Penyebab Kesulitan Belajar Menurut Para Ahli : Jika pada postingan yang lalu kita telah membaca makalah lengkap tentang Penyebab Kesulitan Belajar maka hari ini kita akan membahas Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Menurut Para Ahli

Burton dalam Abin Syamsuddin Makmun (1952:633-640), mengelompokan secara sederhana kedalam dua kategori, yakni faktor-faktor yang terdapat di dalam diri siswa dan di luar siswa.

a. Faktor-faktor yang terdapat di dalam diri siswa, antara lain :

1. Kelemahan secara fisik, seperti ;
(a) Suatu pusat susuan syaraf tidak berkembang secara sempurna karena luka atau cacat, atau sakit sehingga sering membawa gangguan emosional.
(b) Panca indera (mata, telinga, alat bicara, dan sebagainnya) mungkin berkembang kurang sempurna atau sakit (rusak) sehingga menyulitkan proses intrekasi secara efektif.
(c) Ketidakseimbangan perkembangan dan reproduksi serta fungsinya kelenjar-kelejar tubuh sering membawa kelainan-kelainan perilaku.
(d) Cacat tubuh atau pertumbuhan yang kurang sempurna, orang dan anggota-anggota badan (tangan, kaki dan sebagainya) sering membawa ketidakstabilan mental dan emosi.
(e) Penyakit menahun (asma dan sebagainya) menghambat usaha-usaha belajar secara optimal.

2. Kelemahan-kelemahan secara mental (baik kelemahan yang dibawa sejak lahir maupun karena pengalaman) yang sukar diatasi individu yang bersangkutan dan juga oleh pendidik, antara lain :
(a) Kelemahan mental (taraf kecerdasannya memang kurang)
(b) Tampaknya seperti kelemahan mental, tetapi sebenarnya kurang minat, kebimbangan, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah, kurang semagat (kurang gizi, kelelahan dan sebagainya), kurang menguasai keterampilan, dan kebiasaan fundamental dalam belajar.

3. Kelemahan-kelemahan emosional, anatara lain :
(a) terdapat rasa tidak aman (immaturity)
(b) penyesuaian yang salah (moldjusment) terhadap orang-orang, situasi dan tuntutan-tuntutan tugas dan lingkungan.
(c) Tercetak rasa phobia (takut, benci, dan antipati) mekanisme pertahanan diri.
(d) Ketidakmatangan (immaturity).

4. Kelemahan-kelemahan yang disebabkan oleh kebiasan-kebiasan sikap yang salah, antara lain :
(a) Tidak mementu dan kurang menaruh minat terhadap pekerjaan-pekerjaan sekolah.
(b) Banyak melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang pekerjaan sekolah, menolak atau malas belajar.
(c) Kurang berani dan gagal untuk berusaha memusatkan perhatian.
(d) Kurang kooperatif dan menghindari tanggung jawab.
(e) Malas, tak bernafsu untuk belajar.
(f) Sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran.
(g) Nervous.

5. Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dan pengetahuan dasar yang tidak diperlukan, seperti :
(a) ketidak mampuan membaca, menghitung, kurang menguasai, pengetauan dasar untuk satu bidang studi yang diikuti secara sekuensial (meningkat dan berurutan), kurang menguasai bahasa (inggiris, misalnya).
(b) Memiliki kebiasan belajar dengan cara yang salah.

b. Faktor-faktor yang terletak di luar siswa (situasi sekolah dan masyarakat, antara lain :
(a) Kurikulum yang seragam (unifrom), bahan buku-buku sumber yang tidak sesuai dengan tingkat-tingkat kematangan dan perbedaan-perbedaan individu.
(b) Ketidaksesuain jaminan administratif (sistem pengajaran), penilaian, pengelolaan kegiatan dan pengalaman belajr mengajar dan sebagainya.
(c) Terlalu berat beban belajar (siswa) atau mengajar guru.
(d) Terlalu besar populasi siswa dalam kelas, terlalu menuntut kegiatan diluar.
(e) Terlalu sering pindah sekolah atau tinggal sekolah.
(f) Kelemahan dari sistem belajar-mengajar pada tingkat-tingkat pendidikan dasar atu asal sebelumnya.
(g) Kelemahan yang terdapat pada kondisi rumah .
(h) Terlalu banyak kegiatan diluar jam pelajaran sekolah (ekstarakulikuler)
(i) Kekurangan makan (gizi, kalori dan sebagainnya).

Sumber dan faktor penyebab kesulitan kasus kelompok

Beberapa alternatif kesimpulan sebagai berikut:

(1) Kurikulum sebagai faktor penyebab kesulitan belajar. Kesimpulan ini dapat dipertimbangkan, jika ternyata:

Bahwa mayoritas siswa mengalami kelemahan itu berasal dari pindahan atau transfer dari jalur-jalur pendidikan berbeda.

(2) Sistem pengajaran sebagai penyebab kesulitan-kesulitan belajar. Kesimpulan ini mengenai kelemahan sistematik ini dapat dipertimbangkan jika ternyata:
Bahwa mayoritas siswa yang mengalami kesulitan itu berasal dari perihal dari sekolah-sekolah percobaan (inovative) seperti PPSP yang mengutamakan cara belajar-mengajar dengan sistem pengajaran modul (SPM) kesekolah lain dan masih mempergunakan sistem pengajaran konvensional.

(3) Sistem evaluasi sebagai penyebab kesulitan belajar. Kesimpulan ini dapat dipertimbangkan jika ternyata:
Bahwa kriteria keberhasilan atau tuntutan (requiremnts) atau norma kelulusan (mastery) terlalu tingi: kriteria kelulusan pada ujian selalu tinggi
(kriteria kelulusan pada ujian sekolah/ lokal dengan ujian negara/ regional/ nasioanal mungkin berbeda).

(4) Keterbatasan guru sebagai penyebab kesulitan belajar. Kesimpulan ini dapat dipertimbangkan jika ternyata:
• Tingkat dan jenis kewenangan dan pengetahuan guru memegang kelas/ bidang studi yang bersangkutan belum sesuai sebagaimana mestinya; mungkin saja guru lulusan jurusan A, dalam keadaan tertentu terpaksa harus terpaksa mengajar bidang studi jurusan B atau guru yang belum pernah/ sering ikut penataran dan sebagainya.
• Jumlah guru amat terbatas sehingga yang bersangkutan terpakasa mengalami overloaded, akibatnya tidak dapat melaksanakan tugasnya secara intensif sebagaimana mestinya, dapat juga terjadi pada guru yang karena suatu hal terpaksa mengajar di mana-mana.

• Faktor kondisional sebagai sumber kesulitan belajar. Kesimpulan ini dapat dipertimbangkan, jika ternyata:

Fasilitas penunjang untuk belajar seperti perpustakaan, labolatarium, dan sebagainya terbatas atau tidak sama sekali; hal ini dapat terjadi pada sekolah-sekolah darurat terpencil/ terisolasi/ penyelenggaraan yang kurang bertanggung jawab.

(5) Faktor organismik dalam diri siswa sendiri sebagai penyebab kesulitan. Hal ini dapat dipertimbangkan dalam kaitannya dengan faktor-faktor kurikulum, sistem pengajaran, dam sistem evaluasi seperti tersebut d iatas, yang mungkin membawa akibat pada:
• Kurangnya daya tangkap dan daya serap siswa disebabkan oleh kurang atau belum memiliki dan menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar belajar yang diperlukan.
• Proses penyesuaian kebiasan-kebiasan (pola-pola sambutan dalam belajar) dari suatu sistem ke sistem lain yang berbeda memerlukan waktu.
• Kurangnya motivasi atau gairah dan semangat belajar karena sistem penilaian yang terlampau menekan perasan (tuntutan terlalu tinggi, atau tidak konsisten atau misalnya pilih kasih dalam memberikan nilai).
• Sikap yang kurang positif atau negatif terhadap bidang studi tertentu yang mungkin diakibatkan oleh perlakuan dan performance atu penampilan guru yang kurang menarik siswa dan sebagainya.

Kemungkinan cara mengatasi sesuai dengan sifat-sifat permasalahannya. Saran-saran pemecahannya, antara lain sebagai berikut:
(a) Jika kelemahan menyeluruh dan bersumber pada:
• Kurikulum dan sistem pengajaran, tampaknya perlu diadakan program pengajaran khusus sebagai pengayaan (enrichment) dan penyembuhan (remedial) sampai pengetahuan dan keterampilan dasar serta pola-pola belajar yang sesuai terpenuhi dan terkuasai oleh siswa, sebelum dilanjutkan dengan program baru.
• Sistem evaluasi, tampaknya perlu diadakan peninjauan kembali dan dikembangkan sistem penilaian yang bersifat edukatif yang dapat menggairahkan siswa.
• Faktor kondisional, tampaknya komponen-komponen belajar mengajak pokok yang disyaratkan (buku paket, laboratorium) perlu dipahami.
(b) Jika kelemahan hanya segmental dan sektoral pada bidang studi dan bagian tetentu yang mungkin bersumber kepada:
• Metode belajar mengajar (didaksi), tampaknya akan mudah ditempuh remedial teacing secara kelompok, baik dalam kelas sebagai keseluruhan maupun dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas sejumlah siswa yang memiliki kesulitan dalam masalah yang serupa.
• Sistem penilaian (evaluatif), tampaknya perlu diadakan penyesuaian dengan sistem yang lazim berlaku di sekolah yang bersangkutan.
• Penampilan dan sikap guru, tampaknya perlu adanya perubahan, pada diri guru atau dalam bidang studi yang bersangkutan.

Sumber dan faktor-faktor penyebab kasus individual

(1) Faktor-faktor organismik dalam diri siswa yang menjadi penyebab kesulitan belajar, antara lain:
a. Kapasitas belajar (tingkat kecerdasan) umum siswa yang bersangkutan diduga amat terbatas atau rendah jika ternyata:
• Secara keseluruhan atau setidak-tidaknya sebagian besar prestasinya rendah.
• Nilai tes kecerdasannya juga ternyata rendah.
• Dalam segala pelajaran hampir tidak pernah menyelesaikan tugas dalam waktu yang telah ditetapkan atau selalu terlambat.
b. Kapasitas belajar bakat khususnya dapat diduga tak sesuai/ rendah, jika ternyata:
• Angka nilai prestasi siswa yang bersangkutan dalam sejumlah bidang studi secara konseptual dapat digolongkan ke dalam suatu group faktor tetentu yang pada umumnya rendah.
• Angka nilai tes bakat tertentu siswa yang bersangkutan ternyata memang rendah.
• Hampir belum pernah dapat menyelesaikan tugas/ soal dalam batas waktu yang ditetapkan atau selau terlambat menyelesaikan tugasnya dalam kelompok bidang-bidang studi tertentu.

(2) Sukar mengubah dan sukar meyadarkan diri denagn pola-pola kebiasaan belajar yang lebih sesui jika ternyata:
Selalu mengulangi kesalahan atau kelemahan yang serupa dalam keseluruhan atau sebagian bidang studi tertentu.

(3) Sikap kurang positif (negatif) minat motivasi (n-Ach) kurang kuat (lemah), penilaian rendah (menganggap sepele, tidak penting, embel-embel) terhadap bidang studi tertentu, jika ternyata:
• Catatan absebsinya dalam bidang studi tertentu atau bahkan keseluruhan pelajaran memang sangat tinggi (sering bolos, tidak hadir, dan sebagainya).
• Angka nilai skala sikapnya rendah (cendrung kearah negatif).
• Selalu berusaha menghindar mengikuti pelajaran atau bertemu dengan guru-guru yang bersangkutan.

(4) Belum matang untuk mengikuti pelajaran pada tingkat/ kelas tertentu, jika ternyata memang:
Tidak sesuai dengan tingkat pendidikan (educationalage) siswa yang bersangkutan dibandingkan umur kronologis (terlalu muda).

(5) Belum menguasi pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai persyaratan untuk mengikuti pelajaran atau tingkat pendidikan tertentu (mungkin karena transfer dari jalur/ sistem pendidikan yang berbeda).

(6) Faktor-faktor di luar dari siswa sebagai faktor penyebab kesulitan belajar, seperti antara lain:
• Kurikulum sebagai sumber penyebab.
• Sistem pengajaran sebagai penyebab kesulitan belajar.
• Sistem penilaian sebagai penyebab kesulitan.
• Faktor yang membawa sebab kesulitan belajar.
• Faktor-faktor penyebab kondisional sebagi sumber kesulitan belajar.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Makalah Pertumbuhan Dan Perkembangan
  2. Makalah Motivasi Belajar
  3. Makalah Ilmu Sosial Budaya Dasar | Makalah ISBD
  4. Makalah Sistem Pemerintahan Desa
  5. Contoh Skripsi Quantum Learning BAB II
  6. Pengertian Kesulitan Belajar
  7. Pembelajaran aktif (active learning)
  8. Fenomena Pendidikan Di Lingkungan Keluarga
  9. Makalah Permainan Kecil Di Indonesia
  10. Konsep Strategi Pembelajaran