies (pasar yang tidak tertutup)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. sebagian karena adanya internal economies (berbagai perubahan yang terjadi dalam sistem perekonomian dalam negeri)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan perekonomian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Peningkatan spesialisasi atau pembagian pekerjaan dan mesin mesin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Lokasi industri yang makin baik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Perluasan (ukuran) industri/perusahaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Efisiensi dalam penggunaan bahan mentah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Perbaikan komunikasi dan pemasaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marx&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tidak ada hukum universal mengenai penduduk. Penduduk lebih banyak ditentukan oleh keadaan sosial dan ekonomi yang berlaku di berbagai masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Masalah-masalah kependudukan, kesengsaraan/kemiskinan, dan kelebihan pekerja merupakan hasil-hasil dari system ekonomi kapitalis, dan akan dapat diselesaikan dengan mereorganisasi masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-7049472131855996324?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/7049472131855996324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=7049472131855996324&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7049472131855996324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7049472131855996324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/asal-usul-dan-pengertian-demografi.html' title='Asal Usul dan Pengertian Demografi'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-3647388739655879503</id><published>2011-12-19T22:08:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T22:08:08.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;“PENGEMBANGAN PELAYANAN NASABAH TALANGAN HAJI DI BANK SYARIAH MANDIRI KCP SIPIN JAMBI “.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;[Author : Siswanto, SE.]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ABSTRAK&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pelayanan Nasabah Talangan Haji  di Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laporan ini pada dasarnya membahas masalah Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi sebagai salah satu dari sekian banyak bank yang menjalankan operasi dalam dunia perbankan yakni menghimpun produk yang beraneka ragam dan proses pemberian atau penyampaian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai wadah penyimpanan uang, PT. Bank Syariah Mandiri KCP Sipin selalu berupaya untuk meningkatkan usahanya dengan tidak menyimpang dari prosedur dan aturan perbankan yang ditetapkan oleh pemerintah dan syariah Islam. Dengan mengenalkan produk – produk di tengah kehidupan masyarakat, Bank Syariah Mandiri mampu berdiri kokoh menghadapi persaingan dengan bank-bank lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1 Latar Belakang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan sektor jasa semakin cepat oleh sebab itu mengundang berbagai analisis dan pemikiran strategis guna pengembangan sektor dan dunia bisnis jasa untuk bersaing dengan perbankan konvensial.  Adapun jasa Perbankan yaitu Perbankan Syariah yang dulunya dimulai PT. Bank Syariah Mandiri didirikan pertama kali dengan nama PT. Bank Industri Nasional yang berpusat di Jakarta berdasarkan akta No 115. tgl. 15 Juli 1955. Bank Syariah Mandiri (Syariah Mandiri), pada awalnya program perbankan yang dijalankan dengan cara Islami itu baru beroperasi dengan 8 kantor cabang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, saat ini mereka telah memiliki 42 jaringan pelayanan, yang terdiri dari 29 kantor cabang, dua cabang pembantu, dan 11 kantor kas di 15 jaringan pelayanan. sampai kurun 2020 nanti, Syariah Mandiri mungkin akan menambah pelayanan hingga 50 sampai 60 kantor dan akan tambah lagi menjadi 100% .Maka saat adanya Kehadiran Bank Syariah Mandiri ( BSM ) tanggal 1 Bulan November Tahun 1999, sesungguhnya merupakan hikmah dari krisis moneter sejak Tahun 1997 yang disusulkan dengan adanya krisis politik nasional yang telah menimbulkan dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat yang ada di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia lebih dari seratus instansi Perbankan Islam yang memiliki kelebihan serta keunggulan melayani dan memberi informasi dalam menarik perhatian pelanggan untuk menjadi nasabah yang tetap. Adapun nasabah mempunyai keterlibatan yang tinggi serta berpengaruh besar sehingga penting demi Bank itu sendiri, tanpa nasabah maka tidak ada pemasukan serta keuntungan/laba di Bank Syariah Mandiri. Dengan demikian perusahaan Perbankan harus memiliki cara yang strategi dalam menarik nasabah yang bersaing dengan pesaing yang ingin juga berusaha menarik simpati costumer lainnya khususnya Perbankan Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Bank Syariah, sistemnya adalah bagi hasil. Bentuknya bisa Bank sebagai investor atau nasabah sebagai investor. Bisa juga dalam konteks jual beli, asuransi, dan leasing (Ijarah). Pelayanan transaksi kepada nasabah pun bisa dilakukan layaknya di bank konvensional. Transaksi melalui telepon, debit card, SMS banking, dan apa pun teknologi yang digunakan di bank konvensional bisa dilakukan di Bank Syariah Mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para nasabah yang sangat membutuhkan kenyaman, kepuasan paling utama pelayanan serta bagaimana cara menerapkan pelayanan jasa yang akan diberikan yang merupakan faktor yang sangat penting dalam proses transaksi khususnya yang berhubungan dengan pelayanan. Dalam membangun segmen pasar sebuah perusahaan jasa Perbankan sangat diperlukan penyajian pelayanan yang terbaik kepada pelanggan hal demikian yang dilakukan oleh Perbankan Bank Syariah KCP Sipn Jambi yang mengalami pertumbuhan yang baru. dimulai Tahun 2003.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PT. Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi hadir sebagai Bank yang mengombinasikan idealisme usaha yang nilai-nilai rohani dengan membangun loyalitas para nasabah sehingga menjadi unggulan tersendiri sehingga tidak berpaling dengan perbankan yang berkembang pesat di kota Jambi yang juga menawarkan pelayanan yang lebih. Adapun konsep pelayanan Bank Syariah Mandiri adalah melangkah menuju service commitment dengan motto consistent service tetap consistent dalam memberikan pelayanan terhadap nasabah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehingga nasabah dapat mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pelayanan yang diberikan. Dalam menjaga kinerja pelayanan, BSM mendapatkan dukungan dari karyawan dan pihak-pihak yang bersangkutan. Pelayanan dari BSM yang lainnya dengan memberikan kartu saran secara periodik yang merupakan penilaian dari nasabah yang tidak kalah pentingnya, yang dapat menjadi masukan dan pelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan sumber buku Philip Kotler ( 2005 ):&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap perusahaan Perbankan harus mempraktekkan konsep pelayanaan yang bekerja pada tingkat segmen melayani pelanggan semakin banyak perusahaan perbankan membentuk tawaran pasar, layanan, program, pesan, dan media yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan maka dapat mencapai pertumbuhan yang menghasilkan bagian laba besar atas pengeluaran masing-masing perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan sumber buku rambat Lupiyoadi – A.Hamdani :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya, tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya. Selain itu juga dapat memberikan pelayanan kepada nasabah di Perbankan Syariah Mandiri hingga kepelosok daerah adalah sebuah keharusan jika ingin melakukan penetrasi pasar dengan baik dan dibutuhkan juga modal agar jasa yang ditawarkan dengan berbasis Syariah tersebut bisa sampai dan menyebar kepelosok- pelosok daerah di Indonesia. Selain itu juga tingginya minat nasabah terhadap perbankan syariah terkendala pelayanan yang tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keunggulan layanan Bank syariah Mandiri KCP Sipin Jambi lainnya yaitu BSM Net Banking yang merupakan Pelayanan yang diberikan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan nasabah. Net Banking adalah informasi data transaksi perbankan yang dapat dilalukan sendiri melalui internet 24 jam. Ragam layanan/fasilitas Net Banking adalah informasi data rekening nasabah berupa Tabungan, Deposito, Giro, Pembiayaan, transfer uang antara bank secara real time melalui jaringan ATM, pembiayaan (telpon, listrik, dll).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara proses pendaftaran Net Banking&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Mengisi data pribadi pada aplikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pemohonan fasilitas BSM net bangking&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Mendatangani lembar tanda terima PIN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Setelah itu menyerahkan kembali ke costumer service untuk diproses&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fasilitas layanan yang diberikan oleh Bank Syariah Madiri dapat membangun kesejahteraan nasabah yang tinggi dan berfokus pada nilai tinggi masa depan nasabah melalui informasi yang akurat, BSM juga menawarkan cara menabung yang lebih praktis mudah dimengerti oleh masyarakat umum tidak membedakan kalangan umat serta mengharamkan riba.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbankan Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi sangat menjunjung tinggi moral, etika serta keadilan untuk tujuan mencapai kesejahteraan masyarakat khususnya para nasabah Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi itu sendiri yang mengutamakan dan menerapkan pelayanan yang sangat penting dalam menentukan segmen pasar sebuah perusahaan jasa perbankan. Dalam perusahaan perbankan tentu ada kendala yang dihadapi. Yaitu perbankan Bank Syariah Mandiri merupakan salah satu Bank yang masih baru di negeri ini. Masih banyak masyarakat yang belum mengenal serta, peraturan yang mengatur sistem perbankannya pun belum sernpurna. Untuk kendala dalam pelayanan nasabah yang diberikan kepada nasabah Talangan Haji yaitu lebih meningkatan perhatian dan kepedulian kepada nasabah yang ingin bertanya, serta lebih terbuka dalam menghadapi para nasabah. Namun hal itu bukan kendala yang yang paling sulit, asalkan pihak yang berkaitan yaitu manajer, karyawan, satpam dan pihak lainnya yang bisa memberikan pelayanan jasa yang bisa menarik para nasabah lainnya berupa kesopanan, ramah, merespon, rapi, menarik, dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan pelayanan jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pangsa pasar di masa depan masih terbuka bukan karena hanya orang muslim yang tertarik dengan sistem perbankan. Dengan demikian kendala yang dihadapi dalam menarik para nasabah segera dituntaskan yaitu banyak masyarakat belum mengetahuinnya dan nilai pangsa pasar perbankan syariah memang masih kurang signifikan baik dari segi aset hanya 1,00 % serta segi perhimpunan deposito baru mencapai 1,00 %. kendala lainnya nasabah yang bisa saja keluar dan beralih ke bank lain seperti BRI, BNI, Danamon, Bukopin DLL yang juga mengunakan layanan syariah. Hal ini sangat diperlukan pelayanan jasa yang sangat penting untuk menarik nasabah sebanyak-banyaknnya. Namun gambaran Tahun 2011 ini perbankan syariah akan tumbuh dengan pesat. Maka dengan demikian penulis akan membahas mengenai Pelayanan nasabah Talangan Haji yang diberikan serta kendala apa saja yang dihadapi oleh PT. Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi dan juga dalam rangka, memenuhi Persyaratan Program Pendidikan Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Jambi, diwajibkan untuk para mahasiswa mengikuti praktek kerja lapangan  (PKL/ magang) dan menyusun laporan magang sesuai tentang kegiatan selama PKL/magang yang dilaksanakan. Adapun penulisan proposal/laporan ini penulis akan membahas mengenai Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan judul yang akan dibahas yaitu PENGEMBANGAN PELAYANAN NASABAH TALANGAN HAJI DI BANK SYARIAH KCP SIPIN JAMBI"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2  Masalah Pokok Laporan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan Latar  belakang berikut identifikasi masalah mengenai Bank Syariah Mandiri KCP Sipin  Jambi yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bagaimana Kualitas pelayanan  yang diberikan kepada nasabah talangan haji di Bank Syariah Mandiri KCP  Sipin  Jambi ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bagaimana kendala yang dihadapi dalam pelayanan jasa yang diberikan kepada nasabah Talangan Haji  oleh  Bank Syariah Mandiri KCP  Sipin  Jambi?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.1 Tujuan Penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Untuk menjelaskan pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Untuk menjelaskan cara mudah mendapatkan porsi Talangan Haji di Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.2 Manfaat Penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun manfaat yang hendak dicapai adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Sebagai bahan pertimbangan dan masukan PT.Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sebagai bahan referensi bagi penulisan laporan berikutnya khususnya adik-adik tingkat berikutya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana muda (Amd).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4  Metode penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4.1 Jenis Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Data Primer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini penulis meneliti,mencari,dan mengumpulkan data-data primer.Data primer juga diperlukan untuk menjelaskan tentang “PENGEMBANGAN PELAYANAN NASABAH TALANGAN HAJI DI BANK SYYARIAH MANDIRI KCP SIPIN JAMBI” Dimana data yang diperoleh secara langsung ke objek penelitian dengan cara pengamatan dan wawancara langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Data Sekunder&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data yang diperoleh dari perusahaan ( Bank syariah mandiri kcp sipin jambi) dalam bentuk laporan.Dalam hal ini penulis jaga menggunakan metode pustaka guna mencari literatur-literatur yang berkaitan dengan judul laporan ini untuk menunjang kelengkapan laporan ini. Data Sekunder yang tersedia dari perusahaan tersebut yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Data sejarah perusahaan dan jumlah karyawan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Data perkembangan nasabah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Data pertumbuhan Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4.2  Metoda Pengumpulan Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode pengumpulan data laporan PKL/Magang,penulis menggunakan bahan pendukung dengan penulisan laporan yang dibuat.Agar dapat tersusun dengan baik,metode pengumpulan data sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Metode Wawancara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini penulis melakukan wawancara tidak terstruktur kepada instruktur lapangan selama magang,dan karyawan PT.Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Metode Observasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam metode ini,penulis melakukan pengamatan secara langsung untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan magang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Studi Perpustakaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain data primer penulis juga menggunakan data sekunder yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk lebih memahami bidang yang ditekuni di lapangan, penulis tidak terlepas dari pengetahuan yang berasal dari buku-buku yang terkait untuk bahan pendukung dalam penulisan laporan yang dibuat dan data yang diambil yaitu pemasaran jasa yang diambil misalkan teori,difinisi yang berhubungan dengan pelayanan jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4.3 Metode Analisis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam menyusun laporan magang ini penulis menggunakan Metode Analisis deskriktif adalah metode yang mengambarkan sesuatu yang kita babas mengenai Bank Syariah Mandiri kcp sipin Jambi. Pada Bank Mandiri kcp sipin Jambi yang akan diketahui bagaimana konsep dan implamentasi prosedur pelayanan yang diberikan kepada para nasabahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5 Waktu dan Lokasi magang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lokasi magang dalam penyusunan tugas akhir ini dilaksanakan di perbankan Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi yang beralamatkan Jln. Kapt.A.Bakaridin No.72 Sipin, Jambi 36125 yang pelaksanaanya dilakukan pada  tanggal 1 Maret sampai 1 Mei 2011.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan baca &lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/12/makalah-pengembangan-pelayanan-nasabah_6751.html"&gt;Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 2&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-3647388739655879503?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/3647388739655879503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=3647388739655879503&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3647388739655879503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3647388739655879503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/makalah-pengembangan-pelayanan-nasabah_8661.html' title='Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 1'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-8023043965720262839</id><published>2011-12-19T22:07:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T22:07:21.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;LANDASAN TEORI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1 Defenisi-Defenisi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Pemasaran &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasaran adalah suatu proses sosial antara individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara langsung mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. (Philip Khotler,manajemen pemasaran 2003,hal 10)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Manajemen Pemasaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan pemilihan, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan tujuan-tujuan organisasi.(Kotler,manajemen pemasaran 1997 hal 3 )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.  Konsep Pemasaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep pemasaran adalah konsep pemasaran yang menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi menjadi lebih efektif dari pada pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.   Pemasaran Jasa &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasaran jasa adalah proses pertukaran yang dilakukan antara individu dan kelompok untuk memenuhi kebutuhan akan kegiatan yang memiliki unsure ketidak berwujudan dimana tidak terjadi pemindahan kepemilikan. (Andrian Payne, pemasaran jasa hal 27)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.   Jasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jasa adalah setiap tindakan yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain secara prinsip intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun, produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terkait pada suatu produk fisik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.  Bauran Pemasaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bauran pemasaran adalah campuran dari variable-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan dan dipergunakan oleh suatu perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan.  Bauran pemasaran terdiri dari, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Product ( Produk )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan kepada pasar agar bisa diperhatikan , diminati, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga dapat mencapai suatu strategi pengenalan sebuah produk kepada konsumen. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada bebarapa faktor penting yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun staretegi produk mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Pemilihan segmen pasar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Pengertian tentang hakikat produk di mata pembeli&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Strategi produk &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Siklus kehidupan produk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Price ( Harga )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Price adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada produsen untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya.Menurut para ahli harga terdiri atas nilai dan faedah (utility) yang sangat berkaitan erat. Utility adalah atribut suatu produk yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Sedangkan nilai adalah kekuatan suatu barang untuk menarik barang lain dalam penukaran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Di samping itu, harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksibel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Place (tempat)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu tempat dimana perusahaan itu menjalankan usahanya.Dan demi kelancaran usahanya yang dijalankan perusahaan harus mampu memilih tempat yang strategis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Promotion (promosi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Promosi adalah arus informasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Promosi merupakan salah satu variable yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan para calon nasabah. Promosi juga sering dikatakan sebagai proses berlanjut karena dapat menimbulkan rangkain kegiatan selanjutnya dari perusahaan.  Tujuan kegiatan promosi adalah untuk meningkatkan volume penjualan,  serta mengatasi persaingan dengan perusahaan lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Strategi promosi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah sebuah terkaendali dan terpadu dari metode komunikasi dan material yang dirancang untuk menghadirkan perusahaan produk-produknya kepada calon nasabah dan menyampaikan produk dan ciri-cirinya yang memuaskan kebutuhan untuk mendorong penjualan yang pada akhirnya memberi kontribusi kepada kinerja laba jangka panjang. (Harper W.Boyo,JP.(2000,hal 65)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank secara sederhana dapat diartikan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah  menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa Bank lainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pengertian Perbankan adalah lembaga keuangan yang memiliki tugas untuk menciptakan uang, pengumpul dana, pemberi kredit, mempermudah pembayaran dan penagihan dan dinamisator pertumbuhan ekonomi ( Hasibun 1993 ).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Menurut undang-undang RI No.10 1998 tentang Perbankan. UU tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara Syariah atau dengan membuka cabang khusus syariah. Dinyatakan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkanya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya Secara sederhana dapat disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengertian Bank adalah suatu lembaga yang kegiatan utama,menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kemasyarakat serta, memberikan jasa bank lainnya. Bank yang sebagai lembaga keuangan berupa untuk menarik dana dari masyarakat sebanyak-banyaknya Serta menyalurkan kembali kepada masyarakat guna membiayai pembangunan atau kata lain bahwa Bank merupakan tempat, bagi perusahaan, lembaga, pemerintahan, swasta maupun perseorangan untuk menyimpan dana. Dana yang bersumber dari masyarakat pada umumnya berbentuk simpanan contoh, Giro, Deposito, dan Tabungan dengan bermacam-macam fasilitasnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Produk yang ada pada Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tabungan Berencana BSM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tabungan Berencana BSM  adalahtabungan berjagka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian pencapaian target yang telah di tetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. T abungan Mabrur BSM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tabungan Mabrur BSM adalah Tabungan dalam mata uang Rupiah yang di rancang untuk membantu pelaksanaan ibadah haji dan umrah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Talangan Haji BSM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembiayaan dana talangan haji adalah pinjaman dana dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh porsi haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Remittance multi-currencies&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BSM  Remittance multi-currencies merpakan layanan transfer valuta asing(valas) dari Indonesia kepada beneficiary (penerima dana) di luar negeri dalam berbagai mata uang sing dengan menggunakan payment instruction berbasis SWIFT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Deposito BSM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Deposito BSM merupakan investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang rupiah yang dikelola berdasarkanprinsip Mudharabah Muthlaqah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Gadai Emas BSM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manfaatkan emas anda untuk mendapatkan dana dalam mengatasi kebutuhan biaya pendidikan, modal usaha, biaya pengobatan, penelenggaraan hajatan dan kebutuhan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Card BSM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BSM Card merupakan kartu yang dapat dipergunakan untuk transaksi perbankkan melalui ATM dan mesin debit (EDC/Electronic Data Capture).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2 Ketentuan Umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Bank adalah PT Bank Syariah Mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Dana Talangan Haji adalah pembiayaan dengan menggunakan akad qardh wal ijarah yang diberikan kepada nasabah calon haji dalam rangka memperoleh nomor porsi atau pelunasan BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan/piutang yang dapat dipersamakan dengan itu dalam:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. transaksi investasi yang didasarkan antara lain atas Akad Mudharabah dan/atau Musyarakah;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. transaksi sewa yang didasarkan antara lain atas Akad Ijarah atau Akad Ijarah dengan opsi perpindahan hak milik (Ijarah Muntahiyah bit Tamlik);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. transaksi jual beli yang didasarkan antara lain atas Akad Murabahah, Salam, dan Istishna;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. transaksi pinjaman yang didasarkan antara lain atas Akad Qardh; dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. transaksi multijasa yang didasarkan antara lain atas Akad Ijarah atau Kafalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Biaya Penyelenggaraan  Ibadah Haji (BPIH) adalah biaya yang dikeluarkan calon haji untuk menunaikan ibadah haji yang besarnya ditetapkan oleh Pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) adalah sistem komputerisasi haji terpadu berupa jaringan komputer yang tersambung secara on line dan real time antara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama RI dengan Bank Penerima Setoran BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Qardh wal ijarah adalah akad yang terjadi antara Bank dengan nasabah (calon haji) sehubungan dengan pemberian pinjaman uang oleh Bank kepada nasabah untuk memenuhi syarat mendapatkan porsi atau pelunasan BPIH. Bank memungut fee/biaya administrasi yang wajar atas jasa Bank dalam pengurusan kepentingan nasabah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Tabungan Mabrur BSM adalah media penyimpanan dana dalam bentuk tabungan di Bank yang diperuntukkan bagi masyarakat muslim yang berencana untuk menunaikan ibadah haji dengan sistem tabungan mudharabah al mutlaqah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Tabungan BSM adalah media penyimpanan dana dalam bentuk tabungan di Bank yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati dengan sistem tabungan mudharabah al mutlaqah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) adalah penyelenggara ibadah haji dengan pelayanan khusus yang mendapat ijin dari Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama RI atas nama Menteri Agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Nasabah adalah calon haji yang telah mendapat persetujuan Bank untuk memperoleh fasilitas Dana Talangan Haji. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) adalah lembaga yang memiliki kegiatan melakukan bimbingan ibadah haji baik berbentuk yayasan maupun badan usaha (PT, CV, Koperasi, dan lain-lain).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Porsi adalah jumlah batasan alokasi pendaftaran jamaah haji yang ditetapkan oleh Menteri Agama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Nomor Porsi adalah nomor urutan bagi calon haji yang diberikan secara otomatis oleh Siskohat pada saat melakukan penyetoran awal BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Calon Haji adalah perorangan yang merencanakan untuk menunaikan ibadah haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Channeling adalah mekanisme penyaluran pembiayaan kepada end user (calon haji) melalui koordinator (KBIH/PIHK).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16. Joint Collateral/Agunan Bersama adalah penggunaan agunan untuk menjamin beberapa fasilitas pembiayaan nasabah baik dalam satu akad atau terdiri daru beberapa akad pembiayaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan baca &lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/12/makalah-pengembangan-pelayanan-nasabah_19.html"&gt;Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 3&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-8023043965720262839?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/8023043965720262839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=8023043965720262839&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8023043965720262839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8023043965720262839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/makalah-pengembangan-pelayanan-nasabah_6751.html' title='Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 2'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-8737689070239819775</id><published>2011-12-19T22:06:00.001+07:00</published><updated>2011-12-19T22:06:42.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Economy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.1. Gambaran Umum Intansi Magang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap jasa perusahaan Perbankan khususnya Bank Syariah Mandiri KCP Sipin  Jambi harus memiliki cara yang strategi yaitu jasa pelayanan yang merupakan kebutuhan bagi nasabahnya serta memberikan informasi lainnya yang menyangkut kualitas serta mutu Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.  PT Bank Syariah Mandiri didirikan pertama kali dengan nama PT. Bank Industri Nasional yang berpusat di Jakarta berdasarkan akta No 115. Tanggal 15 Juli 1955.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka saat adanya Kehadiran Bank Syariah Mandiri ( BSM ) Tanggal 1 November Tahun 1999, sesungguhnya merupakan hikmah dari krisis moneter sejak Tahun 1997 yang disusulkan dengan adanya krisis politik nasional yang telah menimbulkan dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat yang ada di Indonesia. Tidak terkecuali dunia usaha dalam kondisi tersebut, Industri Perbankan di Indonesia yang didominisikan oleh Bank Konvensional yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Perbankan Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi perlu diketahui arti penting pelayanan jasa yang diberikan kepada nasabah pelayanan berarti merupakan kepedulian kepada, pelanggan dengan memberikan layanan terbaik dan bagaimana para nasabah bisa merasa puas pada pelayanan jasa yang diberikan. Sebab Pelayanan merupakan kunci sukses dari sebuah perbankan, oleh karena itu pelayanan harus menjadi faktor perhatian manajemen perbankan dalam menjalankan suatu usaha. Upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang perbankan pads PT. Bank Syariah Mandiri yang merupakan perbankan yang bebas bunga dan  riba.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prospek pengembangan Bank Syariah Mandiri di Indonesia sangat besar. Bukan semata-mata karena besarnya jumlah penduduk, tapi karena Bank Syariah Mandiri sebagai Bank yang mendominisikan idealisms usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi yang harmoni hal ini mejadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri cabang Jambi, namun ads kendala yang dihadapi Yaitu perbankan Bank Syariah Mandiri merupakan salah satu bank yang masih barn di negeri ini tentu Masih banyak masyarakat yang belum mengenal sera mengetahui peraturan yang mengatur sistem perbankannya pun belum sempurna. Dengan begitu perlu dilakukan pengenalan Bank Syariah Mandiri khususnnya cabang Jambi kepada masyarakat luas menjadi nasabah untuk kedepannnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PT. Bank Syariah Mandiri pusat membuka kantor cabang Jambi yang diresmikan oleh Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, pada awalnya Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi di bawah pimpinan M. Husni Arif dan mempunyai banyak nasabah. Oleh karena itu, Bank Syariah Mandiri melakukan ekspansi membuka kantor kas pada tanggal 09 April 2009 di bawah pimpinan Fera Sulistiyawati. Setelah itu, beberapa tahun kemudian kantor kas sipin diangkat menjadi Kantor Cabang Pembantu karena sudah memenuhi standar untuk dijadikan kantor cabang pembantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun prinsip-prinsip Bank Syariah Mandiri sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Keadilan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank syariah mandiri KCP Sipin Jambi memberikan bagi hasil dan transper pretasi bagi hasil usaha dalam porsi yang adil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Kemitraan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posisi nasabah investor, pengguna dana, dan bank berada dalam hubungan sejajar sebagai mitra usaha yang Baling mguntungkan dan bertanggung jawab. Bank syariah Mandiri cabang Jambi benar-benar berfungsi sebagai bank yang membantu pars nasabahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Keterbukaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melalui laporan berbagai bank yang terbuka secara bersinambung, nasabah dapat mengetahui tingkat keamanan dana dan kualitas manajemen bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Universalitas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank Syariah Mandiri dalam mendukung operasional tidak membedakan suku, agama, ras dan golongan dalam masyarakat dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.2  Visi dan Misi PT. Bank Syariah Mandiri kcp sipin Jambi .&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Visi Bank Syariah Mandiri KCP Sipin cabang Jambi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Menjadikan Bank Syariah Terpacaya Pilihan Mitra Usaha.&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Misi Bank Syariah Mandiri KCP Sipin cabang Jambi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mengutamakan penghimpun dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Merekrut dan mengembangkan pegawai professional dalam lingkungan kerja yang sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mengembangkan nilai-nilai syariah universal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.3 Perkembangan Nasabah Talangan Haji di  PT.Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PT.Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi sebagai salah satu Bank yang beroprasi dikota Jambi harus bersaing dengan Bank-Bank lainya untuk mancapai Market Share. Artinya bahwa PT.Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi harus berusaha untuk meningkatkan pelayanan guna meningkatkan jumlah nasabah. Sesuai dengan mutu peningkatan pelayanan kepada nasabah,berdasarkan sistem mutu palayanan terhadap standar quality assurance (SQA) Telah menunjukan perkembangan yang baik. Hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah nasabah yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.Untuk meningkatkan hal tersebut tentunya banyak hal,prosedur,pelayanan yang baik yang harus dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan data yang di peroleh dari Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi (Bank syariah terus berjaya) ,PT.Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi semakin eksis dimata nasabah. Kinerja Bank-Bank yang mengadopsi konsep islam ini bahkan terus naik seiring makin tingginya jumlah masyarakat yang mempercayakan transaksi perbankan mereka kepada perbankan syariah . Dan berdasarkan data / informasi yang diperoleh dan salah satu media cetak provinsi Jambi,beberapa cabang Syariah yang ada dijambi,bahkan mampu mencatat kenaikan laba yang fantasik. Berdasarkan data yang di peroleh dari karyawan yang menangani Produk/ nasabah Talangan Haji untuk nasabah Talangan haji Pada tahun 2010 mencapai 69( enam puluh sembilan) orang sedangkan untuk tahun 2011 hingga bulan april( 4 ) mencapai 65 (enam puluh lima orang). Maka pertumbuhan/ Kenaikan nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi sudah meningkat cukup tinggi di banding thun 2010.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.4. Struktur organisasi PT. Syariah mandiri cabang Jambi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Struktur organisasi adalah bentuk hubungan antara bagi dan rincian ataupun hirarki organisasi. Dapat disimpulkan bahwa Struktur organisasi adalah sebagai mekanisme pengelolahan suatu organisasi agar dapat mengkoordinasikan tugas bawahan masing-masing level. Struktur organisasi suatu perusahaan akan lebih jelas apabila digambarkan dalam bentuk bagan organisasi yaitu gambar dari suatu organisasi. Dari uraian diatas secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur-unsur organisasi adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Adanya dua orang atau lebih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Adanya, maksud untuk bekerjasarna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Adanya, pengaturan hubungan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Adanya tujuan yang hendak dicapai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Bagan organisasi merupakan gambaran dan empat aspek utarna, suatu organisasi adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pembagian kerja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Manager dan  bawahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tipe-tipe pekerjaan yang dilaksanakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam struktur organisasi ini dapat dilihat secara, jelas tentang pembagian wewenang dan tanggung jawab setiap orang dalam suatu organisasi. Dalam organisasi perlu adanya penyatuan unit-unit fungisional yang ada, dalam struktur organisasi yang tersusun dengan baik. Penyerahan wewenang yang jelas merupakan konsekuensi dan keterbatasan seseorang dalam memimpin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.5. Pengembangan Pelayanan nasabah Talangan haji yang diberikan kepada nasabah oleh PT. Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembiayaan Talangan Haji &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dana Talangan Haji merupakan pinjaman dana talangan dari Bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh porsi haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syarat:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Memiliki rekening Tabungan MABRUR&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Memiliki formulir SPPH yang telah dilegalisir Kandepag setempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manfaat:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dapat dipenuhinya kebutuhan dana secara mendadak untuk menutupi kekurangan dana sebagai persyaratan dalam memperoleh porsi haji atau pelunasan BPIH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Proses pinjaman relatif cepat dan mudah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.5.1Maksud dan Tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Maksud&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pedoman kerja dalam melaksanakan proses pemberian Dana Talangan Haji sehingga dapat berjalan tertib dan aman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Memberikan batasan Dana Talangan Haji khususnya mengenai kriteria nasabah, jumlah talangan dan jenis jaminan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Membangun terciptanya persepsi yang sama diantara pejabat BSM mengenai tata cara pemberian talangan haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.5.2 Dasar Hukum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Anggaran Dasar PT Bank Syariah Mandiri berikut perubahannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Kebijakan Pembiayaan PT Bank Syariah Mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kebijakan Manajemen Risiko PT Bank Syariah Mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pedoman Pembiayaan PT Bank Syariah Mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Undang Undang No. 13 tahun 2008 perihal Penyelenggaraan Ibadah Haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. PBI No. 5/8/PBI/2003, tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 19/DSN-MUI/IX/2000 tentang Al Qardh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 29/DSN-MUI/VI/2002 tentang Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syariah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Opini Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah Mandiri atas Biaya Talangan Haji ONH vide surat tanggal 28 Muharram 1421 H tanggal 3 Mei 2000.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Opini Dewan Pengawas Syariah No.9/021/DPS tanggal 24 Juli 2007                         tentang Penerimaan Fee dari Biro Perjalanan Haji (BPIH) &amp;amp; Umrah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Landasan Syariah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Al-qur' an &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak ". (QS. AI-Hadid: 11)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut..." (QS. Al-Baqarah: 233)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Al-hadits&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Anas bin Malik berkata, berkata Rasulullah SAW: "Aku melihat pada waktu malam diisra'kan, pada pintu surga tertulis: Shadaqah dibalas 10 kali lipat dan qardh 18 kali. Aku bertanya: “Wahai Jibril mengapa qardh lebih utama dari shadaqah ?” Ia menjawab: “Karena peminta-minta sesuatu dan ia punya, sedangkan yang meminjam tidak akan meminjam kecuali karena keperluan”. (HR Ibnu Majah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Para ulama sepakat memperbolehkan qardh, karena sesuai dengan tabiat manusia yang tidak dapat hidup tanpa pertolongan dan bantuan saudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Opini Dewan Pengawas Syariah PT Bank Syariah Mandiri tentang Biaya Talangan BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Pada prinsipnya kewajiban ibadah haji hanya dibebankan kepada mukallaf yang istitha'ah (mampu). Sehingga seseorang tidak diperkenankan menunaikan haji dengan cara hutang, dimana ia tidak memiliki kesanggupan membayarnya. Apabila ia memiliki kekayaan atau harta yang cukup untuk membayar dan diduga kuat akan melunasinya, maka hal ini diperkenankan oleh sebagian ulama. Berdasarkan hal ini, maka konsep "talangan untuk pendaftaran awal Siskohat" dan "talangan kekurangan biaya BPIH" bagi nasabah, terlebih akan dilunasi sebelum keberangkatannya ke tanah suci tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Namun demikian, Bank perlu mengantisipasi apabila nasabah belum melunasinya pada hari keberangkatan. Mana kala hal ini terjadi maka ahli waris ataupun mahram (suami/isteri) yang bersangkutan harus diminta kesediaan sebagai kuasa dan/atau bertanggung jawab melunasinya yang tertuang dalam suatu perjanjian (akad).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Akad yang terjadi antara Bank dengan nasabah calon haji yang selaras dengan peran dan bantuan Bank (untuk meminjamkan kemudian menguruskan administratif dan finansial nasabah) adalah akad qardh wal ijarah. Bank mendapat imbalan dalam bentuk fee yang besarnya dapat disepakati kedua belah pihak karena menguruskan kepentingan nasabah (ijarah). Di sisi lain, Bank tidak dapat me-mark up pinjaman dana talangan, kecuali sekedar biaya administrasi bagi keperluan pinjaman murni tersebut (qardh). Akad qardh wal ijarah ini merupakan kesatuan akad yang harus disepakati di awal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.5.3 Ketentuan Pelaksana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketentuan Pokok &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Obyek Dana Talangan Haji meliputi: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a Talangan Pendaftaran Haji: yaitu talangan untuk menutup kekurangan setoran pendaftaran haji melalui Siskohat guna mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b Talangan Pelunasan BPIH: yaitu talangan untuk menutup kekurangan pelunasan BPIH saat masa pelunasan BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Dana Talangan Haji hanya dapat diberikan kepada nasabah yang mengalami kesulitan uang tunai pada saat pendaftaran haji melalui Siskohat untuk mendapatkan nomor porsi dan atau saat masa pelunasan BPIH. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kriteria kesulitan uang tunai, karena nasabah sedang menunggu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a Uang tunai pembayaran tagihan dari hasil usaha; yang dapat diyakini kebenarannya (dibuktikan dengan media piutang yang sah seperti wesel tagih) dan bisa tertagih pada tanggal yang diperjanjikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b Uang tunai dari pencairan deposito yang akan jatuh tempo; yang dibuktikan adanya asli bilyet deposito dan telah diyakini kebenarannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c Uang tunai dari hasil penjualan fixed asset; yang dibuktikan dengan asli bukti kepemilikan fixed asset dan telah ada pihak yang akan membeli fixed asset.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Pemohon &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Pemohon Talangan Pendaftaran Haji adalah calon haji. Apabila pemberian talangan pendaftaran haji melalui KBIH/PIHK maka pemberian menggunakan pola channeling.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Pemohon Talangan Pelunasan BPIH adalah calon haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Pelunasan dana talangan haji dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. pelunasan sekaligus pada saat jatuh tempo dana talangan haji; atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. pelunasan secara angsuran sesuai waktu yang telah disepakati dengan mengacu kepada kondisi keuangan nasabah yang mendasari diberikannya Dana Talangan Haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Sumber dana fasilitas Dana Talangan Haji berasal dari modal Bank. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syarat dan Kondisi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16. Permohonan Dana Talangan Haji&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Pengajuan permohonan Dana Talangan Haji dilakukan setiap hari kerja. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Syarat pemohon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemohon dibatasi hanya nasabah yang telah memiliki “Tabungan Mabrur BSM” dan menyetorkan BPIH melalui Bank dengan kriteria:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Cakap hukum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Perorangan yang mempunyai pekerjaan yang tetap dan/atau yang menurut penilaian Bank diyakini memiliki kemampuan mengembalikan Dana Talangan Haji tepat pada waktunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Bersedia memberikan jaminan sesuai ketentuan Bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Apabila permohonan Dana Talangan Haji diajukan melalui KBIH/PIHK maka kedudukan lembaga tersebut hanya terbatas sebagai koordinator calon haji dalam mengajukan Dana Talangan Haji melalui Bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Untuk mendapatkan Dana Talangan Haji, nasabah harus mengisi formulir permohonan fasilitas Dana Talangan Pendaftaran Haji (lampiran 1) dan melengkapi persyaratan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Permohonan Talangan Pendaftaran Haji:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Nasabah perorangan, melengkapi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) fotokopi KTP pemohon;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) fotokopi KTP suami/istri pemohon (apabila telah menikah);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) fotokopi Kartu Keluarga dan Surat Nikah (bila sudah menikah)/Surat Cerai (bila janda/duda);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4) menyediakan kekurangan dana pendaftaran haji yang menjadi beban nasabah pada rekening Tabungan Mabrur BSM atas nama nasabah/calon haji;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5) fotokopi Tabungan Mabrur BSM.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) KBIH/PIHK (bertindak sebagai koordinator) melengkapi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) fotokopi Akta Pendirian/Anggaran Dasar KBIH/PIHK;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) fotokopi KTP pengurus/pihak yang berwenang mengajukan permohonan pembiayaan sebagaimana diatur dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar KBIH/PIHK;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) fotokopi Surat Ijin Operasional dari Departemen Agama;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4) NPWP (untuk total Dana Talangan Haji di atas Rp50 juta);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5) daftar nama dan fotokopi KTP calon haji yang akan diajukan untuk memperoleh Dana Talangan Pendaftaran Haji;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(6) fotokopi Tabungan Mabrur BSM calon haji yang akan diajukan untuk memperoleh talangan pendaftaran haji;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(7) menyediakan kekurangan dana pendaftaran haji yang menjadi beban seluruh calon haji di bawah tanggung jawab KBIH/PIHK dimaksud pada rekening Tabungan Mabrur BSM atas nama masing-masing calon haji yang diblokir oleh bank;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(8) Surat Kuasa dari masing-masing calon haji kepada KBIH/PIHK untuk mengurus pendaftaran haji (lampiran 2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk permohonan pembiayaan Dana Talangan Haji yang diajukan oleh KBIH/PIHK, selain Surat Permohonan Dana Talangan Haji dari KBIH/PIHK, juga wajib dilampiri permohonan Dana Talangan Haji yang ditanda tangani oleh masing-masing calon haji yang mendaftar melalui KBIH/PIHK dimaksud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Selain persyaratan sebagaimana disebutkan pada butir a) atau b) di atas, kepada calon haji juga diminta untuk menyerahkan dokumen sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) Surat Pernyataan Pembatalan Keberangkatan dari calon haji di atas materai Rp6000,00 (lampiran 3);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) Surat Permohonan Pengunduran Diri dari calon haji kepada Kantor Departemen Agama setempat (lampiran 4);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) Surat Kuasa Pengurusan Pembatalan Haji bermaterai Rp6000,00 dari calon haji kepada Bank (lampiran 5).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Permohonan Talangan Pelunasan BPIH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Nasabah yang berhak mendapatkan talangan pelunasan BPIH adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) nasabah perorangan yang telah melunasi fasilitas Dana Talangan Pendaftaran Haji apabila nasabah mendapatkan fasilitas talangan pendaftaran haji dari Bank, atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) bagi nasabah perorangan yang tidak mendapatkan Dana Talangan Pendaftaran Haji dari Bank, harus telah terdaftar sebagai calon haji di Siskohat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Pemohon talangan pelunasan BPIH, adalah atas nama perorangan dan tidak dapat diwakilkan oleh KBIH/PIHK sehingga syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) Mengajukan surat permohonan Dana Talangan Pelunasan BPIH (lampiran 6). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) Melampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(a) untuk nasabah yang telah mendapatkan fasilitas Dana Talangan Pendaftaran Haji, wajib menyertakan dokumen agunan yang dicadangkan untuk menutupi kekurangan biaya pelunasan BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(b) Untuk nasabah yang tidak mendapatkan fasilitas Dana Talangan Haji, menyertakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- fotokopi KTP pemohon;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- fotokopi KTP suami atau istri (apabila telah menikah);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- fotokopi Kartu Keluarga dan Surat Nikah (bila sudah menikah)/Surat Cerai (bila janda/duda);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- dokumen agunan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Surat Pernyataan Pembatalan Keberangkatan Haji dari calon haji di atas materai Rp6000,00 (lampiran 3);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Surat Permohonan Pengunduran Diri dari calon haji kepada Kantor Departemen setempat (lampiran 4);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Surat Kuasa Pengurusan Pembatalan Haji bermaterai Rp6000,00 dari calon haji kepada Bank (lampiran 5).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;17. Tujuan Penggunaan Dana Talangan Haji&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dana Talangan Haji hanya terbatas digunakan untuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Talangan Pendaftaran Haji: untuk menutup kekurangan setoran pendaftaran haji melalui Siskohat. Dengan pemberian Dana Talangan Pendaftaran Haji ini, nasabah akan langsung terdaftar sebagai calon haji di Siskohat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Talangan Pelunasan BPIH: untuk menutup kekurangan pada saat masa pelunasan BPIH. Talangan pelunasan BPIH ini hanya dapat diberikan kepada pemohon yang telah melunasi talangan pendaftaran haji (apabila memiliki fasilitas talangan pendaftaran haji) atau telah terdaftar sebagai calon haji pada siskohat (apabila tidak memiliki fasilitas talangan pendaftaran haji).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;18. Akad &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Untuk nasabah perorangan akad yang digunakan adalah qardh wal ijarah dengan penjelasan: apabila nasabah/calon haji telah menikah, maka akad wajib ditandatangani oleh suami/istri yang sah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Untuk KBIH/PIHK sebagai koordinator, akad yang digunakan adalah qardh wal ijarah dengan penjelasan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- akad ditandatangani oleh KBIH/PIHK atas dasar Surat Kuasa dari calon haji;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- apabila calon haji telah menikah, maka Surat Kuasa harus ditandatangani oleh suami/istri yang sah;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- akad dibuat secara perorangan dan ditandatangani nasabah/calon haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Formulir akad terlampir (lampiran 7).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;19. Jangka waktu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Talangan Pendaftaran Haji maksimal sampai dengan 1 minggu sebelum masa pelunasan pendaftaran haji melalui Siskohat berakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangka waktu talangan pendaftaran haji disesuaikan dengan ketersediaan porsi di masing-masing propinsi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Divisi Dana Treasury dan Perbankan Internasional (DTI) akan mengatur secara terpisah ketentuan mengenai jangka waktu talangan pendaftaran haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Talangan Pelunasan BPIH maksimal sampai dengan 2 minggu sebelum keberangkatan nasabah menunaikan ibadah haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangka waktu talangan pelunasan BPIH disesuaikan dengan jadwal keberangkatan haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Divisi Dana Treasury dan Perbankan Internasional (DTI) akan mengatur secara terpisah ketentuan mengenai jangka waktu talangan pelunasan BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;20. Maksimum besarnya Dana Talangan Haji:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Perorangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Talangan Pendaftaran Haji; maksimum Rp15 juta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Talangan Pelunasan BPIH; maksimum 100% dari sisa BPIH yang belum dilunasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. KBIH/PIHK&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya diberikan fasilitas Dana Talangan Pendaftaran Haji yang besarnya sesuai jumlah calon haji yang mendaftar melalui KBIH/PIHK dengan nilai maksimum Rp15 juta per nasabah/calon haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;21. Biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabah/calon haji:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Ujrah &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujrah harus dinyatakan di dalam akad dalam bentuk nilai, dan akan berlaku hingga pembiayaan selesai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujrah dapat dibayar sekaligus dimuka atau dibayar secara bertahap per tahun dengan pengaturan pembayaran disesuaikan dengan jangka waktu Talangan Pendaftaran Haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besarnya nilai ujrah dan mekanisme pembayarannya ditetapkan oleh Divisi Dana Treasury dan Perbankan Internasional (DTI) dan diatur secara terpisah dalam ketentuan tersendiri dengan mempertimbangkan cost and benefit serta competitiveness.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Ganti Rugi/Ta’widh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ganti rugi/ta’widh dikenakan apabila nasabah batal berangkat haji atau terlambat melunasi Dana Talangan Pendaftaran Haji atau Dana Talangan Pelunasan BPIH pada saat jatuh tempo yang ditetapkan. Besarnya ganti rugi/ta’widh ditetapkan oleh Divisi Dana Treasury dan Perbankan Internasional (DTI) dan diatur dalam ketentuan terpisah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Biaya lainnya yang dibebankan kepada nasabah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) biaya materai;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) biaya asuransi (bila ada).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;22. Agunan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Agunan Talangan Pendaftaran Haji  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Saldo Tabungan Mabrur BSM atas nama calon haji yang telah dilakukan pengikatan secara di bawah tangan melalui gadai dan kuasa mendebet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Saldo Tabungan BSM atas nama KBIH/PIHK yang telah dilakukan pengikatan secara di bawah tangan melalui gadai dan kuasa mendebet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Agunan Talangan Pelunasan BPIH adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Deposito; dengan coverage ratio minimal sebesar 112% dari fasiltas Dana Talangan Pelunasan BPIH dan diikat secara di bawah tangan melalui gadai dan kuasa mencairkan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Fixed asset; dengan coverage ratio minimal sebesar 150% (harga pasar) dari fasilitas Dana Talangan Pelunasan BPIH dan diikat sesuai ketentuan Bank dan disertai surat kuasa menjual;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Warkat tagih yang belum jatuh tempo; dengan coverage ratio minimal sebesar 180% dari fasilitas Dana Talangan Pelunasan BPIH dan diikat secara di bawah tangan melalui cessie; atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Kafalah bil maal (pihak ketiga yang ikut menjamin) dengan jaminan seperti pada butir 1 s.d. 3 di atas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai penjaminan disesuaikan jenis agunan yang disertakan dengan nilai minimal mengacu pada butir 1 s/d 3 di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Joint Collateral/Agunan Bersama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Joint collateral dimungkinkan antar nasabah yang mengajukan talangan pelunasan BPIH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Coverage ratio agunan yang digunakan secara joint collateral mengacu pada butir 7.b. di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Asset milik yayasan tidak dapat diterima sebagai agunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Ketentuan lain mengenai joint collateral mengacu pada Buku Pedoman Pembiayaan Bank Syariah Mandiri Bab IX, Agunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;23. Proses pencairan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencairan Dana Talangan Haji dilakukan dengan cara giral (yakni dikreditkan langsung ke rekening Tabungan Mabrur BSM atas nama calon haji/nasabah) dengan syarat nasabah telah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. memenuhi seluruh dokumen aplikasi;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. menandatangani akad;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. mengisi formulir Tanda Terima Uang dari Nasabah (Tatuna);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. mengisi surat sanggup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.6  Pelayanan nasabah talangan haji di tinjau dari prospektif pemasaran jasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasaran jasa (Inggris:Marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi  mengenai barang  atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Sedangkan Dana Talangan Haji merupakan pinjaman dana talangan dari Bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh porsi haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi Talangan Haji di tinjau dari prospektif pemasaran jasanya adalah sebuah produk yang di tawarkan oleh Bank Syariah Mandiri kepada masyarakaat untuk mempermudah memperoleh porsi haji dengan cara memberikan pinjaman berupa uang dengan cara pengembalian uangnya bias di angsur tiap bulan dengan jangka waktu yang sudah  di tetapkan/ disepakati oleh kedua belah pihak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan Baca &lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/12/makalah-pengembangan-pelayanan-nasabah.html"&gt;Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 4&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-8737689070239819775?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/8737689070239819775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=8737689070239819775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8737689070239819775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8737689070239819775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/makalah-pengembangan-pelayanan-nasabah_19.html' title='Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 3'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-5155724206822921641</id><published>2011-12-19T22:06:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T22:06:01.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Economy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 4</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB IV&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.1. Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah melaksanakan kegiatan magang dan mempelajari permasalah yang ada mengenai” PENGEMBANGAN PELAYANAN NASABAH TALANGAN HAJI DI BSM KCP SIPIN JAMBI” maka penulis mengemukakan kesimpulan dan saran yang di tujukan kepada PT Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi untuk mengetahui pelayanan nasabah talangan haji di Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan laporan yang telah dibahas berikut disampaikan beberapa kesimpulan yang ada yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pada PT. Bank Syariah Mandiri memiliki prinsip-prinsip yaitu berupa keadilan, kemitraan, keterbukaan, dan universalitas yang dapat menjadi pedoman serta acuan bagi perusahaan itu sendiri. Terdapat visi dan misi yang akan dilakukan oleh PT. Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi serta struktur organisasi dimana sebagai mekanisme pengelolahan perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bagaimana pelayanan nasabah talangan haji yang diberikan kepada nasabah oleh PT. Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi bisa berkembang dan dapat memajukan perusahaan bila mengetahui kebutuhan serta keinginan para nasabah melalui pelayanan  yang memuaskan dan dapat mengatasi kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan yang akan di berikan kepada nasabah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.2 Saran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut beberapa saran yang dapat disampaikan oleh penulis:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Harus lebih mempromosikan Produk Talangan haji kepada masyarakat karena produk Talangan haji termasuk produk yang masih baru di Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bagi karyawan dan pihak lainnya yang bersangkutan untuk lebih terbuka dan menghadapi para nasabahnnya sehingga loyalitas nasabah terhadap Bank Syariah Mandiri KCP Sipin Jambi dapat diwujudkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rambat lupiyoadi-A. Hamdani 2006. Pemasaran jasa .salemba empat. Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Philip kotler and Gary Armastrong 2003. Dasar-dasar pemasaran jilit LPT.indeks. Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firdaus, Muhamad, dkk. Konsep implentasi bank syariah. Renaisan anggota. IKAPI. Jakarta .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tj iptono, 1995 " Manajemenjasa " andi offset, Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cristopher.h.Lovelock, 2005. Manajemen pemasaran jasa PT. Macam Jaya cemerlang Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Basic training BSM 2010&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-5155724206822921641?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/5155724206822921641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=5155724206822921641&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5155724206822921641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5155724206822921641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/makalah-pengembangan-pelayanan-nasabah.html' title='Makalah Pengembangan Pelayanan Nasabah Talangan Haji Di Bank Syariah Mandiri Kcp Sipin Jambi 4'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-5456713248744845524</id><published>2011-12-19T10:15:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T10:15:32.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah biologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contoh Skripsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulis menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Jurnal Pengetahuan  Dan  Persepsi  Siswa  Tentang  Orang Utan (Pongo pygmaeus L.)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;PENGETAHUAN&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;DAN&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;PERSEPSI&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;SISWA&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;TENTANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;ORANG UTAN (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pongo&lt;/i&gt; &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;pygmaeus&lt;/i&gt; L.) DI SMA NEGERI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;SE-KOTA JAMBI&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(Author : Afriza S.Pd)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://www.universitasjambi.com/"&gt;Universitas Jambi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meningkatnya populasi manusia yang demikian cepat, juga diiringi dengan meningkatnya konsumsi yang akhirnya mempercepat konversi (perubahan) hutan, lahan-lahan semak belukar dan lahan-lahan basah untuk pengembangan pertanian dan permukiman. Akibat yang tak terhindarkan adalah punahnya sejumlah tumbuhan dan binatang liar yang hidup di habitat alami tersebut. Bila spesies yang punah tersebut tidak terdapat di lokasi lain, maka perubahan habitat yang terjadi merupakan malapetaka yang memusnahkan keberadaan spesies tersebut di muka bumi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia memiliki beberapa spesies hewan yang terancam punah, salah satunya adalah Orang Utan. Orang Utan di Indonesia tersebar di dua pulau yaitu pulau Sumatera dan pulau Kalimantan. Kedua pulau tersebut merupakan  perlindungan terakhir Orang Utan. Ada dua spesies Orang Utan yang secara genetik berbeda di kedua pulau tersebut: Orang Utan Sumatera (Pongo pygmaeus abelii) dan Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus). Dua spesies tersebut menunjukan ciri-ciri fisik yang sedikit berbeda. Orang Utan Sumatera memiliki rambut dan jenggot yang sedikit lebih panjang daripada Orang Utan Kalimantan. Ancaman utama bagi Orang Utan adalah perburuan dan hilangnya habitat yang menempatkan dua spesies dalam status terancam punah (Goodall, dkk., 2010:2). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepadatan Orang Utan Kalimantan lebih rendah dibandingkan dengan Orang Utan Sumatera hal ini dikarenakan produktifitas makanan di hutan Kalimantan lebih rendah dibandingkan di Sumatera. Selain itu, jumlah Orang Utan Kalimantan telah mengalami peningkatan hal ini dikarenakan adanya upaya konservasi yang dilakukan yang berlangung cukup lama dibandingkan di Sumatera. Populasi Orang Utan di Sumatera menurun setiap tahunnya (Sugardjito: 2010:5). Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir populasi Orang Utan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80% (Anonim, 2010a:1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibandingkan dengan Orang Utan Kalimantan, Orang Utan Sumatera lebih rentan hidupnya. Hal ini disebabkan adanya perubahan fungsi hutan yang merupakan habitat asli Orang Utan di Sumatera menjadi lahan pertanian dan pemukiman. Sebagai contoh konversi hutan produksi eks Hak Pemanfaatan Hutan (HPH) PT Hatma Hutani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi hutan tanaman industri akasia dan eukaliptus. Padahal kawasan tersebut selama ini menjadi bagian lokasi pelepas-liaran (reintroduksi) Orang Utan di Propinsi Jambi. Konversi menjadi HTI seperti ini  dikhawatirkan makin mengancam keberadaan Orang Utan (Anonim, 2009:1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendukung pelestarian Orang Utan perlu adanya dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya dapat diupayakan dari segi pendidikan di sekolah, seperti menanamkan pemahaman yang baik mengenai Orang Utan kepada anak-anak sejak dini dengan cara memasukkan pengetahuan lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Dalam hal ini, materi mengenai konservasi, khususnya konservasi Orang Utan, menjadi salah satu bagian dari pendidikan pengetahuan lingkungan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Affan (2010:1) tingkat kesadaran siswa yang berada di kota tentang lingkungan masih rendah hal ini disebabkan karena mereka berada di lingkungan yang tidak alami lagi. Begitu juga halnya dengan tingkat pengetahuan siswa tentang satwa liar termasuk di dalamnya Orang Utan. Mengingat anak-anak tersebut merupakan calon pemimpin masa depan yang akan mengembangkan kebijakan yang menentukan nasib Orang Utan, oleh karena itu penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah tentang Orang Utan. Mengingat Propinsi Jambi merupakan salah satu wilayah yang menjadi habitat Orang Utan, oleh karena itu penting untuk melibatkan sekolah-sekolah yang ada di Jambi dalam upaya memberikan pemahaman yang baik mengenai Orang Utan. Dengan cara demikian diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan tindakan yang dapat membantu upaya pelestarian Orang Utan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan uraian di atas peneliti melakukan penelitian dengan judul ” pengetahuan  dan  Persepsi  Siswa  tentang Orang Utan (Pongo pygmaeus l.) di SMA Negeri Se-Kota Jambi”.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan latar belakang yang ada, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bagaimana pengetahuan siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Jambi mengenai Orang Utan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bagaimana persepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Jambi tentang keberadaan dan konservasi Orang Utan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bagaimana hubungan antara pengetahuan dan persepsi siswa tentang Orang Utan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3 Tujuan Penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari penelitian ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Untuk melihat pengetahuan siswa kelas XI SMA Negeri Kota Jambi mengenai Orang Utan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Untuk mengetahui persepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Jambi tentang keberadaan atau konservasi Orang Utan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan persepsi siswa tentang Orang Utan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4 Kegunaan Hasil Penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegunaan hasil penelitian ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang biologi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sebagai bahan masukan dalam mengembangkan program pendidikan konservasi di sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sebagai bahan masukan dalam mengembangkan kebijakan mengenai pendidikan konservasi di sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5 Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5.1 Ruang lingkup penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar penelitian ini terarah dan mencapai sasaran, maka ruang lingkup dari penelitian ini sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Siswa-siswi yang akan diteliti adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri yang berada di bawah naungan Depdiknas yang terdapat di Kota Jambi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Jenis Orang Utan yang akan dianalisis adalah Orang Utan yang meliputi Orang Utan Sumatera (Pongo pygmaeus abelii) dan Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pengetahuan siswa diukur melalui pemberian tes.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Persepsi siswa diukur berdasarkan tanggapan yang diberikan melalui penyebaran angket.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.5.2 Keterbatasan penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterbatasan penelitian dalam penelitian ini antara lain: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penelitian difokuskan pada pengumpulan data yang terkait dengan pengetahuan dan persepsi siswa mengenai Orang Utan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Penelitian dilakukan dengan cara tes dan penyebaran angket kepada siswa serta peneliti melakukan wawancara guru dengan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;II. METODE PENELITIAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.1 Rancangan Penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu peneliti berusaha memberikan gambaran informasi mengenai status suatu gejala yang ada menurut data kuantitatif yang diperoleh pada saat penelitian dilakukan (Sukardi, 2005:157). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri yang terdapat di Kota Jambi serta dua orang guru mata pelajaran biologi dan ilmu pengetahuan alam di masing-masing sekolah tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.2 Populasi dan Sampel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri yang berada di Kota Jambi. Penentuan jumlah sampel dilakukan berdasarkan pada pendapat Arikunto (2006:134) yaitu apabila subjek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semua sebagai sampel sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi dan jika subjeknya lebih besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau tergantung ketersediaan waktu, tenaga dan dana. Mengingat jumlah siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Jambi cukup banyak (3.285 siswa), maka sampel siswa pada penelitian ini diambil 331 Siswa (10%). Pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak (Sugiyono, 2010:82). Selain itu penelitian ini juga mewawancarai dua guru dari masing-masing sekolah sampel terpilih, terutama guru biologi atau guru ilmu pengetahuan alam. Jumlah keseluruhan guru yang diwawancarai sebanyak 22 orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.3 Waktu dan Tempat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2010 sampai dengan Maret 2011 dan bertempat di sejumlah SMA Negeri di Kota Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.4 Instrumen Penelitian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Instrumen dalam penelitian ini berupa tes untuk melihat pengetahuan siswa dan angket untuk melihat persepsi siswa. Sedangkan untuk mendapatkan data tentang pendidikan lingkungan yang diterapkan di sekolah, peneliti menggunakan teknik wawancara dengan guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.5 Pengumpulan Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui empat cara yaitu sebagai berikut: Observasi, tes, penyebaran angket dan wawancara guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.6 Analisis Data&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data diperoleh dilakuakan penskoran dan penilaian untuk melihat pengetahuan dan persepsi siswa terhadap Orang Utan. Langkah selanjutnya data akan dianalisis secara deskriptif yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya (Sugiyono, 2010:147). Analisis dilanjutkan dengan menghitung persamaan regresinya. Menurut Sugiyono, 2010:188) persamaan regresi digunakan untuk melakukan prediksi seberapa tinggi nilai variabel dependen bila nilai variabel independen dimanipulasi (diubah-rubah). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.1 Pengetahuan siswa tentang Orang Utan (Pongo pygmaeus)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengetahuan siswa SMAN di Kota Jambi tentang Orang Utan dikelompokkan dalam 5 kelompok.  Kelompok pertama sebanyak 8 orang siswa (2,4%) termasuk ke dalam kategori siswa dengan pengetahuan yang sangat baik tentang Orang Utan. Kelompok kedua sebanyak 75 orang siswa (22,7%) memiliki pengetahuan yang baik tentang Orang Utan. Kelompok ketiga sebanyak 111 orang siswa (33,5%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang Orang Utan. Selebihnya, yaitu sebanyak 73 orang siswa (22,1%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang Orang Utan dan sisanya sebanyak 64 orang siswa (19,3%) tergolong dalam kategori gagal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil pengelompokkan diketahuai bahwa secara umum pengetahuan siswa SMAN di Kota Jambi tentang Orang Utan termasuk dalam kategori cukup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa SMAN di Kota Jambi pada umumnya sudah mengetahui tentang Orang Utan, baik dari aspek ciri-ciri, klasifikasi, lokasi dan habitat, makanan, predator, perilaku, populasi, maupun ancaman bagi Orang Utan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir 100% siswa SMAN di Kota Jambi  bermukim di daerah perkotaan sehingga sangat mudah untuk mendapatkan informasi, baik melalui media cetak seperti koran, majalah dan lain-lain, maupun media elektronik seperti televisi dan internet. Selain itu, semua SMAN di Kota Jambi sudah memiliki jaringan internet sekolah tersendiri sehingga siswa bisa mengakses internet di sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Keterpaparan informasi inilah yang diperkirakan membuat siswa SMAN Kota Jambi memiliki pengetahuan tentang Orang Utan yang termasuk dalam kategori cukup. Salah satu faktor yang menentukan pengetahuan seseorang tentang suatu objek adalah keterpaparan informasi Anonim (2010b:1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari hasil tes diperoleh pengetahuan siswa di Kota Jambi tentang Orang Utan cukup beragam. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dari perbedaan nilai rata-rata tingkat pengetahuan siswa per-sekolah. Dari semua SMAN di Kota Jambi hanya siswa SMAN 1 yang memiliki pengetahuan yang baik tentang Orang Utan. Pada enam sekolah lainnya pengetahuan siswanya tergolong dalam kategori cukup yaitu SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 9, SMAN 10, dan SMAN 11. Sedangkan sisanya sebanyak empat sekolah, pengetahuan siswanya termasuk dalam kategori kurang yaitu siswa SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7 dan SMAN 8. Secara umum rata-rata pengetahuan siswa SMAN di Kota Jambi tergolong ke dalam kategori cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skor rata-rata tes merupakan jumlah rata-rata item soal yang dijawab benar oleh siswa per-sekolah. Sedangkan nilai rata-rata tes merupakan hasil perhitungan dari skor rata-rata tes yang menggunakan rumus penilaian. Kolom terakhir berisi tentang keterangan dari nilai rata-rata tes yang berpedoman pada kriteria penilaian instrumen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.2 Persepsi siswa tentang Orang Utan (Pongo pygmaeus)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persepsi siswa SMAN di Kota Jambi tentang Orang Utan dikelompokkan dalam 3 kelompok. Kelompok pertama sebanyak 22 orang siswa (6,7%) memiliki persepsi yang sangat baik tentang Orang Utan. Kelompok kedua sebanyak 203 orang siswa (61,3%) memiliki persepsi yang baik tentang Orang Utan. Kelompok ketiga sebanyak 106 orang siswa (32,1%) memiliki persepsi yang cukup tentang Orang Utan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil pengelompokkan diketahuai bahwa siswa SMAN di Kota Jambi memiliki persepsi yang baik mengenai Orang Utan. Tidak ada siswa yang memiliki persepsi yang termasuk dalam kategori kurang atau gagal tentang Orang Utan. Melihat persepsi siswa SMAN di Kota Jambi yang seperti ini berarti siswa-siswa tersebut sudah mengetahui arti penting Orang Utan sebagai spesies yang berperan dalam regenerasi hutan. Selain itu siswa juga mengetahui status konservasi dan peranan pendidikan melalui ilmu pengetahuan lingkungan guna melestarikan satwa langka termasuk di dalamnya Orang Utan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rahmawaty, dkk., (2006:10) menyatakan bahwa pemahaman yang baik mengenai lingkungan serta komponen-komponen penyusun dari lingkungan tersebut termasuk didalamnya satwa langka seperti Orang Utan, membuat siswa berusaha menjaga kelestarian lingkungan. Pengetahuan mengenai lingkungan ini berguna jika siswa-siswi tersebut telah berbaur ke dalam lingkungan masyarakat sehingga diharapkan mereka bisa membagikan pengetahuannya kepada masyarakat lain untuk menjaga lingkungan. Selain itu, siswa juga tahu bahwa Orang Utan merupakan satwa langka yang dilindungi oleh undang-undang dan memiliki arti penting bagi regenerasi hutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persepsi siswa di Kota Jambi tentang Orang Utan dari hasil penyebaran angket diperoleh persepsi yang hampir seragam, perbedaan persepsi siswa tidak terlalu tampak. Hasil pengamatan persepsi siswa SMAN di Kota Jambi menunjukkan bahwa rata-rata persepsi siswa tergolong ke dalam kategori baik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.3 Hubungan antara Pengetahuan dan Persepsi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil analisis regresi yang menggunakan software SPSS menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan siswa dengan persepsi siswa tentang Orang Utan. Hasil perhitungan menunjukkan koefisien kolerasi sebesar 0,739 dan koefisien determinasinya sebesar 0,546, maka konstribusi pengetahuan siswa terhadap persepsi siswa mengenai Orang Utan sebesar 54,6%, selebihnya yaitu 45,4% dipengaruhi oleh faktor lain seperti sikap, minat, perhatian, kesiapan, pengalaman, kebutuhan, kebudayaan, stimulus, motivasi, harapan dan emosi Setiabudi (2010:1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.4 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Lingkungan di Sekolah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Biologi di setiap SMAN di Kota Jambi diketahui bahwa ada beberapa SMAN yang telah menerapkan ilmu pengetahuan lingkungan sebagai mata pelajaran muatan lokal. Kurang lebih ada tiga SMAN yang telah menerapkan ilmu pengetahuan lingkungan, yaitu SMAN 5, SMAN 9 dan SMAN 11. Sedangkan di SMAN lain, selain ketiga SMAN tersebut belum ada mata pelajaran ilmu pengetahuan lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;V. PENUTUP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.1 Simpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Siswa SMAN Se-Kota Jambi rata-rata memiliki pengetahuan mengenai Orang Utan yang tergolong ke dalam kategori cukup. Hal ini disebabkan siswa SMAN Se-Kota Jambi sudah memiliki jaringan informasi yang baik mengenai isu-isu lingkungan dan komponen-komponen penyusun dari lingkungan itu sendiri, termasuk pengetahuan akan satwa langka seperti Orang Utan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Siswa SMAN Se-Kota Jambi rata-rata memiliki persepsi mengenai Orang Utan yang tergolong ke dalam kategori baik. Tidak ada siswa yang memiliki persepsi yang termasuk dalam kategori kurang atau gagal tentang Orang Utan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Hasil analisis regresi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan siswa dengan persepsi siswa tentang Orang Utan, dimana konstribusi pengetahuan siswa terhadap persepsi siswa mengenai Orang Utan sebesar 54,6%. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Biologi di setiap SMAN di Kota Jambi diketahui bahwa ada tiga SMAN yang telah menerapkan Ilmu Pengetahuan Lingkungan Hidup sebagai mata pelajaran muatan lokal, yaitu SMAN 5, SMAN 9 dan SMAN 11. Sedangkan di SMAN lain, selain ketiga SMAN tersebut belum ada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Lingkungan Hidup. Dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan lingkungan tersebut belum ada materi mengenai konservasi Orang Utan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.2 Saran-saran &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pengelolaan lingkungan khususnya konservasi Orang Utan, melalui jalur pendidikan formal perlu dilakukan pengembangan materi muatan lokal tentang pengetahuan lingkungan yang di dalamnya terdapat pengetahuan konservasi. Dengan demikian diharapkan siswa dapat memperoleh bekal pengetahuan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah dimana mereka berada. Hal ini tentu diserahkan kepada instansi terkait terutama Depdiknas beserta jajarannya untuk menentukan kebijakan selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sekolah sebaiknya bekerja sama dengan berbagai Instansi seperti Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA), Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Frankfurt Zoological Society (FZS), Yayasan Indonesia Hijau, FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) serta yang berkaitan dengan lingkungan dan perlindungan satwa langka di Indonesia serta di negara-negara lain yang mempunyai areal hutan yang luas, sehingga hutan yang ada di Indonesia tetap terjaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pihak sekolah agar menyediakan atau menambah sarana untuk menunjang pembentukan persepsi siswa terhadap pelestarian lingkungan dan kecintaan siswa terhadap komponen penyusun lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Affan. 2010. Diakses Pada Tanggal 13 November 2010. Peningkatan Kesadaran Lingkungan. http://affan-enviro.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anonim, 2008. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2011. Deskripsi Orang Utan. www.ALIVEFP3.org&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;---------. 2009. Diakses pada tanggal 29 Januari 2010. Australia Danai Konservasi Orang Utan di Jambi. http://sains.kompas.com/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;---------, 2010a. Diakses pada tanggal 3 Februari 2010. Orangutan. www.theforestforever.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;---------, 2010b. Diakses pada tanggal 13 November 2010. Definisi Pengetahuan: http://id.wikipedia.org/wiki/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;---------, 2010c. Diakses pada tanggal 13 November 2010. Definisi Persepsi: http://id.wikipedia.org/wiki/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta: Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arikunto, S. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barnhart, C . 1997. Dictionary. Scoot foresman and company. Chicago: Glenview illinois&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Boyce, C dan Neale. 2006. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2010. Conducting In-depth Interviews: A Guide for Designing and Conducting In-Depth Interviews for Evaluation Input. http://www.pathfind.org/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Depdikbud. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-4. Jakarta: Balai Pustaka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Goodall, Jane., Edward O Wilson., Djamaludin Suryohadikusumo., Suwana B Gauntlett., 2010. Diakses pada tanggal 4 Juli 2010. Orangutan Conservancy. http://www.orangutan.com/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Notohadiprawiro, T. 2006. Diakses pada tanggal 14 January 2010.  Pendidikan Lingkungan. http://www.soil.faperta.ugm.ac&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nurdin, M. 2005. Persepsi dan Sikap Siswa SMUN 69 Pulau Pramuka terhadap Pelestarian Pemanfaatan Ekosistem Sumberdaya Pesisir dan Laut. Falsafah Sains. PPS (703): 24&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rahmawaty., Khairida., dan Eva Siagian. 2006. Persepsi Masyarakat Terhadap Upaya Konservasi di Taman Hutan Raya Bukit Barisan. USU Repository: 10&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiabudi, A. 2010. Di Akses Pada Tanggal 13 November 2010. Definisi Persepsi: http://id.shvoong.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subagyo, J. 2006. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. PT Rineka Cipta: Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&amp;amp;D. Alfabeta: Bandung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sukardi. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya. PT Bumi Aksara: Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tamrin, A. 2008. Diakses pada tanggal 18 November 2010. Pendidikan Lingkungan Hidup Sebagai Salah Satu Mata Pelajaran di Sekolah. http://agtamrin.staff.-fkip.uns.ac.id&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang-Undang No. 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uno, H.B. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Analisis di Bidang Pendidikan. PT Bumi Aksara: Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-5456713248744845524?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/5456713248744845524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=5456713248744845524&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5456713248744845524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5456713248744845524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/jurnal-pengetahuan-dan-persepsi-siswa.html' title='Jurnal Pengetahuan  Dan  Persepsi  Siswa  Tentang  Orang Utan (Pongo pygmaeus L.)'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-2423705785616884343</id><published>2011-12-14T23:19:00.002+07:00</published><updated>2011-12-14T23:19:37.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Quentin Townsend: A Short Life Story Early Life “Coming events cast their shadow before.”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:AllowPNG/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;The above proverb is excellent saying with reference to one of the great basketball star &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.linkedin.com/pub/quentin-townsend/a/6b9/438"&gt;Quentin Townsend&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Even before taking steps towards basketball court, he was a hard working young man always looking for the betterment of society. His early life was normal just like other person but the exceptional talent he had in basketball certainly made him a star amongst other players. During high school, he started to gain popularity because of his brilliant play. In his early life, he was a retailer, but after noticing the God gifted talent he had, he left this business and started taking basketball seriously.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Combined skills he had of basketball and entrepreneurship made him the boss of Atlanta Basketball Association during the end of year 2004. His well-planned alterations in the basic structure from name Atlanta Vision to the whole functioning brought the team in top rankings. After the huge success of Atlanta Vision, he originated a group for explaining the new generation regarding selection among various choices in front. Fortune 500 was the corporation where he restructured the management. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Thoroughly Helpful&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Since the childhood, &lt;b&gt;Quentin Townsend&lt;/b&gt; had tendency of helping people. He has a real estate firm thoroughly helping people finding their habitual. It’s not just him but his wife along with him has been engaged in social services. They recently originated an organization to offer tips regarding benefit of regular and healthy life style. They started it since the youth without proper guidance is losing the right path. He has also taken responsibility to help bright student with their higher education.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Awards and Achievements&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;He was awarded as one of the top 40 comers of Georgia. The Atlanta Business Chronicles presented the award. Such prestigious award is only given to individuals having done extra ordinary work in the field of social and educational responsibility. He accomplished one of his school time goals of owning a complete arena. Gwinnett Community Dome is the home of his own team Atlanta vision. He was the first man African to become the president of Atlanta Basketball Association in the history.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;His wise decisions and foresight personality will certainly take it to the top. &lt;b&gt;&lt;a href="http://twitter.com/#%21/quentintownsend"&gt;Quentin Townsend&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; is one of the most renowned personalities today in Georgia. With such achievements and righteous activities has been doing certainly he is one of the great soul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-2423705785616884343?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/2423705785616884343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=2423705785616884343&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2423705785616884343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2423705785616884343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/quentin-townsend-short-life-story-early.html' title='Quentin Townsend: A Short Life Story Early Life “Coming events cast their shadow before.”'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-8072804820104787772</id><published>2011-12-02T23:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T23:20:00.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALAT INDRA'/><title type='text'>Asas-asas Pokok Pendidikan</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kIXxaPsNKP8/Ttj6PM4iADI/AAAAAAAAAJQ/X472Xdd-FCU/s1600/pendidikan.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-kIXxaPsNKP8/Ttj6PM4iADI/AAAAAAAAAJQ/X472Xdd-FCU/s1600/pendidikan.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pendidikan Di Indonesia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asas pokok pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khusu s di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Diantara  asas tersebut adalah Asas Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan asas Kemandirian dalam belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1.     Asas Tut Wuri Handayani&lt;br /&gt;Sebagai asas pertama, tut wuri handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. R.M.P. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi, yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ing Ngarso Sung Tulodo ( jika di depan memberi contoh)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ing Madyo Mangun Karso (jika ditengah-tengah memberi dukungan dan semangat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.     Asas Belajar Sepanjang Hayat&lt;br /&gt;Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;3.     Asas Kemandirian dalam Belajar&lt;br /&gt;Dalam kegiatan belajar mengajar, sedini mungkin dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu suiap untuk ulur tangan bila diperlukan.&lt;br /&gt;Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalamperan utama sebagai fasilitator dan motifator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-8072804820104787772?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/8072804820104787772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=8072804820104787772&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8072804820104787772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8072804820104787772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/12/asas-asas-pokok-pendidikan.html' title='Asas-asas Pokok Pendidikan'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kIXxaPsNKP8/Ttj6PM4iADI/AAAAAAAAAJQ/X472Xdd-FCU/s72-c/pendidikan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-806770335658489117</id><published>2011-11-30T20:44:00.001+07:00</published><updated>2011-11-30T20:46:10.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kata-Kata Motivasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6K0ZxrfUADs/TtYzmB3DZYI/AAAAAAAAAJI/AnwpGMErWN0/s1600/Motivations.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-6K0ZxrfUADs/TtYzmB3DZYI/AAAAAAAAAJI/AnwpGMErWN0/s1600/Motivations.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kalau pada categori blon ini saya telah membuat &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/search/label/Motivasi?&amp;amp;max-results=6"&gt;Artikel Motivasi&lt;/a&gt; maka kali ini saya akan menuliskan kata kata motivasi atau kata kata bijak yang sangat baik yang saya kopi dari blog temen saya *pis master*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mengalah sama sekali bukan tindakan pengecut. Pengecut yang sebenarnya adalah mereka yang takut berkurang sedikit kenyamanan yang meraka miliki untuk memberikan kabahagiaan tak terbatas untuk orang lain"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secuil kata itu lah yang bisa saya tulis kali ini, he he he he kalau mau yang lain silahkans saja &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/search/label/Motivasi?&amp;amp;max-results=6"&gt;klik Motivasi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-806770335658489117?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/806770335658489117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=806770335658489117&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/806770335658489117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/806770335658489117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/kata-kata-motivasi.html' title='Kata-Kata Motivasi'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6K0ZxrfUADs/TtYzmB3DZYI/AAAAAAAAAJI/AnwpGMErWN0/s72-c/Motivations.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-7287358507646424831</id><published>2011-11-30T20:29:00.000+07:00</published><updated>2011-11-30T20:29:35.969+07:00</updated><title type='text'>Ctg Investments, Widraw Langsung Rekening | WWW.UNJABISNIS.NET</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/11/ctg-investments-widraw-langsung.html"&gt;Ctg Investments, Widraw Langsung Rekening | WWW.UNJABISNIS.NET&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bisa saja kok, gak papa&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-7287358507646424831?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/ctg-investments-widraw-langsung.html' title='Ctg Investments, Widraw Langsung Rekening | WWW.UNJABISNIS.NET'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/7287358507646424831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=7287358507646424831&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7287358507646424831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7287358507646424831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/ctg-investments-widraw-langsung_30.html' title='Ctg Investments, Widraw Langsung Rekening | WWW.UNJABISNIS.NET'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-7010082088369509581</id><published>2011-11-07T05:35:00.002+07:00</published><updated>2011-11-07T05:42:54.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Aplikasi Pencuri Pasword, Awas Aplikasi Berbahaya Di Facebook !!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial yang sangat populer saat ini, dari anak-anak sampai nenek-nenek tau semua &lt;i&gt;apa itu Facebook&lt;/i&gt;. dan gak tabu lagi kalau Facebook adalah situs yang paling ampuh untuk menjaring komunitas. Kalau kita sudah menguasai Facebook seakan kita telah menguasai dunia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya Facebook hanyalah alat yang bisa dipakai buat kebaikan dan bisa juga sebalik nya. Nah pada postingan saya kali ini saya ingin menjelaskan sekaligus menegaskan sesuai judul di atas “&lt;b&gt;Aplikasi Pencuri Pasword&lt;/b&gt; “ &lt;i&gt;Awas Aplikasi Berbahaya Di Facebook&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang saya jelaskan di paragraf awal tadi kalau kita menguasai Facebook seakan kita menguasai dunia, maka karena hal tersebut banyak sekali orang-orang yang mencuri keuntungan pribadi dengan cara curang via Facebook. Mereka adalah orang orang culas yang berusaha memanfaatkan jejaring sosial semacam Facebook untuk mencuri setiap data yang kita miliki termasuk Email.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebayangkan bagaimana kalau data email kita, termasuk pasword email kita dimiliki oleh orang lain?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;terus....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana mereka mencuri data kita? Siapa yang salah? dan bagaimana cara mengaman kan akun email dan data kita? hmmmm serangkain pertanyaan yang pastinya ingin anda tanyakan (coz aku mbah dukun)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;oke….Beberapa bulan lalu ada seorang bajingan yang membuat aplikasi Facebook yang bernama “ Siapa Saja Orang Yang Melihat Profil Kamu” dan semacam nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya : &lt;i&gt;Aplikasi siapa saja yang sering melihat profil kamu&lt;/i&gt;, Aplikasi ketahui siapa yang sering mencolek kamu” Aplikasi menambahkan teman di facebook “ &lt;i&gt;aplikasi siapa saja yang diam diam sering melihat profil kamu&lt;/i&gt; dan lain lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang….mucul lagi aplikasi yang berbeda dengan modus yang sama, dan ini ada banyak sekali misal nya “&lt;b&gt;aplikasi Pesan Keberuntungan Hari Ini&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;aplikasi ramalan hari ini&lt;/b&gt;” &lt;i&gt;aplikasi keberuntungan tanggal lahir,&lt;/i&gt; dan lain lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka Saya tekan kan bahwa &lt;strike&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;semua aplikasi yang saya sebutkan di atas adalah penjahat. mereka akan mencuri data kita. Aplikasi di atas dan kawan kawan nya adalah scam (rusak) atau pengrusak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strike&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu sebagian teman teman yang sudah terlanjur mengikuti salah satu aplikasi di atas ada yang nyeletuk “ Data and pasword saya aman aman saja tuh”? gak papa kok? data email saya gak dicuri kok?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum anda bilang kayak gini, tak Tanya dulu deh&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“emang siapa elo?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seberapa pentingkah data lo?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;emang email lo bisa menghasilkan duit?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;apa sich penting nya lo?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mugkin terkesan agak kasar ya, tapi its ok lah…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;next..serius only&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa data kamu gak mereka curi? yah karena kamu emang gak penting. coba kalau email yang kamu pakai adalah email penting, misal nya email situs penghasil uang semacam blogger, email paypal, email PPC, email PTR , Email godaddy, Email kantor,&amp;nbsp; Email dan email lain yang sangat penting.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau mau nyoba silahkan? monggo mas…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke kembali ke atas &lt;u&gt;Bagaimana mereka mencuri data kita&lt;/u&gt;? coba perhatikan waktu anda menjalankan aplikasi tersebut pasti aplikasi itu minta ijinkan? (kalau gak minta izin pasti di banned google) seperti ini missal nya :&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BWEiuXquGI4/TrcJj-R_wnI/AAAAAAAAAJA/g9B_J8K3FUM/s1600/aplikasi+jahat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="562" src="http://3.bp.blogspot.com/-BWEiuXquGI4/TrcJj-R_wnI/AAAAAAAAAJA/g9B_J8K3FUM/s640/aplikasi+jahat.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca baik baik deh..apa saja yang diminta sang aplikasi....ngeri kan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah kalau anda lanjutkan maka data kita telah mereka pegang. lihat "&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="background-color: lime;"&gt;Ramalan hari ini dapat mengakses data saya ketika saya tidak menggunakan aplikasi tersebut&lt;/b&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;" Jelas jelas pencuri kan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke kembali keatas &lt;i&gt;Siapa yang salah&lt;/i&gt;? yang salah adalah orang yang mau melanjutkan, karena jelas-jelas dia minta ijin mengakses semua data kita, kenapa mau? dan ini telah terjadi kepada salah satu teman saya, maka nya saya tulis ini supaya ada baik nya, he he he he he&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trus kembali ke atas lagi, &lt;b&gt;bagaimana cara mengaman kan akun email&lt;/b&gt; dan data kita? yups sebenar nya gampang sekali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama : jangan ikuti program-program atau aplikasi kacangan seperti yang saya sebutkan di atas dan kawan kawan nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua : jika anda tetap ngotot mengikuti dan pengen tau aplikasi tersebut plus hura hura, maka jangan pernah sekali pun &lt;i&gt;membuat akun facebook&lt;/i&gt; dengan email utama kita, atau email penting kita. gunakan aja email baru yang kusus buat Facebook&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga : jangan pernah membuat password yang sama antara email dan facebook&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keempat : tambahkan spasi dalam membuat password dan masuk kan terbalik waktu memasuk kan sandi facebook, misal nya sandi anda Ayu spasi ting spasi ting (Ayu ting ting) maka anda bisa memasuk kan sandi nya di keyboard anda dengan cara (spasi ting spasi ting) lalau arahkan mouse ke awal untuk membuat Ayu atau tekan tombol CTRL+ tanda panah ke kiri lalau ketik kan Ayu. sama saja kan? tapi caranya yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir : ini adalah &lt;u&gt;tips mengamankan password facebook dari serangan hacker&lt;/u&gt;, nah ini hanya sebagian tips, kalau teman teman ada yang lain boleh di komen kok, atau gak suka dengan semua yang saya jelaskan dari awal, ya monggo…ini hanyalah blog bebas, bukan partai mas…..boleh berbeda pendapat kok di sini, bagi yang suka thaks berat and “ awas…..pencurian terjadi bukan karena ada minat tapi karena ada kesempatan”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So melalui blog &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/"&gt;Kumpulan makalah&lt;/a&gt; ini saya ucapkan selamat berfacebook kan ria..hura hura &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-7010082088369509581?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/7010082088369509581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=7010082088369509581&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7010082088369509581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7010082088369509581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/aplikasi-pencuri-pasword-awas-aplikasi.html' title='Aplikasi Pencuri Pasword, Awas Aplikasi Berbahaya Di Facebook !!'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BWEiuXquGI4/TrcJj-R_wnI/AAAAAAAAAJA/g9B_J8K3FUM/s72-c/aplikasi+jahat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-4220601822159960322</id><published>2011-11-07T04:13:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T04:13:34.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PPKN'/><title type='text'>Teori-Teori Tujuan Sebuah Negara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Teori Kekuasaan Negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a). Shang Yang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurt Shang Yang ( Lord Shang ) dalam bukunya “ A classic of theChinnese of Law”, yang menjadi tujuan negara adalah menciptakankekuasaan yang sebesar–besarnya bagi negara dan tujuan itu dapat dicapaidengan cara menyiapkan militer yang kuat, berdisiplin dan siap sediamenghadapi segala kemungkinan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam negara terdapat dua subjekyang selalu berhadapan dan bertentangan yaitu Pemerintah dan Rakyat apabila yang satu kuat yang lainnya lemah. Dan sebaiknya Pemrintahlahyang lebih kuat dari rakyat agar tidak terjadi kekacauan dan anarkhis, olehsebab itu Pemerintah harus berusaha lebih kuat dari rakyat. Agar negaramenjadi kuat maka rakyat harus dilemahkan dengan cara diperbodoh dandimiskinkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negara akan mengalami keruntuhan dan raja tidak dapatmenggerakkan rakyat untuk berjuang apabila di dalam negara terdapatsepuluh hal yang jahat (ten evils) seperti :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adat, Musik, Nyanyian, Riwayat,Kebaikan, Kesusilaan, Kejujuran, Sofisme, Hormat pada orang tua, danKewajiban persaudaraan. Oleh sebab itu kebudayaan rakyat harusdikorbankan demi kepentingan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b). Niccolo Machiavelli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bukunya yang berjudul “Il Princepe”, Machiavelli menyatakan bahwanegara adalah organisasi kekuasaan saja dan pemerintah sebagai teknikmemupuk dan menggunakan kekuasaan. Tujuan negara adalah menciptakankekuasaan belaka dan kekuasaan itu hanyalah alat belaka untuk mencapaikebesaran dan kehormatan bangsa yang merupakan tujuan negara yangsebenarnya. Untuk mewujudkan tujuan yang mulia itu, Pemerintah (raja)dalam berindak harus tampil cerdik seperti kancil, ganas, keras, beraniseperti singa dan tidak perlu mengindahkan etika, moral, kesusilaanmaupun agama dan bila perlu bersikap licik.Apabila kita bandingkan tujuan negara menurut pendapat Machiavellidengan Shang Yang terdapat persamaan dan perbedaannnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persamaannya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Dilatarbelakangi keadaan yang sama yaitu negara dilanda kekacauan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Tujuan negara adalah untuk menghimpun kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Berorientasi untuk kepentingan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaannya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NoMachiavelliShang Yang1. 2.Kekuasaan itu sebagai alatuntuk mencapai kebesarandan kehormatan bangsa.Untuk mecapai tujuan rajadalam bertindak tidak perlumengindahkan moral, etika,kesusilaan dan agama, bila perlu bersikap licik.Hanya menghimpun danmemperbesar kekuasaansemata.Untuk mencapai tujuandengan cara membentuk tentara yang kuat, berdisiplindan siap setiap saatmenghadapi berbagaiancaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Teori Perdamaian dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Dante Alleghiere dalam bukunya “Die Monarchia” menyatakanbahwa tujuan negara adalah menciptakan perdamaian dunia dengan jalanmenciptakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Undang–Undang yang seragam bagi seluruh manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Imperium dunia (semua negara harus melebur menjadi satu negara) di bawah kekuasaan seorang Raja (Monarch), sebab selama di dunia masihada berbagai negara merdeka maka perdamaian dan ketentraman tidakakan terwujud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Teori Jaminan ata hak dan kebebasan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a). Immanuel Kant :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam teori negara hukum yang diajarkan, Kant menyatakn bahwa tujuannegara menjamin dan melindungi hak dan kebebasan warga negaranyadengan jalan memelihara ketertiban hukum dan diadakan pemisahankekuasaan yang meliputi kekuasaan pembuat, pelaksana dan pengawashukum (potestas legislatora, rectoria et judicaria).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b). Hugo Krabbe :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan negara adalah menyelenggarakan ketertiban hukum berdasar danberpedoman pada hukum agar hak rakyat dapat dijamin sepenuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Teori Welfare State (Negara kesejahteraan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan negara adalah bukan sekedar memelihara ketertiban hukum sajatetapi juga secara aktif mengupayakan kesejahteraan warga negaranya.Teori ini dikemukakan oleh Kranenburg dan Utrecht.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Tujuan negara menurut paham sosialis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memberikan kebahagiaan yang sebesar–besarnya dan merata bagi setiaporang. Kebahagian akan terwujud jika setiap manusia mempunyai pekerjaandan penghasilan yang layak untuk kehidupannya dan dijaminnya hak–hakmereka yang semuanya harus diatur dalam undang–undang. Keadilan sosialdapat tercapai dengan jalan mengembangkan perekonomian kekeluargaandibawah pimpinan negara. Tokoh penganjurnya adalah Karl Marx ,Louis Blanc.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Tujuan negara menurut paham Kapitalis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan negara adalah mewujudkan kesejahteraan/kebahagiaan semua orangdengan cara setiap orang diberi kebebasan berkompetisi dalam usahamencapai kesejahteraan dan kebahagiaannya secara perseorangan. Dengandemikian kesejahteraan / kebahagiaan akan terwujud dengan kemerdekaandan kebebasan individu. Penganut teori ini adalahAdam Smith, Jeremy Bentham dan Herbert Spencer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Teori Facisme&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan negara adalah imperium dunia yaitu mempersatukan semua bangsadi dunia menjadi satu tenaga atau kekuatan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa teori dan pendapat tentang fungsi negara :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Individualisme/ Liberalisme : menjaga keamanan dan ketertiban agarhak dan kebebasan individu terjamin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Negara hukum murni : menjaga dan menciptakan keamanan danketertiban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Welfare state : tidak hanya menciptakan ketertiban saja tetapi secaraaktif mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.Komunisme : mebagai alat penindas/pemaksa dari kelas ekonomiyang kuat terhadap kelas lainnya yang lebih lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.Anarkhisme : mewujudkan masyarakat yang bebas tanpa organisasipaksaan. Kaum anarkhis tidak memerlukan negara dan pemerintah,sehingga fungsi negara dan pemerintah dilaksanakan oleh kelompok yangdibentuk secara sukarela tanpa alat paksaan, polisi, hukum sertapengadilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.Charles E Merriam : ada 5 yaitu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keamanan ekstern, ketertiban intern,keadilan, kesejahteraan umum dan kebebasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;.7.John Locke :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(a). fungsi legeslatif (membuat undang-undang); (b).fungsi eksekuitf (melaksanakan undang-undang); dan (c). fungsi federatif (melaksanakan hubungan luar negeri).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.Montesquieu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;fungsi legeslatif, eksekutif dan yudikatif(mengawasi pelaksanaan undang-undang atau mengadili).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.Van Vollenhoven :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(a) regeling (membuat peraturan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(b). bestuur (menjalankan pemerintahan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(c). rechtspraak (mengadili) dan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(d). politie(ketertiban dan keamanan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.Dr. Stellinga : ada 5 fungsi yaitu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;legeslatif, eksekutif, yudikatif, polisi dan kejaksaan (penuntut umum terhadap pelanggar hukum)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11.Moh. Kusnardi, SH :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(a). melaksanakan ketertiban (law and order)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(b). mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12.Goodnow :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(a). policy making yaitu membuat kebijakan Negara, dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(b). policy executing yaitu melaksanakan kebijakan yang sudah ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-4220601822159960322?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/4220601822159960322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=4220601822159960322&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/4220601822159960322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/4220601822159960322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/teori-teori-tujuan-sebuah-negara.html' title='Teori-Teori Tujuan Sebuah Negara'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-7988567927292593238</id><published>2011-11-07T04:10:00.002+07:00</published><updated>2011-11-07T04:10:53.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PPKN'/><title type='text'>Pengertian Fungsi dan Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Negera Kesatuan Republik Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapatdipisahkan dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, karenamelalui peristiwa proklamasi tersebut bangsa Indonesia berhasil mendirikannegara sekaligus menyatakan kepada dunia luar (bangsa lain) bahwa sejaksaat itu telah ada negara baru yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.Apabila ditnjau dari sudut hukum tata negara, Negara Kesatuan RepublikIndonesia yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1945 belum sempurnasebagai negara, mengingat saat itu Negara Kesatuan Republik Indonesiabaru sebagian memiliki unsur konstitutif berdirinya negara. Untuk itu PPKIdalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah melengkapi persyaratanberdirinya negara yaitu berupa pemerintah yang berdaulat denganmengangkat Presiden dan Wakil Presiden, sehingga PPKI disebut sebagaipembentuk negara. Disamping itu PPKI juga telah menetapkan UUD 1945,dasar negaradan tujuan Negara. Para pendiri bangsa (the founding fathers) sepakat memilih bentuk negarakesatuan karena bentuk negara kesatuan itu dipandang paling cocok bagibangsa Indonesia yang memiliki berbagai keanekaragaman, untukmewujudkan paham negara integralistik (persatuan) yaitu negara hendakmengatasi segala paham individu atau golongan dan negara mengutamakankepentingan umum.Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang dibentukberdasarkan semangat kebangsaan (nasionlisme) oleh bangsa Indonesiayang bertujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tampah darahIndonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupanbangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkankemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Tujuan dan Fungsi Negara Secara Universal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara tujuan dan fungsi negara merupakan dua hal yang tidak dapatdipisahkan satu sama lain. Namun demikian keduanya memiliki arti yangberbeda yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berisi sasaran–sasaran yanghendak dicapai yang telahditetapkan.Menunjukkan dunia citayakni suasana ideal yangharus dijelmakan/diwujudkan.Besifat abstrak – ideal.Mencerminkan suasana gerak,aktivitas nyata dalam mencapaisasaran.Merupakan pelaksanaan atau penafsiran dari tujuan yanghendak dicapai.Bersifat riil dan konkrit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila kita hubungkan dengan negara, maka :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•Tujuan menunjukkan apa yang secara ideal hendak dicapai oleh suatunegara, sedangkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•Fungsi adalah pelaksanaan cita–cita itu dalam kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan Negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumusan tujuan sangat penting bagi suatu negara yaitu sebagai pedoman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Penyusunan negara dan pengendalian alat perlengkapan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Pengatur kehidupan rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Pengarah segala aktivitas–aktivitas negara.Setiap negara pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai sesuai denganUndang–Undang Dasarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan masing–masing negara sangat dipengaruhi oleh tata nilai sosial, kondisi geografis, sejarah pembentukannya serta pengaruh politik dari penguasa negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secaraumum negara mempunyai tujuan antara lain sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Memperluas kekuasaan semata&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Menyelenggarakan ketertiban umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Mencapai kesejahteraan umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi Negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum terlepas dari ideologi yang dianutnya, setiap negaramenyelenggarakan beberapa fungsi minimum yang mutlak harus ada.Fungsi tersebut adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Melaksanakan penertiban (Law and order ) : untuk mencapai tujuanbersama dan mencegah bentrokan–bentrokan dalam masyarakat, makanegara harus melaksanakan penertiban. Dalam fungsi ini negara dapatdikatakan sebagai stabilisator.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Pertahanan : fungsi ini sangat diperlukan untuk menjamin tegaknyakedaulatan negara dan mengantisipasi kemungkinan adanya seranganyang dapat mengancam kelangsungan hidup bangsa (negara). Untuk itunegara dilengkapi dengan alat pertahanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.Menegakkan keadilan : fungsi ini dilaksanakan melalui lembagaperadilan.Keseluruhan fungsi negara tersebut di atas diselenggarakan oleh pemerintahuntuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi negara &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat juga diartikan sebagaitugas organisasi Negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum tugas negara meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Tugas Essensial &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adalah mempertahankan negara sebagai organisasipolitik yang berdaulat, meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(a).  Tugas internal negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaitumemelihara ketertiban, ketentraman, keamanan, perdamaian dalamnegara serta melindungi hak setiap orang; dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(b).  Tugas eksternal &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaitumempertahankan kemerdekaan/kedaulatan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Tugas Fakultatif &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adalah menyelenggarakan dan memperbesarkesejahteraan umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa pendapat para ahli tentang tujuan negara :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Plato&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;: tujuan negara adalah memajukan kesusilaan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Roger H Soltau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;: tujuan negara adalah mengusahakan agar rakyatberkembang serta mengembangkan daya cipta sebebas mungkin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.John Locke&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;: tujuan negara adalah menjamin suasana hukumindividu secara alamiah atau menjamin hak–hak dasar setiap individu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.Harold J Laski &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;: tujuan negara adalah menciptakan keadaan agarrakyat dapat memenuhi keinginannya secara maximal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.Montesquieu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;: tujuan negara adalah melindungi diri manusiasehingga dapat tercipta kehidupan yang aman, tentram dan bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Aristoteles&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;: tujuan negara adalah menjamin kebaikan hidup warganegaranya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-7988567927292593238?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/7988567927292593238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=7988567927292593238&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7988567927292593238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/7988567927292593238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/pengertian-fungsi-dan-tujuan-negara.html' title='Pengertian Fungsi dan Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-620771162139336805</id><published>2011-11-06T21:32:00.002+07:00</published><updated>2011-11-06T21:32:37.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini agama'/><title type='text'>Islam Dan Pranata Sosial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan agama islam merupakan suatu tuntunan buat kita agar kita lebih mengerti apa sebenarnya agama. Dalam islam ada yang namanya klasifikasi persaudaraan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Ikhuah Islamiyah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu merupakan hubungan antara sesama umat islam, misalnya disegi ibadah, kita sama-sama kerumah Allah untuk beribadah, disinilah kita berkumpul menjadi sebuah keluarga yaitu sama-sama hamba Allah umat rosulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Ikhuwah Muthoniyah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu hubungan sesama warga negara, maksudnya adalah kita merupakan satu keluarga, yaitu keluarga Indonesia, kita sama-sama memperjuangkan negara Indonesia dan menjaga kekayaan alam Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Ikhuah Basyariyah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu hubungan negara, ras yang khusus. Seperti pernikahan antara suku jawa dengan suku sunda, disinilah terjadinya hubungan persaudaraan karena diikat oleh hubungan pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Ikhuah Ulihiyah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu merupakan hubungan kekeluargaan yang terjadi sebagai sesama makhluk tuhanyang maha esa. Walau pun besar atau pun kecil, kiat sama-sama makhluk tuhanyang patut dihormati dan disayangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam memeng banyak sekali memiliki peran dalam membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Keluarga sakinah merupakan keluarga sejahtera, mawaddah merupakan keluarga yang penuh cinta dan warhmah merupakan keluarga yang diramahti Allah. Jadi peran islam itu sangat penting, seperti memberikan siraman rohani kepada pengantin yang akan menjalani kehidupan berkeluarga. islammengajarkan kita tentang kesejahteraan, maksudnya yaitu karena islam adalah agama Allah, maka Allah menitipkan suatu pedoman kepada kita, agar kita hidup bahagia, untuk mendapatkan pedoman itu pastinya kita harusmengikuti agama Allah terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian rasa cinta, pastinya karena agama islam mengajarkan tentang kalau kita harus mencintai sesama, keluarga kita, yang selanjutnya adalah rahmat Allah, tentu saja kalau kita ingin memiliki keluarga yang di rahmati Allah, kita harus memeluk agama Allah dan menlakankan perintah Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sistem islam juga bukan sekedar sistem tipologis karena islam tidak hanya menceritakan tentang ketuhanan, cerita apa saja didunia ini terangkup dalam pembahasan islam. maka dari itu aslam adalah sistem kehidupan yang sangat lengkap. jagalah agamamu, karena agama adalah cermin kehidupan bagimu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-620771162139336805?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/620771162139336805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=620771162139336805&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/620771162139336805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/620771162139336805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/islam-dan-pranata-sosial.html' title='Islam Dan Pranata Sosial'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-3846704758473318850</id><published>2011-11-06T21:30:00.000+07:00</published><updated>2011-11-06T21:30:44.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini agama'/><title type='text'>Islam Dan Kesejahteraan Rakyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umat islam merupakan umat Allah dan umat yang di sejahterakan Allah. Pada tahun 1995 ada festival Istiqlal 11 dijakarta yang membahas mengenal masyarakat madani. Dibentuknya masyarak madani yaitu untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang kita ketahui pada saat sekarang ini bagaimana masyarakat kita yang serba kekurangan bahkan untuk makan sehari-hari saja susah, apakah itu dibilang sejahtera, Percuma kita memiliki pemimpin tapi masyarakat kita belum sejahtera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian masyarakat kita juga jauh dari keadilan, hokum pun bisa dibeli. Orang yang korupsi sampai milyaran rupiah malah dibiarkan bebas  begitu saja, Sedangkan masyarakat kecil yang Cuma mencuri sebuah mangga saja dihukum bertahun-tahun, diman keadilan rakyat kita kemudian rakyat kita berketuhanan tapi coba perhatikan orang-orag lebih mengutamakan gedung-gedung yang besar dari pada mendirikan masjid tempat beribadah. Maka dari itu dibentuklah cendikiawan muslim dengan gigih memperjuangkan terbentuknya  masyarakat madani di Indonesia. Agar masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang idial, adil, makmur dan berketuhanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan terbentuknya masyarakat madani, maka masyarakat kita akan menjadi masyarakat yang ideal, yaitu masyarakat yang sesuai dengan keinginan kita bukan hanya merdeka secara lisan tetapi merdeka lahir dan batin. Kemudian masyarakat yang adil, yaitu masyarakat yang rata, tidak ada yang namanya perbedaan sosial, suku maupun budaya. Semuanya kita ratakan meskipun ada yang ekonominya rendah, bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan dia. Dan meskipun ada orang kaya yang melakukan kesalahan tetapkita beri hukuman. Selanjutnya masyarakat yang makmur, yaitu segala kebutuhan telah terpenuhi dan keinginan tersebut tercapai tanpa adanya paksaan. Masyarakat Indonesia juga akan kita jadikan sebagai masyarakat yang berketuhanan, yaitu berjalan sesuai dengan pedoman Al-qur’an dan hadist yang diturunkan oleh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah terbentuknya masyarakat tersebut maka ada yang namanya ramadhun dan adharahah yaitu berjalan dijalan yang sama dan memiliki satu prinsip, seperti kita umat islam sam-sama berjalan dijalan Allah. Prinsip kita Cuma satu kita percaya bahwa Allah itu ada, Allah itu nyata, dan kita berpedoman dengan dua hal yang diberikan Allah yaitu Al-qur’an dan hadist sebagai pedoman bagi kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-3846704758473318850?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/3846704758473318850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=3846704758473318850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3846704758473318850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3846704758473318850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/islam-dan-kesejahteraan-rakyat.html' title='Islam Dan Kesejahteraan Rakyat'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-2476688806165100786</id><published>2011-11-06T21:26:00.000+07:00</published><updated>2011-11-06T21:26:34.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini agama'/><title type='text'>Iman Ilmu Dan Amal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan kali ini kita membahas tentang sifat-sifat ilmu,menurut Ibnu taimiyah sifat ilmu itu dibagi menjadi dua sifat, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Sifat Rabi’&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu merupakan ilmu yang keberadaannya tidak memerlukan pengetahuan sisubjek tentang keberadaannya objek. Misalnya yaitu kita tidak perlu mengetahui keberadaan Allah, meskipun selama ini kita menyembah Allah sebagai tuhan kita, tapi kita tidak usah memikirkan keberadaannya. Karena Cuma Allahlah yang tahu dimana ia berada. kita harus menanamkan didalam hati kita bahwa Allah itu benar-benar ada, artinya kita harus percaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Sifat Matbu’&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu merupakan ilmu yang mempelajari tentang keberadaan objek bergantung pada pengetahuan dan keinginan si subjek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya menjaga sifat-sifat Allah dan ajaran Allah, disini dikatakan bahwa tidak sempurna ibadah seseorang jika tidak diiringi ilmu pengetahuan. Jika kita ingin tahu segala sesuatu tentang Allah. kita harus memiliki ilmu pengetahuan Allah, karena Allah menunjukan semua itu dengan mennurunkan A -Qur’an dan Hadist. Makanya kita harus bisa membaca al-qur’an dan hadist tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk bisa membaca dan memahaminya kita juga harus belajar, tanpa belajar kita tidak akan tahu.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didalam kita menuntut ilmu tentang ajaran pasti kita banyak menemui kendala. Yang dinamakan pandangan tentang Tipologi, ada 4 macam pandangan tersebut yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Konflik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konflik merupakan suatu poko masalah yang didasari dengan perbedaan pendapat, ajaran islam banyak sekali yang menentang misalnya kaum sains. Sampai sekarang pun masih banyak pertentangan antara kaum sains dan agamawan, disanalah terjadinya konflik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Indenpedensi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu dengan adanya konflik tersebut tidak ada yang mau mengalah antara kaun sains dan kaum agamawan. Jadi jika dikatakan kaum sains berjalan dengan rasa percaya diri bahwa kaum mereka benar begitu pun kaum agamawan, mereka pun percaya bahwa kaum mereka juga benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Dialog&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya indenpedensi tersebut, terjadilah dialog atau percakapan antara kaum sains dan kaum agamawan. Bagai mana sebaiknya karena biar bagai mana pun mereka pasti saling membutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Integrasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari percakapan kedua kaum tersebut menculah sebuah ide yang dinamakan Integrasi, yaitu titik temu suatu pertentangan antara sains dan agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya masalah antara kaum sains dan agamawan tidak perlu terjadi, karena sains atau ilmu pengetahuan dan agama sangat erathubungannya. Sebenarnya islam itu tidak mengenal pemisahan, tetapi dikarenakan ada pertentangan hal itulah yang memicu terjadinya pertentangan. Tanpa ilmu kita tidak bisa mempelajari agama secara mendalam dan tanpa agama ilmu yang kita pelajari akan sia-sia karena kita tidak mempunyai arah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya hubungan antara agama dan ilmu, disinilah terjadinya tantangan bagi islam. Semakin dalamnya ilmu seseorang, maka seseorsng tersebut akan semakin berani untuk menentang ajaran tuhan. Pertama kaum agamawan diam dan bersabar, tapi hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena dapat meresahkan masyarakat dan dapat menyesatkan seperti yang kita ketahui bersama. Akhir-akhir ini telah Nampak sudah ada kaum yang menentang ajaran islam, banyak sekali ajaran yang diresahkan dan menjadi korban. Maka dari itu marilah kita bersama-sama bukan hanya ulama dan pihak tertentu tapi sebagai umat islam yang percaya denganajaran Allah, mari cegah semua kesesatan yang telah terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-2476688806165100786?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/2476688806165100786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=2476688806165100786&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2476688806165100786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/2476688806165100786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/iman-ilmu-dan-amal.html' title='Iman Ilmu Dan Amal'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-5387395856153240838</id><published>2011-11-02T10:02:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T10:02:50.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Evaluasi Pembelajaran Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;BAB I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi- kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Kedua , dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses Tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa , yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara formal, pendidikan diselengarakan disekolah. Hal itu sering sering dikenal dengan pengajaran dimana proses belajar mengajar yang melibatkan banyak factor baik pengajar, pelajar, bahan/materi, fasilitas maupun lingkungan. Pengajaran dilaksanakan tidak hanya untuk kesenangan atau bersifat mekanis saja tetapi mempunyai misi atau tujuan bersama. Dalam usaha untuk mencapai misi dan tujuan itu perlu diketahui apakah usaha yang dialakukan sudah sesuai dengan tujuan? Jika iya, sudah sejauh mana ditempuh? Apakah anak didiknya engalami kemunduran didalam belajar atau peningkatan, dan kalau mengalami kemunduran apakah penyebabnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena timbulnya pertanyaan-pertabyaan itu,maka dari itulah kami menyajikan beberapa hal tentang evaluasi pemeljaran yang berfungsi untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang selama ini telah kita laksanakan. evaluasi pembelajaran ini menyangkut pemberian tes dan soal soal ujian yang memang telah kita rencakan untuk melihat perkembangan siswa agar dapat kita pantau dengan tepat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses pembelajaran yang baik dapat dilakukan oleh siswa baik didalam maupun diluar kelas, dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman- temannya secara baik dan bijak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation) kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;KAJIAN PUSTAKA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.Pengertian Evaluasi Pembelajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya, dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni pengukuran, assessment dan evaluasi. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini, antara lain adalahsebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1).tujuan pengukuran, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2).ada objek ukur, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3).alat ukur, (&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4).proses pengukuran, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5).hasil pengukuran kuantitatif.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara, pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value, yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. Namun, dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan, yakni:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a).Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b).Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c).Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas, maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement, assessment, evaluation) secara teoretik definisinya berbeda, namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan memisahkan batasan antara ketiganya, dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1)perencanaan, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2)pengumpulan data, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3)verifikasi data, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4)analisis data, dan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5)interpretasi data.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation) kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi. Evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Bila ditinjau dari tujuannya, evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif, penempatan, formatif dan sumatif. Bila ditinjau dari sasarannya, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasi konteks, input, proses, hasil dan outcom.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan. Tujuan dilaksanakannya evaluasi proses dan hasil pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil pembelajaran oleh setiap peserta didik. Informasi kedua hal tersebut pada gilirannya sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Jenis Evaluasi Berdasarkan Tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Evaluasi Diagnostik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Evaluasi Selektif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Evaluasi Penempatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Evaluasi Formatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Evaluasi sumatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan bekerja siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Jenis Evaluasi Berdasarkan Sasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Evaluasi Konteks&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Evaluasi Input&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Evaluasi Proses&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Evaluasi Hasil Atau Produk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Evaluasi Outcom Atau Lulusan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yankni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Jenis Evalusi Berdasarkan Lingkup Kegiatan Pembelajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Evaluasi Program Pembelajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspek-aspek program pembelajaran yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Evaluasi Proses Pembelajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara proses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Evaluasi Hasil Pembelajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.Jenis Evaluasi Berdasarkan Objek Dan Subjek Evaluasi[6]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Berdasarkan Objek&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.1.Evaluasi Input&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian, sikap, keyakinan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.2.Evaluasi Transformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi terhadao unsur-unsur transformasi proses pembelajaran antara lain materi, media, metode dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.3.Evaluasi output&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.Evaluasi Terhadap Lulusan Yang Mengacu Pada Ketercapaian Hasil&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran Berdasarkan Subjek&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.Evaluasi internal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator, misalnya guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.Evaluasi eksternal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator, misalnya orangtua, masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan pengertian evaluasi, sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan beberapa instrumen dan hasilnya, dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Artinya, dalam mengambil langkah untuk melaksanakan evaluasi, tentunya diperlukan pengetahuan dan pemahaman terhadap suatu objek dengan terus menerus diadakan instrumen-instrumen yang kemudian dengan hasil instrumen tersebut diharapkan akan memperoleh sebuah kesimpulan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-5387395856153240838?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/5387395856153240838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=5387395856153240838&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5387395856153240838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5387395856153240838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/evaluasi-pembelajaran-pendidikan.html' title='Evaluasi Pembelajaran Pendidikan'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-6816747881090336643</id><published>2011-11-01T01:56:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T01:56:01.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Online'/><title type='text'>Ctg Investments, Widraw Langsung Rekening</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau selama ini kita dipusingkan dengan aneka bisnis menipu semacam HYIP yang tidak jelas keamanan nya, apalagi baru baru ini ada binis HTIP Pourcapital yang pada postingan saya dulu tak buat dengan judul &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/bisnis-baru-lounching-pourcapital.html"&gt;Bisnis Baru Lounching PourCapital&lt;/a&gt;, ternyata bisnis semacam itu hanyalah permainan setan yang menipu belaka. tentu anda kenal dengan &lt;i&gt;Goodprofit&lt;/i&gt;? nah dia kawan seperjuangan dari &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/bisnis-baru-lounching-pourcapital.html"&gt;Pourcapital dan Starlive&lt;/a&gt; yang telah berhasil menipu masyarakat indonesia. Maka pada postingan kali ini saya ingin menekan kan bahwa bisnis &lt;b&gt;HYIP Scam&lt;/b&gt;. Kalau ada yang marah silahkan....karena memang seperti itu kenyatannya. Maka buat semua yang sedang membaca tulisan saya ini, mulai hari ini saya sarankan "Berhenti &lt;b&gt;Bisnis Investasi HYIP&lt;/b&gt;". Kalau teman teman ada yang mengatakan ada kok yang tidak bohong dari bisnis HYIP, maka tak jawab. itu hanya satu dari 1000, dan itu hanya saat ini, artinya besok2 kalau waktu dah tepat maka dia akan menipumu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Pembaca yang budiman....stop membicarakan &lt;i&gt;Investasi Online Hyip&lt;/i&gt; (Scam plus mainan setan), kalai ini saya akan membicarakan bisnis Investasi non HYIP, apakah dia? hmmmm tentu teman teman telah mengunjungi tulisan saya sebelum nya yang berjudul CTG-Investment Bisnis Terbaru 2011-2012 atau salah satu tulisan versi inggris nya &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-corporatio-online.html"&gt;&lt;i&gt;Bisnis Online Ctg Investments&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; yang berjudul &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-corporatio-online.html"&gt;&lt;b&gt;CTG Investment Corporatio, Online Business,&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; Yups....inilah bisnis yang saya maksudkan &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html"&gt;ctg-investments.com&lt;/a&gt; peluang bisnis baru non HYIP.&lt;br /&gt;Perlu teman teman ketahui bahwa &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/cara-investasi-agar-aman.html"&gt;Investasi&lt;/a&gt; Online &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html"&gt;Bisnis investasi CTG-Investment&lt;/a&gt; yang bergerak di bidang perdagangan emas dan forex . Melalui program &lt;u&gt;CTG-Investment&lt;/u&gt; anda dapat melipat gandakan uang anda hingga 300 % dalam waktu 100 hari kerja. Hari ini daftar Besok R.O.I mulai dihitung pada hari kerja tidak perlu menunggu..Pencairan langsung ke rekening bank lokal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan program ini :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tarik uang kapan saja (min 100 USD). Hari ini anda withdrawal, keesokan harinya Perusahaan transfer uang ke rekening Anda di BCA atau MANDIRI (TIDAK REPOT JUAL POIN/dollar KE UPLINE/MEMBER. INCOME FIXED dan PASTI )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Hari ini daftar Besok R.O.I mulai dihitung (TIDAK RUGI WAKTU, tidak ada cooling day--tunggu waktu)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Utk Mendaftar, harus membeli langsung e-Point ke Perusahaan dan tidak bisa transfer point dari hasil R.O.I (account2) antar member. (MEMASTIKAN PERUSAHAAN DAPAT UANG UTK MEMBAYAR KITA)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya dialokasikan 10 % dari hasil kita per hari masuk ke account 1 yang dapat dipakai transfer point antar member tujuannya agar perusahaan bisa memonitor omzet sebenarnya dari bisnis ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi anda pecinta INVESTASI seperti &lt;i&gt; SPEEDLINE,&lt;/i&gt; GOLDFIELD, SPEEDRETURN, &lt;i&gt;LEXUSVENTURE&lt;/i&gt;, LUMORMINE, LIBERTYGOLD-inc, USFXTRADING, AUWORLDWIDE maka gunakan bisnis &lt;i&gt;CTG Investment&lt;/i&gt; ini sebagai Alat DIVERSIFIKASI dan lakukan pengelolaan investasi yang baik dan benar sehingga dapat keuntungan dan belajar dari pengalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Bagi teman teman yang sering gagal dalam investasi silahkan baca &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/cara-investasi-agar-aman.html"&gt;Cara Investasi Agar Aman&lt;/a&gt; pada tulisan saya sebelum nya yang berjudul &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/cara-investasi-agar-aman.html"&gt;Cara ivestasi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-6816747881090336643?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/6816747881090336643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=6816747881090336643&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/6816747881090336643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/6816747881090336643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/11/ctg-investments-widraw-langsung.html' title='Ctg Investments, Widraw Langsung Rekening'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-5941269843714005562</id><published>2011-10-22T04:38:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T04:38:33.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contoh Surat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><title type='text'>Sejarah Kepramukaan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Pendahuluan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan. Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA. Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-5941269843714005562?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/5941269843714005562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=5941269843714005562&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5941269843714005562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5941269843714005562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/sejarah-kepramukaan-indonesia.html' title='Sejarah Kepramukaan Indonesia'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-410516726161597663</id><published>2011-10-21T19:17:00.002+07:00</published><updated>2011-10-21T19:25:44.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial BLog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hacker'/><title type='text'>Cara Menggunakan Video Call Facebook, Download Applikasi Video Call Kalahkan Handphone</title><content type='html'>Teknology sudah sangat maju..mulai dari dunia usaha offline, &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html"&gt;investasi online&lt;/a&gt; dan komunitas online. Bahkan baru baru ini Salah satu &lt;i&gt;jejaring sosial Facebook&lt;/i&gt; telah membuat aplikasi baru yaitu video call yang &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/cara-menggunakan-video-call-facebook.html"&gt;cara menggunakan Video call&lt;/a&gt; nya sangat mudah dan kualitas gambar nya pun terang plus suara yang jernih. Mungkin bagi anda ini sudah tidak asing lagi, tapi bagi temen yang belum tau ini ada turorial sederhana &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/cara-investasi-agar-aman.html"&gt;Cara menggunakan Video Call Facebook&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;1. Pastikan anda telah mendaftar facebook, he he he he he pastilah&lt;br /&gt;2. pastikan laptop anda ada fasilitas 3G nya atau bahasa katrox nya ada kamera depan nya.&lt;br /&gt;3. Chat dulu lawan chat Facebook anda lalu tanya " hmmm kamu ada layanan &lt;i&gt;video Call&lt;/i&gt; nya gak, law ada mau tak panggil neh" kalau dia jawab ada&lt;br /&gt;4. Langsung aja klik atas kolom chat anda "Mulai telepon Video"&lt;br /&gt;5. Pastikan Pluggin nya telah anda pasang, kalau belum ikuti aja langkah nya udah ada, selamat ber video call and buanglah Hp anda sekarang, wkwkwkwkkw&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-410516726161597663?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/410516726161597663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=410516726161597663&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/410516726161597663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/410516726161597663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/cara-menggunakan-video-call-facebook.html' title='Cara Menggunakan Video Call Facebook, Download Applikasi Video Call Kalahkan Handphone'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-3750452075390744334</id><published>2011-10-20T07:41:00.001+07:00</published><updated>2011-10-22T04:37:39.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>Hakikat dan Peranan Bank</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1   Latar Belakang Masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian, usaha perbankan ini berkembang ke asia barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun Benua Afrika. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usaha perbankan itu sendiri baru di mulai dari zaman Babylonia kira – kira tahun 2000 SM. Kemudian di lanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Namun, pada saat itu tugas utama bank hanyalah sebagai tempat tukar menukar uang. Seiring dengan perkembangan perdagangan semula hanya di daratan eropa akhirnya menyebar ke asia barat, dan akhirnya ke seluruh penjuru dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, Bank dan lembaga keuangan merupakan salah satu pelaku terpenting dalam perekonomian sebuah negara. Masyarakat maupun kalangan industri/usaha sangat membutuhkan jasa Bank dan lembaga keuangan lainnya, untuk mendukung dan memperlancar aktivitasnya. Lembaga keuangan bank atau bank merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap, disamping menyalurkan dana atau member pinjaman (kredit) juga usaha menghimpun dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan. Kemudian usaha bank dalam bentuk lainnya memberikan jasa yang mendukung dan memperlancar kegiatan memberikan pinjaman dengan kegiatan memberikan pinjaman dengan kegiatan menghimpun dana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari lembaga keuangan kita bisa banyak mendapatkan informasi ataupun manfaat mengenai uang  dan berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka penulis membuat makalah yang berjudul “Hakiakat Bank”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2   Rumusan Masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari latar belakang tersebut dapat dapat dirumuskan rumusan makalah ini sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.1 Apa itu pengertian bank ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.2 Bagaimana asas, tujan dan prinsip bank ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.3 Apa-apa saja manfaat bank bagi manusia ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.4 Bagaiman fungsi bank secara modern dan umum ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.5 Apa saja yang termasuk kedalam jenis-jenis bank ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3   Tujuan Penulisan Makalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan penulisan makalah hakikat bank adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.1 Untuk memenuhi tugas mata kuliah bank dan lembaga keuanagan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.2 Untuk mengetahui pengertian  bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.3 Untuk memahami asas, tujan dan prinsip bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.4 Untuk memahami fungsi bank secara modern dan umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.5 Untuk mengetahui jenis-jenis bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4   Manfaat Penulisan Makalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya serta mampu memberikan pemahaman dan tambahan pengetahuan kepada pembaca, tentang hakikat bank serta bagian-bagiannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1 Pengertian Bank &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat tidak terlepas dari kaitannya dengan uang. Sebab untuk menjalankan perekonomian, masyarakat membutuhkan uang untuk melakukan transaksi. Dalam melakukan transaksinya masyarakat dapat melakukannya dengan mendapatkan bantuan dari sebuah lembaga keuangan yang kita kenal dengan nama bank. Dengan adanya bank masyarakat menjadi terbantu untuk dapat menukarkan uangnya, transfer, membayar rekening listrik, air, telepon ataupun pembayaran lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Sedangkan pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat agar lebih senang menabung. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut A. Abdurrachman dalam buku Ensiklopedia Ekonomi dan Perdagangan menjelaskan bahwa, “ bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksankan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahan-perusahan dan lain-lain. Sedangkan menurut Prof. G.M. Verryn Sruart dalam bukunya Bank Politik mengatakan , “Bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi bank menurut UU No. 14/1967 pasal 1 tentang pokok-pokok perbankkan adalah, “lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut H. Malayu S.P. Hasibuan bank yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bank umum adalah lembaga keuangan, pencipta uang, pengumpul dana dan penyalur kredit, pelaksana lalu lintas pembayaran, stabilisator moneter sertas dinamisator pertumbuhan perekonomian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bank adalah lembaga keuangan berarti : Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit dan juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bank dalam operasinya mengumpulkan dana kepada SSU dan menyalurkan kredit kepada DSU.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bank selaku pelaksana Lalu lintas pembayaran (LLP) berarti : Bank menjadi pelaksana penyelesaian pembayaran transaksi komersial atau financial dari pembayaran ke penerima.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bank selaku stabilisator moneter diartikan: bank mempunyai kewajiban ikut serta menstabilkan nilai tukar uang, nilai kurs atau harga barang-barang relatif stabil atau tetap, baik secara langsung maupun melalui mekanisme Giro Wajib Minimum (GWM) bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bank sebagai dinamisator perekonomian maksudnya: Bank merupakan pusat perekonomian, sumber dana, pelaksana lalu lintas pembayaran, memproduktifkan tabungan dan pendorong kemajuan perdagangan nasional dan internasional. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1.1 Landasan Hukum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Landasan Hukum Perbankan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Undang-undang Republik Indinesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan  sebagaiman telah diubah denagn Undang-Undang Nomor 10 Thun 1998.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indinesia sebagi  man atelah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2)  Dasar Hukum Non Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Undang-undang No. 15 Tahun 1952 Tentang Bursa (Lembaran Negara No. 67 Tahun 1952)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Surat kepitusan mentri keuangan No. Kep.-38/MK/IV/1972 tanggal 18 Januari 1972tentang perubahan dan tambahan surat keputusan menteri keuanagn No. Kep.-792/MK/IV/12/1970 tanggal 7 Desember 1970.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1.2 Asas, Prinsip dan Tujuan Bank di Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.   Asas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan  demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 2 UU No 7 tahun 1992 menetapkan bahwa Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Untuk mempertegas makna asas demokrasi ekonomi ini penjelasan umum dan penjelasan Pasal 2 yang berbunyi : yang dimaksud dengan demokrasi ekonomi adalah demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945. Demokrasi ekonomi ini tersimpul dalam Pasal 33 UUD 1945, yaitu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekelurgaan. Menurut Rochmat Soemitro ( 1991 : 185 ) pembangunan dibidang ekonomi yang didasarkan pada demokrasi ekonomi menentukan masyarakat harus memegang peran aktif dalam kegiatan pembangunan, memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Prinsip &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hukum perbankan dikenal beberapa prinsip perbankan, yaitu prinsip kepercayaan ( fiduciary relation principle ), prinsip kehati-hatian ( prudential principle ), prinsip kerahasiaan ( secrecy principle), dan prinsip mengenal nasabah ( know how costumer principle ).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Prinsip kepercayaan (fiduciary relation principle)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip kepercayaan adalah suatu asas yang melandasi hubungan antara bank dan nasabah bank. Masyarakat menyimpan uangnnya di bank atas dasar kepercayaan, sehingga setiap bank perlu menjaga kesehatan banknya dengan tetap memelihara dan mempertahankan kepercayaan masyarakat. Prinsip kepercayaan diatur dalam Pasal 29 ayat (4) UU No 10 Tahun 1998. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Prinsip Kehati-hatian ( prudential principle ) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip kehati-hatian adalah suatu prinsip yang menegaskan bahwa bank dalam menjalankan kegiatan usaha baik dalam penghimpunan terutama dalam penyaluran dana kepada masyarakat harus sangat berhati-hati. Tujuan dilakukannya prinsip kehati-hatian ini agar bank selalu dalam keadaan sehat menjalankan usahanya dengan baik dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan norma-norma hukum yang berlaku di dunia perbankan. Prinsip kehati-hatian tertera dalam Pasal 2 dan Pasal 29 ayat (2) UU No 10 tahun 1998. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Prinsip Kerahasiaan ( secrecy principle)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip kerahasiaan bank diatur dalam Pasal 40 sampai dengan Pasal 47 A UU No 10 Tahun 1998. Menurut Pasal 40 bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya. Namun dalam ketentuan tersebut kewajiban merahasiakan itu bukan tanpa pengecualian. Kewajiban merahasiakan itu dikecualikan untuk dalam hal-hal untuk kepentingan pajak, penyelesaian utang piutang bank yang sudah diserahkan kepada badan Urusan Piutang dan Lelang / Panitia Urusan Piutang Negara (UPLN/PUPN), untuk kepentingan pengadilan perkara pidana, dalam perkara perdata antara bank dengan nasabah, dan dalam rangka tukar menukar informasi antar bank. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d) Prinsip Mengenal Nasabah ( know how costumer principle ) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip mengenal nasabah adalah prinsip yang diterapkan oleh bank untuk mengenal dan mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk melaporkan setiap transaksi yang mencurigakan. Prinsip mengenal nasabah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No.3/1 0/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal nasabah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penerapan prinsip mengenal nasabah adalah meningkatkan peran lembaga keuangan dengan berbagai kebijakan dalam menunjang praktik lembaga keuangan, menghindari berbagai kemungkinan lembaga keuangan dijadikan ajang tindak kejahatan dan aktivitas illegal yang dilakukan nasabah, dan melindungi nama baik dan reputasi lembaga keuangan.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan bank secara filosofis tercermin dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan “Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2 Manfaat  dan Fungsi Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2.1  Manfaat Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar di masa mendatang.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2.2   Fungsi Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum fungsi bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagi tujuan atau sebagi financial intermediary. Secara lebih spesifik bank dapat berfungsi sebagi agent of trust, agen of development, dan agen of servies.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Agent of trust&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan (trust), baik dalam hal penghimpunan maupun dalam hal menyalurkan dana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Agent of development&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan perekonomian masyarakat disektor moneter dan disektor rill tidak dapat dipisahkan. Kedua sektor tersebut selalu berintreaksi dan saling memengaruhi. Sektor rill tidak akan dapat bekerja dengan baik apabila sektor moneter tidak bekerja dengan baik. Kegiatan bank berupa penghimpunan dan penyaluran dan sangat  diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian  di sektor rill.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Agen of services&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping melakukan kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakat. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum. Jasa ini dapat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang berharga, pemberianjaminan bank, dan penyelesaian tagihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga fungsi bank diatas diharpakan dapat memberikan ganbaran yang menyeluruh dan lengkap mengenai fungsi bank dalam perekonomian, sehingga bank tidak hanya diartikan sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediary institution)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Fungsi-fungsi bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penciptaan uang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindah bukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyimpanan barang-barang berharga adalah salah satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.3  Jenis-Jenis Bank :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.3.1  Jenis-jenis bank berdasarkan fungsinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Bank Sentral (Central bank)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Bank Umum (Commercial Bank)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, deposito, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan usahanya memberikan kredit dalam jangka pendek. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Bank Perkreditan Rakyat / BPR&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank perkreditan rakyat adalah bank penunjang yang memiliki keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kridit pinjaman dengan jumlah yang terbatas, menerima simpanan masyarakat umum, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, penempatan dana dalam sbi / sertifikat bank indonesia, deposito berjangka, sertifikat / surat berharga, tabungan, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Bank Tabungan (Saving Bank)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank tabungan (Sarving Bank) adalah bank yang dalam pengumpulan dannya menerima simpanana dalam bentuk tabungan dan dalam bentuk tabungannya serta dalam usahannya terutama memperbungakan danannya dalam kertas berharga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Bank pembangunan (Development Bank)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank pembangunan (Development Bank) adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama penerima simpanan dalam bentuk deposito dan mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang, sert adalam usahanya terutama memberikan kredit jangka menengah dan panjang dibidang pembangunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Bank Desa (Ruraal bank)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank Desa (Ruraal bank) adalah bank yang menerima simpanan dalam bentuk uang dan natura (padi, jagung, dan sebagainya) dan dalam usahanya memberikan kredit jangka pendek dalam bentuk uang maupun dalam bentuk natura kepada sektor pertanian dan pedesaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.3.2 Jenis- jenis bank berdasarkan kepemilikan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Bank-bank milik Negara terdiri dari:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Bank sentral atau bank Indonesia yang didirikan dengan Undang-undang No. 13/1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Bank-bank umum milik Negara terdiri dari:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bank Negara Indonesia 1946 (BNI 1946) yang didirikan dengan Undang-undang No. 17/1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bank dagang Negara (BDN) yang didirikan denagn Undang-undang No. 19/1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bank Bumi Daya (BBD) yang didirikan Undang-undang No. 19/1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bank Rakyat Indonesia ( BRI) yang didirikan dengan Undang-undang Np. 21/1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bank Eksor Impor Indonesia (Bank Eksim) yang didirikan dengan Undang-undang No. 22/1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Bank Tabungan Milik Negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dewasa ini terdapat Bank tabungan Milik Negara yaitu Bank Tabungan Negara (BTN) yang didirikan dengan Undang-undang No. 20/1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d) Bank Pembangunan Milik Negara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dewasa ini terdapat Bank Pembangunan Milik Negara (Bapido) yang didirikan dengan Undang-undang No. 21Prp 1960.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Bank milik pemerintah daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dewasa ini bank milik pemerintah daerah adalah bentuk-bentuk pembangunan daerah yang terdapat pada setiap daerah tingkat I. Bank ini didirikan berdasarkan Undang-undang No. 13/1962.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Bank-bank milik swasta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank-bank milik swasta dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a)  Bank-bank milik swasta nasional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank-bank yang seluruh saham-sahamnya dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan-badan hukum yang peserta dan pimpinannya terdiri atas warga Negara Indonesia. Bank-bank milik swasta didirikan berdasarkan SK Men. Keu. No. Kep/603/M/IV/12/1968 tanggal 18-121968. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank-bank milik swasta ini dapat berbentuk bank umum swasta, bank tabungan swasta, dan bank pembangunan swasta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) Bank-bank milik swasta asing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank-bank yang seluruh saham-sahamnya dimiliki oleh warga negara asing atau badan-badan hukum yang peserta dan pimpinannya terdiri atas warga Negara Asing. Bank-bank milik swasta asing didirikan berdasarkan SK Men. Keu. No. Kep/034/M/IV/2/1968 tanggal 20-12-1968.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank-bank milik swasta asing ini dapat berbentuk bank umum asing, bank tabungan asing, dan bank pembangunan asing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) Kerja sama antara bank swasta nasional dan bank swasta asing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gabungan swasta nasional (Indonesia) dengan Swasta asing (Jepang) yaitu bank Perdaganagn Indonesia (Perdania), yang didirikan pada tanggal 26 September 1965 berdasarkan surat keputusan mentri keuangan No. J. A 5/15/11/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Bank koperasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank koperasi adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan-perkumpulan koperasi. Bank koperasi dapat berbentuk: bank umum koperasi, bank tabungan koperasi, dan bank pembangunan koperasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank koperasi didirikan berdasarkan surat keputusan mentri keuangan No. Kep. 800/MK/IV/II/1969 tanggal 22 November 1969 dan surat keputusan bersama MENTRANSKOP 192 tanggal 16 Agustus 1972. Bank umum koperasi yaitu Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN) yang diresmikan tahun 1987.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.3.3 Jenis-jenis bank berdasarkan statusnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.3.4 Jenis-jenis bank berdasarkan cara menentukan harga:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga tertentu, baik untuk dana yang dikumpulkan maupun disalurkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;KESIMPULAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.1   Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima Simpanan, Giro, Tabungan dan Deposito. Kemudian Bank dikenal juga sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Disamping itu bank juga dikenal untuk menukar uang, atau menerima segala bentuk pembayaran seperti pembayaran listrik, telepon, air, pajak, uang kuliah dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masayarakat serta memberikan jasanya dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Oleh Karena itu, jenis-jenis bank terdiri dari : 1) Jenis bank berdasarkan fungsinya, 2) berdasarkan kepemilikan, 3) berdasarkan statusnya, dan 4) berdasarkan harga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga fungsi utama Bank yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bank sebagai lembaga yang mungumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bank sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bank sebagai lembaga yang memperlancar transaksi perdagangan dan predaran uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan  demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Dalam hukum perbankan dikenal beberapa prinsip perbankan, yaitu prinsip kepercayaan ( fiduciary relation principle ), prinsip kehati-hatian ( prudential principle ), prinsip kerahasiaan ( secrecy principle), dan prinsip mengenal nasabah ( know how costumer principle ).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan bank secara filosofis tercermin dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan “Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Dari uraian diatas maka fungsi bank dapat disimpulkan sebagai menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagi tujuan atau sebagi financial intermediary. Secara lebih spesifik bank dapat berfungsi sebagi agent of trust, agen of development, dan agen of servies.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suyanto, Thomas.1989,  Kelembagaan Perbankan, PT Gramedia, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasmir, 2002,  Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, 6th Ed, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-3750452075390744334?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/3750452075390744334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=3750452075390744334&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3750452075390744334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3750452075390744334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/hakikat-dan-peranan-bank.html' title='Hakikat dan Peranan Bank'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-1284036316001058784</id><published>2011-10-16T01:55:00.002+07:00</published><updated>2011-10-16T01:59:09.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>Bisnis Baru Lounching PourCapital, Investasi Online</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia maya sedang gempar dengan aneka &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html"&gt;investasi Online&lt;/a&gt;, mungkin teman teman paham dengan aneka bisnis online ini diantaranya : Speedline dengan website &lt;i&gt;www.speedline-inc.com&lt;/i&gt; , Lexus Venture LLc dengan website &lt;i&gt;http://www.lexusventure.com&lt;/i&gt; , Speed Returns , GEI (Great Era Investment) ,auworldwide, &lt;b&gt;Goodprofit&lt;/b&gt;, dll. Kalau perusahaan yang saya sebutkan tadi udah agak lama keluar, nah pada postingan kali ini saya akan membahas &lt;b&gt;Bisnis Baru Louncing 5 Hari&lt;/b&gt;, yaitu &lt;i&gt;PourCapital&lt;/i&gt;. Asal teman teman tau&amp;nbsp; PourCapital.com adalah perusahaan keuangan, yang bertujuan untuk menyediakan solusi investasi bagi siapa saja. PourCapital.com berusaha untuk memberikan pengembalian investasi terbaik bagi semua orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PourCapital.com menyediakan kesempatan besar untuk berinvestasi, dan menarik dana SETIAP HARI. Tidak seperti program investasi lain, Anda tidak perlu menunggu beberapa hari untuk melakukan penarikan penghasilan Anda. Deposit minimum adalah sebesar $15. Menjadi anggota program investasi PourCapital tentu akan menambah koleksi bisnis Online anda, Tertarik untuk mencobanya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringnya saya terima telpon yang mengkritisi bahwa informasi yang saya berikan tidak lengkap, utamanya masalah pembayaran. Profit harian 16% disini adalah total yang dibayarkan Perusahaan kepada membernya terhitung bunga dan modal. Sebagai Contoh jika seseorang menenamkan modal di PourCapital.com sebanyak $100, maka setiap hari akan terima $16 hingga hari kesepuluh. Jadi $16 x 10 = $ 160 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk memperoleh $ (dollar) anda bisa beli di &lt;b&gt;kliktukar.com&lt;/b&gt; atau bisa pesan ke saya sebagai kepedulian untuk saling membantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan anda bergabung jika sudah betul-betul anda pikirkan akan segala kemungkinan, baik Untung maupun kerugian yang mugnkin timbul nantinya. Selamat berinvestasi…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;nah bagi yang masih belum jelas silahkan kunjungi website guru sekaligus bapak saya di &lt;i&gt;&lt;b&gt;www.samidi.com &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-1284036316001058784?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/1284036316001058784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=1284036316001058784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/1284036316001058784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/1284036316001058784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/bisnis-baru-lounching-pourcapital.html' title='Bisnis Baru Lounching PourCapital, Investasi Online'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-8473936098270909551</id><published>2011-10-15T22:31:00.000+07:00</published><updated>2011-10-15T22:31:20.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Insurance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah Online'/><title type='text'>Cara Investasi Agar Aman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam topik prinsip investasi ini kami bermaksud melakukan sharing diskusi berdasarkan dari pengalaman-pengalamana para senior investasi yang sudah sukses. Seperti yang telah saya paparkan pada halaman sebelum nya bahwa &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-corporatio-online.html"&gt;&lt;b&gt;Bisnis Investasi Online di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; sudah sangat banyak sekali, terutama tahun 2011 ini Jadi bukan bermaksud untuk mengajari, tapi lebih pada prinsip berbagi dan mengajak diskusi untuk meminimalisir resiko bisnis aja &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang sukses dalam dunia investasi, namun banyak juga yang bangkrut saat melakukan bisnis investasi. Untuk itu kita coba mencari tahu dan mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari orang sukses dalam bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu kami ingatkan dengan tegas di sini, bahwa setiap bisnis Investasi adalah bisnis yang punya RESIKO TINGGI. Ya sekali lagi saya tegaskan Resiko Tinggi. Jadi kita tidak boleh melihat hanya dari sisi profit yang menarik saja, tapi tentu nya kita WAJIB mengenali resiko dari setiap investasi yang mau kita lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jika anda tergolong orang yang tidak berani mengambil Resiko dan Takut Gagal, maka bidang Investasi Online seperti ini bukanlah peluang yang cocok untuk Anda”. Pahami dulu Prinsip Investasi nya agar kita dapat melakukan manajemen resiko dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa prinsip Investasi yang perlu kita ketahui adalah sbb :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Harus sadari 100% bahwa ini bisnis yang beresiko tinggi, sehingga anda perlu melakukan manajemen resiko dan strategi sebelum melakukan investasi. Kenapa demikian? Karena tidak ada jaminan berapa lama sebuah bisnis investasi dapat bertahan. Kalau suatu hari perusahaan bubar, maka anda harus siap dengan resiko kehilangan dana investasi anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Sejarah membuktikan bahwa belum ada bisnis investasi yang bertahan lama saat ini. Dari yang pernah ada, maximal bertahan 2.5 tahun, bahkan ada yang 1 bulan pun sudah bubar. Untuk itu telitilah sebelum bergabung. Dan kita berharap suatu hari akan ada bisnis investasi yang bisa bertahan lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Jangan bernafsu dalam melakukan investasi, walaupun perusahaan yang kita ikuti rutin melakukan pembayaran. Karena kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi esok harinya. Kesalahan besar yang sering dilakukan oleh banyak orang adalah karena nafsu ini. Karena terlalu idealis dengan perusahaan investasi yang diikutinya, maka banyak orang berspekulasi memasukkan seluruh keuangan yang mereka punya, bahkan ada yang berhutang, menggadaikan rumahnya, dengan harapan bisa peroleh keuntungan besar. Namun yang sering terjadi malah sebaliknya, pada saat apes perusahaan bubar, maka jadi stress dan gigit jari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Bagilah investasi anda di beberapa tempat yang menurut anda masih layak untuk dilakukan investasi. Jangan hanya menumpuk pada satu perusahaan. Jika salah satu perusahaan bubar, maka anda masih bisa menutupi kerugian anda dari keuntungan investasi di tempat lain. Karena saat ini sangat banyak sekali penawaran investasi, dan sebagian besar di antaranya hanya bertujuan untuk menipu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Pilihlah perusahaan yang memang melakukan Trading, jika dia perusahaan Trading. Karena kita tahu bahwa perusahaan ini memang melakukan transaksi perdagangan (trading) untuk memutarkan investasi para member. Tapi kita tetap harus menyadari tidak selalu setiap trading itu menang. Jadi tidak boleh idealis dalam investasi. Banyak juga perusahaan yang menyatakan dirinya trading, namun sebenarnya tidak ada trading tapi hanya mengumpulkan uang sesaat saja. Teliti sebelum membeli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Jika anda pernah gagal, lalu KAPOK!!, Maka anda tidak akan pernah mendapatkan apa pun dalam dunia investasi selain kegagalan. Namun jika kegagalan itu dievaluasi untuk pelajaran, lalu anda memperbaiki diri untuk investasi selanjutnya, maka anda akan mendapat ilmu yang berharga. Ingat pengalaman adalah guru yang baik. Lakukan Manajemen Resiko anda dan tulis prinsip investasi anda sebelum memulai terjun di bidang investasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Bisnis Investasi adalah Bisnis MOMENTUM. Anda harus tahu kapan saat yang tepat untuk masuk dan kapan saat untuk keluar. Belajarlah untuk cepat mengambil keputusan, karena anda bermain dengan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html"&gt; CTG-Investment Bisnis Terbaru 2011-2012&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-8473936098270909551?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/8473936098270909551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=8473936098270909551&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8473936098270909551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/8473936098270909551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/cara-investasi-agar-aman.html' title='Cara Investasi Agar Aman'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-5839378421383963509</id><published>2011-10-15T22:23:00.000+07:00</published><updated>2011-10-15T22:23:34.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>CTG Investment Corporatio, Online Business</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html"&gt;CTG Investment&lt;/a&gt; Corporation is an offshore British Virgin Islands Company in orporated in 2006, fully licensed and regulated in gold investment and gold trading businesses.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CTG Investment is an international license holder which allows us to offer investment services worldwide subject to the international law and local restriction policies&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html"&gt;&lt;b&gt;CTG Investment Corporation&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; is an offshore British Virgin Islands Company in corporated in 2006, fully licensed and regulated in gold investment and gold trading businesses.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CTG Investment is an international license holder which allows us to offer investment services worldwide subject to the international law and local restriction policies.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CTG was started its original name CTG Invest Broker 10 years ago as a group of financial professionals wanted to achieve financial prosperity and social contribution. They work closely together to scrutinize the major investment portfolio in Canada and later extend to United State of America where they started to work on the Gold trade business and investment activities.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CTG Investment is a global resource investment corporation focusing on private, micro and small cap resource investment. CTG Investment has a broad investment mandate in the resource sector with significant exposure to gold in the current portfolio. CTG has a sound managment team with a depth of experience in the resource sector that enabling CTG to achieve sustainable growth in the international gold market.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CTG has helped innovators exploit new business opportunities and anticipate trends through long-term relationaships that endure the changing economic landscape. Our accomplishments can be best recognized through the success of our companies and the ability to deliver consistent performance over time.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Being one of the major players in gold trade market, CTG start to focus on the &lt;i&gt;Asia Pacific&lt;/i&gt; region such as China, India, and South East Asian countries&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-5839378421383963509?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/5839378421383963509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=5839378421383963509&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5839378421383963509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/5839378421383963509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-corporatio-online.html' title='CTG Investment Corporatio, Online Business'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-3892102812219916545</id><published>2011-10-15T21:20:00.000+07:00</published><updated>2011-10-15T21:20:59.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><title type='text'>CTG-Investment Bisnis Terbaru 2011-2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisnis Investasi Online di Indonesia sudah sangat banyak sekali, terutama tahun 2011 ini. Sehingga hampir semua orang mencari keyword google&lt;b&gt; Bisnis Investasi Online Terbaru&lt;/b&gt; atau &lt;i&gt;bisnis terbaru 2011 2012&lt;/i&gt;. Faktanya banyak sekali Peluang Bisnis Investasi Online yang membuat banyak masyarakat yang beruntung hingga dapat meningkatkan kesejahteraan nya seperti Speedline dengan website &lt;i&gt;www.speedline-inc.com&lt;/i&gt; , Lexus Venture LLc dengan website &lt;i&gt;http://www.lexusventure.com&lt;/i&gt; , Speed Returns , GEI (Great Era Investment),auworldwide dan mulai awal Oktober ini hadir&lt;b&gt; CTG-Investment&lt;/b&gt; yang bergerak di perdagangan emas dan forex. Dalam program CTG-Investment anda dapat melipat gandakan uang anda hingga 300 % dalam waktu 100 hari kerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa kelebihan dari &lt;b&gt;bisnis terbaru Oktober 2011 CTG-Investment Online&lt;/b&gt; ini?&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan program &lt;b&gt;CTG-Investment Online&lt;/b&gt; ini adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bila hari ini anda withdrawal maka keesokan harinya  uang akan langsung ditransfer ke rekening Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Hari ini daftar Besok R.O.I mulai dihitung , tidak seperti yang lainnya mesti menunggu 1 minggu baru dihitung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. e-Point dikontrol oleh Perusahaan tidak bisa transfer point dari hasil R.O.I (account2) antar member.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya dialokasikan 10 % dari hasil kita per hari masuk ke account 1 yang dapat dipakai transfer point antar member tujuannya agar perusahaan bisa memonitor omzet sebenarnya dari bisnis ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi anda para pembisnis online langsung aja ke TKP di http://ctg-investment.com/ dan selamat mencoba.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-3892102812219916545?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/3892102812219916545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=3892102812219916545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3892102812219916545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3892102812219916545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/ctg-investment-bisnis-terbaru-2011-2012.html' title='CTG-Investment Bisnis Terbaru 2011-2012'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-4173348163482028625</id><published>2011-10-14T09:15:00.000+07:00</published><updated>2011-10-14T09:15:47.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='University'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><title type='text'>Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Daftar Nama PTN / Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia – Universitas dan Institut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berikut di bawah ini adalah list atau daftar perguruan tinggi negri / PTN yang ada di Indonesia beserta lokasi di mana perguruan tinggi itu berada, berupa universitas dan Institut :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Universitas Airlangga / UNAIR - Surabaya / Jawa Timur&lt;br /&gt;2. Universitas Andalas - Padang / Sumatera Barat&lt;br /&gt;3. Universitas Bengkulu - Bengkulu&lt;br /&gt;4. Universitas Brawijaya / UNBRAW / UNIBRAW - Malang&lt;br /&gt;5. Universitas Cenderawasih / UNCEN - Jayapura&lt;br /&gt;6. Universitas Diponegoro / UNDIP - Semarang&lt;br /&gt;7. Universitas Gadjah Mada / UGM - Yogyakarta&lt;br /&gt;8. Universitas Haluoleo - Kendari&lt;br /&gt;9. Universitas Hasanuddin / UNHAS - Makassar&lt;br /&gt;10. Universitas Indonesia / UI - Depok&lt;br /&gt;11. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah - Jakarta&lt;br /&gt;12. &lt;a href="http://www.unjabisnis.net/"&gt;Universitas Jambi - Jambi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13. Universitas Jenderal Soedirman - Purwokerto&lt;br /&gt;14. Universitas Khairun Ternate - Ternate&lt;br /&gt;15. Universitas Lambung Mangkurat - Banjarmasin&lt;br /&gt;16. Universitas Lampung / UNILA - Bandarlampung&lt;br /&gt;17. Universitas Malikussaleh - Lhokseumawe / Nanggro Aceh Darussalam&lt;br /&gt;18. Universitas Mataram - Mataram&lt;br /&gt;19. Universitas Mulawarman / UNMUL - Samarinda&lt;br /&gt;20. Universitas Negeri Gorontalo - Gorontalo&lt;br /&gt;21. Universitas Negeri Jakarta / UNJ - Jakarta&lt;br /&gt;22. Universitas Negeri Jember / UNEJ - Jember&lt;br /&gt;23. Universitas Negeri Makassar - Makassar&lt;br /&gt;24. Universitas Negeri Malang - Malang / Jawa Timur&lt;br /&gt;25. Universitas Negeri Manado - Manado&lt;br /&gt;26. Universitas Negeri Medan - Medan / Sumatera Utara&lt;br /&gt;27. Universitas Negeri Padang - Padang&lt;br /&gt;28. Universitas Negeri Papua Manokwari - Papua&lt;br /&gt;29. Universitas Negeri Sebelas Maret - Solo&lt;br /&gt;30. Universitas Negeri Semarang - Semarang / Jawa Tengah&lt;br /&gt;31. Universitas Negeri Surabaya - Surabaya / Jawa Timur&lt;br /&gt;32. Universitas Negeri Yogyakarta - Yogyakarta&lt;br /&gt;33. Universitas Nusa Cendana - Kupang NTT&lt;br /&gt;34. Universitas Padjadjaran - Bandung&lt;br /&gt;35. Universitas Palangkaraya - Palangkaraya&lt;br /&gt;36. Universitas Pattimura - Ambon&lt;br /&gt;37. Universitas Pendidikan Indonesia - Bandung&lt;br /&gt;38. Universitas Riau - Riau&lt;br /&gt;39. Universitas Sam Ratulangi - Manado&lt;br /&gt;40. Universitas Sriwijaya - Palembang&lt;br /&gt;41. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa - Serang&lt;br /&gt;42. Universitas Sumatera Utara - Medan&lt;br /&gt;43. Universitas Syiah Kuala - Banda Aceh&lt;br /&gt;44. Universitas Tadulako - Palu&lt;br /&gt;45. Universitas Tanjungpura - Pontianak&lt;br /&gt;46. Universitas Terbuka - Jakarta&lt;br /&gt;47. Universitas Trunojoyo Madura - Bangkalan&lt;br /&gt;48. Universitas Udayana - Denpasar / Bali&lt;br /&gt;49. Institut Pertanian Bogor / IPB - Bogor / Jawa Barat&lt;br /&gt;50. Institut Teknologi Bandung / ITB - Bandung / Jawa Barat&lt;br /&gt;51. Institut Teknologi Sepuluh Nopember / ITS - Surabaya&lt;br /&gt;52. IAIN Alauddin - Makasar&lt;br /&gt;53. IAIN Antasari - Banjarmasin&lt;br /&gt;54. IAIN Ar-Raniry - Banda Aceh&lt;br /&gt;55. IAIN Imam Bonjol - Padang&lt;br /&gt;56. IAIN Jakarta - Jakarta&lt;br /&gt;57. IAIN Raden Intan - Bandar Lampung&lt;br /&gt;58. IAIN Raden Patah - Palembang&lt;br /&gt;59. IAIN Sultan Toha Syaifuddin - Jambi&lt;br /&gt;60. IAIN Sumatera Utara - Medan&lt;br /&gt;61. IAIN Sunan Ampel - Surabaya&lt;br /&gt;62. IAIN Sunan Kalijaga - Yogyakarta&lt;br /&gt;63. IAIN Walisongo - Semarang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-4173348163482028625?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/4173348163482028625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=4173348163482028625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/4173348163482028625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/4173348163482028625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/perguruan-tinggi-negeri-di-indonesia.html' title='Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-72294665911753909</id><published>2011-10-14T09:11:00.000+07:00</published><updated>2011-10-14T09:11:31.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Business'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Definition of Recount, Narrative, And Descriptive</title><content type='html'>1. Definition of Recount&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recount is a text which retells events or experiences in the past. It purpose is either to inform or to entertain the audience. There is no complication among the participant and that differentiates from narrative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Generic structure of recount:&lt;br /&gt;a. Orientation  : Introducing the participants, Place and time.&lt;br /&gt;b. Events   : Describing series of event that happened in the past.&lt;br /&gt;c. Re-orientation : It is optimal. Stating personal comment of the writer to the story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Examples :&lt;br /&gt;Once I lived a dormitory with some Australian student. There were about twenty of us on the same floor and there were only two fridges available. Our neighbours were so friendly, but problems first emerged when my Singaporean neighbor put her chopped garlic in the fridge. All the Australians complained about the garlic. But the asian complained about smell of pasta (noodle) which to us, smeled like a toilet! At last, we decided to wrap garlic and pasta before placing them in the fridge. This taught us to understand and respect each other’s cultures. So, it is not good to fry ‘ikan asin’ or ‘sambal terasi’ if you life very near Australian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Definition of Narrative&lt;br /&gt;Narrative is a text which contains about story and its plot consist of climax of the story then followed by the resolution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Generic structure:&lt;br /&gt;• Orientation  = sets the sceme and introduces the participants.&lt;br /&gt;• Evaluation = a stepping back to evaluate the plight.&lt;br /&gt;• Compilation = a crisis arises.&lt;br /&gt;• Resolusion = the crisis is resolved, for better or for worse.&lt;br /&gt;• Re-orientation = optional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Examples:&lt;br /&gt;An old woman, having lost the use of eyes, called in a physician to heal them. Then, she made this bargain with him in the presence of witnesses: that if he could cure her blindness, he would receive from her a sum of money; but if her infinity remained, she should give him nothing.&lt;br /&gt;This agreement being made, the physician, time after time, applied his salve to her eyes, and on every visit took something away, stealing all her property little by little. And when he had got all the women had, he heald her and demanded the promised payment.&lt;br /&gt;When the old woman recovered her sight and saw none of her goods in her house , she would give nothing. However, the physician insisted on his claim. As she still refused, the physician summoned her before the judge.&lt;br /&gt;Later the old woman, standing up in the court, argued,”this man here speaks the truth in what he says; for I did promise to give him a sum of money if I should recover my sight. But if I continued blind, I was to give him nothing. Now he declares that I am healed. I on the contrary affirm that I am still blind for when I lost the use of my eyes, I saw in my house various chattels and valuable goods. But now, though he swears I am cured of my blindness, I am not able to see a single thing in it”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Definition of Descriptive&lt;br /&gt;Descriptive text is a text which say what a person, or a thing is like. Its purpose to describe and reveal a particular person, place or thing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Generic structure:&lt;br /&gt;• Identification =  Identifying the phenomenon to be described.&lt;br /&gt;• Description = Describing the phenomenon an pants, qualities, or characteristic. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Example:&lt;br /&gt;My father&lt;br /&gt;I have kind father, her name Rizal. He is handsome, he has brown eyes, white skin, and sweet smile. He is not really tall, but he is sweet. My father job is entrepreneur. He has hobby playing football, and also a coach football. He is clever, diligent, and like cleanliness.&lt;br /&gt;4. Definition of Report&lt;br /&gt;Report text is a text which present information about something , as it is. It is as result of systematic observation and analysis.&lt;br /&gt; Generic structure:&lt;br /&gt;• General classification : Stating classification of general aspect of thing, animal, public place, etc. which will be discussed in general aspect.&lt;br /&gt;• Descryption  : Describing the time which will be discussed in detail, custom or deed for living creature and usage for materials.&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt; Example:&lt;br /&gt;A lake is a body of liquid on the surface of a world that’s is localized the bottom of basin and moves slowly it is moves at all. On earth, a body of water Is considered a lake when it is inland, not part of the ocean, is larger and deeper than a pound, and is fed by a river. The only world other than earth known to harbor lake is titan, Saturn’s largest moon, which has lakes of ethane, most likely mixed with methane. It is not known if titan’s lakes are fed by rivers; though, Titan’s surface is carved by numerous river beds.&lt;br /&gt;Natural lakes on earth are generally found in mountainous areas, rift zones and areas with ongoing or recent glaciations. Other lakes are found in endorheic basins or along the courses of mature rivers. In some parts of the world, there are many lakes because of chaotic drainage patterns left over from the last ice age. All lakes are temporary over geologic time scales, as they will slowly fill in with sediments or spill out of the basin containing them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Definition of Procedure&lt;br /&gt;Procedure text is a specified series of actions of operations which have to be executed in the same manner in order to always obtain the some result under the same circumstances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Generic structure:&lt;br /&gt;• Goal : (The final purpose of doing the instructions).&lt;br /&gt;• Materials : (Ingredients, utensils, equipment to do instructions)&lt;br /&gt;• Steps : ( a set of instructions to achieve the final purpose)&lt;br /&gt; Example:&lt;br /&gt;If you regularly send similar e-mail messages, such as information about an upcoming event, you can save time and effort by using a template and customizing it as needed. These instructions are for Microsoft outlook. The procedure may vary with other e-mail software.&lt;br /&gt;First, compose the first message and send it. Then, open the sent items folder. After that, open the message you just sent. Next, open the actions menu and click resend message. Change the address to that of the next recipient and costumize the content. Finally, click send.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-72294665911753909?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/72294665911753909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=72294665911753909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/72294665911753909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/72294665911753909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/definition-of-recount-narrative-and.html' title='Definition of Recount, Narrative, And Descriptive'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-3063955172832684519</id><published>2011-10-14T09:09:00.000+07:00</published><updated>2011-10-14T09:09:08.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Economy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Partai Politik'/><title type='text'>Makalah Partai Politik dan Birokrasi Pemerintahan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Latar Belakang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak Indonesia merdeka hingga saat ini perubahan sistem partai politik dan pemilihan umum sangat dinamis. Hal ini wajar mengingat Indonesia sedang dalam masa transisi demokrasi. Masyarakatnya yang sangat plural dan menghendaki agar setiap masyarakat tersebut ada perwakilannya dalam menyalurkan aspirasi politik membuat banyak timbulnya berbagai partai politik di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Partai politik yang timbul pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19 di Eropa Barat ini merupakan wujud pendobrakan tradisi kegiatan politik yang pada mulanya dipusatkan pada kelompok-kelompok dalam parlemen yang bersifat elitis dan dikuasai oleh kaum aristokrasi untuk mempertahankan kepentingan kaum bangsawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal berdirinya partai politik adalah terjadinya kegiatan politik di luar parlemen dengan membentuk suatu panitia pemilihan yang mengatur pengumpulan suara pendukungnya. Karena perlunya memperoleh dukungan dari pelbagai golongan masyarakat, kelompok-kelompok politik dalam parlemen yang sepaham dengan kepentingannya, maka dibentuklah partai politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Kabinet Parlementer dan Presidensial (1945-1950)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet pertama setelah proklamasi kemerdekaan adalah Kabinet Presidensial yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Kabinet ini disusun berdasarkan UUD 1945. Pada masa ini terjadi desakan dari pelbagai pihak akibat dari ketidak puasan atas kinerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang belum mencerminkan aspirasi rill dari suara rakyat, yang pada akhirnya keluarlah Maklumat X Wakil Presiden Moh.Hatta yang menjadi dasar dari terbentuknya partai-partai politik di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah UUD 1945 yang mengikuti sistem pemerintahan Presidensial, ternyata bisa diterapkan pula sistem pemerintahan Parlementer yang bertolak belakang dengan prinsip Presidensial. Inilah kali pertama penyimpangan terhadap UUD 45 bisa terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet Parlementer pertama dipimpin oleh Perdana Menteri Syahrir yang dikenal dengan sebutan Kabinet Syahrir I. Kabinet ini terdiri dari 16 Kementerian. Program kerjanya antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menyempurnakan sistem pemerintahan daerah berdasarkan kedaulatan rakyat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mencapai koordinator segala tenaga rakyat dalam usaha menegakkan negara RI serta pembangunan masyarakat yang berdasarkan keadilan dan perikemanusiaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Berusaha untuk memperbaiki kemakmuran rakyat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Berusaha mempercepat penyelesaian tentang hal keuangan Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet Syahrir ini berlangsung sampai tiga dekade (Kabinet Syahrir 3). Setelah Kabinet Syahrir 3 ini jatuh lalu disusul dengan terbentuknya Kabinet Amir Syarifuddin. Amir memimpin kabinet selama dua dekade. Program kerja Kabinet Amir baik yang pertama ataupun yang kedua tidak pernah diumumkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan berakhirnya Kabinet Amir Syarifuddin 2 maka sistem kabinet kembali ke Kabinet Presidensial yang dipimpin oleh Wakil Presiden Moh.Hatta sebagai Perdana Menteri yang tidak berpartai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setahun setelahnya, ibukota Yogyakarta diserang oleh Belanda. Akibatnya Presiden memberikan mandat kepada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatera yang dikenal dengan Kabinet Pemerintah Darurat yang berakhir pada tanggal 13 Juli 1949.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Kabinet Parlementer Liberal (1950-1959)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa ini berlaku UUDS RI tahun 1950. Bangsa Indonesia kembali ke negara kesatuan Republik Indonesia. Negara kesatuan berdasarkan Undang-Undang Tahun 1950 ini tetap menjalankan sistem Parlementer dengan demokrasi liberal. Partai politik semakin berperan dalam menciptakan tatanan demokrasi yang liberal ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet Pertama yang dibentuk adalah Kabinet Moh.Natsir. Kabinet ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.9 tahun 1950, tanggal 6 September 1950. Terdiri dari 18 Kementerian. Program kerjanya antara lain: mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilihan umum untuk konstituante dalam waktu singkat, mencapai konsolidasi, dan menyempurnakan susunan pemerintahan serta membentuk peralatan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet ini hanya berumur kurang lebih 7 bulan, berakhir pada 27 April 1951 dan digantikan oleh Kabinet Sukiman. Kabinet ini terdiri dari 20 Kementerian. Program kerjanya antara lain: menjalankan tindakan-tindakan yang tegas sebagai negara hukum untuk menjamin  keamanan dan ketenteraman, membuat dan melaksanakan rencana kemakmuran nasional. Kabinet ini berakhir pada 3 April 1952.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet selanjutnya adalah Kabinet Wilopo dari PNI. Program kerjanya antara lain: melaksanakan pemilihan umum, memajukan tingkat penghidupan rakyat, serta mempercepat usaha-usaha perbaikan untuk pembaharuan pendidikan dan pengajaran. Kabinet ini bubar pada 30 Juli 1953 karena mosi tidak percaya dari kalangan oposisi di DPR.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun kabinet-kabinet selanjutnya yang  pernah ada yaitu: Kabinet Ali-Wongso-Arifin, Kabinet Burhanuddin Harahap, dan Kabinet Ali Sastroamidjojo Kedua yang merupakan Kabinet terakhir yang diramaikan oleh koalisi partai-partai politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Kabinet Presidensial-Demokrasi Terpimpin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkan Dekrit Presiden Soekarno untuk kembali ke UUD 45. Isi pokok Dekrit tersebut adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menetapkan pembubaran konstituante&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Menetapkan berlakunnya UUD 1945 bagi segenap bangsa Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang terdiri dari anggota-anggota DPR ditambah dengan utusan-utusan golongan dan daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Membentuk Dewan Pertimbangan Agung sementara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu peran Presiden sangat kuat untuk membentuk dan memimpin pemerintahan. Kabinet seperti yang ditetapkan dalam UUD 45 adalah Kabinet Presidensial. Presiden sebagai kepala pemerintahan memimpin kabinet dan tidak bertanggung jawab kepada DPR. Para menteri addalah pembantu presiden dan bertanggung jawab kepada presiden.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet pertama yang dibentuk Presiden setelah kembali ke UUD 45 adalah Kabinet Kerja yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.153 tahun 1959 tanggal 10 Juli 1959. Dipimpin oleh Perdana Menteri Presiden Soekarno sendiri dengan menteri pertama  dijabat oleh Ir. H. Djuanda. Dalam kabinet ini ada sebutan Menteri-menteri Kabinet Inti, Menteri Negara Ex-Officio bukan anggota inti kabinet, dan para menteri muda yang berada di bidang-bidang tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak Dekrit dan kembalinya ke UUD 45 susunan kabinet tidak menonjolkan partai politik. Bahkan sejak pemikiran politik Presiden Soekarno diikuti oleh semua kekuatan politik yang ada saat itu untuk menyederhanakan partai-partai politik menjadi kekuatan politik Nasakom, maka praktis peran partai politik menjadi pengikut dan menjadi pembenar aspirasi politik Bung Karno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. Kabinet Pemerintahan Orde Baru (1966-1999)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pemerintahan Orde Baru kabinet pertama yang dibentuk adalah Kabinet Ampera yang diumumkan pada 25 Juli 1966 di Istana Merdeka Jakarta. Dalam Kabinet Ampera terdapat 3 unsur, yakni unsur pimpinan dijabat oleh Presiden, unsur  pembantu pimpinan dijabat oleh presidium, dan unsur-unsur anggota kabinet dijabat oleh para Menteri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabinet ini terdiri dari 24 departemen yang masing-masing departemen dipimpin oleh seorang menteri. Masing-masing departemen dikelompokkan dalam 5 bidang antara lain: Bidang Pertahanan dan Keamanan, Bidang Politik, Bidang Kesejahteraan Rakyat, Bidang Ekonomi dan Keuangan, dan Bidang Industri dan Pertambangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 11 Oktober 1967 kabinet Ampera disempurnakan, dan pimpinan kabinet tidak lagi dijabat oleh Presiden Soekarno tetapi dijabat oleh Jendral TNI Soeharto. Kabinet ini berakhir pada 6 Juli 1968 dan diteruskan dengan Kabinet Pembangunan I. Setelah Jenderal Soeharto ditetapkan sebagai Presiden dan Pemilihan Umum diselenggarakan setiap 5 tahun sekali, Soeharto selalu dikukuhkan sebagai Presiden sekaligus sebagai pemimpin kabinet. Kabinet ini dikenal dengan Kabinet Pemerintahan Golkar yang selalu memenangkan Pemilu dengan mayoritas tunggal. Kabinet Orde Baru ini menteri-menterinya selalu berasal dari para teknokrat bukan politisi. Karena Golkar sebagai pemenang Pemilu mengutamakan kekaryaan, maka karya itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang profesional dari kalangan teknokrat. Dengan demikian peranan partai politik sama sekali tidak ada, dan bahkan partai politik acap kali dijadikan dalihyang membuat tidak ada stabilitas pembangunan bangsa dan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E. Kekuasaan di antara Legislatif dan Eksekutif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini kelembagaan birokrasi pemerintah selalu ditarik dari lokus dan fokus penggunaan kekuasaaan yang sedikit banyak  menjauhkan dari terwujudnya demokrasi. Paradigma kekuasaan selalu bergulir dari waktu ke waktu, bergerak antara lembaga eksekutif dan legislatif. Periodisasi dari tarik-menarik dari lokus dan fokus kekuasaan dalam sejarah pemerintahan Indonesia akan diuraikan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Periode 1945-1950&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada periode pertama antara tahun 1945-1950, semangat perjuangan masih mewarnai penyelenggaraan pemerintahan kita. Para pelakunya masih kuat iman untuk berjuang demi negara dan persatuan bangsa. Bahkan tidak jarang  kekuatan mayoritas menekan kepentingan minoritas demi kesatuan dan persatuan bangsa dab negara proklamasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, penyimpangan pertama yang dilakukan oleh Soekarno terhadap UUD 45 yang menerima usulan Syahrir untuk tidak menggunakan Kabinet Presidensial dan diganti dengan Kabinet Parlementer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semangat primordial , walaupun ada untuk sementara waktu kalah oleh semangat nasional. Satu-satunya organisasi politik primordial yang mengancam  negara proklamasi adalah PKI yang melakukan pemberontakan dalam rangka menguasai pemerintahan dan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Periode 1950-1959&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun ini dianut sistem demokrasi parlementer, bahwa pemerintah bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Akibat dari Maklumat Wakil Presiden 3 November 1945, kita menganut sistem banyak partai yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mendirikan partai politik sesuai dengan aspirasinya. Ketika itu semua partai politik yang memenangkan suara berkeinginan untuk menguasai beberapa kementerian. Bahkan tidak jarang terjadi kabinet pemerintah dibubarkan hanya karena pmbagian kementerian yang tidak sesuai  dengan tuntutan partai politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah di bawah kepemimpinan partai politik yang anggotanya mendominasi DPR. Kedudukan DPR kuat, tetapi sebaliknya lembaga pemerintah dapat dikatakan lemah posisinya. Pada periode ini di sana-sini militer sudah mulai ikut memainkan peran dalam percaturan politik. Peran tentara ini selanjutnya terwujud dalam konsep dwifungsi yang menekankan bahwa militer tidak hanya berperan dalam bidang keamanan dan pertahanan saja, melainkan juga di bidang sosial dan politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Periode 1960-1965&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa ini lembaga pemerintah sudah mulai memihak kepada kekuatan politik yang ada. Atau lebih tepatnya lembaga pemerintah kita sudah terperangkap ke dalam jaring yang dipasang oleh kekuatan politik Nasakom.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Periode 1966-1999&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada periode ini lembaga pemerintahan lebih memihak kepada kekuatan politik yang dominan. Semenjak periode ini pula rakyat takut untuk membicarakan tentang peranan sipil dalam tata pemerintahan kita. Dominasi militer mulai mewarnai kehidupan kenegaraan kita. Pada periode ini pula kedudukan partai politik sebagai simbol dari lembaga supremasi sipil yang seharusnya bisa mewakili rakyat sipil dalam percaturan politik pemerintahan ternyata banyak tergusur oleh peranan angkatan bersenjata yang mewakili aspirasi kekuasaan yang memerintah. Sehingga periode ini lebih dikenal sebagai pemerintahan sipil yang dikuasai oleh militer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;F. Bentuk-bentuk Kabinet di Indonesias&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama Indonesia merdeka dan pemerintahan dijalankan sendiri oleh bangsa kita, Undang-undang Dasar yang dipergunakan baru dua macam, yakni UUD 1945 dan UUD Sementara 1950. Pada tahun-tahun pertama UUD 45 diberlakukan bentuk kabinet presidensial sangat sederhana. Pada kabinet pemerinyahan Orde Baru yakni berlakunya Demokrasi Pancasila bentuk kabinet dan jumlahnya semakin bertambah. Istilah departemen mulai dipakai untuk mengganti sebutan kementerian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kabinet Pembangunan I Menteri Negara dipergunakan lagi untuk jabatan menteri yang membantu presiden di bidang-bidang tertentu. Pada kabinet Pembangunan Tiga mulai dipakai lagi istilah dan jabatan Menteri Muda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;G. Siapa Yang Bisa Menjadi Menteri ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menteri merupakan jabatan yang sering diimpikan oleh banyak orang terutama pada zaman sekarang ketika banyak partai dibentuk. Bung Hatta pernah berpandangan bahwa yang bisa menjadi menteri adalah orang-orang yang profesional, berpartai politik dan yang berilmu/pengetahuan yang luas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;H. Menteri Zaman Demokrasi Liberal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika pemerintahan dikelola secara demokrasi liberalistik, peran partai politik sangat besar, sehingga dalam pemerintahan eksekutif maupun legislatif orang-orang sipil yang berasal dari partai politik ini berkiprah sangat menentukan. Semua menteri banyak orang-orang sipil yang berasal dari partai politik. Akan tetapi saat itu prinsip-prinsip demokrasi tidak dijalankan dengan baik, yang berujung pada masuknya tentara dalam urusan pemerintahan dan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I. Menteri Zaman Orde Baru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman ini, jabatan menteri banyak dicapai melalui tentara dan golongan politik yang tidak mau disebut partai politik akan tetapi bermain politik, yang salah satu caranya adalah melalui konglomerat dan orang-orang dekat istana. Partai politik yang jumlahnya hanya dua gelintir itu tidak mempunyai harapan kapan akan dipasang sebagai menteri yang bergelimang dengan glamour anggaran yang melimpah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa ini reputasi partai politik dibuat tercela dengan alasan partai politik rakyat terpecah-pecah menjadi keping-keping anak bangsa yang membahayakan persatuan, dan berbagai alasan-alasan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J. Menteri di Negara-negara Lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Inggris, seorang menteri  harus berasal dari partai politik, berbobot, berkompeten, dan berkualitas memahami fungsi dan tugas departemen yang bakal dipimpinnya, begitu juga di negara-negara lainnya seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Sedangkan jika di Kanada susunan kabinetnya agak berbeda dengan negara-negara lainnya, karena Menteri yang duduk di kabinet harus juga mewakili negara-negara bagian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;K. Bagaimana di Indonsia Sekarang ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menteri merupakan jabatan politik yang negarawaan, bukan pejabat negara yang tidak berpolitik. Identitas berpolitik dan menjadi pendukung, simpatisan, anggota, fungsionaris partai politik tidak bisa dihindarinya. Menteri haruslah orang yang mamahami seluk-beluk pekerjaan departemen. Hal itu bisa dicapai jika menteri tersebut mempunyai keahlian, berbasis ilmu pengetahuan yang luas, profesional, dan tentunya berakhlak mulia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;L. Jabatan Politik dan Jabatan Birokrasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadirnya partai politik dalam suatu sistem pemerintahan akan berpengaruh terhadap tatanan birokrasi pemerintah. Susunan birokrasi pemerintah akan terdiri dari jabatan-jabatan yang diisi oleh para birokrat karier dan ada pula  para pejabat politik. Untuk menghindari konflik antara keduanya maka perlu adanya penataan pada birokrasi pemerintahan, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Merumuskan apa yang dimaksud dengan jabatan politik dan jabatan karier (birokrasi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Melakukan identifikasi jabatan dan pengklasifikasian jabatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Penetapan batas-batas tugas, tanggung jawab, dan kewenangan antara kedua jabatan itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;M. Lembaga Politik dan Birokrasi Pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Departemen pemerintah merupakan suatu lembaga yang dipimpin melalui jalur politik yang berasal dari partai politik. Selain organisasi departemen, presiden dibantu pula oleh lembaga nondepartemen yang dipimpin oleh pejabat karier profesional yang bukan partisan partai politik. Lembaga nondepartemen ini tidak boleh dipimpin atau dirangkap oleh menteri, karena keduanya mempunyai hubungan vertikal langsung kepada presiden.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;N. Lembaga Birokrasi Pemerintah Lokal (Daerah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam lembaga demokrasi pemerintah ialah kelembagaan pemerintah lokal atau daerah. Paradigma pemerintahan sekarang berorientasi ke arah perubahan yang dulunya orientasi kekuasaan masih kuat dan partisipasi serta kontrol rakyat yang belum berjalan optimal sekarang terdapat banyak kelompok-kelompok kepentingan rakyat yang saling berkompetisi dalam proses politik manajemen pemerintahan, serta peran rakyat kini semakin besar. Oleh karena itu, pemerintah harus menawarkan saluran-saluran akses kepada rakyat untuk berpartisipasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;O. Netralitas Birokrasi Pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Netralitas birokrasi pada hakikatnya adalah suatu sistem dimana birokrasi tidak akan berubah dalam memberikan pelayanan kepada masternya (dari parpol yang memerintah), biarpun masternya berganti dengan master (parpol) lain. Birokrasi dalam memberikan pelayanan berdasarkan profesionalisme bukan karena kepentingan politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika diamati perjalanan sejarah birokrasi kita, maka netralitas birokrasi pemerintah dari pengaruh dan kekuatan para partai politik belum pernah terwujud. Oleh karena itu, kenetralan birokrasi pemerintah dari pengaruh partai politik perlu untuk diperhatikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa model yang bisa dipergunakan untuk mengatur birokrasi pemerintah terhadap intervensi partai politik, yaitu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Model perwakilan konstitusional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Model perhitungan pluralis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Model ekonomi yang demokratis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Model kanan baru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;P. Partai Politik dan Tatatanan Birokrasi Pemerintahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti diketahui bersama semua partai politik yang ada di Indonesia semenjak tahun-tahun  pertama kemerdekaan adalah miskin dana. Karena itulah partai politik berusaha merebut posisi pada departemen-departemen tertentu dalam birokrasi pemerintah terutama pada departemen pengelola sumber daya manusia dan sumber dana. Mereka berusaha mempengaruhi, menguasai dan mengeksploitasi birokrasi pemerintah beserta sumber-sumbernya untuk kepentingan partainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah pemilihan umum tahun 1955, gejala seperti itu semakin jelas. Tidak jarang terjadi suatu departemen yang dipimpin oleh menteri dari partai tertentu, maka seluruh departemen mulai dari tingkat pusat sampai ke desa menjadi sewarna politik menterinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENUTUP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Partai politik dan birokrasi pemerintah di Indonesia mulai berinteraksi, berkaitan dan saling terlibat sejak bulan-bulan awal kemerdekaan. Ketika Maklumat X Wakil Presiden yang dikeluarkan pada tahun 1945, ketika itu pula mualai dikenal kehidupan partai politik. Kehadiran partai politik sebagai perwujudan dari kemerdekaan rakyat untuk berserikat merupakan realisasi dari demokrasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran partai politik ini sekaligus memberikan legitimasi dari kehadiran mereka dalam pemerintahan. Kehadiran mereka dimulai dari hadirnya para menteri yang memimpin kementerian dalam susunan kabinet pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah kehadiran partai politik dalam pemerintahan yang dipresentasikan dalam susunan kabinet dapat dimulai dari kabinet pertama yang bersifat presidensial sampai dengan zaman pemerintahan Orde Baru dan disusul dengan kabinet zaman reformasi. Susunan kabinetnya dengan mempergunakan sebutan yang bermacam-macam untuk masing-masing kementeriannya menunjukkan adanya variasi yang berbeda antara satu sama lainnya. Semenjak peran partai politik dalam susunan kabinet baik pada sistem parlementer maupun presidensial sangat menentukkan, maka semenjak  itu lokus dan fokus penggunaan kekuasaan bergerak sesuai dengan gerak bandul pendulum legislatif dan eksekutif. Gerakan pendulum bergerak antara titik kekuasaan yang berada di eksekutif, kemudian bergerak pindah di legislatif, bergerak lagi ke eksekutif, dan sekarang tampaknya berada di legislatif lagi. Para pelakunya tidak ada lain kecuali partai politik, pegawai birokrasi pemerintah, dan militer.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-3063955172832684519?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/3063955172832684519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=3063955172832684519&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3063955172832684519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3063955172832684519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/makalah-partai-politik-dan-birokrasi.html' title='Makalah Partai Politik dan Birokrasi Pemerintahan di Indonesia'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-3792635394508832952</id><published>2011-10-14T09:05:00.000+07:00</published><updated>2011-10-14T09:05:30.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah biologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Rahasia Bank Dan Sanksi Sanksi Adminisratif Pelanggaran Bank</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerahasiaan perbankan sendiri berasal dari negara-negara Anglo Saxon yang menganut sistem hukum Common Law, yang berakar pada putusan hakim. Lewat putusannya yang kemudian menjadi Leading Case Law, Court of Appeal Inggris secara bulat memutuskan pendiriannya dalam kasus Tournier vs. National Provincial and Union Bank of England, dimana terdapat kewajiban bagi bank untuk tidak boleh mengungkapkan keadaan keuangan nasabah bank yang bersangkutan kepada pihak lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kurun waktu berlakunya UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, sangat sangat dipersoalkan tentang kerahasiaan bank di Indonesia yang terlalu ketat sehingga banyak kasus-kasus pidana perbankan yang sukar dilacak karena terlindung oleh kerahasiaan bank. Adanya pembeberan kredit macet, pembeberan simpanan nasabah, penyimpanan yang diduga terlibat dalam kasus korupsi, telah menimbulkan silang selisih pendapat tentang dapat tidaknya dituntut karena pembocoran kerahasiaan bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum mengenai rahasia bank diatur di dalam Bab VII yaitu Pasal 40 sampai dengan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Pasal 1 angka 28 yang dimaksud dengan rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya, di mana menurut Pasal 40 Ayat (1) dan (2), bank dan pihak terafiliasi mempunyai kewajiban menjaga hal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan beberapa hal yang melatarbelakangi latar masalah kerahasiaan bank dan sanksi pelanggarannya diatas maka dapat dapat dirumuskan rumusan masalah sebaai berkut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan rahasia bank dan bagaimana dasar hukumnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.2 Apa yang dimaksud dengan pengecualian terhadap rahasia bank?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2.3 Bagaimana sanksi yang berlaku terhadap pelanggaran rahasia bank?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3 Tujuan penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari penulisan makalah ini ialah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.1 untuk memenuhi tugas mata kuliah bank dan lembaga keuangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.2 untuk menambah wawasan pengetahuan megenai rahasia bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.3 untuk mengetahui bagaimana penerapan dari kerahasiaan bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.3.4 untuk mengerti dan memahami bagaimana sanksi yang berlaku terhadap pelanggaran kerahasiaan bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.4 Manfaat Penulisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan para pembaca umumnya. Manfaat yang dapat diambil dari makalah ini antara lain adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang apa itu rahasia bank, mengerti bagaimana penerapan rahasia bank, dan pemahaman terhadap sanksi yang berlaku pada rahasia bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1 Rahasia Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1.1 Tujuan penerapan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar dari kegiatan perbankan adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan dari masyarakat terhadap perbankan dan juga sebaliknya maka kegiatan perbankan tidak akan dapat berjalan dengan baik. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar kepercayaan masyarakat kepada bank adalah terjamin atau tidaknya rahasia nasabah yang ada di bank. Data nasabah yang berada di bank, baik data keuangan maupun non keuangan, sering kali merupakan suatu data yang tidak ingin diketahui oleh orang atau pihak lain. Jumlah kekayaan yang tersimpan di bank bagi nasabah tertentu merupakan sesuatu yang perlu dirahasiakan dari orang lain. Biodata bagi nasabah tertentu merupakan data yang harus dirahasiakan. Sebagian nasabah juga menginginkan agar pinjamannya dari bank tidak diketahui oleh orang lain. Bila kerahasiaan data nasabah tidak dapat dijamin oleh bank, maka nasabah akan merasa enggan untuk berhubungan dengan bank. Dalam usaha mewujudkan terjaminnya rahasia tertentu dari nasabah yang berada di bank, maka ketentuan tentang rahasia bank dicantumkan dalam undang-undang perbankan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1.2 Pengertian Rahasia Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Pasal 1 angka 16 UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (UUP 1992) dinyatakan bahwa rahasia bank adalah “segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal ini dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian “kelaziman dunia perbankan” dijelaskan dalam penjelasan Pasal 40 yaitu “seluruh data dan informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari orang dan badan yan diketahui oleh bank karena kegiatan usahanya”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kedua pengertian di atas, maka terlihat bahwa pengertian rahasia bank menjadi sangat luas karena meliputi data dan informasi yang berhubungan dengan keuangan atau hal-hal lain dari nasabah baik mengenai simpanannya atau kredit (pinjaman) nasabah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun kerahasiaan bank ini dikecualikan dalam hal kepentingan perpajakan, peradilan pidana, perkara perdata, tukar menukar informasi antar bank sebagaimana yang telah ditegaskan dalam Pasal 40 (1) UU No.7 Tahun 1992.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bank dilarang memberikan keterangan yang tercatat pada bank tentang keuangan dalam hal-hal lain dari nasabahnya, yang wajib diharasiakan oleh bank menurut kelaziman dalam dunia perbankan, kecuali dalam hal sebagaimana yang dimaksudkan dalam Pasal 41, Pasal 42, Pasal 43, dan Pasal 44”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai pendapat yang berkembang tentang luas cakupan rahasia bank ini, maka dalam UU No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan UU No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan memberi pengertian yang lebih sempit terhadap pengertian kepada rahasia bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasal 1 angka 28 UU No 10 Tahun 1998 menyatakan rahasia bank adalah “segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpangan dan simpanannya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1.3 Dasar Hukum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan telah mencantumkan aturan tentang rahasia bank dalam bab 1 pasal 1 butir 16 bab VII pasal 40, 42 , 43 , 44 , 45 ,dan Bab VIII pasal 47. Aturan mengenai rahasia bank ini kemudian diubah seperti tercantum dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992. Rahasia bank yang dimaksud dalam Undang-undang No.10/1998 tersebut sangat berbeda dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan dunia perbankan sejak ditetapkan Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 sampai dengan tahun 1998 menunjukkan bahwa bank sering kali mengalami kesulitan untuk menyelesaikan kredit bermasalah karena terbentur aturan tentang rahasia bank. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan untuk memberikan batasan yang lebih jelas terhadap rahasia bank, maka Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 mengubah pengertian rahasia bank dalam pasal 1 Butir 1 “segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang-undang ini membatasi rahasia bank hanya pada data nasabah deposan atau penyimpan dana. Perubahan ini membawa 2 (dua) macam konsekuensi. Pertama, perubahan tersebut menyebabkan peningkatan posisi bank dalam berhubungan dengan debitornya, karena data nasabah peminjam dana tidak termasuk dalam pengertian rahasia bank. Manfaat ini akan dirasakan oleh bank terutama untuk menyelesaikan kredit-kredit bermasalah. Kedua, perubahan ini sedikit banyak akan menurunkan motivasi calon debitor untuk memperoleh bantuan dana pinjaman dari bank, karena kerahasiaan datanya tidak termasuk dalam pengertian rahasia bank. Di samping dua konsekuensi tersebut, masih terdapat satu permasalahan yang akan muncul pada saat penentuan suatu data termasuk rahasia bank atau bukan. Nasabah debitor biasanya juga sekaligus sebagai nasabah penyimpan dana, sehingga penentuan suatu data nasabah tergolong data nasabah penyimpan atau nasabah peminjam merupakan sesuatu yang tidak mudah. Masalah tersebut sebenarnya sudah berusaha diantisipasi melalui penjelasan pasal 40 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998, namun penjelasan tersebut tetap kurang secara jelas menyelesaikan permasalahan tersebut. Penjelasan Pasal 40 tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apabila nasabah bank adalah nasabah penyimpan yang sekaligus juga sebagai nasabah debitor, bank wajib tetap merahasiakan keterangan tentang nasabah dalam kedudukannya sebagai nasabah penyimpan. Keterangan mengenai nasabah selain sebagai nasabah penyimpan, bukan merupakan keterangan yang wajib dirahasiakan bank”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara lebih rinci Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 dan Undang-undang nomor 10 Tahun 1998 mengatur rahasia bank sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Ketentuan tersebut berlaku pula bagi pihak terafiliasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Pihak terafiliasi adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Anggota dewan komisaris,pengawas, direksi, atau kuasanya, pejabat, atau karyawan bank,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Anggota pengurus, pengawas, pengelola, atau kuasanya, pejabat, atau karyawan bank, khusus bagi bank yang berbentuk hukum koperasi sesuai peraturan per undang-undangan yang berlaku,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Pihak yang memberikan jasanya kepada bank, antara lain akuntan publik, penilai, konsultan hukum, dan konsultan lainnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Pihak yang menurut penilaian Bank Indonesia (BI) turut memengaruhi pengelolaan bank, antara lain pemegang saham dan keluarganya, keluarga komisaris, keluarga pengawas, keluarga direksi dan keluarga pengurus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1.4 Pengecualian terhadap Rahasia Bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam situasi atau keadaan tertentu sesuai dengan Undang-undang, data nasabah di bank dapat saja tidak harus dirahasiakan lagi. Pengecualian terhadap rahasia bank tersebut meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Kepemimpinan Perpajakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri Keuangan berwenang mengeluarkan perintah tertulis kepada bank agar memberikan keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti tertulis serta surat-surat mengenai keadaan keuangan nasabah penyimpan tertentu kepada pejabat pajak. Perintah tertulis tersebut harus menyebutkan nama pejabat pajak dan nama nasabah wajib pajak yang dikehendaki keterangannya, dan pihak bank wajib memberikan keterangan yang diminta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Penyelesaian piutang bank yang diserahkan ke BUPLN atau PUPN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pimpinan Bank Indonesia memberikan izin kepada pejabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/ Panitia Urusan Piutang Negara untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai  simpanan nasabah debitor, dan pihak bank wajib memberikan keterangan yang diminta. Izin sebagaimana dimaksud di atas diberikan secara tertulis atas permintaan  tertulis dari Kepala Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Ketua Panitia Urusan Piutang Negara. Permintaan tertulis tersebut di atas harus menyebutkan nama dan jabatan pejabat Badan  Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, nama nasabah debitor yang bersangkutan dan alasan diperlukan keterangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Kepentingan peradilan dalam perkara pidana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pimpinan Bank Indonesia dapat memberikan izin kepada polisi, jaksa, atau hakim untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan tersangka atau terdakwa pada bank, dan pihak bank wajib memberikan keterangan yang diminta. Izin sebagaimana dimaksud diatas diberikan secara tertulis atas permintaan tertulis dari kepala kepolisian  Republik Indonesia, Jaksa Agung, atau Ketua Mahkamah Agung. Pemberian izin oleh Bank Indonesia harus dilakukan selambat-lambatnya 14 hari setelah dokumen permintaan diterima secara lengkap. Permintaan tertulis tersebut harus menyebutkan nama dan jabatan polisi, jaksa atau hakim, nama tersangka atau terdakwa, serta alasan diperlukannya keterangan dan hubungan perkara pidana yang bersangkutan dengan keterangan yang diperlukan.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Perkara perdata antara bank dengan nasabahnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Direksi bank yang bersangkutan dapat menginformasikan kepada pengadilan tentang keadaan keuangan nasabah yang bersangkutan dan memberikan keterangan lain yang relevan dengan perkara tersebut. Dalam situasi ini bank dapat menginformasikan keadaan keuangan nasabah yang dalam perkara serta keterangan yang berkaitan dengan perkara tersebut, tanpa izin dari Pimpinan Bank Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Tukar-menukar informasi antar bank&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Direksi bank dapat memberitahukan keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain. Tukar-menukar informasi antarbank dimaksudkan untuk memperlancar dan mengamankan kegiatan usaha bank, antara lain guna mencegah kredit rangkap serta mengetahui keadaan dan status dari suatu bank yang lain. Dengan demikian bank dapat menilai tingkat resiko yang dihadapi, sebelum melakukan suatu transaksi dengan nasabah atau dengan bank lain. Dalam ketentuan yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh Bank Indonesia antara lain diatur mengenai tata cara penyampaian dan permintaan informasi serta bentuk dan jenis informasi tertentu yang dapat dipertukarkan, seperti indikator secara garis besar dari kredit yang diterima nasabah, agunan, dan masuknya debitor yang bersangkutan dalam daftar kredit macet. Ketentuan mengenai tukar-menukar informasi tersebut diatur lebih lanjut oleh Bank Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Atas permintaan, persetujuan, atau kuasa dari nasabah penyimpan yang dibuat secara tertulis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank wajib memberikan keterangan mengenai simpanan nasabah penyimpan pada bank yang bersangkutan kepada pihak yang ditunjuk  oleh nasabah penyimpan tersebut atas dasar permintaan, persetujuan, atau kuasa dari nasabah penyimpan yang dibuat secara tertulis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g. Dalam hal nasabah penyimpan telah meninggal dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila nasabah penyimpan telah meninggal dunia, maka ahli waris yang sah dari nasabah penyimpan yang bersangkutan berhak memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah penyimpan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2 Sanksi Pelanggaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi pihak yang merasa dirugikan oleh keterangan yang diberikan oleh bank, mereka berhak untuk mengetahui isi keterangan tersebut dan meminta pembetulan jika terdapat kesalahan dalam keterangan yang diberikan. Pelanggaran terhadap berbagai aturan yang berlaku, termasuk kerahasiaan bank, maka akan dikenakan sanksi tertentu sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembukaan rahasia bank yang tidak mengacu kepada ketentuan dari BI berdasarkan Pasal 51 Ayat 1 Undang-undang tentang Perbankan, maka perbuatan tersebut dianggap sebagai kejahatan, dan diancam dengan ketentuan pidana dan sanksi administratif sebagaimana diatur di dalam Pasal 47 dan Pasal 47A jo. Pasal 52 yaitu sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2.1. Sanksi Pidana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Di dalam pembukaan rahasia bank untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana, tanpa membawa perintah atau izin tertulis dari pimpinan Bank Indonesia, dengan sengaja memaksa bank atau pihak terafiliasi untuk memberikan keterangan, diancam dengan pidana sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 200.000.000.000,- (dua ratus miliar rupiah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Anggota dewan komisaris, direksi, pegawai bank atau pihak terafiliasi lainnya yang dengan sengaja membuka rahasia bank di mana tidak melalui prosedur yang telah diuraikan di atas, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp. 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,- (delapan miliar rupiah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Anggota dewan komisaris, direksi, atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau membuka rahasia bank di mana telah ditempuh prosedur sebagaimana telah diuraikan di atas, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp. 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 15.000.000.000,- (lima belas miliar rupiah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2.2 Sanksi Administratif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa selain ketiga sanksi pidana tersebut di atas, untuk tiap sanksi pidana, pihak pimpinan Bank Indonesia selain dapat mencabut izin usaha bank yang bersangkutan, Bank Indonesia dapat menetapkan atau menambah sanksi administratif sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Denda uang;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Teguran tertulis;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Penurunan tingkat kesehatan bank;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Larangan untuk turut serta dalam kegiatan kliring;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Pembekuan kegiatan usaha tertentu, baik untuk kantor cabang tertentu maupun untuk bank secara keseluruhan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Pemberhentian pengurus bank dan selanjutnya menunjuk dan mengangkat pengganti sementara sampai rapat umum pemegang saham atau rapat anggota koperasi mengangkat pengganti yang tetap dengan persetujuan Bank Indonesia;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g. Pencantuman anggota pengurus, pegawai bank, pemegang saham dalam daftar orang tercela di bidang perbankan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa pelaksanaan lebih lanjut mengenai sanksi administratif ditetapkan oleh Bank Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENUTUP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1  Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari bahasan diatas dapat disimpulkan bahwa rahasia bank yang diperlukan sebagai salah satu faktor untuk menjaga kepercayaan nasabah penyimpan, sehingga harus dijaga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, demi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Kemudian rahasia bank dapat dibuka untuk keperluan peradilan dalam penanganan perkara pidana, dimana prosedurnya terdapat di dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/19/PBI/2000 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Perintah atau Izin Tertulis Membuka Rahasia Bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejahatan atas rahasia bank diancam sanksi pidana kumulatif dengan ancaman pidana penjara dan denda minimal atau maksimal ditambah dengan sanksi administratif yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.2 Saran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memudahkan proses peradilan, baik pada tingkat penyidikan, penuntutan bahkan persidangan, menjadi masukan agar pembukaan rahasia bank bisa dilakukan lewat penetapan hakim yang cukup di koordinasikan dengan pihak Bank Indonesia yang ada di daerah dalam hal ini Bank Indonesia yang terdapat di ibu kota provinsi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-3792635394508832952?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/3792635394508832952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1361637033060974495&amp;postID=3792635394508832952&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3792635394508832952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1361637033060974495/posts/default/3792635394508832952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.unjabisnis.net/2011/10/rahasia-bank-dan-sanksi-sanksi.html' title='Rahasia Bank Dan Sanksi Sanksi Adminisratif Pelanggaran Bank'/><author><name>samsul maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05956412734932490243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_iyC503qcPMc/SyszGZoaM7I/AAAAAAAAACw/wZABAR-OaUY/S220/Ganteng.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1361637033060974495.post-6134083385151426446</id><published>2011-09-19T04:10:00.000+07:00</published><updated>2011-09-19T04:10:30.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Credit Cards'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Car'/><title type='text'>Summer?s Here ? Discover Boating Offers Ways to Get on the Water</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Summer officially arrives today and millions of Americans are looking for fun and easy ways to connect with family and friends. Instead of traveling far and wide, Discover Boating, the non-profit awareness program on behalf of the U.S. recreational boating industry, offers ways to escape on local waterways to beat the heat and get people’s feet wet in boating without breaking the bank.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Discover Boating not only provides the tools needed to get on the water and explore the boating lifestyle, it also offers ways to get started without owning a boat,” says Ellen Hopkins, spokesperson for Discover Boating. “Boating provides the opportunity to disconnect from the stress on land and reconnect with family and friends on the water. With 90 percent of Americans living within an hour of a body of water, there are a variety of ways to plan a fun, affordable on-the-water escape this summer.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Whether considering boat ownership, planning an on-the-water getaway, or just looking to learn the ropes, Discover Boating share tips to get off the dock with family and friends this summer:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rent or Charter. Easy renting isn’t just for movies. Boat rentals can be surprisingly simple to do and come in a variety of forms, from hourly and daily rentals to week-long charters. Renting is the perfect way to compare boat types and explore local waterways for those not quite ready for boat ownership. Multi-day chartering is another option to help save on trip expenses, such as food, lodging and activities, which can often be negotiated into the overall cost of a chartering package.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Share Time … and Costs. Fractional boat ownership, similar to lodging timeshares, are cost-effective ways to have access to new boats and be able to share costs among a group of friends or other local boaters. Members pre-schedule use of the boat online and often receive the added benefit of lessons, flotillas and additional crew, if needed.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membership has its Rewards. Local boating clubs and organizations can be found around the U.S. Whether looking for watersports, sailing or yacht clubs, there are options available to allow inexperienced boaters to test the waters through access to classroom and on-water trainings, a fleet of boats and member events.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Test the Waters. Cars aren’t the only thing you can test drive. Visit a local boat dealer to “try before you buy” and take a boat for test drive to learn what fits your budget and interests. Similar to shopping for a car, test driving several boat types will help even the most experienced boater make a selection that best fits their lifestyle.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1361637033060974495-6134083385151426446?l=www.unjabisnis.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.unjabisnis.net/feeds/6134083385151426446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13616
