Contoh Skripsi Quantum Learning BAB III

BAB III
MODEL PENELITIAN

Quantum Learning, makalah quantom learning

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N Muaro Jambi pada semester ganjil tahun ajaran 2009/2010 pada tanggal 02 Agusstus 2010.

3.2 Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomized Control Group Only Design (Nazir, 1983).
Seperti yang telah penulis gambarkan dalam tabel di bawah ini :
Kelompok Perlakuan Tes Akhir
K – T
E X T

Keterangan :
K : Kelas Kontrol
E : Kelas Eksperomen
X : Diberi Perlakuan Dengan Mind Mapping Setiap Kali Pertemuan
T : Tes Akhir

3.3 Populasi dan sampel
3.3.1 Populasi
Populasi adalah keModeluruhan objek yang secara teoritis dikenai penelitian. Sebagaimana dijelaskan oleh sudjana (1992: 6) bahwa ” populasi adalah totalitas semua hasil perhitungan ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif mengenai karekteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sefat-sifatnya, namun sehubungan dengan keterbatasan peneliti, maka tidak semua elemen yang terdapat di dalam populasi dapat diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah Modeluruh siswa kelas X SMAN 1 Muaro Jambi, dimana sumlah setiap siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

No Kelas JUMLAH SISWA
1 X1 42
2 X2 41
3 X3 42
4 X4 42
5 X5 41
6 X6 42
Jumlah 250

3.3.2 Sampel
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak dua kelas, dua kelas tersebut merupakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tehnik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah tehnik sampel random. Menurut Arikuntoro (1993:103) : ”Tehnik sampling ini diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya, peneliti mencampur subyek-subyek dianggap sama”

3.4 Jenis dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini merupakan data primer yaitu data hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan dengan Model Quantum Learning dengan Teknik Peta Pikiran (mind mapping). Yang menjadi sumber data adalah siswa kelas X yang menjadi anggota sampel.

3.5 Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka diberikan tes pada anggota sampel. Tes yang diberikan pada penelitian ini merupakan tes akhir setelah malakukan pembelajaran tentang Model. Tes hasil belajar yang digunakan di sini adalah tes obyektif. Menurut Arikunto (2007:164) tes obyektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakaukan secara obyektif. Tes obyektif yang digunakan berbentuk pilihan ganda (multiple choice test), karena menurut Arikunto (1993) tes obyektif memiliki beberapa kelebihan yaitu mengandung lebih banyak segi-segi yang positif dan dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subyektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa. Modelain itu lebih mudah dan cepar cara memeriksanya karaena dapat menggunakan kunci tes.

Meskipun demikian tes bentuk obyektif juga memiliki banyak kelemahan, yaitu persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit dari pada tes essay karena soalnya banyak dan harus teliti, serta harus menciptakan faktor pengecoh yang baik.

Setiap butir soal yang digunakan dalam penelitian harus memenuhi kriteria soal yang baik. Untuk itu sebelum digunakan, terlebih dahulu dilakaukan uci coba soal. Setelah uji coba soal dilakukan, Modelanjutnya dilakukan analisa item untuk melihat baik tidaknya butir soal yang akan digunakan dalam tes akhir. Adapun hal-hal yang dianalisa adalah:

A. Validitas Soal
Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan di ukur dan apabila dalam penyusunan instrumen mengikuti langkah-langkah penyusunan instrumen yakni, menelaah variabel menjadi sub variabel dan indikator, kemudian dirumuskan lagi menjadi butir pernyataan maka peneliti sudah boleh berhatrap instrumen memiliki validitas logis (Arikunto, 1993)

Suatu alat pengukur dapat dikatakan alat pengukur yang valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat (Nurkancana dan Sunartana, 1996). Artinya walaupun alat pengukur yang digunakan bagus akan tetapi bila tidak tepat kesasaran maka alat pengukur tersebut tidak valid.
Menurut Arikunto (1993) sebuah tes dikatakan memiliki validitas yang baik apabila mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan. Kesesuaian isi mencakup bahan tes yang harus mencerminkan cakupan bahan dan kemampuan yang dijadikan sasaran pokok tes.

B. Reliabilitas Soal
Reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama dilain kesempatan (Santosa, 2005)

Suatu tes yang mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi adalah tes yang dapat memberikan hasil yang tetap (reliabel). Atau dengan kata lain reliabilitas adalah ketetapan suatu tes atau ketetapan hasil suatu tes apabila diteskan pada subjek yang sama.

C. Tingkat kesukaran
Tingkat kesukaran item tes menunjukkan mutu tes tersebut. Butir-butir item tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik, apabila butir-butir item tersebut tidal terlalu sukar dan tidak terlalu mudah.

Tingkat kesukaran suatu soal dapat dihitung dengan mengguankan rumus seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (1993) yaitu :
P = B / JS
Dimana :
P : Daya pembeda
B : Banyaknya peserta kelompok atas
JS : Banyaknya peserta kelompok bawah

Dengan Nilai Indeks Kesukaran sebagai berikut :
P (Tingkat Kesukaran) Keterangan
0,00- 0,29 Soal sukar
0,30-0,69 Soal sedang
0,70-1.00 Soal mudah

D. Daya pembeda
Soal yang baik asalah soal yang mempnya daya pembeda,maksudnya adalah soal yang dapat membedakan antara siawa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Sehingga menurut Arikunto (1993) untuk menentukan daya beda suatu soal digunakan rumus berikut :
D= BA/JA – BB / JB
Dimana:
D ;Daya Pembeda
JA ; Banyaknya peserta kelompok bawah
JB : Banyaknya peserta kelompok atas
BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar
BB : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar

Lebih lanjut menurut Arikunto (1993) berdsarkan daya pembeda suatu soal, maka setiap soal dapat dikategorikan sebagai berikut:
Nilai Daya Beda

D (Daya Pembeda) Keterangan
0,00 ≤ D < 0,19 Jelek
0,20 ≤ D < 0,39 Cukup
0,40 ≤ D < 0,69 Baik
0,70 ≤ D < 1,00 Baik sekali

3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis perbedaan rata-rata dengan menggunakan rumus t tes. Dalam hal ini yang akan di uji adalah perbedaan dua rata-rata, yaitu rata-rata hasil belajar siswa yang diberi Model quantum learning dengan teknik mind mapping dan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak diberi Model quantum learning dengan tehnik mind mapping.

DAFTAR PUSTAKA

DePorter, Hernacki. 2002, Quantum Learning. Jakarta: Kaifa.Echols,
Meier. 2002, The Accelerated Learning. Jakarta.: Kaifa.
DePorter, B., Readon, M., and Nourie, S.S. 2001. Quantum Teaching. (Alihbahasa: Ary Nilandari). Bandung: Mizan.

Septiawan Santana Kurnia. 2008. Editorial Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, www.depdiknas.go.id

Shertian, 2000, Konsep Dasar dan Teknik Supervise Pendidikan Dalan Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rineka Cipta, Jakarta

Ari Kuntoro S, 1993, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta

Sudjana N, 2006, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, PT Rosdakarya, Bandung
Sudjana N, 1996, Model Statistic, Tarsito, Bandung

Sudijono A 2006, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, PT Raja Grafido Persada

Ahmad dan joko, 1997, Model Belajar Mengajar, Pustaka Setia, Bandung

Slameto, 2003, Belajar Dan Daktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta
Arikunto, S. 1985. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Porter. De Bobbi dan Hernacki. 1999. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa : Bandung.

Mungkin anda tertarik untuk membaca :

Contoh Skripsi Quantum Learning Bab I

Contoh Skripsi Quantum Learning Bab II

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Pemanfaatan Tumbuhan Langka Kantong Semar | Nepenthes sp | Makalah Kantong Semar
  2. Contoh Proposal Skripsi Pendidikan
  3. Daya Hambat Ekstrak Buah Mengkudu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysenteriae BAB II
  4. Hubungan Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Akuntansi Siswa
  5. Pengaruh Variasi Latihan Lompat Gawang Dan Lari Sprint 50 Meter Terhadap Hasil Lompat Jauh Gaya Menggantung BAB II
  6. Skripsi Tentang Macromedia Flash Dalam Pembelajaran
  7. Daya Hambat Ekstrak Buah Mengkudu terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella dysenteriae
  8. Hubungan Kecerdasan Ganda Dan Sikap Terhadap Hasil Belajar BAB II
  9. Hubungan Kecerdasan Ganda Dan Sikap Terhadap Hasil Belajar
  10. Pengaruh Motivasi Belajar Dan Metode Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa