Belut terbesar di dunia
1. LATAR BELAKANG
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil.
Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Di jambi sendiri keinginan masyarakat pengkonsumsi daging belut amatlah tinggi, akan tetapi untuk mendapatkan daging belut segar itu amatlah susah karena keterbatasan orang orang atau pedadang yang menyediakan daging belut, artinya belut hanya dijumpai di beberapa tempat saja. Untuk itu penulis beserta kawan kawan ingin sekali membudidayakan belut untuk konsumsi masyarakat jambi yang nantinya akan menjadi produsen daging belut utama di jambi
2. BISNIS
a)    Konsep Bisnis
Kenapa kami memilih membudidayakan belut? Kenapa bukan ayam, ikan, sapi atau yang lain nya? Ada beberapa asumsi menurut kami diantaranya yaitu :
  1. Belut gampang pemeliharaan nya
  2. Kebutuhan masyarakat akan daging belut tinggi
  3. Kurang nya para peternak belut di jambi (Peluang bisnis)
  4. Jarang ada penyakit belut (Lain dengan hewan lain nya)
  5. Kaya akan gizi
  6. Produknya tidak terpengaruh oleh waktu, artinya jika pada hari tersebut tidak laku untuk di jual maka belut tersebut tidak akan mati akan tetapi dapat di jual pada lain waktu
Salah satu alasan kami menyukai budidaya belut adalah belut kaya akan gizi. Lalu apa saja kandungan gizi pada belut? Kandungan gizi pada belut di antaranya adalah :
Sumber Energi :
Nilai Energi Belut : 303 kkal/100gr, Sedangkan nilai Energi Telur : 162 kkal/100gr, Nilai Energi Daging Sapi : 207 kkal/100gr
Kesimpulan : sangat baik dijadikan sumber energi
Sumber Protein :
Nilai protein pada belut (18,4 g/100 g daging), sedangkan Protein daging sapi (18,8 g/100g), Protein telur (12,8 g/100 g).
Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu :
   1. Leusin, lisin:
      Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada orang dewasa, selain itu juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot.
   2. Asam aspartat:
      asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter.
   3. Asam glutamate:
      sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG).
   4. Kandungan arginin (asam amino nonesensial)
      pada belut dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
Kesimpulan :
Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut.
Kaya Vitamin & Mineral
   1. Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu.
      Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
   2. Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor harus berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi.
      Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya.
      Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan.
   3. Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan proses reproduksi.
   4. Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.
   5. Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan.
      Dari hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).
b)     Produk yang di tawarkan
Produk dari usaha ini adalah belut berukuran sedang atau menengah, yaitu terdiri dari 6-8 ekor/kg. Tentunya dengan kualitas belut yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi konsumen.
c)      Harga
Harga belut untuk pasar jambi saat ini masih berfluktuasi antara Rp. 20.000 – 30.000/kg, dan tentunya mengikuti harga yang berlaku dipasaran. Hal ini untuk mengatasi persaingan agar produk yang kita tawarkan juga dapat diterima dan dijangkau oleh konsumen.
d)     Persediaan barang dan pemasaran
Masa panen untuk yang kami ternak, yaitu belut sawah atau lindung (Monopterus albus) adalah 3 bulan. Dari penyemaian bibit sebanyak 100 kg, diperkirakan menghasilkan belut siap panen sebanyak 300 – 400 kg. jika kebutuhan belut masyarakat jambi 30 kg per hari, maka produk kami hanya  bisa mensuplay kebutuhan belut untuk 2 minggu. Berdasarkan survey sementara yang kami lakukan di pasar-pasar belut jambi masih terjadi kekurangan suplay belut tersebut, berdasarkan permintaan kekurangannya diperkirakan 10-15 kg/hari. Dengan demikian produk kami akan mampu mencukupi permintaan konsumen.
Untuk pemasaran belut dijambi saat ini yaitu pasar-pasar tradisional jambi seperti, pasar ikan mall kapuk, pasar selat, pasar simpang kawat, pasar keluarga, pasar angso duo, pasar simpang rimbo, dan pasar tradisional lainnya.
e)      Lokasi dan pilihan wilayah
Adapun tempat atau lokasi budidaya belut yang ingin kami kembangkan adalah di rumah salah satu anggota kami yaitu Rumah rina di perumahan mendalo asri kecamatan muaro jambi
Alasan kami memilih rumah rina sebagai lokasi budidaya adalah :
  • Halaman belakang rumah nya luas sehingga dapat di jadikan tempat budidaya
  • Rumah nya berada di dekat sungai/parit sehingga kebutuhan akan air dan tanah rawa tercukupi
  • Suhu pekarangan rumah cenderung dingin karena banyak pohon dan jauh dari bising nya kendaraan dan asap sehingga efektif untuk budidaya belut
f)       Operasi gerai
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
    1. Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.
    2. Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
    3. Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m 2 . Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m 2 . Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m 2 . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m 2 . Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m 2 , hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
    4. Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester/dengan lapisan papan lalu menggunakan terpal untuk lapisan nya
    5. Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.
    6. Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.
  2. Penyiapan Bibit
    1. Menyiapkan Bibit
      1. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
      2. Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.
      3. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
      4. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m 2 . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
  3. Perlakuan dan Perawatan Bibit
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.
  1. Pemeliharaan Pembesaran
1.  Pemupukan
Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
2.  Pemberian Pakan
Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
3.  Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.
HAMA DAN PENYAKIT
  1. Hama
    1. Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut
    2. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
    3. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
  2. Penyakit
    Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.
8. PANEN
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
  1. Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
  2. Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.
Dalam hal ini produk adalah belut siap jual untuk dikonsumsi.
PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.
Gambaran Peluang Agribisnis
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.
3. PASAR
Untuk saat ini daerah pemasaran belut dijambi adalah pasar-pasar tradisional yang tersebar dikota jambi dan sekitarnya. Namun apabila permintaan belut semakin tinggi, tidak tertutup kemungkinan untuk belut dipasarkan di mall atau super market yang menjual kebutuhan pokok dan sayuran.
100 kg/kolam
4. PELANGGAN
Pelanggan atau konsumen belut tidak terbatas, karena belut termasuk bahan makanan dengan hargau terjangkau sehingga konsumen dari kalangan bawah maupun menengah dan atas dapat mengkonsumsi belut. Faktor lain yang mendukung pasar belut dijambi adalah masih kurangnya produksi belut jambi ataupun distribusi belut dijambi. Pasar belut jambi masih memungkinkan bagi para pengembang maupun pendatang baru untuk mendapatkan pelanggan atau konsumen.
5. PERSAINGAN
Di Jambi masih sedikit orang yang beternak belut, bahkan dibeberapa pasar konsumen sering kecewa saat ingin membeli belut untuk dikonsumsi karena memang stok belut sendiri masih kurang. Konsumen harus berebut untuk dapat membeli belut agar tidak kehabisan, kondisi demikian sudah tentu dapat digambarkan bahwa persaingan antar produsen belut belumlah menjadi permasalahan, sebab pasar sendiri masih belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen.
6. MANAJEMEN
Susnan kerja sama ternak belut terdiri dari :
Penanggung Jawab     : Tanggung jawab seluruh anggota.
Sekretaris                    : RINA
Pemasaran                   : DARNO
Teknis                          : SAMSUL MA’ARIF
FAHRIZAL
Operasional lapangan dilakukan secara bersama-sama atau secara bergiliran.
7. PROYEKSI KEUANGAN
a.      Modal
Harga bibit /kg 25.000 X 100 kg          Rp. 2.500.000,-
Biaya pembuatan kolam :
  1. Papan 1 kubik                           Rp. 1.750.000, -
  2. Terpal @100.000 X 2                  Rp.   200.000,-
  3. Paku                                        Rp.     50.000,-
  4. Biaya pembuatan /upah tukang    Rp.   800.000,-
  5. Pompa air                                 Rp.   350.000,-
  6. Vaksin dan obat-obatan              Rp.   300.000,-
  7. Lain-lain                                   Rp.   300.000,-
  8. Biaya cadangan modal                Rp.3.000.000,-


  9. +

     

    Jerami @ 10.000/karung x10         Rp     100.000,-

Rp.9.350.000,-
b.      Asumsi Penjualan
Panen selama satu periode (3 bulan) ± 300 kg, jika harga belut diperkirakan rata-rata Rp. 30.000/ kg maka pendapatan yang dapat diperoleh selama satu periode adalah:
300 X 30.000 = Rp. 9. 000.000,- (pendapatan kotor)
c.       Produk Mix
Produk mix adalah keseluruhan jajaran produk dan unsur produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Ternak belut tidak menghasilkan produk sampingan sehingga produk mix dari usaha ini hanyalah daging belut atau belut siap konsumsi saja. Karena selain itu tidak ada yang dapat dijual dari usaha ini.
d.      Gaji
Rancangan bisnis ternak belut ini adalah kerjasama dengan bantuan modal dari pihak lain,baik pinjaman maupun bantuan sukarela (hibah). Seluruh kegiatan produksi dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian kerja yang disepakati bersama. Sehingga bentuk kerja sama ini tidak memerlukan gaji atau upah, akan tetapi bagi hasil dari sisa pendapatan setelah dikurangi dengan biaya operasional dan pengembalian modal.
e.       Kinerja Keuangan
Modal Tetap:
Pembuatan kolam                                     Rp. 2.000.000,-
Pompa air                                                 Rp.350.000,-
Biaya cadangan                                        Rp. 3.000.000,-
Modal lancar :
Bibit belut                                                Rp. 2.500.000,-/periode
Vaksin dan obat-obatan                           RP.    300.000,-/ periode
Biaya operasional lapangan                      RP. 1.000.000,-/periode
Biaya pengembalian modal:
20% dari pendapatan bersih =30% X ( pendapatan – biaya total)
= 20 % X ( 9.000.000 – 3.800.000)
= 20% X 5.200.000
= Rp. 1.040.000,-
Pembagian SHU 
SHU = 80% X Pendapatan bersih
= 80% X 5.200.000
= Rp. 4.160.000,-
Bagi Hasil Anggota = 4.160.000 : 4 orang

= Rp. 1.040.000,- / periode

 

Terimakasih telah membaca Contoh Proposal Budidaya Belut semoga makalah budidaya belut ini bermanfaat bagi anda. Terus berkunjung untuk melihat update makalah gratis di blog kami dan jangan lupa sukai fans FB kami supaya blog ini lebih maju, sukses selalu

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Contoh Proposal Usaha Pembuatan Mie Ayam Angelandribet
  2. Contoh Soal UN Matematika | Contoh Soal UANAS